Monday, December 15, 2014

Sang Pujangga, Zawawi Imron

D. Zawawi Imron lahir di desa Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Beliau mulai terkenal dalam percaturan sastra Indonesia sejak Temu Penyair 10 Kota di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada tahun 1982.
Sejak tamat Sekolah Rakyat, beliau melanjutkan pendidikannya di Pesantren Lambicabbi, Gapura, Semenep. Kumpulan sajaknya Bulan Tertusuk Ilallang mengilhami Sutradara Garin Nugroho untuk membuat film layar perak Bulan Tertusuk Ilallang. Kumpulan sajaknya Nenek Moyangku Airmata terpilih sebagai buku puisi terbaik dengan mendapat hadiah Yayasan Buku Utama pada 1985.
Pada 1990 kumpulan sajak Celurit Emas dan Nenek Moyangku Airmata terpilih menjadi buku puisi di Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Juara pertama sayembara menulis puisi AN-teve dalam rangka hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-50 pada 1995. Beberapa sajaknya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Belanda dan Bulgaria.
Saat ini ia menjadi Anggota Dewan Pengasuh Pesantren Ilmu Giri (Yogyakarta). D. Zawawi Imron banyak berceramah Agama sekaligus membacakan sajaknya, di Yogyakarta, ITS. Surakarta, UNHAS Makasar, IKIP Malang dan Balai Sidang Senayan Jakarta. Juara pertama menulis puisi di AN-teve. Pembicara Seminar Majelis Bahasa Brunei Indonesia Malaysia (MABBIM) dan Majelis Asia Tenggara (MASTERA) Brunei Darussalam (Maret 2002). Selain itu Beliau juga dikenal sebagai Budayawan Madura.
Pada tahun 2012 beliau menerima penghargaan "The S.E.A Write Award" di Bangkok Thailand, The S.E.A. Write Award adalah penghargaan yang diberikan keluarga kerajaan Thailand untuk para penulis di kawasan ASEAN. Selain itu pada tahun 2012, di bulan Juli, beliau juga meluncurkan buku puisinya yang berjudul "Mata Badik Mata Puisi" di Makassar, kumpulan puisinya ini berisi tentang Bugis dan Makassar
Salah satu karya yang sangat ku kagumi adalah Bulan Tertusuk Lalang
Bulan Tertusuk Lalang

bulan rebah
angin lelah di atas kandang

cicit-cicit kelelawar
menghimbau di ubun bukit
di mana kelak kujemput anak cucuku
menuntun sapi berpasang-pasang

angin termangu di pohon asam
bulan tertusuk lalang

tapi malam yang penuh belas kasihan
menerima semesta bayang-bayang
dengan mesra menidurkannya
dalam ranjang-ranjang nyanyian

