Sunday, August 14, 2011

Dijaga amanah


Dijaga amanah
 " memperbaiki diri menyesuaikan amanah "

Mungkin anda akan aneh mendengar kata di atas, sebuah kata yang tidak atau jarang kita dengar. Tapi, itulah adanya. Bukan lagi menjaga amanah, tapi sebaliknya. Amanah yang menjaga kita. Secara tidak sadar, dalam kesendirian ku mengulang kisah masa lalu, itulah yang terjadi. Ku di jaga oleh amanah itu. Sebuah penjagaan dari allah kepada ku melalui amanah yang DIA berikan. Entah harus bersyukur atau tidak, karena amanah itu berat sekali. Namun, ternyata ku harus tetap mengucapkan syukur Alhamdulillah, sujud syukur menikmati ni’matNYA.

Mungkin saya sudah pernah bercerita kawan,  tentang masa SMA yang terangkum di sudut Masjid Nurul Iman. Ya, sebagai tukang sapu. Sebuah amanah yang berat, karena gunung dan langit pun menolak untuk menerima amanah itu. Tapi apa daya, karena itulah jalan yang telah Allah siapkan untuk saya. Percaya atau tidak, karena amanah itulah sekarang saya bisa menjadi seperti ini.
Semenjak ditetapkan sebagai tukang sapu, tak ada pilihan lain bagi ku untuk menjalankan sepenuh hati, meskipun tak jarang sakit hati. Tak ada pilihan lagi bagi ku untuk terus memperbaiki diri agar amanah itu tetap kelihatan pantas di pundak yang memikulnya. Dan tak ada pilihan bagi ku agar terus belajar sibuk memperbaiki diri. Meskipun tak jarang jatuh sampai dasar kubangan. Paling tidak, warna kebaikan itu sudah pernah mewarnai kehidupan ini.

sebait do'a untuk yang disana


Sebaik DO'A Bagi Pemegang Amanah Illahi

Dilantunkan oleh K.H. Rahmat Abdullah pada Deklarasi Partai Keadilan
Lapangan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 09 Agustus 1998,

Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami
Rukunkan antar hati kami
Tunjuki kami jalan keselamatan
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang
Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama
hamba beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Saturday, August 13, 2011

Secarik Kertas Pengantar


Bias warna putih – abu - abu. 

Sebuah Tulisan kisah masa SMA, terbingkai di sudut Masjid

Barisan warna indah menyemarak menyambut redanya tangisan langit. Sebuah warna tergores dari kuas Sang Maestro Seni Alam, Allah SWT. Kanvas langit biru dengan perpaduaan warna Merah, kuning, hijau. Kata ku waktu bernyanyi saat masih imut – imutnya duduk di bangku taman kanak – kanak.  Sebuah warna yang sebenarnya lebih banyak lagi, kata guru SD. Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu. Sebuah barisan warna dari biasan cahaya yang terpantul dari balik air. Itulah pelangi. Biasan warna selalu mengilhami setiap manusia yang putus asa, bahwa masih ada harapan setelah kegagalan dan masa suram. Itu kata teman – teman ku saat meng – sms – kan kata – kata motivasi.

Tapi tidak untuk saat ini, biasan warna itu dari dua warna terintegrasi yang mampu menorehkan lebih sejuta warna. Warna abu – abu putih. Sebuah warna yang menghiasai tiga tahun perjalan hidup ku. Menorehkan warna yang tersimpan dalam kanvas memory otak. Sebuah maha karya dari perjalanan kisah nan indah.

Friday, August 12, 2011

Goresan Pena Kenangan


Untuk para sahabat seperjuangan ku

 Pengurus Manjils Ta’lim Nurul Iman 2008 – 2009

mentari pagi itu terbit terang, memberikan sinar harapan kepada setiap insan bahwa masih ada perjuangan untuk perubahan. Tetesan embun di ujung rumput memberikan kesejukan tersendiri bagi semut yang bernaung di bawahnya. Sebuah pagi yang indah dengan lantunan Al – ma'tsurat, sebuah doa pagi yang indah.

