Showing posts with label Kisah Sahabat. Show all posts
Showing posts with label Kisah Sahabat. Show all posts

Monday, December 28, 2015

Sekuat Yusuf, Setegar Muhammad SAW

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
بسم الله الرحمن الرحيم

Surat Yusuf Ayat 1
Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).

Surat Yusuf Ayat 2
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

Surat Yusuf Ayat 3
Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.


Surat Yusuf Ayat 111
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Menarik sekali kalau kita cermati Qur'an Surat Yusuf ini, Surat yang secara khusus dan lengkap menceritakan kisah Nabi Yusuf Alaihissalam dari sejak kecil mendapatkan mimpi sampai menjadi menteri.

Coba kita perhatikan awalan Surat tersebut  dari ayat 1 sampai 3. Allah menegaskan, bahwa kisah dalam ayat - ayat selanjutnya bukanlah kisah yang sia - sia, bahkan Allah secara tegas mengatakan Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik, Kisah terbaik sebagai peneguh perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW. Kemudian cermatilah ayat penutup dari surat dari surat ini, Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. 

Awal surat Allah menegaskan bahwa ini adalah kisah yang paling baik, manusia mulia dengan segala lika - liku perjalanannya, kemudian Allah menutup dengan penegasan dan penekanan kembali tentang semua kisah yang ada di dalamnya dengan kalimat Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Allah memberikan free will kepada para pembaca, mengambil hikmah atau tidak, mengambil ibroh atau melawatkan begitu saja terhadap surat ini.

Terdapat kata 'ibroh yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa indonesia sebagai pengajaran. Salah satu makna Ibroh adalah jembatan yang menghubungkan atau untuk menyebrang. Jadi kisah dalam sejarah yang diceritakan oleh Al-Qur'an menjadi penghubung antara kita hari ini dengan apa yang terjadi di masa lampau, sehingga menjadi pelajaran bagi yang membaca hari ini jika mereka menggunakan akalnya. 

Dan perlu ada dalam catatan pada kita, bahwa sejarah adalah 1/3 isi Al-Qur'an. Al-Qur'an yang menjadi petunjuk hidup dan tuntutan umat islam berupa kisah - kisah yang menyejarah, ada tauhid, muamalah dan jihad di dalam kisah - kisahnya. Maka perlu kiranya kita kembali membaca surat yusuf ini sebagai refleksi kita hari ini.

Kisah Nabi Yusuf ini Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW ketika kira-kira 10 tahun masa kenabian. Nabi SAW yang saat itu mengalami kepedihan duka yang dalam, sampai - sampai dalam siroh dikenal tahun duka (Amul Huzn),  Hal itu dikarenakan pada tahun tersebut Ummul Mukminin Khadijah –radhiyallahu ‘anha– dan Abu Thalib, paman Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– yang membela Nabi dari ancaman pada kafir Quraisy juga wafat. Jarak waktu kematian keduanya sangatlah dekat. Kemudian beliau berdakwah ke thaif, namun sesampainya disana mendapat sambutan ludah dan lemparan batu hingga berdarah Nabi SAW.

Bertumpuk - tumpuk kesedihan Nabi Muhammad, mengalami duka yang begitu dalam dan saat yang berat di dalam dakwahnya, Allah menurunkan kisah terbaik, Kisah Yusuf Alaihissalam sebagai peneguh dan pengokoh jiwa Nabi Muhammad SAW. Allah seolah - olah ingin menghibur, memberikan pengajaran pada Nabi Muhammad bahwa apa yang dilaluinya sama beratnya dengan apa yang dilalui oleh Nabi Yusuf Alaihissalam. Sehingga tidak pantas Nabi SAW untuk bersedih hati.

Bagaimana kesedihan yang dialami oleh Nabi Yusuf, sejak kecil dijauhkan oleh saudara - saudaranya yang iri kepadanya, menurut hasan albashri ira - kira 80 tahun. Dibuang di dalam sumur dan kemudian ditemukan oleh khafilah dagang, dijadikan komoditas dagang budak. Hingga akhirnya dijual kepada pejabat negeri mesir, menjadi budak di kerajaan. Istri pejabat itu kemudian tergoda dan mengajak yusuf berzina, difitnah kemudian di penjara tanpa penghakiman. Di penjara kemudian berdakwah dan menafsirkan mimpi temannya dan berpesan agar disampaikan bahwa dia di zalimi. Namun sayangnya teman yang sudah ditafsirkan mimpunya dan bebas dari penjara lupa menyampaikan. Hingga akhirnya raja mempunyai mimpi dan barulah yusuf di panggil untuk menafsirkan mimpi kemudian diangkat sebagai menteri pangan saat menghadapi musim paceklik panjang di mesir. 

Karena sudah kangennya kepada Orang tuanya dan saudaranya, Nabi Yusuf membuat skenario agar orang tua dan saudaranya ke mesir dan bertemu. Singkat kisah keduanya bertemu dan Nabi Yusuf mendapati orang tuanya (yaqub) sudah buta karena kebanyakan menangis meskipun ia tahu bahwa sebenarnya Nabi Yusuf belum meninggal. Kemudian Nabi Yusuf bertemu dengan saudaranya yang dahulu meninggalkannya di sumur, dan kemudian Nabi Yusuf berkata pada sauda-saudaranya 
لاَ تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ


Begitu mendalamnya kesan Nabi terhadap kisah Nabi Yusuf, sehingga dalam fathul makkah, ketika semua pembesar - pembesar quraisy telah menyerah dan berada di hadapan Nabi SAW, kemudian Nabi berkata kepada para pembesar quraisy,
“Orang-orang Quraisy. Menurut pendapat kamu, apa yang akan kuperbuat terhadap kamu sekarang?”
“Yang baik-baik. Saudara yang pemurah, sepupu yang pemurah.” jawab mereka.
Kemudian Nabi Muhammad menyitir apa yang Nabi Yusuf sampaikan kepada para saudaranya yang dulu membuangnya ke sumur dan membuat sengsara. 
Beliau bersabda, “Aku sampaikan kepada kalian sebagaimana perkataan Yusuf kepada saudaranya:

لاَ تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ

‘Pada hari ini tidak ada cercaan atas kalian. Allah mengampuni kalian. Dia Maha penyayang.’ Pergilah kalian! Sesungguhnya kalian telah bebas!” (as-Sirah an-Nabawiyah oleh Ibnu Hisyam, 5/74).

Waulallhu 'alam bishowab

Tuesday, April 21, 2015

Surat Balasan (1)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sepotong episode rindu pada sahabatku, ihram.