1978

BARUNA

BARUNA FTK - LKMM TM V FTK 2012

Baruna (Varuna) adalah salah satu dewa terkuat dalam tradisi Hindu awal. Baruna dikenal sebagai dewa air yang dipandang memiliki kekuasaan atas lautan para dewa, penguasa langit, pembawa hujan, mengawasi dunia bawah, dan meletakkan hukum universal. Baruna dipandang sebagai yang mahatahu diantara dewa-dewa Hindu awal dan dianggap sebagai mahakuasa pula. Perannya adalah untuk membuat segala sesuatu di alam semesta berjalam sesuai ketentuan. Dia dipandang sebagai penjaga kekuatan suci rta atau kekuatan yang membuat alam semesta berjalan secara tertib. Baruna adalah yang memastikan matahari terus beredar, memisahkan siang dan malam, dan menjaga bumi tetap dalam tempatnya. Baruna biasanya digambarkan sebagai seorang pria kulit putih tinggi dan kadang mengenakan setelan bersinar dari zirah emas. Baruna memiliki tunggangan bernama Makana atau Makara, sebuah raksasa laut yang aneh. Makara digambarkan sebagai makhluk campuran antara buaya dan lumba-lumba dan di lain kesempatan nampak seperti ikan besar dengan kepala gajah. Baruna sering terlihat membawa jerat berbentuk ular dan dikenal pula sebagai aljogo kosmik. Baruna memastikan bahwa hukum selalu tetap. Tidak hanya hukum alam, tetapi juga hukum dan sumpah manusia. Ketika seorang manusia melanggar sumpah, maka Baruna akan menghukumnya. Dia digambarkan sebagai mahatahu dengan bintang-bintang sebagai matanya, mengawasi segala sesuatu yang terjadi di bumi dan di dalam pikiran manusia. Baruna juga dikaitkan dengan dunia bawah, dan bersama dengan Yama, bertugas mengawasi orang yang sudah mati di akhirat. Tanggung jawab lain Baruna adalah mengawasi lautan luas milik para dewa. Dari laut itulah hujan diturunkan ke bumi untuk menyuburkan tanah dan menumbuhkan tanaman. Dalam tradisi Hindu kemudian, peran Baruna semakin dibayangi oleh dewa Wisnu, Brahma, dan Shiwa. Salah satu mitos paling terkenal yang melibatkan Baruna berasal dari Ramayana. Rama, yang merupakan avatar dewa Wisnu, diceritakan ingin menyeberangi lautan Lanka. Rama lantas berdoa dan menawarkan korban kepada Baruna, memohon kepadanya untuk membantunya. Ketika Baruna tidak menjawab, Rama mulai menyerang laut Lanka, membunuh makhluk di dalamnya dan membakar air. Baruna akhirnya muncul, setelah melihat Rama hendak menggunakan senjata yang mampu menghancurkan semua ciptaan, dan meminta maaf kepada Rama. Baruna lantas menenangkan lautan dan membuat jembatan yang melintasi lautan.


Agama ? Haruskah ?

