Friday, December 30, 2011

catatan akhir semester (4)



Program linier
Inilah inti dari pembahasan Riset Operasi dan Optimasi, sebuah program linier yang harus diselesaikan. Namun disini kita berbicara tentang bahasan kasus pengalokasian sumber daya yang terbatas, tapi tetap menghasilkan hasil yang maksimum. Pada pengaplikasian dunia bisnis ini sangat dipakai ketika dalam suatu perusahaan harus memaksimalkan sumber daya yang ada, manusia dan bahan baku produk. Disini terdapat kendala bahwa kita harus menambah sumber daya bahan baku atau jumlah SDM yang bekerja agar mendapatkan hasil yang maksimum. Kita dapat melihat hasil dari produksi dengan skenario mingguan,bulanan, semesteran bahkan tahunan.
Dalam memodelkan program linier programing, mencari nilai optimum dari sebuah produksi dapat kita cari dengan formula keuntungan maksimum sama dengan harga jual tiap produk dikalikan dengan variabel keputusan. Dengan memperhatikan pada setiap kendala, maka akan kita dapatkan setiap persamaan pada setiap kendala yang di hadapi. Sehingga diakhir kita dapat mengetahui mana yang menjadi kendala aktif dan mana yang menjadi kendala pasif. Maka tindakan kita setelah mengetahui kendala aktif adalah mengubah agar menjadi lebih maksimum.
Salah satu penyelesaian yang ditawarkan untuk menyelesaikan persamaan linier adalah menggunakan diagram cartesius dan mengambarkan model matematisnya. Dengan kata lain menggunakan corner solution, nilai pojok adalahh nilai maksimun dari sebuah persamaan linier. Selain itu juga dapat menggunakan metode simplex untuk menyelesaikan permasalaan yang lebih kompleks.
Catatan:
Saat kita berdiskusi tentang sebuah gambar model program linier ada bahasan tentang daerah cekung dan daerah cembung. Hingga pada suatu bahasan menyinggung tentang cara pemerintah membangaun jembatan suramadu. Jembatan Suramadu membuat daerah menjadi cekung, sehingga jarak yang jadinya dekat dengan menggunakan kapal penyebrangan feri menjadi jauh karena semua harus melewati jembatan yang telah dibangun.
Juga dengan cara pemerintah menangani masalah kemancetan, yang ada pemerintah adalah menambah ruas jalan dan membuat jalan baru. Padahal yang terjadi adalah dengan semakin banyak jalan malah membuat jumlah kendaraan pribadi semakin banyak. Seharusnya pemerintah memperbaiki jumlah moda angkutan umum, memperbaiki fasilitas kendaraaan massa agar semua berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi menuju kendaraan umum. Menggurangi jumlah kendaraan yang lalu lalang di jalan.

Thursday, December 29, 2011

catatan akhir semester ( 3 )



Group Decision Making
Analiytic Hierarchy Proces ( AHP )
“ Bahwa Demokrasi hanya cocok bagi orang – orang yang malas untuk berfikir dan berpendapat “
Seperti yang saya utarakan diawal, bahwa pelajaran ROO ini semakin lama dipelajari semakin menarik untuk diikuti. Hingga pada akhirnya mata kuliah ini membahas tentang pengambilan dalam sebuah kelompok yang menginginkan sebuah tujuan yang majemuk. Lebih komplek dari sebelumnya yang hanya secara individu.
Beberapa catatan menarik, tentang sebuah ilmu manajemen dan pengambilan keputusan dalam kelompok yang cukup adil. Sebuah dinamika organisasi, bagaimana mencapai sebuah tujuan dengan berbagai jalan yang diajukan oleh anggota kelompok. Tentu setiap anggota kelompok memliki kriteria tersendiri dalam usulnya, sehingga disini akan menimbulkan kebingungan bagi ketua sebagai pengambil kebijakan. Tetapi ada cara tersendiri yang ditawarkan dalam mata kuliah ROO. Idenya adalah membuat skala atas kriteria yang diajukan berdasarkan derajat kepentingan untuk mencapai sebuah tujuan awal. Kemudian membandingkan score skala tadi tiap kriterianya . setelah itu membuat perbandingan kriteria  yang ada per individu kelompok.  Dilanjutkan dengan perbandingan global semua kriteria, dan diakhiri dengan perbandingan dari alternatif yang ada yang sesuai kriteria yang bernilai tinggi yang disepakati anggota kelompok. Sebuah ilmu manajemen baru yang nantinya dapat digunakan untuk mengambil keputusan dalam sebuah organisasi dengan mengambil keputusan yang dapat diterima oleh semua pihak.
Namun, paling membekas adalah tentang sebuah pernyataan “ Bahwa Demokrasi hanya cocok bagi orang – orang yang malas untuk berfikir dan berpendapat “. Sebuah penyelesaian dari permasalah kelompok yang komplek yang dapat dinilai dari beberapa kriteria yanga ada bukan ditentukan musyawarah beradu argumen dan mencari titik optimun, malah diselesaikan hanya dengan voting yang mengacungkan satu jari dan menyelesaikan semuanya. “ Jadi suara seorang Profesor dengan segala pertimbangannya memilih sebuah pilihan bernilai sama dengan orang yang tidak berilmu yang asal memilih. Semua sama bernilai satu suara “.  Penjelasan yang logis mengapa negara ini tidak segera berubah.