Iringan do’a semoga kau selalu dalam keadaan sehat dan selalu dalam penjagaan-Nya saat kau baca surat yeng kesekian kalinya ku kirim kepada mu.
Ram, bagaimana kabar ayah mu? Sudah sehatkah ? semoga allah selalu memberikan kesabaran kepada beliau.
Sebelum aku lupa untuk bercerita yang lain, di surat balasan yang kau kirimkan kemarin ram. Kau berencana untuk melanjutkan sekolah dibidang bahasa, Bahsa perancis tepatnya. Kau akan jadi orang paling romantic menuliskan kata dibawah menara Eiffel. Hahaha.. tapi kau tak lupa juga kan kalau syaratnya adalah melampirkan ijazah SMA ? dan juga (ku harap) masih ingat kalau semua ijazah mu mulai dari SD – SMA ada di tangan ku? Tapi tenang saja, masih aman tersimpan, belum ikut tak loak-kan setelah aku beres – beres kamar selepas wisuda kemarin untuk pulang. Hehe..
Oh ya, sekarang aku masih di Surabaya. Kadang – kadang juga pulang. Hidup di Surabaya sebagai orang sebatang kara, sudah tidak ada kost. Hidup numpang sana – numpang sini, yang penting kalau tidur tidak kehujanan sebab di Surabaya masih sering hujan dengan intensitas sedang setiap 2 -3 hari sekali.  Lebih tepatnya sekarang aku berada di Mahad Ukhuwah Islamiyah.
Aku membayangkan dari cerita yang kemarin kau sampaikan, hidup di pulau dengan jumlah penduduk padat dan tikus – tikus mirip preman jalanan. Ku rasa lebih parah dari keputih yang kalau malam kau jalan di gang melihat kucing hanya diam sebab tikusnya sebesar dia. Ironis negeri ini, tidak banyak mungkin orang yang tahu tentang pulau itu.

Monday, April 20, 2015

Surat Sahabat (2)

Sudah lama ku tunggu, balasan surat ku. seorang kawan yang sudah lama tak bertemu, hanya sekedar obat rindu.

Assalamualaikum,
Hei cak, piye kabare? Semoga baik-baik saja dan tidak kurang satu apapun. Aku disini baik-baik saja, sehat wal afiat. Keluargaku juga semuanya baik. Semoga keluargamu juga demikian.
Aku saat ini tidak sedang sibuk melakukan apa pun, karenanya aku ingin minta maaf karena baru sempat membalas suratmu yang lalu. Entah kenapa selalu saja ada alasan yang membuatku menunda menulis surat balasan buatmu.
Senang rasanya melihat fotomu saat memakai toga kemarin lalu. Akhirnya perjuanganmu selama empatsetengah tahun terbayar sudah. Ada sedikit rasa sedih karena aku tak punya lagi kesempatan untuk memakai toga dan diwisuda di tempat yang sama. Tapi aku turut merasa bahagia bagi semua yang diwisuda saat itu. Semoga Allah mempermudah semuanya buatmu setelah terlampauinya fase mahasiswa.
Maafkan aku karena tidak sempat menghadiri wisudamu. Sudah kuniatkan padahal, tapi barangkali memang kita belum berjodoh untuk bertemu secara fisik. Usai program kemarin, rencananya aku akan membeli tiket kereta dari Jakarta ke Surabaya untuk menemuimu, lalu tinggal beberapa hari di Surabaya sebelum akhirnya pulang ke NTB. Yang tidak kuantisipasi, Kemenpora ternyata sudah menyiapkan tiket pulang ke provinsi asal masing –masing peserta.
Mengenai permintaanmu untuk dikenalkan dengan salah satu teman Kanadaku, aku masih mencari teman yang tepat untuk itu. kebanyakan mereka tidak terlalu senang berdiskusi tentang sejarah pendahulu mereka. Di samping mereka juga tidak terlalu nyaman berinteraksi dengan orang yang tidak mereka kenal. Entahlah, barangkali mereka mengidap semacam rasa takut berlebih terhadap orang asing atau rasa tidak aman berlebih atas diri mereka sendiri. Sepengamatanku, perasaan seperti itu cukup umum di kalangan masayarakat negara maju.

Monday, December 15, 2014

BARUNA

BARUNA FTK - LKMM TM V FTK 2012

Baruna (Varuna) adalah salah satu dewa terkuat dalam tradisi Hindu awal. Baruna dikenal sebagai dewa air yang dipandang memiliki kekuasaan atas lautan para dewa, penguasa langit, pembawa hujan, mengawasi dunia bawah, dan meletakkan hukum universal. Baruna dipandang sebagai yang mahatahu diantara dewa-dewa Hindu awal dan dianggap sebagai mahakuasa pula. Perannya adalah untuk membuat segala sesuatu di alam semesta berjalam sesuai ketentuan. Dia dipandang sebagai penjaga kekuatan suci rta atau kekuatan yang membuat alam semesta berjalan secara tertib. Baruna adalah yang memastikan matahari terus beredar, memisahkan siang dan malam, dan menjaga bumi tetap dalam tempatnya. Baruna biasanya digambarkan sebagai seorang pria kulit putih tinggi dan kadang mengenakan setelan bersinar dari zirah emas. Baruna memiliki tunggangan bernama Makana atau Makara, sebuah raksasa laut yang aneh. Makara digambarkan sebagai makhluk campuran antara buaya dan lumba-lumba dan di lain kesempatan nampak seperti ikan besar dengan kepala gajah. Baruna sering terlihat membawa jerat berbentuk ular dan dikenal pula sebagai aljogo kosmik. Baruna memastikan bahwa hukum selalu tetap. Tidak hanya hukum alam, tetapi juga hukum dan sumpah manusia. Ketika seorang manusia melanggar sumpah, maka Baruna akan menghukumnya. Dia digambarkan sebagai mahatahu dengan bintang-bintang sebagai matanya, mengawasi segala sesuatu yang terjadi di bumi dan di dalam pikiran manusia. Baruna juga dikaitkan dengan dunia bawah, dan bersama dengan Yama, bertugas mengawasi orang yang sudah mati di akhirat. Tanggung jawab lain Baruna adalah mengawasi lautan luas milik para dewa. Dari laut itulah hujan diturunkan ke bumi untuk menyuburkan tanah dan menumbuhkan tanaman. Dalam tradisi Hindu kemudian, peran Baruna semakin dibayangi oleh dewa Wisnu, Brahma, dan Shiwa. Salah satu mitos paling terkenal yang melibatkan Baruna berasal dari Ramayana. Rama, yang merupakan avatar dewa Wisnu, diceritakan ingin menyeberangi lautan Lanka. Rama lantas berdoa dan menawarkan korban kepada Baruna, memohon kepadanya untuk membantunya. Ketika Baruna tidak menjawab, Rama mulai menyerang laut Lanka, membunuh makhluk di dalamnya dan membakar air. Baruna akhirnya muncul, setelah melihat Rama hendak menggunakan senjata yang mampu menghancurkan semua ciptaan, dan meminta maaf kepada Rama. Baruna lantas menenangkan lautan dan membuat jembatan yang melintasi lautan.