Judul itu adalah tema diskusi dengan teman beberapa waktu lalu sebelum keberangkatan ke Amerika. obrolan khas orang warung yang memang berlangsung seperti biasanya kita ngobrol, karena memang tidak ada tema khusus. kata "diskusi" itu saya pilih agar terlihat bagus saja, padahal sebenarnya ya obrolan cangkruan mahasiswa kedai kopi. Tapi kali ini bukan kedai kopi tempat majelis ngobrol ngalor - ngidulnya, tapi dibawah perkasa tiang penyangga rumah Allah selepas sholat maghrib.
"Mengapa orang harus beragama ?"
"Apa jadinya jika orang tidak beragama?"
"Kalau beragama alasanannya sebagai jalan kebahagiaan, apa benar orang tidak bisa bahagia dengan tidak beragama?"
"Masihkan agama diperlukan ?"
"kenapa harus memilih satu agama?"
Dan masih banyak pertanyaan yang akan mengiringi satu pertanyaan ke pertanyaan lain. Kita bicara ini bukan dalam konteks mempertanyaan keberadaan dan kebenaran agama. atau membuat kita ragu akan agama dan memilih tidak beragama. kita membicarakan ini dalam konteks membicarakan fenomena yang terjadi dewasa ini. Orang beragama tapi seperti tidak beragama, orang beragama tapi sekuler.
Namun sayang, belum banyak jawaban yang dapat dieksplorasi karena keterbatasan refrensi dalam bidang filsafat. Mungkin inilah perlunya kita membudayaan membaca dan tulis agar kegiataan literasi tetap hidup dalam kehidupan kita. Hingga suara adzan menutup majelis hari itu, semuanya masih mengambang. Sebab jawaban yang ada hanyalah perkataan yang tidak berefrensi dan kata yang keluar dari pikirian sesaat tanpa proses berfikir dan merenung. Namun paling tidak diskusi itu adalah awal dari sebuah perenungan panjang untuk kemudian menjawab pertanyaan "Mengapa kamu beragama dan memilih agama islam?". Bukankah kita nanti kita akan ditanya "Apa agama mu?".
Dalam menjawab pertanyaan di atas, kita tidak boleh lepas dari domain kita sebagai orang beragama. Artinya jangan pernah menjawab pertanyaan di atas dengan berada di luar agama. Sebab tidak akan pernah terjawab pertanyaaan di atas jika dijawab dengan meninggalkan agama atau merasa bukan bagian dari orang beragama.
Jika kita berada diluar domain sebagai orang beragama, kita akan temukan jawaban para filsof tentang apa itu agama. Kaum materialis memiliki sejumlah teori tentang kemunculan agama, antara lain:
1. Agama muncul karena kebodohan manusia
    Sebagian mereka berpendapat, bahwa agama muncul karena kebodohan manusia. August Comte—peletak dasar aliran     positivisme—menyebutkan, bahwa perkembangan pemikiran manusia dimulai dari kebodohan manusia tentang rahasia alam atau ekosistem jagat raya. Pada mulanya—periode primitif—karena manusia tidak mengetahui rahasia alam, maka mereka menyandarkan segala fenomena alam kepada Dzat yang ghaib.
    Namun, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan (sains) sampai pada batas segala sesuatu terkuat dengan ilmu yang empiris, maka keyakinan terhadap yang ghaib tidak lagi mempunyai tempat di tengah-tengah mereka.
Konsekuensi logis teori di atas, adalah makin pandai seseorang akan makin jauh ia dari agama bahkan akhirnya tidak beragama, dan makin bodoh seseorang maka makin kuat agamanya. Padahal, betapa banyak orang pandai yang beragama, seperti Albert Einstein, Charles Darwin, Hegel dan lainnya. Demikian sebaliknya, alangkah banyak orang bodoh yang tidak beragama.
2. Agama muncul karena kelemahan jiwa (takut)
    Teori ini mengatakan, bahwa munculnya agama karena perasaan takut terhadap Tuhan dan akhir kehidupan. Namun, bagi orang-orang yang berani keyakinan seperti itu tidak akan muncul. Teori ini dipelopori oleh Bertnart Russel. Jadi, menurut teori ini agama adalah indikasi dari rasa takut. Memang takut kepada Tuhan dan hari akhirat, merupakan ciri orang yang beragama. Tetapi agama muncul bukan karena faktor ini, sebab seseorang merasa takut kepada Tuhan setelah ia meyakini adanya Tuhan. Jadi,takut merupakan akibat dari meyakini adanya Tuhan (baca: beragama).
3. Agama adalah produk penguasa
    Karl Marx—bapak aliran komunis-sosialis—mengatakan, bahwa agama merupakan produk para penguasa yang diberlakukan atas rakyat yang tertindas, sebagai upaya agar mereka tidak berontak dan menerima keberadaan sosial-ekonomi. Mereka (rakyat tertindas) diharapkan terhibur dengan doktrin-doktrin agama, seperti harus sabar, menerima takdir, jangan marah dan lainnya.
    Namun, ketika tatanan masyarakat berubah menjadi masyarakat sosial yang tidak mengenal perbedaan kelas sosial dan ekonomi, sehingga tidak ada lagi (perbedaan antara) penguasa dan rakyat yang tertindas dan tidak ada lagi (perbedaan antara) si kaya dan si miskin, maka agama dengan sendirinya akan hilang. Kenyataannya, teori di atas gagal. Terbukti bahwa negara komunis-sosialis sebesar Uni Soviet pun tidak berhasil menghapus agama dari para pemeluknya, sekalipun dengan cara kekerasan.
4. Agama adalah produk orang-orang lemah
    Teori ini berseberangan dengan teori-teori sebelumnya. Teori ini mengatakan, bahwa agama hanyalah suatu perisai yang diciptakan oleh orang-orang lemah untuk membatasi kekuasaan orang-orang kuat. Norma-norma kemanusiaan seperti kedermawanan, belas kasih, kesatriaan, keadilan dan lainnya sengaja disebarkan oleh orang-orang lemah untuk menipu orang-orang kuat, sehingga mereka terpaksa mengurangi pengaruh kekuatan dan kekuasaannya. Teori ini diperoleh Nietzche, seorang filsuf Jerman.