Pagi indah di sebuah rumah kecil yang banyak anak – anak masjid Nurul Iman menyebutnya SekPa. Sebuah pagi penuh aktivitas untuk sebuah pelayanaan umat berupa Ramadhan di Kampus.  Mereka menyiapkan poster, surat kepada donatur, menghitung neraca keuangan dan ada yang tidur – tiduran. Perhatian ku tiba – tiba tertuju pada sebuah Laptop dengan MP3 yang mengeluarkan lagu indah. Sempat ku terhenyak dan mengalami jungkir balik ke masa lalu. Masa tiga tahun silam di sebuah masjid Nurul Iman Smada dua.
Meskipun ku belum tahu lagu tersebut, judul, dan penciptanya, lagu ini mampu membawa ku kepada kenangan indah masa SMA. Oh …, ternyata lagu dari Edcoustic – sebiru hari ini.

Thursday, August 11, 2011

Tukang Sapu ngomong Kaderisasi


Kaderisasi
Bukan Sekedar Tradisi Tapi Mencetak Generasi 
Ada cerita menarik ketika saya diperlihatkan 2 buah foto anak kecil. Foto yang sudah memenuhi criteria foto jurnalistik, dapat menceritakan keadaan dan mewakili perkataan. Dua buah foto yang saling berkontradiksi tapi satu visi. Satu foto anak Pejuang Palestina dan satu nya lagi anak – anak zionis Israel.


Terlihat anak – anak palestina, mujahid kecil, polos sedang bermain – main dengan tembak – tembak an di bawah bendera bergambar para pejuang Palestina yang telah syahid dan syeh ahmad Yassin. Sengaja memang orang tua mereka memberikan mereka mainan itu. Agar mereka kelak mampu meempertahnkan negeri mereka dari usaha penjajahan Yahudi Zionis. Meskipun mereka tidak tahu betu apa yang terjadi di negeri mereka, yang mereka tahu adalah setiap hari suari bising senapan dan merahnya langit karena rudal tentara Zionis Israel. Dan satu catatan orang tua mereka ingin menanamkan sebuah nilai keberanian berjihad kepada anak – anak mereka. Sungguh sebuah cara mendidik dan mentransfer nilai – nilai yang luar biasa. Inilah Kaderisasi ala Mujahid Palestina.

Mengumpulkan tulang berserakan

Menghimpun Potensi yang Terpencar

Memang ada pertemuan, ada perpisahan. Dan dalam setiap pertemuan yang telah ada ikatan di dalamnya pun tak jarang akan terlepas juga. Ini adalah sebuah catatan kecil di sudut pikiran seorang tukang sapu melihat adanya ikatan yang, entah sudah hilang atau memang sudah jarang di kokohkan lagi. Sebuah ikatan ukhuwah islamiyah dalm jamaah dakwah, Majlis Ta’lim Nurul Iman.

Salah satu yang menyebabkan perbedaan dengan yang lain di MT Nurul Iman adalah Persaudaraan yang kuat dengan para alumni. Keakraban yang tak tersekat oleh dinding senioritas dan terikat oleh ikatan hati dan rasa memiliki organisasi. Siapa sangka ketika saya bertemu dengan alumni MT angkatan jadul, ketua MT tahun 2002, 2004 bahkan pernah salah satu anggota MT tahun 1998, mereka masih menanyakan kabar keadaan MT, perkembangannya, apa sja yang berubah, sampai dengan kabar bapa pembinanya. Subhannallah. Sebuah perhatian yang luar biasa dari mereka berikan pada lembaga yang pernah mengisi hari – hari mereka.
Sebuah pengalaman yang saya alami ketika menjadi pengurus sekaligus alumni. Dalam sebuah catatan perjalanan mencari data – data para alumni dan rekam jejak sekaligus track record mereka di kampus, sungguh luar biasa mereka. Menjadi orang – orang top di kampus masing – masing. Baik dari sisi prestasi akademik maupun organisasi. Bagaimanapun juga, tidak bisa kita kesampingkan sebuah latar belakang mereka sebelum itu. Yang saya tahu, pokoknya mereka pernah besar di institusi MT. entah itu berpengaruh secara langsung atau tidak. Bagi saya mereka pernah mengenakan kaos MT dan mengibarkan panjinya.

Surat Untuk Para Pejuang


Surat untuk para penerus perjuangan MT Nurul Iman
Kupersembahkan sebuah tulisan untuk kalian, generasi harapan.
Sebuah catatan kecil dari terminal perhentian.

Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barrakatuh

Bismillahirrahmannirrahimm

Di sebuah terminal perjuangan ku tuliskan sebuah catatan untuk kalian orang – orang luar biasa. Berawal dari sebuah coretan kecil dalam note, ku ingin sampaikan kepada kalian semua. Untuk mengingatkan kita semua, untuk memberikan semangat saat kita lelah akan amanah ini.
Ku ucapkan syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua. Sehingga pada saat ini kita maasih di beri rahmat serta hidayahnya untuk tetap istiqomah di jalan perjuangaNYA. Karena hanya kepadaNYA kita mengharap kelak akan di pertemuakn di surgaNYA, bereuni bersama dengan para pejuang pendahu kita.
Shalawat ku hatukan kepada Nabi Muhammad SAW, beliaulah tauladan kita dalam setiap gerak dan langkah perjuangan. Beliaulah guru peradaban umat manusia, yang membawa kita dari kejahiliyahan kepada ni’mat diinul islam. Salam hangat penuh ke banggaan kepada para sahabat dan para pengikut beliau yang terus memperjuangkan dan mengembalikan izzah islam wal muslim.

Adik – adik ku.
Apa kabar iman hari ini ? Dan bagaimana dengan hati ?
Semoga allah member ketetapan hati ini., untuk terus menyusuri jalan dakwah ini. Walau terkadang fitnahan, hujatan, cacian dan makian, sering mewrnai perjalanan ini dan raga jiwa, harta dan air mata telah kita persembahkan di jalan ini. Hingga terkadang lelah dn jenuh menghampiri setiap langkah perjuangan dalam mengarungi jalan ini. “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh.”Qs. Taubah 111. Semoga allah tetap member ke istiqomahan untuk berada di jalan keimanan ad- diinul islam saat semua godaan datang. Hingga pada saatnya kalian kan membaca sebuah surat cinta dariNYA. " maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam" ( Qs Albaqoroh : 132). Semoga kemulian selalu allah berikan kepada kita semua. Amin.

Monday, August 8, 2011

" Dosa " Yang terwariskan

Sudah lama sebenarnya saya ingin menyampaikan ini, tapi entah kenapa selalu lupa dan tidak saya sempatkan untuk menyampaikannya. Inilah mungkin awal dari dosa yang saya wariskan. Sebuah kesalahan yang selalu turun menurun dan mungkin sudah dianggap wajar. Wajar atau memang tidak tahu kalau itu merupakan hal yang sebenarnya harus dihindari. Ya, karena tidak adanya yang meluruskan. Sehingga saya yang melakukan hal itu pertama kali dan merasa ada salah yang terus turun – menurun. Jikalau itu dosa, maka dosa itu adalah dosa yang saya wariskan ke adik – adik saya. Dan jika itu memang di hitung dosa, berarti saya telah menanam dosa jariyah. Dan akan berhenti berbuah jika sudah tidak ada yang melakukannya. Astaghfirullah….

Thursday, August 4, 2011

Catatan kecil seorang tukang sapu.

Awal kisah yang menyejarah

Masih jelas teringat dalam benak ku, sebuah cerita masa lalu. Entahlah, itu cerita indah atau susah dalam lembaran sejarah hidup ku. Sebuah kisah yang mengubah seluruh perjalanan cerita hidup ku. Ya, berubah dari siswa biasa pada umumnya menjadi siswa yang tidak pada umumnya. Bayangkan saja, saat banyak anak muda di usia seperti ku bersenang – senang, ku malah sedang susah payah menjalankan amanah. Amanah yang berat kawan, amahah yang gunung dan langit saja tak sanggup menerimanya. Lha terus siapa aku?. Manusia kecil yang selalu berkeluh kesah, tempat salah dan lupa. eh...berani – beraninya berdiri menerima tanggung jawab besar itu. Sebenarnya ku ingin menghindar, tapi tak berdaya. Namun, ku percaya pada MU. Ku masih yakin akan janji dalam kitabMU. “
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya “. dan ku pun selalu berdo'a “"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." sebagai penenag hati di sepertiga malam ku.
Di penghujung sya’ban bertempat di PKG, ku menerima amanah itu. Dengan sangat terpaksa menerima, tim formatur sepakat bahwa saya yang menjadi tukang sapu itu. Tukang sapu Majlis Ta’lim Nurul Iman 2008/2009. Entah apa pertimbangan orang – orang itu. Kelau mereka ngomong aktif, saya masuk di Majlis Nurul Iman saja karena nyasar. Nyasar kawan, saya adalah orang yang senang aktifitas olah raga. Smada FC adalah ekstrakulikuler pertama yang ku pilih, bukan MT. masalah keaktifan, ada sahabat saya yang lebih aktif, arif, aan, bima, yang kesemua itu adalah menjadikan MT sebagai pilihan mereka sejak awal. Sampai saat ini belum tahu apa yang mereka jadikan parameter, buku kecekapan kader saja aku tak isi penuh. Kalau masalah ilmu agama adalah alasannya, tentu tidak sama sekali. Siapa saya ? ilmu agama saya saja pas – pas an, ikut kajian saja jarang – jarang. Ngaji gak teratur dan masih bata – bata. Sungguh tidak ada criteria yang pas di saya sehingga layak menjadi orang nomor satu. Tapi itulah kenyataannya, palu sudah di ketuk,supah jabatan sudah terucap, do’a sudah terucap untuk kelancaran satu tahun kedepan. Sekarang tinggal bagaimana saya menjalani, pilihan takdir yang akan mengubah jalan hidup saya.