Monday, December 1, 2014

Selamat Jalan Sahabat

(Lutfi A, sempu,  1 September 2014)
 Selamat tinggal Sahabat ku..
 kau telah penuhi panggilan cintaNYA. Semoga kau bertemu Allah dengan wajah berseri. Semoga kelak kita dipertemukan di surgaNya.
Selamat jalan sahabat..
terimakasih untuk semuanya..

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ [وَعَذَابِ النَّارِ] 
“Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”


Monday, September 22, 2014

Edisi Wisuda Resholusi 6

Alhamdulillah, selamat kawan...
Selamat menempuh hidup baru sebagai sarjana muda..
Akhirnya kalian menyelesaikan apa yang dulu pernah menjadi impian - impian, dalam tulisan-tulisan yang berjejer di atas papan tulis, yang selalu menyemangati setiap belajar.. Masuk Perguruan Tinggi Favorit.. 
Selamat, sekarang kalian telah menuntaskan mimpi-mimpi mu..
Semoga kalian ingat semua apa yang dulu pernah diajarkan di base camp resholusi. Tentang usaha, do'a dan rasa syukur..
Selamat Sarjana Muda Indonesia...
hanya lantunan lagu "Sarjana Muda" iwan Fals untuk kalian semua, semoga kalian bukan menjadi bagian dari gambaran galaunya seorang Sarjana Muda..

Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip s’batang rumput liar

Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s’makin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

 Reff 1 :
Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
‘Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Di depan halaman sebuah jawaban 

Termenung lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang di harapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang di dambakan

Tak peduli berusaha lagi
Namun kata sama yang kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s’makin terlihat

Reff II :
Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Tak berguna ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku

Sia-sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap
"maaf ibu…"


Sekali lagi, selamat kawan

Maret 2014
Damay Fitriana, S.Pd
Selamat, cita-cita mu menjadi pendidik telah kau capai.. sabar kalau digodain murid-murid mu..
hehhhe...

september 2013
Arif Ardiansyah, A.Md
semoga gelar S.ST nanti kita bersama mengenakan toga kawan

Juli 2014
Arif Nurwahid, S.Si
maaf kawan, kami belum bisa berkunjung ke acara wisuda mu..
selamat, kau telah menjadi ilmuan seperti yang pernah kau bayangkan.

Agustus 2014
Fatatus Rizkia N, S.Pd
Selamat, telah menjadi guru biologi
Selamat meneruskan perjuangan menjadi pendidik yang profesional

13 September 2014
Supri Arianto, S.T
Jadi ingat film 3 idiot yang kita tonton sebelum masuk ke kampus.
kau penerus Rancho, selamat kawan..
semoga kau tidak puas hanya sebagai tukang di Astra

14 September 2014
Puput Pujingga, S.T
Selamat kawan, semoga kau segera meraih mimpi - mimpi mu selanjutnya
21 Sptember 2014
Kholid Fauzi, S.ST
Selamat kawan, kau telah kubur mimpi mu menjadi dokter. habis sudah kesempatan mu untuk ikut SBMPTN lagi .. hehehe
semoga do'a - do'a mu untuk menjadi dokter dikbulkan pada anak mu kelak,.. aamiinn








Monday, May 5, 2014

01 Mei 2014



Hahahhaaa.. sudah bukan lagi itu backsound pertemuan kali ini, karena memang udah tak lagi relasi dengan tema pertemuan hari ini. ya, karena memang ini pertemuan special. Meskipun sebenarnya dekat, namun kita sudah lama tak merapat. Walau hanya untuk berucap dan cuap-cuap yang tidak pernah jelas pangkal dan ujungnya. Padahal, jarak antara kami hanya beberapa centi saja kalau dilihat di peta. Aku tinggal koprol saja bisa sampai kost arif. Kalau gak sengaja terpeleset sudah sampai kost kholid dan andi. Tapi memang kesibukan masing-masing menyekat, yang dekat sudah tak  saling mengikat.
“Pandhawa” resholusi 6 surabaya, begitu aku sering menyebutnya. Meskipun tak ada yang menjadi arjuna. Hahaha… Angkatan resholusi 6 memang ada 5 orang laki-laki yang berada di kampus Surabaya. Kholid (PENS), Andi hakim (Sistem Perkapalan), Supri (Teknik Mesin), Arif Ardiansyah (D4 PENS) dan aku. Namun sayang, Pandhawa hari ini tak bisa berkumpul, karena minus Supri. Kami maklum, orang sibuk atau memang “sok sibuk” (semoga sibuk menjadi orang baik).  Apa pun yang terjadi, kita harus tetap pergi, tetap berbagi kisah dan inspirasi.
Selalu ada cerita, selalu ada hikmah, selalu ada hal-hal yang baru soal kita. Entah kelakar tentang masa depan. Refleksi kisah masa lalu atau kadang komitmen-komitmen kebersamaan. Selalu ada kisah dan hikmah yang bisa dibagi. Tentu, karena kami memang satu padepokan dan pasti tunggal guru. Namun kami beda ilmu. Tapi satu yang pasti, kita adalah keluarga RESHOLUSI.

