Tuesday, November 15, 2011

Momen - momen ibadah yang ( Mungkin ) terlewatkan.

Beristirahatlah sejenak untuk sekedar bertafakur, merenungi apa yang telah kita kerjakan setahun ini. Mungkin ada beberapa momen - momen ibadah yang terlewat dan ada pula yang termaksimalakan dengan bagus. inilah perenungan kita hari ini......
  • Awal tahun Baru 1432 Hijriyah ( bulan Muharram ) lalu ?
Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. [ H.R. Muslim (11630) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallohu anhu].
 Hasan Al Bashri rahimahulloh dan beberapa ulama lainnya berkata, “Sesungguhnya Allah telah memulai  waktu yang setahun dengan bulan haram (Muharram) lalu menutupnya juga dengan bulan haram (Dzulhijjah) dan tidak ada bulan dalam setahun setelah bulan Ramadhan yang lebih agung di sisi Allah melebihi bulan Muharram” (Lihat : Lathoif Al Ma’arif hal 36),
bagaimana dengan puasa Tasu’a (tanggal 9) dan Asyuro (tanggal 10)  kita ?
semoga kita dulu tidak lupa untuk ikut memperingati tahun baru hijriyah dengan puasa sunnah yang telah dijelaskan keutamaannya oleh ulama' ulama' salaf. 
  • Sya'ban sebagai persiapan...
Allah menjadikan bulan sya'ban sebagai persiapan setiap insan untuk segera bersiap menyongsong datangnya ramadhan. Bulan Sya’ban adalah bulan yang penuh kebaikan. Di bulan tersebut banyak yang lalai untuk beramal sholeh karena yang sangat dinantikan adalah bulan Ramadhan. Mengenai bulan Sya’ban, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i).
Seperti inilah rasullallah mempersiapkan Ramadhan sebagai momentum perubahan. “Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156).
Apakah yang dulu kita lalukan menyambut ramadhan ?
  •  Puasa  Ramadhan tahun ini sudahkah Mengubah kita ? 
“Wahai kaum muslimin, bulan Allah telah datang dengan membawa berkah, rahmat, dan ampunan bagi kita semua. Bulan ini merupakan bulan yang paling baik di sisi Allah. Hari-hari di bulan ini merupakan hari-hari terbaik, malam-malamnya merupakan malam-malam yang terbaik, serta detik-detiknya merupakan detik-detik terbaik. Dalam bulan, Allah mengundang tamu-tamu-Nya dan Allah menganugerahi mereka kasih sayang dan rahmat-Nya. Di bulan ini, setiap tarikan nafas memiliki pahala yang setara dengan dzikir kepada Allah dan tidur pun dinilai sebagai ibadah. Di bulan ini, setiap kali kalian bermunajat kepada Allah, Allah akan mengabulkan doa-doa kalian. Oleh karena itu, dengan kejujuran, ketenangan, dan hati yang bersih, mintalah kepada Alalh agar memberikan taufik kepada kalian untuk berpuasa dan membaca Al-Quran. Orang yang celaka adalah orang yang di bulan agung dan penuh berkah ini, tidak mendapatkan rahmat dari Allah.”  
 mungkin itulah yang akan sering kita dengar saat bulan ramadhan datang. ya, Allah memberikan kepada hamba sebuah bulan yang lebih baik dari 1000 bulan, bulan penuh keistimewaan di dalamnya yang tidak ada lagi bandingannya di bulan - bulan yang lain. Tapi ingatkah kita dengan tujuan dari Puasa Ramadhan kita ?
  “Hai orang—orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa 
Bagaimanakah dengan kita diakhir tahun ini ? adakah perubahan ketakwaan yang telah terjadi setelah kita melewati ramadhan tahun 1432 H ini ?. Seoga Allah menerima ibadah puasa kita, dan menjadikan kita sebagai orang - orang yang terus bertakwa kepa - NYA.
  • Lembaran baru di Bulan Syawal.... 
 setelah satu bulan menghadapi tempaan puasa ramadhan, saatnya hamba mendapatkan berkah berupa prestasi kemenagan. Zakat fitrah yang mensucikan, Shalat ied yang menggetarkan.  Bulan Syawal, bulan dimana seluruh manusia seperti terlahir kembali bersih dari dosa seperti bayi yang baru menghirup udara dunia. Allah mengampuni seluruh dosa - dosa hamba, dan hamba - hamba saling memberi maaf menambah kesempurnaan. 
Namun sekarang, masihkan lembaran itu kosong ?
Tak dapat dipungkiri. bahwa lembaran itu telah ternodai oleh kemaksiatan dan dosa - dosa kecil. Sudah seberapakah noda itu sekarang ?. Mari kita bersama membersihkan kembali noda - noda itu, karena Allah masih memberi kita nikmat untuk terus memperbaiki diri.