catatan akhir semester ( 2 )



Pengambilan sebuah keputusan secara seleksi.
Belajar tentang Anatomi sebuah pengambilan keputusan yang sebenarnya sering kita alami, namun tidak sesistematis yang ada. Tidak memodelkan perasalahan, membuat score tiap opsi keputusan, dan bahkan pengambilan keputusan hanya berdasarkan perasaaan. Pokoknya itu yang terbaik. Padahal sebenarnya dalam kehidupan sehari – hari kita dapat memodelkan permasalahan yang ada sehingga menjadi lebih sistematis dengan memodelkan permasalahan secara matematis.
Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk menjadikan sebuah keputusan menjadi sistematis, pertama adalah menentukan variabel keputusan, kedua menentukan variabel konskuensi dan terakhir adalah parameter / konstanta. Dalam menentukan konsekuensi biasanya berdasarkan kriteria keputusan menentukan Optimasi atau feasibility.
Pengambilan keputusan ini dibantu dengan menggunakan sebuah tabel keputusan, dengan memperhatikan setiap kendala dan kriteria dalam sebuah permasalahan. Semua kendala dan kriteria kemudian dinormalisasikan, menguantitatifkan yang kualitatif sehingga semua dapat dihitung dan diberi bobot tiap kriteria tersebut. Setelah semua mendapat score, langkah selanjutnya adalah merangking semua score pada kriteria. Dan nanti akan kita dapatkan sebuah nilai terbesar dari opsi yang ada dan itulah yang optimum dalam permasalahan tersebut.
Catatan
Ada yang menarik dalam diskusi permasalah ini, tentang pengaplikasian atau penerapan dalam kehidupan sehari hari. Terkadang seorang bingung untuk memilih sesuatu ( misal : HP ), kebingungan pertama karena tidak mensistematiskan pemikiran. Tidak adanya pendataan kendala yang dihadapi, tidak menetapkan kriteria yang berdasar skala prioritas. Sehingga yang ada pusing karena hal yang sepele.
Terlontar juga sebuah gagasan, bagaimana kalau cara ini diterapkan untuk dijadikan cara memilih calon istri ?. lucu, tapi menarik juga. Tetapi paling manarik adalah, bagaimana kalau kita membuat sebuah layanan website tempat pemberi layanan untuk membantu seseorang mengambil keputusan untuk membeli sesutau ( rumah, HP, mobil,dll ) dengan metode pengambilan keputusan menggunakan tabel keputusan tadi. Kayaknya bisa juga djadikan bisnis nanti. Bisnis layanan konsultas. Luar biasa.

