Tuesday, May 26, 2015

Ngomong Soal Sukses

Saya jadi ingin menulis ini, setelah membuka manual book beasiswa LPDP. Bagi para pelamarnya, wajib membuat essay tentang "Sukses". Sebuah kata yang akan mempunyai ukuran pada setiap diri manusia. Lha wong, ukuran baju aja beda - beda, apa lagi soal ukuran kesuksesan. kira - kira gitulah ya..
Sebelum berbicara tentang kesuksesan, ada yang perlu saya ajukan, sebuah definisi dari sukses itu sendiri yang merupakan topik utama permintaan essay beasiswa LPDP. Bagi saya, sukses adalah saat diri kita mampu bermanfaat bagi orang lain. Kalau agama saya mengajarkan “sebaik – baik kamu adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” Jadi, kesuksesan bukanlah apa yang kemudian melekat pada diri kita, ia adalah rasa yang dirasakan orang dari keberadaan kita. Begitulah yang saya pahami dari membaca buku – buku biografi tokoh – tokoh dunia dan pahlawan negeri ini. Mereka telah sukses, tercatat dalam sejarah dan dipelajari biografinya oleh banyak orang. Apakah karena apa yang melekat pada diri mereka ?, mereka menyejarah sebab kontribusi mereka. Dan itulah makna kesuksesan yang mungkin bisa menjadi definisi baru. selain arus utama dunia yang makin materialistis, kesuksesan hanya di ukur dari materi yang ada dan yang nampak.
Msaya coba mengutip tulisan inspiratif dari Anis Matta dalam buku beliau yang berjudul Mencari Pahlawan Indonesia, beliau tuliskan seperti ini;
Seseorang disebut pahlawan karena timbangan kebaikannya jauh mengalahkan timbangan ke-burukannya, karena kekuatannya mengalahkan sisi kelemahannya. Jika engkau mencoba menghitung kesalahan dan kelemahannya, niscaya engkau menemui kesalahan dan kelemahannya itu "tertelan" oleh ke-baikan dan kekuatannya. Akan tetapi, kebaikan dan kekuatan itu bukanlah  untuk dirinya sendiri, melainkan merupakan rangkaian amal yang menjadi jasanya bagi kehidupan masyarakat manusia. Itulah sebabnya tidak semua orang baik dan kuat menjadi pahlawan yang dikenang dalam ingatan kolektif masyarakat atau apa yang kita sebut sejarah. Hanya apabila kebaikan dan kekuatan menjelma jadi matahari yang menerangi kehidupan, atau purnama yang merubah malam jadi indah, atau mata air yang menghilangkan dahaga........ Sayyid Quthb, "Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Akan tetapi, orang yang hidup bagi orang lain akan hidup se-bagai orang besar dan mati sebagai orang besar."
 
Silahkan anda memaknai kesuksesan itu sesuai diri anda, yang pasti adalah definisi ini lah yang akan menjadi parameter anda mengatakan diri anda sukses atau tidak. Lebih jauh, ini lah yang nantinya akan anda syukuri dari nikmat tuhan. Tak usalah ku lanjutkan tulisan ini, dikira banyak teori..

Sunday, May 24, 2015

Sosialisme Islam

Saya jadi tertarik untuk menuliskan ini setelah beberapa minggu yang lalu jalan - jalan ke Kampung Ilmu, kompleks penjualan buku - buku baru harga bekas atau buku bekas dan bajakan. Salah satu dari buku yang kemudian menarik perhatian saya setiap kali berkeliling dari lapak ke lapak adalah buku karangan H.O.S. Cokroaminoto. Setelah Film tentang biografi meluncur meramaikan perfilman nasional. "Sosialisme Islam", begitu judul buku itu, buku sekitar 50 halaman (saya belum buka bukunya) itu membahas Sosialisme dari kacamata islam menurut H.O.S. Cokroaminoto. Ada beberapa hal yang mungkin bisa kita kaji lebih mendalam tentang buku itu. Pertama, kata "Sosialisme" yang kemudian disandingkan dengan "islam". Kedua, apakah fusi sosialisme dan islam menjadi gerakan baru ditengah umat ?. ketiga, bagaimana islam memandang sosialisme itu sendiri ?.