Surat Untuk Sahabat

Surabaya, 2 Ramadhan 1432 H 

Teruntuk Sahabatku Arif Ardiansyah.

Bismillahirrahmannirrahimmm

Ku buka tulisan surat ini dengan menyebut Asma Allah, tuhan sekalian alam yang telah memberikan nikmat sehingga hati ini selalu rindu untuk bertemu dengan NYA. Nikmat atas dipertemukannya ku dengan mu dalam dalam ikatan cinta berbungkus ukhuwah. atas segala ikmat yang telah diberikan saat kita melewati kenangan indah masa lalu dalam memori kebersamaan tiga tahun silam.

Ku baca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, soko guru peradaban dunia. Sosok pengispirasi seluruh umat manusia dalam perjuangan membawa umat ini dari pekatnya gelap kejahililiyahan menuju kebenderangan ad- dinul islam. Beliau adalah motivator kita saat kita lelah dalam melangkah, mengeluh dalam banyaknya peluh mengemban amanah.

Ku sampaikan salam salut kepada Para Sahabat, khalifah abu bakar, umar, utsman, ali, Para Tabi'in, Tabi'in ittabi'in, serta orang - orang yang selalu mengikuti beliau dalam perjuangan mengembailkan izzah islam wal muslimin. Merekalah bukti bahwa tongkat estafet perjuangan akan terus berlangsung, termasuk kita dalam masa perjuangan tiga tahun silam yang masih ku kenang.

Apa kabar iman mu ?
Ku berharap Allah selau memberimu ke istiqomahan menapaki jalan keimanan. Semoga gemerlap cahaya keimanan menjadi penerang layaknya gemintang di awang - awang. Menuntun kejalan kebenaran, hingga kau penuhi surat cinta NYA. " maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam" ( Qs Albaqoroh : 132). Menjadikan mu insan mulia di sisi NYA.
Bagaimana kabar diri mu sahabat ?
Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat serta nikmat kesehatan, sehingga engkau mampu beribadah dalam kesungguhan mengaharap ridho NYA. Semoga dengan itu kita nantinya dapat dipertemukan dalam lautan rindu, melebur serta mengharu biru dalam memoar indahnya mas lalu. Ku berharap dalam nikmatnya kesehatan dan beribu - ribu nikmat yang ada, engkau selalu dalam kebahagian bernaung rasa syukur kepada NYA.

Surat Untuk Sahabat ( 2 )

Surabaya , 3 Ramadhan 1432 H
Ku krimkan untuk sahabatku aan Faisal Mubarok.

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barraakaatuh

Bismillahirrahmannirrahimm

Ku awali menekan tuts key board atas nama Rabb sekalian Alam, dan tidak patut ada sesembahan lain selain NYA. Karena ni’matnya ku bisa menuliskan sebuah ungkapan tentang sebuah kisah kita yang terindah. Semoga setiap tuts keyboard yangku tekan mampu membawa ku ke masa lalu, mengenang indahnya kisah kita dulu.
Shalawat dan salam ku haturkan kepada junjugan kita nabi besar Muhammad SAW, beliau lah yang menginspirasi pertemuan kita dalam indahnyaa ikatan ukhuwah dalam satu aqidah. Beliau adalah tauladan kita yang akan terus terpakai setiap style ke indahan akhlaknya. Dan ku haturkan salam penghormatan kepada Sahabat – sahabat dan orang – orang yang selalu berjuang dalam menegakkan Addinul Islam.
Sahabatku.
Apa kabar hati ?
Masihkan ia mengembun, merunduk, tawadhu’ di pucuk daun. Jatuh dalam ketakwaan kepadaNYA untuk senantiasa beribadah kepadanya sesuai dengan kehendakNYA. “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Apa kabar iman ?
Masihkan ia bintang, terang benderang menerangi kehidupan.
Apa kabar sahabatku ?
Dimanapun engkau berada, semoga Allah senantiasa melindungi dan menjaga dirimu, hatimu serta imanmu. Semoga allah senantiasa memberi mu kesehatan agar nanti ku bisa bertemu dengan mu tuk sekedar bertemu melepas rindu di kalbu. Sejenak duduk bersama dalam indahnya cerita bahagia saat kita masih bersama di Masjid Nurul Iman tercinta. Sungguh tak terasa sudah tiga tahun lalu cerita itu, cerita saat kita bersama dalam setiap acara. Luar biasa kawan.