catatan akhir semester



catatan kecil dari mata kuliah Riset Operasi dan Optimasi
Sebuah pengenalan awal
Pada saat pertama memutuskan mengambil mata kuliah Riset Operasi dan Optimasi yang terbayang dibenak saya mata kuliah tentang program linier seperti saat di SMA mungkin dengan sedikit pengembangan. Selalu mencari titik optimum dari suatu persamaan untuk mencari nilai paling tinggi yang paling menguntungkan.
Namun paradigma awal iniberubah 180 derajat ketika awal perjumpaan kuliah dengan Mata kuliah yang lebih dikenal dengan sebutan ROO. Ternyata banyak yang mampu saya dapat, terkait mata kuliah ROO sendiriatautentanginspirasibaru yang selalu ada dalam setiap pertemuan yang disampaikan oleh Prof. Daniel M. Rosyid  Dan itulah yang selalu saya tunggu – tunggu dalam setiap pertemuannya, sebuah gagasan inspiratif baru yang menginspirasi saya untuk ke depannya, sungguh jauh dari ekspetasi awal saya ketika mengambil mata kuliah ROO.
Ada beberapa materi yang disampaikan, penyelesaian  keputusan menggunakan tabel keputusan, pohon keputusan, group decision making, Program linier, integer program linier, goal programing dan network. Hampir disetiap tema ada inspirasi baru yang saya dapat, sebab ROO sendiri mampu diterapkan diberbagai bidang. Jadi luas sekali kelau berbicara Riset Operasi dan Optimasi.
Diawal perjumpaan setelah sebelumnya memberikan overview tentang ROO, bahwa optimasi adalah sebuah cara memilih yang sedimikian rupa dibentuk sehingga hasilnya optimum (layak dan atau terbaik)  dengan tanpa adanya daftar yang harus dipilih. Sehingga seolah – olah kita sedang berbicara sesuatu yang penuh ketidak jelasan. Ketidak jelasan tersebut mengakibatkan ketidak pastian, relatif pasti atau tidak pasti. Sebuah ketidakpastian dapat kita selesaikan menggunakan statistika (berdasarkan kuantitas), sedangkan ketidakjelasan dapat diselesaikan dengan pendekatan kualitatif. Seperti yang tertulis diatas bahwa dalam memilih keputusan ada beberapa teknik yang dapat kita gunakan, salah satunya adalah penyeleksian karena sudah adanya pilihan – pilihan penyelesaian.
Ada beberapa catatan menarik disini ketika kami berdiskusi tentang pentingnya sebuah ketidakjelasan. Misalnya ketika berbicara tentang tuhan, Allah dalam islam tidak tergambarkan dengan jelas dan tidak boleh digambarkan seperti apapun. “ Ketidakjelasan itu penting “. Itulah mengapa umat islam harus beribadah dengan taat seolah – olah melihat Allah, pun juga mereka diiming –imingi tentang pertemuan dengan tuhanNya kelak disurga. Karena sebuah ketidakjelasan itulah kita mengharapkan bertemu kelak. Kalau sudah tergambarkan penuh kejelasan,mengapa harus dikejar ?. Menarik sekali penjelesan ini, sebuah sudut pandang baru tentang sebuah teologi ketuhanan. “ Ketidakjelasan itu penting “.
Catatan kedua adalah tentang menajemen. Dalam sebuah manajemen biasanya seorang pimpinan selalu mengatakan semua secara abstrak, “ harus yang terbaik”,  “ pokoknya saya tahu jadinya bagus “. Semua yang dikatakan penuh ketidakjelasan yang akhirnya harus dijalankan para bawahan dengan mencoba melakukan pendekatan secara kuantitatif semua perkataan si atasan. Jadi dalam kehidupan inikita harus bisa mengkuantitatifkan yang kualitatif, mengkualitatifkan yang kuantitatif.
 “ Ketidakjelasan itu penting “

Monday, November 28, 2011

Kisah Cinta Arjuna Realita (2)


" Memang tidak mudah. Sebab tidak karena kamu mencintai, lalu hendak memberi, atau kamu menebar pesona kematanganmu melalui itu, maka cintamu berbalas. Fakta itu mungkin pahit. Tapi begitulah adanya: kadang-kadang kamu harus belajar menepuk angin, bukan tangan lain yang melahirkan suara cinta ".( Anis Matta - Serial Cinta )

Terkadang dalam menabur cinta, biji - biji dapat tumbuh, semi, berbunga sampai berbuah. meskipun tanpa atau hanya sedikit air yang menyirami. Sebab biji cinta mampu menghidupi dirinya sendiri, tanpa harus ada kasihani. Namun terkadang biji cinta itu tetaplah makhluk yang pada dasarnya membutuhkan air utnuk tetap menjalani kehidupan sambil menunggu musim hujan datang. Dan kalau pun pemberi air itu dari gayung cinta di samping kita, bisa jadi biji cinta itu akan luluh dan mengikuti hulu air sampai bertemu gayung cinta tersebut. Maka pada saat itu kita akan sadar bahwa tumbuhnya biji cinta tidak dapat mengandalkan dirinya dan harus ada gayung cinta yang menyiramkan ketenangan dan kedamaian menunggu masa depan.