Monday, December 9, 2013

Ilalang



Mentari masih malu tuk keluar hari ini, sedikit menginti di balik gunung ufuk barat. Awan jingga telah siap mengiringi dan embun telah menunggu untuk terevaporasi pagi ini. Mentari masih belum berani tuk munampakan diri, awan hitam masih membuatnya takut untuk keluar. Padahal jutaan orang, hewan dan tumbuhan telah menanti ke datangannya. Kehangatan yang selalu dinantikan, ditengah dinginnya pagi ini. Memang musim semi belum tentu datang, tapi pancaroba adalah pertanda. Kemarau yang panas,semakin menyengat, semakin panas. Maka semakin panas, semakin panas itu berarti telah dekat dengan musim semi. Disanalah harapan para pohon baru untuk tumbuh dan berkembang. Disanalah harapan semua orang untuk kembali lagi memulai menanam untuk menyemai dan memanen. Musim semi memang selalu di nanti. semua orang telah menyiapkan tempat terbaik untuk ditaburi benih, dan pohon juga telah menyiapkan tunas baru terbaik yang bertahan menanti untuk tumbuh sepanjang musim kemarau.
Namun sayang, beberapa tanaman yang tidak sabar menanti musim semi sebenarnya telah tumbuh, memaksa menumbuhkan bunga. Mencoba mengikuti pohon yang memang tumbuh di musim pancaroba. Entah berpikir atau tidak, yang jelas dia sudah tumbuh menjadi pohon yang cukup besar dan menguncup bunga di ujung tangkainya.mungkin terlihat indah, ketika pohon itu berdiri sendiri diantara kegersangan tanah dan tangkai yang mengering. Sangat disayangkan, ketika pohon itu memaksakan tumbuh. Dia lupa akan musim tumbuhnya yang sebenarnya, dan dia lupa akan tempat dimana dia tumbuh sekarang. Karena memang pohon itu tak layak tumbuh disitu dan memang bukan saatnya tumbuh pohon itu. Pohon itu ingin tumbuh mendahului musimnya, mencoba melawan apa yang telah digariskan oleh tuhan. Ndhisiki kerso. Padahal musim panas masih panjang, hujan lebat kemarin telah menggelapkan semua. Menutupi kenyataan bahwa sekarang bukanlah penghujung musim panas dan awal musim semi. Kesejukan embun pagi hari ini memang menenangkan, seolah penantian akan musim semi sudah di depan mata. Padahal, musim semi itu tak pasti datang, dan tanah itu harus segera dikosongkan dari pohon itu. Pohon baru memang sudah disiapkan, tinggal menunggu musim tanamnya saja. Bukan pohon tadi tentunya, karena pohon itu tumbuh ditanah dan musim yang salah. Sudah ada pohon baru yang sudah siap ditanam, tumbuh dan memekarkan bunga. Tentu bukan pohon tadi, karena ternyata pohon itu adalah ilalang. Tumbuh liar dan tak berbunga. Ilalang itu hanya akan merusak tanah, tempat dimana akan tumbuh tunas pohon baru yang tepat berbunga pada musimnya. 
Pohon (Ilalang) itu memang tak berguna, meskipun indah memang dari kejauhan namun tidak jika dihadapkan. Mencabut semua pohon (ilalang) sampai keakar, membasmi semua sampai tak tersisa adalah jawaban. Agar tidak ada lagi benih yang tersisa dan nantinya tumbuh, disaat pohon baru itu datang untuk bersemi. Namun sayang, pohon (ilalang) itu sudah terlalu lebat, mencabut sedikit atau menggugurkan daunya bukanlah jawaban. Mencabut semua langsung sampai ke akar sangat mengganggu, merusak keindahan taman yang telah subur itu, karena hanya akan mempora-porandakan taman yang sudah disiapkan untuk pohon baru itu. Tak ada pilihan kecuali dengan obat semacam racun untuk membunuh akar pohon itu dengan seketika, tanpa rasa tanpa bekas yang nyata. Tak ada obat semacam racun itu di dunia ini (mungkin), tapi selalu ada formulasi lain untuk menjawab itu. Pestisida. Racun ampuh untuk membinasakan semua, akar batang, daun pun tidak akan ada sisa. Tak akan ada taman yang rusak, dan tanah itu akan memulihkan sendiri kesuburannya karena racun itu memang tak seberapa.
Kini, sudah bersiap semua, menanti bersama hujan dan hewan yang ada disekitarnya. Sekarang pohon (ilalang) itu tak akan lagi tumbuh liar di taman. Taman itu sekarang kian bersih, semakin indah tamannya dan siap untuk pohon baru yang telah disiapkan dimusim semi nanti. Selamat (menunggu) datang (nya) musim semi dan taman itu akan indah bersama bunga-bunga yang mekar berhias kupu-kupu elok nan liar. Pohon (ilalang) itu kini menikmati taman dari sudut kejauhan, adalah keindahan bagi ilalang, karena memang dia tidak dapat tumbuh sembarangan.

Friday, September 27, 2013

Persaudaraan Kita


Persaudaraan adalah mu’jizat wadah yang saling berkaitan
Dengannya allah persatuan hati-hati berserekan
Saling bersaudara, saling merendah lagi memahami,
Saling mencintai, dan saling berlembut hati
-Sayyid Qutub-
 Persaudaraan itu, menggerakan kita dalam kelelahan.
Menggerakan kita dari kenyamanan dalam kesibukan ego kita.
Persaudaraan itu, mengumpulkan kita dalam kebahagian.
Merasakan kebahagian saudara kita.
Persaudaraan itu, menyemangati saat kelelahan.
Menyemangati dalam do’a dan senyuman.
Persaudaraan itu, sedih mu adalah sedih ku.
Persaudaraan itu, keajaiban cinta dalam ketulusan rasa
Persaudaraan itu, aku, kau dan kalian semua dalam satu ikatan.
Ikatan bersama menuju surga-Nya

Malam berlalu
Tapi tak mampu ku pejamkan mata dirundung rindu
Kepada mereka
Yang wajahnya mengingatkan ku akan surga
Wahai fajar terbitlah segera,
Agar sempat ku katakana kepada mereka
“aku mencintai kalian karena Allah”
-‘Umar ibn Al-Khaththab-