Saturday, December 13, 2014

Salam Hormat Pak Indra Sjafri


Terimakasih Pak Indra sjafri

Maafkan orang PSSI yang masih kebanyakan makan makanan instan. Hingga menginginkan Juara Instan, "Ksatria Karbitan".
Anda telah mengajarkan bagaimana nasionalisme sepakbola, "agama" sepakbola. Tidak ada selama ini yang merayakan goal dengan sujud syukur meskipun di timur tengah. Tapi anak didik anda, dengan bangga merayakan goal dengan sujud syukur. Anda tidak saja mendidik pemain sepak bola sebagai idola, tapi sosok figur yang bisa di contoh. hingga hari ini, anak-anak kecil ketika mencetak goal berekspresi dengan sujud syukur. Anda mengajarkan nilai-nilai agama dengan sepak bola.
"mari kita adu tuhan kita dengan tuhan vietnam", kalimat itu yang anda ucapkan saat adu pinalti dengan vietnam. Nilai tauhid tingkat tinggi, tawakal model orang langit.
anda mengajarkan bangsa indonesia lebih bangga melihat diri sendiri, "Korea selatan akan kalah". sungguh kalimat itu adalah kekuatan yang sebenarnya namun tidak dimiliki saat ini, karena sudah gagal melihat diri sendiri.
salam hormat saya coach Indra sjafri..

KenduriCinta.com

Leluhur Masa Depan


[Kenduri Cinta.com]
Indonesia yang bagi anda yang lahir di Maluku mungkin di pulau-pulau kecil. Mungkin saja anda orang Madura yang lahir di Jakarta atau di Bangkalan. Mungkin juga bagi anda bangsa terkasih minang atau bugis-makasar hingga saudara kita dayak yang semuanya hidup di Jakarta. Mayoritas diantara saudara-saudara semua paham apa itu nasionalisme, patriotisme kemudian kemerdekaan. Kami mencoba menterjemahkan sebenarnya ada bagian yang sangat kuno, bagian yang sangat sakral sebelum istilah itu ada. Jaman Nabi Ibrahim, 4000 tahun yang lalu dimana hanya mengenal Tanah dan Air. Tempat yang diperintahkan untuk ditinggali, dengan segala kekurangan lalu dicukupkan oleh Allah. Saat itu hanya diperintahkan akan membawa berkah dan manfaat kelak untuk anak-cucu Ibrahim dan Ismail. Saat itu, masyarakat belum mengenal nasionalisme, atau bahkan patriotisme. Semua hanya sekedar bertahan hidup dan beribadah. Kenapa anda tidak berpikir, jangan-jangan bangsa Indonesia memang tidak membutuhkan penguatan-penguatan dalam Al-Quran karena memang segala yang terjadi di Timur Tengah sudah ada dan sangat melimpah di tanah air kita. Sehingga 4000 tahun yang lalu harus dipikirkan leluhur masa depan di Makkah.

Tanah yang setiap hari dikeruk potensi alamnya, dilubangi, di bor dan dihujan mesin-mesin pemotong kayu atau pemangkas gunung. Mata air gunung sangat melimpah yang dialirkan oleh perusahaan-perusahaan asing. Sampai kita lupa bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang menguasai hajad hidup orang banyak dikuasai negara. Seluruh mata air dialirkan menuju botol-botol, galon-galon hingga truk tangki tiap hari menghasilkan uang. Tetapi kita masih tertipu oleh kenaikan harga bensin dan solar. Bangsa Indonesia tetap tertawa seolah tidak mengerti. Karena anda tetap memiliki leluhur masa depan. Hebatnya kepercayaan diri kita masih besar terhadap keberlangsungan warisan leluhur. Warisannya apa? Apakah air itu warisan leluhur anda, atau tanah dan gunung itu leluhur anda yang membuat. Apakah minyak bumi manusia yang membuat, atau batubara, pasir besi hingga bebatuan. Komunitas Kenduri Cinta bulan ini mari kita membuat refleksi diri dan membuat catatan-catatan ke depan tentang proposal hidup dan perjuangan kita. Sehingga tema leluhur masa depan ini mampu membuat anda semua ber-tabayyun dengan Allah