" Arjuna Realita " bukanlah " Arjuna Imajiner " yang mampu memberikan semua keinginan wanita pujaan hanya dengan terbang ke kayangan. " Arjuna Realita " hanya mempunyai senja andalan do'a yang berharap akan terkabulkan. Tidak seperti " Arjuna Imanjiner yang bisa kong kallikong dengan dewa - dewa kayangan untuk memenehu permintaannya. Pada dasarnya, " Arjuna Realita " adalah pemuda yang masih berguru di Sekolah Elektronika di Negeri Nawalima, bukan seorang anak kerajaan seperti " Arjuna Imanjiner " namun hanya anak seorang petani biasa di kampung Santri.

Ada kesamaan antara " Arjuna Realita " dengan " Arjuna Imajiner ", sama - sama mempunyai rasa cinta kepada wanita. Namun beda cerita, " Arjuna Imajiner " dengan ketampanan dan kehebatan panahnya mampu menaklukan dewi cantik sekelas " Srikandi ", sedangkan " Arjuna Realita " adalah Ksatria bersenjatakan solder dan ketapel yangjauh dari kesan eksklusif seperti halnya " Arjuna Imajiner ". Namun inilah indahnya kisah " Arjuna Realita " yang berjuang dalam kesederhanaan untuk mendapatkan wanita sekelas anak Priyayi " Dewi Srikandi " nya pak kyai.

Pada suatu kesempatan, " Arjuna Realita " yang telah lama menjadi teman akrab " Dewi Srikandi "nya pak Kyai ingin agar dirinya bisa menjadi mantu dari Pak Kyai untuk putrinya yang ke dua. Keyakinan yang selama ini ada di hati " Arjuna Realita " adalah kecocokan dengan " Dwi Srikandi. Saat indah kedekatan itu mulai muncul ketika mereka sama - sama bersekolah di SMA Negeri Ngalengka, dua tahun satu kelas membuat kedekatan hati semakin melekat kuat hingga bunga cinta bersemi di hati mereka. Hingga " Arjuna Realita " bertekad akan mempersunting " Dewi Srikandi "nya Pak kyai untuk menjadi pendamping hidupnya. Sekarang dia masih menunggu momen di saat tepat, saat dirinya sudah mapan dan sukses. Semua hanya menunggu waktu.

Bunga cinta di taman hati " Arjuna Realita " sedang bermekaran dan tinggal memetiknya untuk dipersembahkan sebagai penyempurna agamanya. Meminang " Dewi Srikandi " pak kyai. Namun, keyakinannya harus layu karenaImpian tak sesuai kenyataaan. Kenyataan bagai racun yang membuat bunga harus mati, Kenyataan bahwa " Srikandi " telah dijodohkan dengan " Panglima Perang " yang merupakan kakak seperguruan wakru di SMA. Kenyatan bahwa "Arjuna Realita " bikanlah pilihan utama semua orang tua, karena dunia nyata adalah Irisan kenyataan yang jauh dari angan - angan.

Sekarang kenyataan yang dihadapi sang " Arjuna Realita " adalah perasaan yang masih berat untuk melepas " Srikandi " yang memang dia akui bahwa harapannya sebnarnya adalah mimpi karena merasa tidak Seimbang. " Dewi Srikandi " adalah puteri seorang sesepuh desa, seorang tokoh juga kyai terpandang. sedangkan " Arjuna Realita " adalah preman lapangan dan brandalan kampung yang baru nyantri dan hanya berlatih baca Al fatihah serta membarsihkan mushola. Inilah kenyataan hidup, Cinta tanpa kemapanan adalah Angan - angan kosong. Cinta butuh kemapanan. itulah salah satu sebab, kenapa " Srikandi " dijodohkan dengan " Panglima " bukan dengan nya. ya, karena dia adalah preman. tapi bagi " arjuna" realita, semua akan bisa berbalik dengan segala usaha dan do'a.