  • Dzulhijjah Kemarin, Apa yang kita lakukan ?
Salah satu momen besar yang tak kalah dengan bulan Muharram, Ramadhan, ataupun Syawal adalah bulan Dzulhijjah. Bulan dimana orang pergi berhaji, bulan dimana keteladan pengorbanan Nabi Ibrahim kita ikuti. Namun, ada amalan - amalan istimewa yang sangat bernilai di sisi Allah SWT,.diriwayatkan oleh Imam Bukhori bahwa beliau saw bersabda,” ,”Tidaklah ada hari-hari yang beramal shaleh didalamnya lebih dicintai Allah dari pada hari-hari ini—yaitu sepuluh hari—para sahabat bertanya,”Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah? Beliau saw menjawab,”tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang yang keluar dengan jiwa dan harta lalu orang itu tidak kembali dengan membawa itu semua sama sekali.”
Amalan pada Bulan Dzulhijjah 
1. Takbir dan Dzikir
Memperbanyak takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut. Sebagaimana firman Allah ta’ala,
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
Supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan (QS. Al Hajj: 28)
Diriwayatkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhuma ketika keduanya keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mereka berdua bertakbir, maka orang-orang pun ikut berakbir sebagaimana takbir mereka berdua . Disyariatkan pada hari-hari itu takbir muthlaq, yaitu pada setiap saat, pada saat siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyari`atkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat jama’ah fardhu. Bagi selain jama’ah haji dimulai sejak fajar hari arafah sedang bagi jama’ah haji dimulai dari sejak zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat ashar pada akhir hari tasyriq
2. Puasa
Berpuasa pada hari-hari tersebut atau sebagiannya, terutama pada hari Arafah (9 Dzulhijjah). Sebagaiamana terdapat dalam hadits,“Bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa ‘Asyuro’ dan (juga berpuasa) sembilan hari di bulan Dzulhijjah serta tiga hari di setiap bulannya”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,“(Puasa Arafah) menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
3. Qurban
Memotong hewan qurban (Udhiyah) bagi yang mampu pada hari raya Qurban (10 Dzulhijjah) dan hari-hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah). Sebagaiaman firman Allah Shubhaanahu wa ta’ala ,
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah (QS. Al Kautsar : 2)
Berkata sebahagian ahli tafsir yang dimaksud dengan berqurban dalam ayat ini adalah menyembelih udhiyah (hewan kurban) yang dilakukan sesudah shalat ‘Ied . Untuk itu bagi yang mampu berkurban maka hendaknya berkurban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من كان له سعةُ و لم يُضَحِّ فلا يَقربنَّ مُصلا نا
Barangsiapa memiliki keleluasaan (rezeki) lalu dia tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat sholat kita.”
Bagi orang yang berniat untuk berqurban hendaknya tidak memotong rambut dan kukunya sampai dia berqurban, diriwayatkan dari Umu Salamah, Rasulullah bersabda,“Jika kalian telah melihat awal bulan Dzulhijjah dan salah seorang diantara kalian berniat untuk menyembelih hewan qurban maka hendaknya dia menahan rambut dan kukunya”
4. Shalat ied
Melaksanakan shalat `Idul Adha dan mendengarkan khutbahnya. Setiap muslim hendaknya tahu akan hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. 10 Dzulhijjah merupakan hari yang paling agung di sisi Allah, sebagaimana sabda Rasulullah :
أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ اْلقِرِّ.
Seutama-utama hari di sisi Allah ialah hari Iedul `adh-ha kemudian hari berikutnya.
 Apakah yang kita lakukan pada Saat itu ?

Rasanya sudah banyak momen - momen istimewa yang telah kita lewatkan untuk memperbaiki diri ketika Allah telah memberikan kelapangan rahmat untuk hamba - hamba Nya. Mungkin ini pelajaran bagi kita semua, ketika nafas ini masih Allah berikan secara gratis maka masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Semoga tahun baru yang akan datang kita semakin sibuk untuk memperbaiki diri.
Selamat Tinggal tahun 1432 H......

0 comments:

Post a Comment