Saturday, March 21, 2015

BUKU PUTIH

Awal Sejarah FSLDK

Kondisi Objektif masing-masing kampus yang berbeda membuat lembaga dakwah kampus atau kegiatan kerohanian islam menjalankan dan mengembangkan pola sendiri-sendiri.  Disamping itu, kondisi kampus yang memang memiliki masalah dan tantangannya masing-masing semakin mengarahkan perhatian ke dalam internal kampus sehingga kurang adanya kebersamaan gerak dakwah. Kondisi tersebut berakibat membuat semakin lemahnya kekuatan gerak dakwah secara globab. Oleh sebab itu diperlukan adanya suatu jalinan koordinasi yang baik diantara lembaga dakwah kampus yang ada demi terciptanya gerakan dakwah.
Respon dari itu, kemudian diadakanlah sarasehan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) pada 14-15 Ramadhan 1406 atau 24-25 mei 1986 yang dimotori oleh  Jamaah Shalahudin UGM bertempat di Pesantren Budi Mulya. Sarasehan yang dihadiri oleh 26 peserta dari 13 Lembaga Dakwah Kampus Se-Jawa, antara lain; Jamaah UnSoed Purwokerto, UNS Solo, Lpisat Usakti Jakarta, Jamaah Sholahudin UGM, Jamaah Mujahidin IKIP Yogyakarta, LAI Undip Semarang, UI Jakarta, BKI Bogor, UIKA Bogor, Karisma Salman ITB Bandung, UnPad Bandung, UKKI Nuruzzaman Unair dan BDM Alhikmah IKIP Malang (UM Malang-sekarang). Pada pertemuan ini menghasilkan beberapa keputusan penting yang merupakan cikal bakal lahirnya FSLDK, pertama adalah tentang kesepakatan perlunya meningkatkan ukhuwah Islamiyah antar Lembaga Dakwah Kampus, setidak-tidaknya antar fungsionaris LDK. Kedua, disepakatinya tindak lanjut dari forum ini berupa pembangunan komunikasi dan koordinasi dengan konsep pembagian wiliayah menjadi tiga wilayah; wilayah timur dikoordinir oleh UKKI Unair, Wilayah Tengah oleh Jamaah Shalahudin UGM dan wilayah barat oleh Karisma Salman ITB.

Monday, March 9, 2015