Tahun baru hijriyah, saatnya kita berhijrah...



ketika kita membaca siroh ( sejarah ), kiranya kita akan mendapati bahwa tahun baru hijriyah ini baru ditetapkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Sebagai acuan penetapannya digunakan peristiwa Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari mekah ke madinah, sehingga satu tahun setelah hijrah itu dikatakan sebagai tahun 1 Hijriyah. pastinya ada hal khusus mengapa hijrahnya Nabi dan Sahabat termasuk umar di jadikan titik tolak perhitungan tahun.

kita lihat kembali perjuangan hijrah nabi SAW, bagaimana beliau dan sahabat harus rela pergi dari tanah kelahiran menuju daerah baru yang masih penuh tanda tanya. Tentu bukan perkara mudah bagi banyak sahabat, mereka harus merelakan harta, ternak dan perkebunan yang ada di mekah untuk di tinggal ke madinah. Bukan hall yang mudah ketika perjalanan harus secara sembunyi - sembunyi agar tidak di ketahui oleh kaum Quraisy.  Begitu juga Rasullullah, yang harus berhijrah di malam hari untuk lepas dari kepungan musuh yang ada di sekeliling rumahnya. Beliau harus bersembunyi dalam goa, melakukan perjalanan di panasnya gurun dan sengatan terik matahari. Jalan beliau seperti mengambang di udara dengan tanpa alas agar musuh tidak mengetahui jejaknya. Sungguh masaih banyak perjuangan heroik dalam peristiwa hijrah dari mekah dan madinah yang menjadikan Umar bin Khattab menggunakan sebagai perhitungan tahun islam.

Satu hal yang membuat Nabi dan para sahabat waktu itu mau untuk meninggalkan mekah yang penuh kepastian menuju kota madinah yang masih penuh misteri. Mereka ingin melakukan perubahan, membuat peradaban baru. Perubahan dari segala perbuaatn kaum jahilliyah dengan segala keburukannya menuju tanah madinah mereka yakini  sebagai kemengan yang Allah janjikan. Semua ingin melepsakan diri dari tekanan kaum kafir Quraisy, membebaskan kemuarnian Aqidah dari jeratan jahilliyah menuju fitrah untuk beribadah kepada Allah SWT.

memaknai ( kembali ) Hijrah

Secara kontekstual, hijarah tidak mengenal batas waktu dan tempat. sehingga semua orang dalam setiap waktu dan tempat mampu melakukannya. Sehingga kita dapat memaknai hijrah secara luas, yang selanjutnya semangat untuk berhijrah itu mampu kita internalisasikan ke dalam diri kita masing - masing. Kalau kita lihat kembali peristiwa hijrah Nabi dengan segala latarbelakang dan kondisi yang menyertainya, maka masih sangat relevan bagi kita untuk mencotoh perbuatan nabi tersebut secara kontekstual. kita dapat menginterpretasikan makna hijrah pada kondisi kekinian dimana sekarang kita mampu berada dan pada kondisi bagaimana diri kita hari ini.
Peristiwa hijrah nabi merupakan peristiwa paling berat untuk dilakukan para sahabat, penuh perjuangan dan pengorbanan besar untuk dapat melakukannya. mereka meninggalkan mekah yang penuh tekanan kejahilliyahan yang akan menggerus keimanan menuju madinah yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Namun keyakinan akan janji Allah bahwa mereka akan meraih kegemilangan adalah motivasi yang tak akan padam. Banyak kisah heroik para sahabat untuk mampu meninggalkan mekah menhuju madinah dengan segala resiko yang akan diterima jika hijrahnya diketahui oleh intelejen Kafir Quraisy. Namun mereka semua melakukannya hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ibnu Qayyim membagi 2 hijrah dengan cakupan yang sangat luas, Hijrah Dengan Hati Kepada Alloh dan Hijrah Dengan Hati Kepada Rosululloh.
Hijrah dengan hati kepada Allah.
Sebagaimana perintahnya " “Maka segeralah (berlari) kembali mentaati Alloh.” (Adz Dzariyaat: 50). Hijrah ini meliputi ‘dari’ dan ‘menuju’ yang nantinya akan membawa perubahan dari ketidak taatan menuju ketaatan. Banyak ibroh ( pelajaran ) tersirat yang mampu kita ambil sebagai pembelajaran dan motivasi untuk senantiasa perubahan. Sebuah perubahan yang membawa kita kembali dan semakin dekat kepada Allah SWT. Perubahan kecil dari perilaku kita sehari - hari sampai pada perubahan diri kita menjadi pribadi - pribadi yang bertakwa dan totalitas dalam pengabdian kepad Allah. Perubahan dengan meninggalkan segala kejahiliyahan menuju nilai - nilai islam. Kejahiliyahan dengan melanggar perintah - perintah Allah menuju ketaatan pada perintah Allah. inti hijrah kepada Alloh ialah dengan meninggalkan apa yang dibenci Alloh menuju apa yang dicintai-Nya. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim ialah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Menomor satukan  Allah dari pada yang lain, dari pekerjaan, kesibukan dan tugas - tugas duniawi. maka meninggalkan sholat hanya karena sedang sibuk deadline tugas adalah menduakan Allah, Bercanda ria hingga lupa waktu sehingga shalat di penghujung waktu adalah kejahiliyahan yang tidak boleh lagi kita kerjakaan. karena hijrah ini adalah Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamti lillahi robbil alamin “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Alloh Tuhan semesta alam.”
Maka, sudah jelas bahwa arah hijrah kita adalah jalan hijrah menuju ketaatan pada Allah SWT, menjalankan perintah NYA dengan ikhlas mengharap ridha NYA. Sudahkan kita menyiapkah diri untuk berhijrah kepada Allah dengan totalitas ?

