Friday, September 6, 2013

Secangkir Kopi 2300 dpl #3

bawanya cuma mie (syukuri yang ada aja)

makanan orang naik Gunung (jangan Di contohh)

Jam 09.00
Sudah Sangat panas di puncak Limas, setelah kenyang makan  dan tidur sebentar. Selanjutnya adalah Pulang.. Go..go… Perjalanan pulang adalah perjalanan penuh rindu bertemu orang – orang di rumah. Terutama rindu masakannya. Bayangkan saja, kalau setiap hari makan mie seperti  apa perut anda nanti. Mie pun kadang di masak, kadang tidak. Itulah Pendaki, mie instant adalah menu favorit kalau gak suka sarden.
Saat turun adalah saat-saat dimana kita menyusuri langkah perjalanan kemarin malam, membelah semak menerobos malam , mengalahkan kedinginan. Maka setiap kali turun, pasti gak nyangka kalau kemarin jalan yang dilewati sebenarnya sangat berbahaya. Sempti dengan kanan dan kiri adalah jurang. Menantang, karena harus merangkak, karena kemiringan hampir 90 derajat. Menakutkan kawan.  Dan sekarang kalau harus lewat jalan itu bingung juga bagaimana turun yang aman.
Saat-Saat turun adalah saat dimana otot paha diuji kekuatannya, menahan semua beban berat badan pada bidang miring dengan tarikan gaya gravitasi. Maka setelah sampai rumah, pasti bingung bagaimana jalan yang tidak menyakitkan.. kalau turun, maka yang bingung adalah bagaimana bisa berhenti dengan baik. Biasanya kalau turun setelah muncak itu lari.. lari dengan cepat.. semangat pulang ke rumah..
Tapi kelelahan itu terbayar semua dengan pemandangan yang indah di depan kita. Barisan bukit yang tidak pernah kita lihat kalau kita tidak naik ke puncak. Indahnya barisan awan membentuk parade beriringan seperti pawai. Belum lagi suara burung yang tidak pernah kita dengar kalau di kota.  Satu lagi yang pasti membuat kita senang ke puncak adalah Taman Edelweis. Bunga Penawar rasa lelah para pendaki. Kalau saja tidak ada edelweiss di puncak Limas, orang pasti enggan untuk sampai ke puncak. Lha wong puncaknya jelek banget.. kata wahyu sihh “mending sampai taman edelweiss saja. Gak ke puncak juga gak apa”.

Lihat saja foto-foto di bawah ini
bunga abadi

Taman bunga Edelweis



parade Awan

jalan menurunnya ekstrem

parade awan dari rumput ilalang


jalan dengan semak setinggi dada.. dingin kalau bany
ak embunnya
inilah lukisan alam




turun gunung

lukisan laam



"awass kiri jurang.. awas batu ", teriakan memecah malam


lhat jalannya.. hanya cukup untuk satu orang

salah satu gubuk penginapan



ini jalan pulang lewat Jalur B. ekstrim

instirahat dulu broo


0 comments:

Post a Comment