Wednesday, September 4, 2013

Secangkir Kopi 2300 dpl

secangkir kopi semangat di Puncak 2300 dpl
17 Agustus 2013
Muncak-muncak..... 
Teriak semangat pagi ini menyambut keberangkatan menuju puncak limas, terakhir muncak ke limas adalah 4 tahun yang lalu. Tepat pada 17 Agustus 2009, mengikuti upacara bersama MAPALA (Masyarakat Pecinta Alam). ketika itu diajak bersama teman-teman Pecinta Alam SMADA (Bayu ArcaPada).  Hari ini ingin mengulangi memorian 4 tahun silam. Upacara 17 Agustus di puncak 2300 dpl,  sebulum anak-anak pada heboh dan terobsesi dengan film 5 cm. bersama mendaki dengan kawan – kawan dekat.
Tapi obsesi muncak kali ini sudah beda, bukan untuk upacara yang mengharukan di puncak atau menirukan film 5 cm. Obsesi muncak kali ini adalah memetik bunga yang katanya “abadi”, Bunga Edelweis. Setelah menonton salah satu acara menjelajah tempat wisata dan dapat informasi kalau bunga edelweiss mekar an berkembang pada bulan agustus-september, musim kemarau. Obsesi kali ini semakin besar ketika melihat bunga edelweis yang 4 tahun lalu ku petik akhirnya rusak dan berdebu. Kumal dan sudah hilang keindahannya.
Berawal dari guyonan untuk muncak pada saat leberan H+2, akhirnya berangkat juga. SMS sana-sini mengajak kawan-kawan lain agar semakin banyak yang berangkat muncak, namun H-2 baru 4 orang yang fix berangkat. Apapun yang terjadi harus berangkat, dengan keyakinan banyak orang yang akan ke puncak seperti halnya 4 tahun lalu. Bismillah berangkat…  melihat pengalaman yang sudah-sudah, biasanya setiap 17 agustus semua pecinta alam SMA akan pergi ke puncak maka untuk kendaraan tidak perlu dibingungkan lagi. Setelah SMS sana sini mencari informasi untuk mencari tumpangan pergi ke roro kuning, start menuju puncak limas. Akhirnya usaha keras itu berujung pada kepusingan sesudahnya, tidak ada anak-anak SMA yang naik pada tanggal 16 Agustus untuk Upacara. Karena mereka dimarahi kepala sekolah untuk  upacara di sekolah saja. Tidak upacara di puncak limas.
Kendaraan masih kurang !!!
H-1hari sampai H-1 jam keberangkatan, kendaraan untuk ke tempat start tidak kurang, kami yang berangkat Saya, tiga bersaudara (arif ardiansyah, saiful, irfan), dua bersaudara (Tegar A dan Audi serta mantan ketua PALA SMADA si Wahyu. Kendaraan yang ada adalah milik Tegar, tiga bersaudara masih bingung kendaraan akhirnya mendapat pinjaman motor dari si Tegar dan Wahyu juga membawa motor sendiri. Sudah Pas.. dan Aku sendiri???? Tidak ada motor untuk kesana, huaa…huaaa….. Akhirnya minta tolong kakak untuk ke roro kuning, jauh juga sihh.. akhirnya tanggal 16 agustus tepat setelah sholat jum’at berangkat…..
arah roro kuning


Puncak Limas (tengah)
Jarkom Perlengkapan sudah terkirim, dan hanya sedikit perlengkapan yang ku bawa dari jarkom perlengkapan yang tak jarkomkan sendiri.. Hee…he… bagi ku yang tidak bileh ketinggalan adalah satu kaleng biscuit kosong untuk wadah bunga edelweiss yang nanti ku petik. (maaf para pecinta alam.. aku bukan pecinta alam). Nasi ? bawa ajalah.. satu bungkus untuk nanti malam juga belum basi.. bukan mendaki, tapi Cuma camping..
Semua siap.. ayo berangkat…..
*****

Monday, April 22, 2013

Keluarga PUSKOM JMMI eps. 02


Malu bertanya sesat di jalan, kalau bertanya malah disesatkan ?

