Sunday, October 7, 2012

Nasihat Dr. Aidh Al - Qarni





Saya memiliki nasihat-nasihat ringan kepada para pemuda dan nasihat ini telah saya sampaikan berulang kali di beberapa tempat. Sebagian ikhwah menuliskan surat kepada saya dan berkata, "Kami mendapati sebagian hadist dan ceramah dari pelajaranmu serta kisah-kisah yang engkau bawakan tersampaikan berulang-ulang.


"Saya katakan, "Apakah anda ingin saya membawakan sesuatu yang baru? Kami bukanlah para penyanyi yang pandai membawakan lagu baru di setiap harinya, kita sedang berinteraksi dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kisah Musa dalam Al-Quran diulang hingga sebanyak 23 kali.

Kitab suci kita selalu membawa yang baru, tetapi dengan ungkapan yang berbeda, jika engkau menyampaikan sebuah kisah, maka sampaikanlah dengan gaya ungkapan tertentu, dan ulangilah dengan metode yang lain., dan ulangilah pada ungkapan kali ketiga, dan seterusnya hingga orang2 dapat menerimanya.

Mengulang2 sesuatu merupakan perbuatan yang terpuji, bukan perbuatan yang tercela.

"Ulangilah ilmu wahai seorang yang ramah.

Dan bertadaburlah, karena yang terulang itu lebih terasa manis"

Saya katakan, "Janganlah kamu merasa jemu dengan sesuatu yang diulang-ulang."

Diantara wasiat yang telah terulang ialah :


"Saya wasiatkan untuk menuntut ilmu, dan terus menuntut Ilmu, baik di masa tua maupun di masa kecil karena islam tidak mengenal batasan umur dalam belajar  dan menghasilkan ilmu. Ilmu haris selalu anda bawa sampai ke liang kubur. Ilmu dituntut dari sejak dalam pangkuan sampai ke liang lahat. Al-Bukhari berkata, 'Para sahabat Nabi SAW menuntut ilmu di usia tua/dewasa'."

"Anda harus seriaus menuntut ilmu sekalipun berusia 60, 70, bahkan 80 tahun. Saat ini ilmu tersebar luas dan memiliki beragam sarana yang menakjubkan, melalui halaqoh-halaqoh di masjid, kitab-kitab, kaset islami, dan bisa juga melalui buku2 saku, bertanya pada para ulama, dan masih banyak sarana lainnya.

Saya mewasiatkan untuk selalu menuntut ilmu. Seorang penuntut ilmu tidak akan sesat, dan seorang penuntut ilmu selalu berada di atas petunjuk hujjah yang jelas.

Ilmu dapat menyelamatkan dari fitnah syahwat dan fitnah syubhat.

Seorang penuntut ilmu selalu berada dalam bimbingan ilahi. Seorang penuntut ilmu padanya terdapat cahaya. Seorang penuntut ilmu imannya bertambah setiap hari. Seoarang penuntut ilmu sebagaimana yang diriwayatkan hadist untuknya "Ikan-ikan di laut dan burng-burung di langit hingga semut di dalam sarangnya memintakan ampun untuk penuntut ilmu."

Wallahu 'Alam

0 comments:

Post a Comment