Wednesday, May 20, 2015

SPLASH AFTER CLASS


Dunia pendidikan tiba - tiba di gemparkan dnegan munculnya undangan untuk party setelah selesainya Ujian Nasional. Tak tanggung - tanggung, Event Organizer mengangkat tema pesta dengan menggunakan pakaian musim panas yang rencananya akan di gelar di sebuah kolam hotel di Jakarta. Selain kontroversial dari pelaksanaanya, yang paling menghebohkan adalah poster undangan dengan terang -terang mencantumkan bahwa acara tersebut di dukung oleh beberapa sekolah Negeri dan Sekolah milik Muhammadiyah. Terang saja, kemudian banyak pihak merasa berang dengan hal itu. Tanpa pernah ada hubunngan dengan sekolah - sekolah yang tercatut namanya, pihak EO menyatakan acara ini didukung oleh SMA bla..bla.. Namun pada akhirnya, setelah mendapat komplain dari beberapa sekolah yang namanya tercantum di poster tersebut, EO kemudian mengadakan konfrensi press dan menyatakan acara tersebut di batalkan.
Sangat menarik untuk dicermati acara tersebut, selain kontroversi karena acara yang diadakan dengan menggunakan pakain musim panas (ada yang menyatakan pesta bikini). Dapat kita bayangkan kemudian apa yang akan terjadi pada acara tersebut. pesta di pinggir kolam dengan iring - iringan DJ, pesta sampai larut malam, muda - mudi dengan pakian musim panas.
Ironis memang, pendidikan  yang kemudian diartikan sempit menjadi Pendidikan = Sekolah. Sehingga apa yang ada di luar sekolah bukanlah pendidikan, tidak ada hubungan antara sekolah dan lingkungan di luarnya. Kontra produktif dalam dunia pendidikan di Negeri ini kadang harus membuat kita geleng - gelang atas semua fenomenanya dan mengangguk dengan semua fakta yang ada di lapangan. Pesta SPLASH AFTER CLASS ada salah satu bukti kontaproduktif. Bagaimana kemudian KEMENDIKBUD berkoar - koar sampai berbusa ngomong pendidikan karakter dari sabang sampai merauke, sekolah ke sekolah dengan biaya yang tidak sedikit. Kemudian anak didik yang telah keluar dari gerbang sekolah diajak ke acara yang tidak ada hubungannya bahkan kontra dengan pendidikan karakter yang ada di dalam pagar sekolah. Acara per-film-an negeri ini juga patut menjadi sorotan, disaat tingginya tingkat menonton dari pada membaca anak - anak Negeri ini, alih - alih memandang ini sebagai peluang pendidikan lewat tontonan. Bahkan yang terjadi adalah berbanding terbalik, sebagian besar film produksi anak negeri ini hanya sebatas dada dan selakangan. Film horor mana di negeri ini yang tidak menjual dua hat diatas ? sampai - sampai harus mengundang artis film dewasa dari jepang. Kurang bangsat apa Produser Film itu merusak output pendidikan (baca : sekolah) negeri ini?. Belum lagi acara - acara Televisi negeri ini, semua hanya mengumbar gombalan cinta dan hedonisme kaum muda. Cerita dengan background kampus atau sekolah SMA, hanya bicara soal anak muda pacaran dan perkelahian dengan berubah menjadi manusia srigala.
Mungkin orang - orang sudah lupa dengan ajaran Ki Hajar Dewantara yang konon kita anggap sebagai pahlawan pendidikan sehingga hari lahirnya menjadi peringatan hari pendidikan. Ki Hajar Dewantara pernah memesankan kepada anak bangsa ini untuk menjaga tiga pilar pendidiakan, Keluarga, Masyarakat, Institusi pendidikan (sekolah). Ketiga pilar ini berjalan beriringan, saling mendukung dan bukan malah saling meniadakan. Keluarga sebagai institusi pertama pendidikan menjadi salah satu bagian terpenting dari siklus pendidikan. Bahkan jikalau institusi keluarga sudah mencukupi buat belajar dan masyarakat juga mendukung, Institusi pendidikan bernama sekolah tidak lagi dibutuhkan. Namun, sekarang yang terjadi adalah sebaliknya, Sekolah seolah - olah menjadi institusi satu - satunya yang diakui sebagai institusi pendidikan. Sehingga banyak orang tua kemudian berbondong - bondong menyerahkan anaknya secara "pasrah bongkokan" tanpa kemudian memperhatikan apa yang ada di rumah. Di tambah kemudian di rumah yang ada adalah tontonan yang merusak apa yang telah di pelajari di sekolah.
Sehingga apa yang telah sejak dulu di kabarkan oleh Nabi SAW, bahwa institusi keluarga adalah madrasah pertama seorang anak sebelum anak mengenal apa yang ada di lingkungan. Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan bahwa orang tua merubah pola pikir nya tentang pendidikan terbaik adalah dengan membawa anak mereka ke sekolah yang paling baik dan berkualitas. Para Orang tua harus berfikir bahwa pendidikan terbaik dimulai dari pendidikan di rumah. Sehingga, perumpamaan "belajar di waktu tua seperti melukis diatas air" sudah harus di buang jauh - jauh dan di tanam dalam - dalam. Orang tua harus tetap belajar agar anak mereka mendapat pendidikan pertama yang terbaik. Bukan menyerahkan kepada PAUD yang sekarang sudah mulai menjamur.

Wednesday, May 13, 2015

Modul Pelatihan SMS 11.1

Sebagai salah satu alat yang digunakan untuk melakukan pemodelan numerik perairan laut dan estuari, banyak software - software yang telah dikembangkan oleh para peneliti yang kemudian di jadian paket software yang interaktif dengan user. Salah satu produk yang ada dan berkembang di masyarakat Coastal engginering adalah SMS atau Surface water Modeling System dari Aquaveo. 
Jika anda ingin mendapatkan modul pelatihan SMS 11.1 terbaru, Download disini.

tertanda

Muhamad Baharudin Fahmi
085259402290
baharudinfahmi@yahoo.co.id
baharudinfahmi@gmail.com