Inilah salah satu kisah yang pernah saya alami di PUSKOM JMMI. Kisah yang tak akan pernah terlupa setiap kali melintas ke pulau garam, Madura. Sebagai BP Puskomda yang bertugas mendampingi beberapa LDK yang tersebar di Surabaya dan Madura. Kisah ini adalah salah satu kisah pendampingan ke LDK MKMI UTM yang berada di bangkalan sekat dengan pelabuhan kamal. Sebenarnya akan lebih dekat kalau kami menyebrang lewat pelabuhan kemudian naik kapal roro ke kamal. Tapi pada saat itu kami ingin melewati jembatan SURAMADU yang masih tergolong baru. Lumayanlah, paling tidak pernah lewat. Meskipun akhirnya sangat sering kali lewat situ.
Hari itu di LDK MKMI UTM sedang mengadakan seminar untuk anak – anak SMA tentang internet sehat. Upaya pencegahab pornografi yang marak bergentayangan di dunia maya. Saat itu kami bertiga, Mas Rahmat, Mas Faishol dan saya. Saya dan mas rahmat hanya bertugas mengantarkan mas faisol ke kampus UTM, karena saat itu mas faisol adalah salah satu pemateri di seminar tersebut. Saya boncengan dengan mas rahmat dan mas faisol sendirian. Setelah melewati jembatan Suramadu adalah masalah yang membuat kami akhirnya tersesat. Ya, tersesat.
Namanya juga manusia, tempat salah dan lupa. Mungkin itulah pemakluman untuk mas Rahmat yang saat itu lupa dengan jalan menuju arah kampus UTM yang berada di Bangkalan. Setelah berputar – putar sambil mengingat belokan mana yang harusnya dilewati, akhirnya juga menyerah dan bertanya kepada bapak polisi yang berada di pos polisi perempata. Kalau anda kewat suramadu mau ke bangkalan pasti menemukannya. Pos polisinya gedhe dan bagus. Ternyata itu bukanlah solusi yanglebih baik, meskipun kita bertanya pada orang tepat. Mestinya kita akan bertemu jalan yang benar. Ya, itu mestinya. Tapi kenyatan tidak seperti kita pikirkan. Entah karena tidak mengerti petunjuk dari pak polisi atau pak polisi yang slaah menunjukan.
Wal hasil akhirnya mengikuti petunjuk pak polisi yang di pos tadi. Melewati jalan kapur yang bisa kalian tebak, debu kapur sepanjang jalan disetiap putaran dora motor kami. Itu belum seberapa. Kita harus saling mendahului dengan truck pengangkut batu kapur. Bayangkan, pakai jaket hitam, celana hitam, sepatu hitam yang harus menerobos jalan berdebu putih kapur. Sudah dapat ditebak. Selepas jalan semuanya menjadi putih bercak di warna hitam. Merusak dandanan seorang pemateri dan asistennya.itu belum seberapa. Kemalangan masih belum ingin memisahkan jalan dengan kami, memilih mengikuti motor kami. Kemudian, dua motor terpisah tak tahu kemana harus mencari keberadaannya. Saya dan mas rahmat, dan mas Faishal sendirian. Astagfirullah...
Setelah berpisah memilih jalan masing – masing dan komunikasi sudah tidak dapat jalan karena daerah yang dilalui miskin sinyal untuk operator seluler kartu ku. Semakin bingung dan cemas kalau tidak sampai kampus UTM dengan tepat waktu. Tidak ada pilihan kecuali tetap memacu motor menyusuri ujung jalan ini. Hingga akhir saya sadar bahwa jalan yang ditempuh adalah memutar. Akhirnya kembali dijalan awal setelah menyebrang suramadu. Kalau ada jalan melintang diatas jalan utama setelah Suramadu, ya itu jalannya. Kita melewati jalan itu dari arah selatan menuju utara menyusi pinggir pantai dan belok kanan menuju daerah dataran tinggi mirip jalan menuju hutan. Inilah yang paling lucu tak tidak akan terlupakan.
Begitu merasa jalan yang sudah dilalui bukanlah jalan yang benar. Tidak ada pilihan lain kecuali bertanya pada orang sekitar, dimana jalan yang benar. Melihat ada warung kelontong dan beberapa ibu – ibu sedang ngemong anaknya di sebuah pos siskampling. Berhenti sejanak dan bertanya. Berhubung saya yang posisi yang dibonceng maka saya yang harus turun dan bertanya pada kumpulan ibu – ibu tadi. Mungkin selain saya yang dibonceng, mas rahmat adalah orang sumatera utara, batak tulen dan ga lancar bahasa jawanya. Mungkin karena madira itu masuk Jawa Timur mungkin saya bisa menggunakan bahasa Jawa. Namun tidak begitu teorinya, tidak selalu berbanding lurus. Ini buktinya. Ketika saya memakai Bahasa Jawa Kromo inggil semua orang yang duduk digardu hanya bengong dan tidak mengerti apa yang saya tanyakan. Komunikasi gak jalan. Bahkan yang semakin juga membuat bingung dan tambah tidak saya mengerti adalah. Ibu – ibu tadi menjawab pertanyaan saya yang pakai bahasa Jawa dengan bahasa Madura asli. Tiba – tiba seperti orang bodoh saya. Melihat situasi seperti itu, mas rahmat langsung tanggap dan bertanya dengan bahasa indonesia yang katanya bahasa Nasional yang seharusnya dimengerti oleh semua orang yang mengaku indonesia. Masa rahmat bertanya dengan bahasa indonesia pun ibu – ibu tadi bingung dan malah kelihatannya ibu tadi lebih bingung melihat wajah kita yang kebingungan.
Tergopoh – gopoh salah satu ibu tadi memerintah anaknya untuk memanggil orang yang dianggap bisa menerjemahkan bahasa yang kami punya. Mungkin ibu tadi tahu karena yang dipanggil adlah seorang ibu guru SD di daerah tersebut.  Terang saja ibu guru tadi bingung dan langusng bergegas menemui kami. Memang benar, beliau bisa memebri petunjuk jalan yang benar kemana arah kampus UTM. Pastinya menggunakan Bahasa Indonesia. Setelah mengucapkan terimakasih dan minta maaf telah mereotkan. Kami meomohon untu pamit melanjutkan perjalannan.
Tahukan kalian bagaimana suasana ketersetatan kami tadi ?
 Pertama bingung dan cemas kalau itdak bisa sampai kampus UTM dengan tepat waktu. Cemas bagaimana keadaan mas Faishal yang tersesat sendirian. Mungkinkah mengalami nasib yang serupa ? ternyata tidak. Mas faishal lebih beruntung dari kami. Dia langsung menghubungi panitia acara dan minta dijemput dan sampai kampus UTM lebih dahulu dari kami. Perasaan kedua adalah senang. Senang karena mendapat pengalaman yang baru melewati jalan – jalan baru yang belum saya ketahui sebelumnya. Inilah petualang pertama ke Madura. Fantastik !!!!. Perasaan yang ketiga adalah Pengen ketawa ngakak. Kejadian diatas tadi, episode tanya jawab yang tidak sambung. Tanya pakai bahasa Jawa dijawab pakai Bahasa Madura. Bahasa Indonesia dijawab pula dnegan bahasa Jawa. Hadehhhh. Hari ini masih ada orang yang itdak bisa menggunakan bahasa Indonesia. Padahal Bahasa Indoneisa adalah bahasa Persatuan dan bahasa Nasional. Sumpah masih pengen  ngakak sampai akhirnya meninggalkan kampung tadi.
Singkat cerita akhirnya setelah acara selesai ba’da ashar, kita pulang memilih naik feri ke pelabuhan tanjung perak. Alhamdulillah kita masih dapat kapal. H – 10 menit kapal berangkat. Mungkin kalau terlewat kita harus menunggu malam baru akan bisa desebrangkan. Maklum, setelah pembangunan jembatan Suramadu akitvitas pelayaran di pelabuhan kamal sepi karena semua berpindah menuju jembatan suramadu. Sungguh mematikan ekonomi masyarakat sekitar. Kapal pun sudah tidak mendapat perawatan yang memadahi. Bisa jadi hal itu karena biaya untuk perawatan bisa menghabiskan keuntungan setelah digunakan membayar izin dan para pegawainya. Kursi penumpangan sudah banyak yang karatan dan bau yang tidak enak. Sekali lagi, ini adalah pengalaman pertama menyebrang ke surabaya naik kapal. Sudah lama tidak merasakan setelah 10 tahun sebelumnya naik kapal feri ke pulau Bali.
Sungguh pengalaman paling berkesan hingga akhir ini. Terimakasih semuanya.. semoga kita bisa mengulangi cerita – cerita ini setelah 10 atau 20 tahun lagi.

Monday, November 28, 2011

Kisah Cinta Arjuna Realita (2)


" Memang tidak mudah. Sebab tidak karena kamu mencintai, lalu hendak memberi, atau kamu menebar pesona kematanganmu melalui itu, maka cintamu berbalas. Fakta itu mungkin pahit. Tapi begitulah adanya: kadang-kadang kamu harus belajar menepuk angin, bukan tangan lain yang melahirkan suara cinta ".( Anis Matta - Serial Cinta )

Terkadang dalam menabur cinta, biji - biji dapat tumbuh, semi, berbunga sampai berbuah. meskipun tanpa atau hanya sedikit air yang menyirami. Sebab biji cinta mampu menghidupi dirinya sendiri, tanpa harus ada kasihani. Namun terkadang biji cinta itu tetaplah makhluk yang pada dasarnya membutuhkan air utnuk tetap menjalani kehidupan sambil menunggu musim hujan datang. Dan kalau pun pemberi air itu dari gayung cinta di samping kita, bisa jadi biji cinta itu akan luluh dan mengikuti hulu air sampai bertemu gayung cinta tersebut. Maka pada saat itu kita akan sadar bahwa tumbuhnya biji cinta tidak dapat mengandalkan dirinya dan harus ada gayung cinta yang menyiramkan ketenangan dan kedamaian menunggu masa depan.

