Saturday, August 13, 2011

Secarik Kertas Pengantar


Bias warna putih – abu - abu. 

Sebuah Tulisan kisah masa SMA, terbingkai di sudut Masjid

Barisan warna indah menyemarak menyambut redanya tangisan langit. Sebuah warna tergores dari kuas Sang Maestro Seni Alam, Allah SWT. Kanvas langit biru dengan perpaduaan warna Merah, kuning, hijau. Kata ku waktu bernyanyi saat masih imut – imutnya duduk di bangku taman kanak – kanak.  Sebuah warna yang sebenarnya lebih banyak lagi, kata guru SD. Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu. Sebuah barisan warna dari biasan cahaya yang terpantul dari balik air. Itulah pelangi. Biasan warna selalu mengilhami setiap manusia yang putus asa, bahwa masih ada harapan setelah kegagalan dan masa suram. Itu kata teman – teman ku saat meng – sms – kan kata – kata motivasi.

Tapi tidak untuk saat ini, biasan warna itu dari dua warna terintegrasi yang mampu menorehkan lebih sejuta warna. Warna abu – abu putih. Sebuah warna yang menghiasai tiga tahun perjalan hidup ku. Menorehkan warna yang tersimpan dalam kanvas memory otak. Sebuah maha karya dari perjalanan kisah nan indah.


Biasan itu kini menorehkan warna tersendiri, saat masa itu telah pergi. Seolah ku harus membuka memori ku lagi untuk menjadi kanvas baru untuk setiap goresan warnanya. Goresan tinta kisah masa SMA yang indah, kelak akan menjadi sejarah. Karena kisah ini adalah sepenggal episode sandiwara dunia. Kau tahu sendiri siapa pelakunya.
Sungguh tak akan menarik cerita ini bagi anda, tapi tidak bagi ku. Bagi ku ini adalah cerita paling hebat yang pernah di alami anak adam di dunia. Sebuah kisah yang lebih megah dari Laskar Pelangi nya andrea Hirata, ayat – ayat cinta habiburahman al – shirazy, dan lebih fenomenal dari Twilight yang banyak digandrungi anak muda saat ini. Karena semua kejadian ini aku lah pelakunya, sang actor yang berperan dengan sutradara Illahi Rabbi.

Semanjak  membaca buku – buku kisah perjuangan ketika di organisasi, ku tergelitik untuk menulis kisah – kisah ini. Paaling tidak ini akan menjadi jejak rekam karena kadang memori ini sudah tak sanggup menampung data, tertumpuk kisah dan masalah baru. Dan akhir cerita hang dan lemot.
Semoga bermanfaat bagi kita semua. Minimal bisa menbuat tertawa.

Surabaya 12 Ramadhan 1432 H

0 comments:

Post a Comment