Hijrah Dengan Hati Kepada Rosululloh.
Alloh berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, yaitu bagi orang-orang yang mengharapkan menemui Allah dan Hari Akhir dan mengingat Allah sebanyak-banyak” (QS Al Ahzab 33 : 21). Hijrah ini adalah hijrah dengan men-transformasi-kan nilai - nilai akhlak rasullullah kedalam diri kita. hijrah ini menuntut kita menjadikan Nabi Muhammad sebagai tauladan yang wajib di contoh dalam segala aspek kehidupannya. bagaimana beliau dalam menjalankan hidup dari bangun tidur sampai beliau tidur lagi. sebab, tidak ada sosok yang lebih sempurna yang dapat dijadikan contoh.
Maka, membuat Beliau kecewa dengan meninggalkan sunnah - sunnahnya. Membuat marah beliau dengan mengabaikan shalat yang merupakan pesan terakhir sebelum meninggal. Bukankan kita yang disebut saat terakhir beliau menghadapi sang maut ? da bukankah kita nanti yang akan beliau cari ketika dibangkitkan di padang mahsyar ?
maka masih layakkan kita melupakan momentum hijrah untuk terus berhijrah menuju Allah dan Rasul Nya ?

Tahun baru Hijriyah ini milik Siapa ?



malam begitu sunyi, suara jangkrik dan hewan - hewan malam bersahutan meramaikan galapnya malam ini. tak terlihat lalu lalang manusia dalam aktivitasnya, mungkin semua telah letih kerja di siang tadi. hanya dari beberapa surau terdengar suara samar - samar lantunan ayat - ayat al - quran. suara khas anak kecil yang oleh guru ngajinya disuruh taddarus. Entah mengapa malam ini begitu sunyi tak seperti biasanya, sepertinya keletihan pada siang telah menggulung semua orang dalam kealpaan dan ketidak sadaran akan nikmat - nikmat yang telah Allah turunkan hari ini.

oh, ternyata malam ini tepat hilal diufuk timur. bulan kecil pertanda tanggal baru. bukan, ternyata hari ini tidak hanya tanggal baru. lebih dari itu, tahun ini merupakan tahun baru. sungguh momentum pergantian tahun ini tidak dapat dirasakan. tidak ada kemeriahan dalam penyambutannya. tidak ada pesta dan sorak sorai melihat hilal tanda kebesaran - NYA. Bahkan tidak ada orrang - orang yang sekedar berkumpul untuk mensyukuri bergantinya perhitungan tahun. semua tenggelam dalam rutinitas hingga tidak ada lagi yang peka akan keadaan dan kejadian disekelilingnnya. mungkin kecuali anak - anak kecil yang disuruh guru ngajinya untuk tadaraus di surau kecil, karena jika tidak mau akan tidak dinaikan tingkat ngajinya. mungkin anak kecil itupun juga tidak sadar akan guna bacaan tadurus yang tidak biasa. Bukankah biasanya ngajinya hari Kamis malam ? ini hari sabtu malam malah ngaji. memang tanggal 1 Muharram, hilal pergantian tahun ini tidak menarik dibandingakan hilal 1 Ramadhan atau 1 Syawal.