" Arjuna Realita " bukanlah " Arjuna Imajiner " yang mampu memberikan semua keinginan wanita pujaan hanya dengan terbang ke kayangan. " Arjuna Realita " hanya mempunyai senja andalan do'a yang berharap akan terkabulkan. Tidak seperti " Arjuna Imanjiner yang bisa kong kallikong dengan dewa - dewa kayangan untuk memenehu permintaannya. Pada dasarnya, " Arjuna Realita " adalah pemuda yang masih berguru di Sekolah Elektronika di Negeri Nawalima, bukan seorang anak kerajaan seperti " Arjuna Imanjiner " namun hanya anak seorang petani biasa di kampung Santri.

Ada kesamaan antara " Arjuna Realita " dengan " Arjuna Imajiner ", sama - sama mempunyai rasa cinta kepada wanita. Namun beda cerita, " Arjuna Imajiner " dengan ketampanan dan kehebatan panahnya mampu menaklukan dewi cantik sekelas " Srikandi ", sedangkan " Arjuna Realita " adalah Ksatria bersenjatakan solder dan ketapel yangjauh dari kesan eksklusif seperti halnya " Arjuna Imajiner ". Namun inilah indahnya kisah " Arjuna Realita " yang berjuang dalam kesederhanaan untuk mendapatkan wanita sekelas anak Priyayi " Dewi Srikandi " nya pak kyai.

Pada suatu kesempatan, " Arjuna Realita " yang telah lama menjadi teman akrab " Dewi Srikandi "nya pak Kyai ingin agar dirinya bisa menjadi mantu dari Pak Kyai untuk putrinya yang ke dua. Keyakinan yang selama ini ada di hati " Arjuna Realita " adalah kecocokan dengan " Dwi Srikandi. Saat indah kedekatan itu mulai muncul ketika mereka sama - sama bersekolah di SMA Negeri Ngalengka, dua tahun satu kelas membuat kedekatan hati semakin melekat kuat hingga bunga cinta bersemi di hati mereka. Hingga " Arjuna Realita " bertekad akan mempersunting " Dewi Srikandi "nya Pak kyai untuk menjadi pendamping hidupnya. Sekarang dia masih menunggu momen di saat tepat, saat dirinya sudah mapan dan sukses. Semua hanya menunggu waktu.

Bunga cinta di taman hati " Arjuna Realita " sedang bermekaran dan tinggal memetiknya untuk dipersembahkan sebagai penyempurna agamanya. Meminang " Dewi Srikandi " pak kyai. Namun, keyakinannya harus layu karenaImpian tak sesuai kenyataaan. Kenyataan bagai racun yang membuat bunga harus mati, Kenyataan bahwa " Srikandi " telah dijodohkan dengan " Panglima Perang " yang merupakan kakak seperguruan wakru di SMA. Kenyatan bahwa "Arjuna Realita " bikanlah pilihan utama semua orang tua, karena dunia nyata adalah Irisan kenyataan yang jauh dari angan - angan.

Sekarang kenyataan yang dihadapi sang " Arjuna Realita " adalah perasaan yang masih berat untuk melepas " Srikandi " yang memang dia akui bahwa harapannya sebnarnya adalah mimpi karena merasa tidak Seimbang. " Dewi Srikandi " adalah puteri seorang sesepuh desa, seorang tokoh juga kyai terpandang. sedangkan " Arjuna Realita " adalah preman lapangan dan brandalan kampung yang baru nyantri dan hanya berlatih baca Al fatihah serta membarsihkan mushola. Inilah kenyataan hidup, Cinta tanpa kemapanan adalah Angan - angan kosong. Cinta butuh kemapanan. itulah salah satu sebab, kenapa " Srikandi " dijodohkan dengan " Panglima " bukan dengan nya. ya, karena dia adalah preman. tapi bagi " arjuna" realita, semua akan bisa berbalik dengan segala usaha dan do'a.

Tuesday, September 27, 2011

Kisah Cinta Arjuna Realita

Awal Kisah Pengembara Cinta sang Arjuna Realita


" Arjuna Realita "
Mendengar kata arjuna, yang mungkin tergambar di pikiran kita adalah sesosok Ksatria perkasa yang  pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. juga wajah tampan rupawan karena itulah dalam pewayangan jawa arjuna memeliki julukan  Permadi yang berarti tampan. sang " permadi "  pun harus menerima " berkah " bahwa dia akan dikagumi oleh banyak gadis dan wanita di jagad. Bayangkan, Arjuna mempunyai 16 istri, mulai dari dewi Subadra hingga dewi Srikandi yang fenomenal. Arjuna yang selalu dielu - elukan dalam setiap pertandingan memanah yang menjadi kehebatannya tak pernah menjadi pecundang saat turun gelanggang, semua tulang rusuk pun mampu ia jinakan tidak tambah bengkok ataupun patah karena diluruskan. ya, dialah Arjuna sang dewa cinta dalam cerita imajiner yang selalu sempurna tanpa cela.

Namun, itulah Arjuna" khayalan " dalam tokoh pewayangan yang tak akan pernah ada dalam dunia nyata. Dimensi imajinasi yang terbatasi oleh realita membuat tokoh arjuna hanya akan selalu bersinar dan idaman wanita " khayalan, pun juga dengan  mereka yang mengaku " Arjuna " hanya akan berada pada batas angan - angan anak manusia. Karena pada kenyataannya, " Arjuna realita " bukanlah sosok yang tegar dan kuat dalam masalah cinta, wajah dan tingkah laku pun tak sampai pada titik sederajat. " Arjuna Realita " tak jarang terkena masalah pada cinta hingga semua yang terasa adalah duka. Padahal, " Arjuna realita " bukanlah sosok buruk rupa yang harus menanti pada satu cinta,  kesetiaannya hanya berujung pada satu rasa yang tak berbalas.

Entah, kenapa pada saat melihat gambar wayang Arjuna, ku teringat pada kisah sahabat sekaligus kakak. Kisah " Arjuna Nyata " yang dia perankan sempurna. Setiap penggal kisah tergambar negasi dari tokoh " Arjuna Imanjiner ",. Kalau " Arjuna Imajiner " adalah dewa cinta penakluk wanita, maka " Arjuna Realita " adalah pesakitan cinta yang tak dapat menaklukan wanita dan " hancur " karena cinta. Tak sedikit pun menetes sifat - sifat dan kepribadian " Arjuna Imajiner " pada dirinya, dalam darah  " Arjuna Realita " hanya mengalir sifat cerdik dan pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah, karena itulah modal yang akan digunakan dalam perjalanan cintanya.