Monday, August 1, 2011

memoar untuk para sahabat ku

sahabat.....
entah kenapa mului bulan sya'ban hingga puasa hari pertama ini tiba - tiba memori kenangan masa - masa kecil hingga kuliah semester pertama muncul memenuhi setiap byte memoriku. apakah ini karena syahdunya bulan sya'ban menyambut ramadhan yang penuh berkah ini, atau memang saya merasa rindu. ya, mungkin hanya sekedar rindu dengan orang - orang yang pernah menjadi bagian dari sejarah hidup ku. bayangkan saja kawan, disela - sela sholat terawih saya tiba - tiba ingat dan rindu dengan pondok darussholihin. saya rindu dengan almarhum pak kyai dan Bu nyai. serta ustadz - ustadznya. Padahal itu kenangan saat saya masih TK nol kecil. Mungkin ini karena rasa rindu saja, sudah du tahun ini saya tidak kesana. Masih ada banyak kenangan - kenangan muncul begitu indah. Rasa rindu itu ternyata masih terasa hingga ku tuliskan kisah ini. untuk kedua kalinya saya merasakan ramadhan di perantauan, alhamdulillah allah memberi saya sahabat yang menguatkan. 
Paling aneh adalah tadi pagi ba'da sholat shubuh. Dalam beratnya menahan kantuk dan setengah sadar, memori tentang kebersamaan di MT Nurul Iman Smada masa pengurusan 2008/2009 terbuka. seolah - olah saya sedang menonton video dokumenter, dan tanpa terasa mata ini basah. Subhannallah, allah membukakan kenangan yang tidak akan saya lupakan seumur hidup saya. kenangan akan indahnya kebersamaan dalam memaknai setiap langkah perjuangan di bawah panji kebesaran MT Nurul Iman. kenangan indah bersama dalam setiap kegiatan dan acara yang memiliki kisah tersendiri bagi saya dan mungkin sahabat semua.
Sahabat...
semoga kalian semua masih ingat, karena saya tidak ingin mengenang memori ini sendiri. Karena cerita ini tidak ada duanya, karena pelakunya adalah kita semua. Suka, cinta ,duka semua ada,.tawa, tangis dan bahagia adalah aroma kisah kita. Masjid Nurul Iman, Base Camp, dan Aula adalah saksi bisu kisah yang mengharu biru di MT Nurul Iman.SDN Klodan tempat tafakur alam baik sebagai peserta atau panitia adalah bukti kebersamaan kita.
Sahabat....
masih ingatkah kalian dengan dengan akhir bulan sya'ban 1329 H ?. semoga kalian ingat sahabat. karena tanggal itulah dimana kita memulai kisah ini. Pada saat acara re-organisasi, pergantian pengurus dari mas wahab cs 2007-2008 kepada kita semua. pada saat itu pulalah seluruh potensi kita berkumpul menjadi satu, hati kita di pertautkan, dan  kita siap mengarungi kepengurusan 2008/2009. seluruh orang - orang pilihan yang luar biasa, berkumpul menjadi satu dalam naungan panji MTNI. Ada Alvin A sebagai wakil ketua yang tak tergantikan perannya. Nadia A, penaung dan tempat curhat para akhwat. Aan si bendahara yang rapi catatanya keuangan dan Nurisma Y adalah ibu tempat kita meminta uang disetiap kegiatan. Kerajina sang sekretaris Doni Wahyu dan Damay F sehingga administrasi mudah selesai. ada juga Arif Ardiansyah, sosok luar biasa tahan banting di Kepala Departement Dakwah. si ujung tombak syiar MTNI 08/09 denga ide - ide kreatif dengan bantuan Arbaul F. Grispenjas M.P.R.A, penggembleng adik - adik sehingga siap menggantikan kami nanti. Kepala Departeman Kaderisasi. tak bisa saya sebutkan satu - satu. semoga ini tidak menyakiti kalian semua. Bima F, agus Ambarwari, Iis Y, Elfira,Anggara, Dista, Dainezz, deviana, ika, mahreti, pamela, kuni, Zainur. dan paling akhir adalah saya, Bahar sebagai tukang sapu.
sahabat.....