Mengapa bisa seperti ini ? apakah memang semua sudah tidak ada merasa bahwa tahun telah berganti ? apakah semua tidak lagi memaknai tahun baru islam ini ?. Apakah aktivitas telah menggulung mereka dalam kesibukan hingga kepekaan ? atau memang budaya telah bergeser untuk mengikuti budaya hedonis dalam perayaan tahun baru masehi ?

Mungkin pernyataan terakhir lebih kuat, gaya masyarakat yang konsumtif cendrung hedonis dalam perayaan tahun baru Masehi telah menggiring umat muslim untuk ikut larut dalam kelompok mereka. Melupakan Tahun baru Hijriyah dan ikut berpesta dalam Tahun baru masehi. Pemikiran kita telah dituntun untuk melupakan makna tahun baru hijriyah. Mereka di"paksa " untuk menanggalakan identitas dan merasa malu dengan identitas " Perayaan Tahun Baru Hijriyah ". Padahal ada makna besar dalam tahun baru hijriyah, yaitu memaknai peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW. Akan sangat luar biasa sekali jika semua orang mampu memaknai Hijrah tersebut. Sebab semua keadaan yang buruk hari ini akan berganti dengan kebaikan. sebagaimana hijrahnya Nabi SAW, Mengubah keadaan Jahiliyah dengan cahaya islam.

itulah makna yang coba dikaburkan, agar semua jauh dari meneladani uswah hasanah Nabi SAW.  sehingga makna yang kabur itu akan segera diganti dengan makna yang " jahiliyah " saat bangsa Romawi berkuasa. Tanggal 1 januari sangat identik dengan kaum paganis penyembah berhala dan dewa - dewa. Nama " Januari " adalah nama salah satu dewa, dewa Janus. Dewa yang memiliki dua wajah yang yang konon mampu meneropong masa depan dan masa lalu. Ternyata memang perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut. Perayaannya pun tidak lepas dari penyembahan dewa - dewa yunani kuno yang telah berganti nama. Apakah kita akan mengitui langkah - langkah orang - orang terdahulu penyembah berhala yang sesat ? atau sekarang kita telah membuat " berhala - berhala " baru dalam perayaan tahun baru masehi sehingga membuat kita semakin jauh dengan Allah ?

Maka sangat bijak pesan Rasullallah SAW, " Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud dari ‘Abdullah bin ‘Umar ). dan pesan ulama' tentang menyelesihi perbuatan suatu kaum musyrik, Ibnu Taimiyyah berkata, “Telah kami sebutkan sekian dalil dari Al-Qur`an, As-Sunnah, Ijma’, atsar (amalan/perkataan shahabat dan tabi’in), dan pengalaman, yang semuanya menunjukkan bahwa menyerupai mereka dilarang secara global. Sedangkan menyelisihi tata cara mereka merupakan sesuatu yang disyari’atkan baik yang sifatnya wajib ataupun anjuran sesuai dengan tempatnya masing-masing.” (Iqtidhaa Ash-Shiraathil Mustaqiim 1/473)

