Tuesday, June 18, 2013

Menjawab Kegalauan Pemikiran Ahmad Wahib

Manusia Tahu mana kebenaran Absolute

1. Jika dikatakan bahwa manusia tidak dapat mengetahui kebenaran yang absoulute tentu hal itu sangat tidak benar dan tidak ilmiah seperti yang digembar-gemborkan. sebab dengan pemikiran yang telah pasti maka hasilnya pun akan pasti. misal, ada pertanyaan 1+1 = 2, itulah adalah absolute. Juga dalam masalah kebenaran berita, Hari ini ada kebakaran di rumah di Jl. mawar, itu adalah absolute. maka, pernyataan bahwa pemikiran manusia selalu relatif adalah tidak bisa masuk dalam logika manusia.
2. Bahwa jika manusia tidak dapat mengetahui kebenaran absoulute seperti yang dimaksud tuhan, berarti Tuhan tidak "serius" dan percaya kepada kenabian Muhammad SAW. Jika dia mengatakan bahwa yang tahu kebenaran secara mutlak adalah tuhan. maka orang tersebut mestinya mengeatahui kebenaranya yang ada pada tuhan, karena dia mengetahui bahwa yang mengetahui kebenaran mutlak adalah tuhan.
3. Jika kebenaran itu relatif, maka orang yang menyatkan tersebut sebenarnya juga relatif.
4. jika kebenaran itu dianggap relativ, maka kebenaran itu tidak memihak. tidak ada klaim paling benar terhadap kebenaran. Misal, si A mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada, sedang si B mengatakan bahwa Tuhan itu ada. Akankah kedua pernyataan itu benar ? atau salah satu yang benar ?. Tentu secara logika hal ini sangat kontradiktif.
Jika pemikiran relativisme ini dimasukan dalam khazanah keilmuan islam, maka hal ini kan merusak tatanan keilmuan yang talah lama mengakar. berarti Islam sendiri itu tidak ada artinya artinya. Karena Islam sendiri itu kebenran relatif yang mungkin islam itu salah. tentu hal ini akan menimbulkan persepsi, "buat apa islam, kan tidak benar 100%?".

0 comments:

Post a Comment