Semenjak itulah kita memulai aksi untuk segera menjalankan amanah yang termbankan. mulai dari Syiar ramadhan yang kita binggung mendatangkan peserta. Halal bi Halal yang mengakibatkan kita tidak leluasa bersilaturahmi kepada sanak saudara. dengan masalah komunikasi yang sedikit ruwet. sampai bingung bagaimana mendatangkan alumni. Tafakur alam yang terberat,  ( terimaksih yang spesial untuk arif ardinsyah dan aan yang menemani saya mempir di RSUD Dr Soetomo Nganjuk.) meskipun dengan SDM ikhwan seadanya dan peserta yang sedikit kita melangkah bersama. Simpatik yang menarik dengan alumni mantan ketua 2003 dan 2004 datang. Masalah konsumsi yang menjadi bumbu dan air mata menjadi penyedap terlaksananya Simpatik. Tidur bergantian dengan dinginya udara malam harus bejaga di pintu gerbang dan tangga ke lantai dua. sungguh luar biasa kita.
terimakasih untuk gris yang telah memberi air penyejuk di akhir acara hingga kita berbasah - basah ria. sungguh saat itu saya ingin menagis. menangis bahagia karena kalian semua telah memberikan yang terbaik. minta maaf terbesar untuk aan dan iis, komunikasi yang salah menjadi masalah. Untuk arif ardiansyah yang terganggu belajarnya untuk persiapan OSN, maafkanlah saya.
sahabat....
Setahun di pengurusan dengan segala permasalahan yang mendewasakan sudah terjadi tiga tahun lalu. masih ingatkah kawan saat kita merasa berat menjalankan program kerja hanya dengan 5 serangkai ikhwan, atau kita sering guyonan tentang walisonggo karena jumlah ikhwan 9. Hingga kita benar - benar mencapai titik puncak kepenatan dan kita pergi menghilang dan ada yang tak kembali. Masih adakah memori kalian tentang pemberontakan hingga kita sering debat dengan pak ta'ib. Melaksanakan program kajian meskipun yang datan segelintir orang. sungguh indah rasanya kebersamaan saat kita bersama membersihkan masjid Nurul Iman, naik ring basket untuk membersihkan karpet dan rujakan yang mempererat kekeluargaan ini. Tidur dimasjid, Aula, pos satpam pak kandar sampai tangga ke lantai dua adalah kesenagan tersendiri di hati. pergi ke kuburan ploso di tengah dinginnya dini hari selalu membekas di hati.
Sahabat....
tak bisa saya menuliskan setiap kisah dan cerita di setiap kegiatan MT, mungkin kalian semua lebih tahu ceritanya dari pada saya. Insyaallah akan saya persembahkan cerita di lain bingkai. Rasa rindu ini belum terobati, kita sudah jarang bertemu dan berkumpul bersama semenjak kita melepas amanah di penggurusan. entah rasa rindu ini hanya ada di hati saya atau juga kalian. semoga ukhuwah ini masih selalu terjaga. semoga pertautan hati diantara kita bisa menjadikan magnet untuk kita bertemu kembali. Sungguh saya tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa terimakasih kepada kalian semua. atas tenaga dan fikiran sahabat semua yang membantu saya menjalankan amanah sebagai tukang sapu. terimakasih atas semangat yang kalian berikan saat saya merasa goyah. atas teguran sehingga saya kembali kejalan yang benar. atas sms taujih dan motivasi hingga saya bisa seperti ini.
sahabat......
Maafkanlah saya atas ucapan dan perbuatan yang terjaga. atas amanah yang tak tertunaikan dengan semestinya. Berikanlah maaf yang ikhlas untuk saya atas hati yang pernah terlukai dan air mata kepedihan karena perbuatan dan ucapan saya. sekali lagi saya meminta maaf kepada sahabat semua. Para orang - orang pilihan pengurus MT Nurul Iman periode 2008/2009.

Salam rindu untuk saudaraku..
salam cinta untuk kalian semua..
semoga allah mempertemukan kita semua..
salam ukhuwah untuk kenangan terindah..
terimakasih..
kalian telah mengisi memori ini