Ini adalah kisah Arjuna yang Nyata. Mozaik kisah cinta dalam episode pengejaran cinta " Srikandi " yang merupakan putri dari Kyai. Alur maju yang progresif, tokoh - tokoh baru yang muncul tidak terduga, hingga moment - moment yang berulang tak kunjung usai menjadikan kisah Arjuna ini lebih menarik dari pada Romeo - Juliet, Layla dan Qoais dalam cerita Layla Majnun.
sebelumnya, ada note menarik membuka kisah ini, sebuah note di FB yang ditulis oleh rekan sejawat sejak kecil. berikut kutipan note - nya.


Kanggo koncoku nyolong garbis
Kanggo koncoku adus kali
Kanggo koncoku golek welut
kanggo koncoku angon wedu
Kanggo koncoku ngaji

Untuk sahabatku : Yoga Haryuna Al-Hafidz
Semoga bermanfaat!!!


Dua belas tahun yang lalu,  ketika menikmati segarnya buah semangka curian, kau menceritakan padaku  tentang kambing bengalmu yang bernama "Simone". Kau juga memamerkan kostum bola yang baru saja dibelikan oleh ibumu. Kostum bergambar 'elang ibukota' dan bertuliskan nama 'crespo'. Karena tak mau kalah, akupun memamerkan topi prestisiusku yang bertuliskan "Tersayang". Topi yang mampu menaklukkan hati seorang Jihan Fahira. Ya karena saat itu Primus Yustisio sedang gencar-gencarnya merayu Jihan Fahira dalam sinetron "Tersayang"-nya.

Namun kemarin kau menelponku. Bukanlah kambing ataupun kaos bola lagi yang kau ceritakan. Tapi kau menceritakan tentang hatimu. Tentang usahamu menyiram bunga hingga ia menjadi mekar. Namun ketika bunga itu telah mekar dengan indahnya dan siap untuk kau petik, kambing berkepala kotak yang tak tahu diri itu merusaknya. Aku tahu itu adalah keadaan yang sulit. Ketapelmu tak akan pernah menang melawan senapan AK-47 miliknya. Jangan kau pernah berfikir akan menjadi seorang mujahid dengan hanya bersenjatakan ketapel. Kalaupun mati, itu mati konyol kawan...
Namun ketapelmu akan menjelma menjadi sebuah rudal jika kau sandingkan dengan do'a. Dan kini Tuhan telah mendengar do'amu. Ketapelmu mengalahkan senapannya. Tuhan telah menunjukkan kuasannya. Kambing tak tahu diri itu telah kembali ke wujud aslinya. Ya, 'becik ketitik, olo ndas kotak'

Namun kau bilang, Tuhan sedang mengujimu kembali. Kini kau harus membuatkan ranjang untuk pengantinmu sendiri. Sungguh sulit kawan!!! Itu benar-benar sulit.
Sesaat setelah kau menutup telponmu, aku terpaku dan terdiam. Aku mencoba memposisikan diriku sebagai dirimu. Namun apa??? Aku tak kuasa kawan,,, Membayangkanpun aku tak sanggup, apalagi menjalaninya...!!!

Setelah sesaat aku berfikir, ternyata kita mempunyai satu masalah yang sama. Ya, bermasalah dengan kasta. Meski kita tahu bahwa kita mampu, tapi bagi kita percaya diri itu harus, namun tahu diri adalah wajib.

Kawan,,,
Cinta memang tak pernah meminta untuk menanti.
Jika dia mengambil, itulah keberanian.
Dan jika dia mempersilakan, maka itulah pengorbanan.

Pilihanmu sudah tepat. Kau telah memilih pilihan kedua. Karena di kasta kita, tak pernah mengenal pilihan pertama. yang kita tahu hanyalah berkorban dan pengorbanan. Aku yakin itu hanyalah ujian dari-Nya dan bersabarlah. Aku sangat yakin jika kamu mampu melewati ini semua, kau kan mendapat yang lebih baik. Bukankah sebelum kita naik kelas kita harus menjalani UAS terlebih dahulu???
You must endure the caterpilar if you want to see buterflies.

Jika aku menulis kisah hatimu, mungkin aku akan mengalahkan seorang William Shakspears. Karena kisah cintamu ini lebih indah dari Romeo dan Juliet. Namun tidak kawan, biarkan kita saja yang menikmati kisah ini. Biarkan itu menjadi cerita anak cucu kita kelak.

Tetaplah pada keyakinan kita bahwa kita tidak akan lahir dan mati di kasta yang sama.
Keep fighting kawan... Fastabiqul Khairat!!!

Pancen ora ono ceritane 'kopyah'ketemu 'caping'. Kopyah bakali ketemu kopyah.
Tapi bukan berarti kita selamanya memakai 'caping' kan???




Note: Lak 'ndas kotak' mbalik ngrusuhi maneh, lahir batin, bondho nyowo, ndunyo akherot aku siap ngewangi. Mulai detik iki, aku menyatakan perang (lagi) melawan 'ndas kotak'.SAH








Aston Hotel, Ketapang


Pontianak, Juli 10th, 2011
safii_anang

Itulah note yang menggugah tertulisnya cerita ini. Rasa sedih, haru, ingin ketawa kadang muncul saat mendengar cerita dari empu nya, dan sungguh " Arjuna Realita " juga manusia yang punya fitrah cinta, yang bisa saja tak bisa menaklukan dan ditaklukan cinta. Ekspresi cintanya selalu menawarkan candu untuk terus mengulang walau tahu sakitnya. Dan Cinta mampu merubah jalan kisahnya sampai dia mengakhri catatannya dalam paripurna pelaminan.

" Tidak ada yang lebih indah dalam sejarah perasaan manusia seperti saat ketika ia sedang jatuh cinta. Bukan karena dunia di sekeliling kita berubah pada kenyataannya. Tapi saat-saat jatuh cintalah yang seketika mengubah persepsi kita tentang dunia disekeliling kita. Tidak selalu karena wanita yang kita cintai itu memang cantik pada kenyataannya. Tapi cinta kita padanya yang membuatnya cantik dimata kita.".( anis matta _ serial cinta )