Tuesday, February 28, 2012

Pasukan mokong



Tiarap, merayap, menyerang

Masih tetap tentang kisah lucu, “ heroic “, konyol  saat masa SMA.  Anda mungkin belum pernah tahu tentang pasukan mokong.  Tidak ada hubungan dengan pasukan Mongolia, tetapi kalau ganasnya bisa di sepadankan. Istilah pasukan mokong ini saya dapat ketika bersilaturahmi ke Mas Syaifudin Zuhri saat tour ke semarang dalam rangkaian liburan. “ Aku pasukan mokong, mengendap, merayap menyerang balik “.itulah jawabannya ketika ditanya bagaimana mungkin  kakak kelas 4 tahun di atasnya masih dikenal adiknya kalau bukan orang terkenal di sekolahnya. Karena dia adalah “ pasukan Mokong “.

Mungkin sudah pernah baca cerita tentang perjuangan underground cacing tanah melakukan gerakan  “ sub – versif “. Kisah ini juga tak jauh dari itu, cacing underground telah mentransformasi diri menjadi pasukan besar yaitu “ pasukan mokkong “. Bertiarap, merayap, menyerang, menelikung dari belakang.


Kalau pasukan mongol mempunyai pemimpin Jenghis – Khan, maka kalau pasukan mokong mempunyai pimpinan si penulis ini( ^_^ ). Mempimpin pasukan mokong untuk menggulingkan hegemoni  tradisi hanya dengan berbekal panasnya hati melihat kondisi saat itu. bahan bakar gerakan ini adalah tidak puas dengan apa yang telah ada, mengubah dengan segala bentuk perlawanan. termasuk mokong. apalagi ada pernyataan yang membuat sakit hati ini, " Angkatan ( pengurusan ) mu lebih parah dari tahun ku ", yang di lontarkan senior tanpa rasa bersalah atau merasa berdosa karena juga menyumbangkan keadaan seperti ini. keadaannya adalah kegiatan MT Nurul Iman yang terkesan monoton yang membuat banyak adik - adik bosa. jangankan adik - adik, saya sendiri yang menjalankannya saja merasa bosan.
 Memang banyak ide - ide perubahan setelah saya banyak bertemu orang - orang luar biasa di luar sana. ide - ide agar agenda dakwah tidak lagi monoton dan terlihat mengasyikan tanpa kehilangan nilai dan esensi dari pembinaan. Tak harus harus kegiatan itu di masjid, meskipun basic massa kita masjid. kalau perlu kajian itu kita adakan di lapangan futsal. materi tidak hanya itu - itu saja, guakan outbond, game untuk menyampaiakan materi. apa kalian terima dengan perkataan salah satu senior kita " Angkatan ( pengurusan ) mu lebih parah dari tahun ku ". apakah kalian terima dikatai seperti itu ?.  itulah sedikit kata yang pernah saya ucapkan untuk memancing simpati mereka dan bergabung dengan pasukan mokong. dan berhasil.
setelah melakukan tiarap beberapa hari dan menyusun strategi, hingga pada suatu hari, kita melakukan apa yang pernah saya ucapkan. melakukan kegiatan MT Nurul Iman yang tidak lagi di masjid. tapi tahukan bahwa itu adalah gerakan pertama dan terakhir kalinya yang tercatat oleh sejarah pasukan mokong.
sesuai jadwal dan instruksi pembina MT Nurul Iman, seharusnya kami mengadakan kegiatan di Masjid Nurul Iman. Namun, tidak untuk kali ini. kami pindah di kelas dan tidak sesuai jadwal yang dan program yang ada. Anggapan kami, bahwa pembina tidak akan datang pada hari ini. Meskipun telah ada sms dari beliau untuk menunggu, kami tak sabar dan merayap melakukan kegiatan yang selama ini ingin kami lakukan. akhirnya kami berhasil untuk memindahkan kegiatan di luar masjid.Serangan kami berhasil sedikit merubah tradisi. Pasukan mokong telah berhasil.  meskipun diawal kami menyatakan iya dan akan melakukan kegiatan sesuai jadwal tapi tidak untuk di akhir. ( maaf pak ^.^ )
Alhasil, perangpun dimulai, karena tidak mendapati kami di masjid, maka langsung saja pembina melakukan operasi menyusuri setiap sudut sekolah. kami berhasil di grebek dalam kelas 12 ipa 2 &3. Tanpa ampun, kami langsung ditodong dan titembak dengan pertanyaan yang menyudutkan dan menghakimi. . pemimpin pasukan mokong dan delagasi anggota melakukan sedikit perlawanan, beradu argumentasi dan diskusi. namun, kami semakin terpojok lalu menyerah pasrah akan hukuman yang akan kami dapat.  anggota yang lain mendapat presure yang tinggi, dan tak betah untuk bertahan lalu mengikuti langkah kami. menyerah.
setelah kejadian itu, serangan balik dari "penguasa" banyak pasukan mokong yang mengalami trauma dan tak berani lagi untuk melakukan gerakan mokong. semua pasukan kembali ke lingkungan aman mereka, hingga tak ada lagi generasi penerus dari pasukan mokong di pengurusan selanjutnya. Pasukan mokong. tiarap, merayap, menyerang. Slogan yang tak akan pernah terlupakan.


0 comments:

Post a Comment