Wayang Orang

Akhirnya keturutan juga melihat seni pertunjukan yang satu ini, Pagelaran Wayang Orang. Kalau biasanya wayang kulit (bukan kulit orang). Menarik sekali pertunjukan ini, perpaduan gerakan tari dan drama yang menjadi satu. Bagi anak zaman sekarang, mungkin akan asing dengan pertunjukan seperti ini. mereka lebih sering menonton film di bioskop. 
lebih menarik lagi karena pertunjukan ini menggunkan bahasa jawa tingkat tinggi atau kromo alus. meskipun telingga ini sedikit roaming, 90% percakapan dengan mudah dimengerti. Namun, melihat penonton yang kebanyakan adalah anak-anak muda, terdengar bisik-bisik mereka, "Ngomong opo kuwi?". hmm.. wajar sih, mereka gak paham dengan bahasa yang digunakan dalam pagelaran wayang orang ini. sebab, mereka sudah terbiasa dengan bahasa 4LaY macam ini. atau mereka biasa menggunakan bahasa suroboyoan atau bahasa jawa tingkat rendah "ngoko". 
Meskipun, beberapa percakapan dari wayang sendiri tidak menggunakan bahasa kromo alus jawa timur-an. Sejenak berfikir dengan usulan salah satu pemain wayang dalam dialog selingan dalam pagelaran ini. "bagaimana kalau pagelaran wayang menggunakan bahasa indonesia?". bagi saya sendiri, akan sangat kehilangan ruh-nya pagelaran wayang ini. sebab nantinya akan sama saja dengan drama biasa. terus apa bedanya ?. Jika anak muda sekarang sudah kehilangan budaya leluhur, akan generasi selanjutnya masih mengenal ?
saya jadi teringat tema Kenduri Cinta di Taman Ismail Jakarta, "LELUHUR MASA DEPAN". Pertanyaannya dalah "Apakah yang akan ditinggalkan LELUHUR MASA DEPAN?"


Wednesday, December 10, 2014

Kemurnian

Dewasa kini, seorang sudah mulai lupa bagaimana rasa kemurnian. Entah karena memang sudah tidak pernah merasakan kemurnian atau sudah terlalu banyak makan kemunafikan. Orang sudah terbiasa dengan ungkapan  ada udang di balik batu. Sehingga ketika mereka melihat kemurnian batu, yang ditanyakan adalah udangnya. Hari ini orang tidak lagi percaya dengan niat tulus, pasti menanyakan maksudnya.  Seolah semua orang itu dianggap sama, sebab sudah terlalu banyak terjejali media. kebanyakan polusi kata hingga tak pernah tau rasanya kata jujur.


Monolog Senja

Diujung lembayung yang bermahkota jingga
Ku tatap megahnya langit yang tak bersuara
Hening diantara ribuan kata
Diantara barisan bangku kusam selasar lautan ilmu
menelusuri petilasan jejak jejak bisu
Dan ku pun membisu
ku berdiri menatap indahnya cakrawala
mengagumi senja dengan semua gugusan awan jingga
kidung senja dan tarian pena
Hanya sebentar ku menatap angkasa
Menikmati keindahan mayapada
Tak ada kata tuk menjentawakannya
Diantara barisan bangku itu
Lelaki itu masih mematung membisu
Menunduk lesu dalam malu
Menyandang gelar baru
Pecundang tanpa gelar
Pulang dalam kenangan
Tanpa kemenangan
Tanpa penghormatan
Lupakan saja semua itu
Biar tenggelam bersama senja kelabu

Bukan Pelajaran Kewarganegaraan


Semua orang yang pernah makan bangku sekolahan di Indonesia, pasti kenal dengan pelajaran Kewarganegaraan dengan segala evolusi namanya. Mungkin ada yang lebih kenal dengan PMP (Pelajaran Moral Pancasila) pada jaman Pak Soeharto, kemudian ganti dengan PPKN (Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan), berubah lagi dengan PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). Apapun namanya, semua mengajarkan moral yang baik kepada anak didik. Pasti kalian masih ingat dengan pelajaran itu ketika masih sekolah dasar. Kalau ada pertanyaan seperti ini, “Apa yang kita lakukan jika melihat teman kita jatuh?”. Pasti jawabannya adalah menolong dll. Kalau gak itu jawaban dianggap salah. Saat jaman orang sudah mulai egois, jawaban seperti kadang lucu juga meskipun harusnya begitu. Jika ada pertanyaan “apa yang harus kita lakukan jika teman kita ramai di kelas saat pelajaran?”. Jawabannya adalah mengingatkan dan menegur agar tidak ramai karena mengganggu yang lain.
Namun, jika pertanyaa dirubah seperti ini, kalau kita melihat teman kita ramai atau berbicara saat khotbah jum’at berlangsung, apakah yang harus kita lakukan ?. Guru PKn akan menjawab mengingatkan teman kita agar tidak ramai dan diam mendengarkan khotbah. Sedangkan guru agama pasti akan menjawab diam saja dan tetep mendengarkan khotbah. Terus mana yang harus kita ikuti ?, guru PKn atau guru agama ?. Bukankah itu benar-benar terjadi di sekitar kita?.