Mari berkompetisi


Meneladani Kompetisi Para Sahabat

Pernahkah anda menonton Film tentang penciptaan manusia yang di buat oleh Harun Yahya ? atau anda masih ingat bagaimana proses terciptannya manusia ?. Mari kita bersama merenungi pelajaran dari proses penciptaannya manusia. Sebuah proses panjang yang penuh perjuangan dan kompetensi.
Masih ingatkah anda dengan awal mula proses penciptaan manusia ? ya, bertemunya sel sperma dan sel ovum. Tapi mari kita lihat proses sebelum itu, berapa sel sperma yang di keluarkan? Padahal kita tahu hanya ada satu sel ovum yang bisa di buahi. Artinya apa, dari sekitar 3,6 juta sel sperma  yang ada harus berkompetisi untuk  mendapatkan satu sel sperma itu. Pasti yang  terbaiklah yang akan mampu mendapatkan hadiah berupa sel ovum tersebut. Semoga kita masih ingat itu, bahwa setiap kita mempunyai jiwa – jiwa untuk berkompetisi menjadi yang terbaik. Maka selayaknya jiwa terbaik kita kita gunakan untuk berkompetisi mempersembahkan yang terbaik kepada  pencipta, Allah SWT.
Mengapa kita harus berkompetisi dan mempersembahkan yang terbaik ?
Tentu karena Allah telah memotivasi  kita untuk senantiasa berlomba – lomba dalam kebaikan, mengambil juara dari kita yang terbaik amalnya. “ bersegeralah kalian kepada kepada ampunan dari rabb kalian dan surga yang luasnya adalah langit dan bumi..... Dan Allah menyukai berbuat baik “ ( Qs. Ali Imran : 133 – 134 ).  Allah memotivasi kita untuk bersegera menyambut seruan berkompetisi dalam merebutkan surga dan tentu yang terbaiklah yang akan menjadi pemenang. “ Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siap yang terbaik amalnya “ ( Qs. Al kahfi : 7 ). Sudah kita turut menyambut seruan kompetisi Surga Award dan mempersembahkan yang terbaik ?. Mungkin  kiranya kita perlu berkaca pada pada generasi terbaik, bagaimana mereka berkompetisi dalam kebaikan dan ingin selalu menampilkan yang terbaik.
Dalam sirah diiceritakan Umar bin Khattab beberapa kali terlibat “ persaingan “ dengan Abu Bakar, dan tentu Umar berambisi ingin mengalahkan Sahabat senior Abu bakar. Pada suatu hari ada seorang wanita tua menolak jaminan jaminan kebutuhan hari tuanya dan dengan hati agak marah berkata “ Sudah ada yang menjamin kebutuhan ku...”. Umar yang penasaran akhirnya ingin tahu siapa yang kiranya yang telah mendahuluinya memberi jaminan pada si nenek  tadi, akhirnya dilihatlah sosok kurus abu bakar mengendap – endap memikul karunf yang berisi hajat hidup nenek tersebut. 1 – 0 untuk kemengan Abu bakar.
Dilain frame diceritakan dalam menyambut seruan jihad Perang Tabuk , Umar bersegera yang saat itu langsung diinterview oleh Rasulullah, “ Berapa yang kau tinggalkan untuk keluarga mu ? “. Dengan perasaan bangga Umar menjawab “ sebanyak yang aku serahkan kepada Allah dan Rasul NYA “. Tapi dia akhirnya dibuat tercengang mendengar jawaban Abu Bakar ketika ditanya dengan pertanyaan yang sama. Beliau menjawab “ Cukuplah Allah dan RasulNya yang  aku tinggalkan untuk keluargaku “. Memang menjadikan Abu Bakar sebagai kompetitor amal membuat Umar harus mengakui, “ Mulai hari ini aku sadar, tampaknya aku tak akan pernah bisa mengalahkan Abu Bakar “.
Namun kita layak tersenyum melihat semuanya, karena merekalah contoh  tentang berkompetisi dalam beramal dan pengorbanan untuk islam. Bahkan rasanya kita bisa iri hati untuk itu, tak apa kita iri.
“ Tidak ada iri hati kecuali dalam dua perkara. Orang – orang diberi harta oleh Allah lulu dia belanjakan pada sasaranyang benar,. Dan orang – orang yang dikaruniai ilmu dan kebijaksanaan lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya “( HR. Al bukhari )
Hidup ini kompetisi. Seruan kompetisi dan persaingan telah dimulai. Setiap kita adalah kompetitor dalam beramal untuk meraih Surga Award yang luasnya langit dan bumi. Dan setiap kita sedang menuju garis finis kehidupan yang sama. Masihkan kita menunggu untuk turut meramaikan kompetisi ini ?
Kiranya menunggu untuk ikut berkompetisi ini terlalu lama, meskipun hanya dengan memakan dua biji kurma. “ aku mencium wanginya surga dari balik bukit ini. Kiranya hidup terlalu lama kalau aku menghabiskan kurma ini “. Itulah perkataan Umar bin Al Hammam langsung memuntahkan kurmanya menyambut seruan jihar\d medan Uhud. Dan dia syahid didalamnya.
Lalu, masihkah kita menunggu ?