Ini BUKAN PELAJARAN PKn.

Jadi sebaiknya kita mengikuti jawaban guru agama, bukan guru Pkn. Sebab jika kita mengikuti “Fatwa” guru PKn, pasti sia-sia sholat jum’at kita. Bukankah sudah diperingatkan agar tidak bicara dengan perkataan ataupun isyarat “sssst”.

Wednesday, December 3, 2014

Candu 4.5 inchi

Pada suatu hari, ada rombongan keluarga yang masuk ke sebuah rumah makan yang cukup terkenal sebagai rumah makan keluarga. Tempat yang nyaman untuk menghabiskan waktu ngobrol santai bersama anak, bercanda dan melepas tawa. Namun, ada satu meja yang menarik mencuri pandangan. Dari semua meja yang ada di rumah makan itu, satu meja ini sangat berbeda. Bukan karena jenis makanan yang dipesannya, bukan karena pakaian perlente yang mereka pakai bukan juga karena jumlah rombongan mereka. Aktivitas merekalah yang mencuri pandangan untuk seksama diperhatikan.
Satu keluarga itu duduk dalam satu meja, saling berdekatan. Tapi ternyata, satu meja itu tidak malah mendekatkan. Satu meja dalam raga, namun tidak pada jiwa. mereka asyik sendiri-sendiri dengan kotak 4.5 inchi di tangan. Sang bapak asyik dengan rekan-rekan bisnisnya, lobi-lobi dan transaksi.  Jiwa sang ibu sudah dalam satu ruangan maya dengan ibu-ibu PKK yang lain, ngerumpi, ngegosip dan sebagainya. Anak kecil yang di seberang sudah masuk ke dalam game dalam kotak yang ia pegang.
Pernah melihat fenomena diatas ? atau mungkin anda salah satu dari gambaran fenomena diatas ?
Hari ini dunia disuguhi revolusi teknologi dunia informasi yang sangat luar biasa. Perkembangan alat komunikasi yang dulu hanya menghubungkan orang yang jauh, sekarang sudah pada fase dunia dalam genggaman. Perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang pesat. Lebih cepat dari perkembangan-perkembangan teknologi di bidang lain. Misalnya perkembangan transportasi kuda ke teknologi mesin uap atau dari pesawat baling-baling menuju pesawat jet atau bahkan dari pesat jet ke pesawat supersonic. Sungguh luar biasa. Apalagi produk alat komunikasi yang bernama gadget.
Kotak 4.5 inchi yang mampu menyihir orang hingga menjadi apatis terhadap masalah orang di sampingnya sampai menggerakan ribuan orang untuk melakukan kudeta. Namun, permasalahan besar terjadi dibalik fenomena perkembangan teknologi informasi dengan kotak 4.5 inchi yang biasa  disebut gadget. Hari ini gak pegang gadget ? hello.. kemana aja lho?, dianggap kuper dan tidak mengikuti perkembangan jaman. Padahal, kalau boleh saya berpendapat. “Siapa yang hari ini tidak memegang gadget adalah orang yang selamat”. Sedangkan bagi yang memegang gadget, waspadalah jika anda sudah termasuk dalam golongan orang-orang yang telah kecanduan.
Fenomena kecanduan gadget sudah mewabah dari mulai anak-anak sampai tua, dari golongan ekonomi bawah sampai atas. Hal tersebut didukung oleh semakin banyaknya produsen gadget, hampir semua yang dulu hanya memproduksi handphone kini juga memproduksi gadget. Dari segi harga, sudah banyak pula gadget dengan harga ratusan ribu yang bisa dijangkau oleh orang-orang kelas ekonomi bawah. Wabah kecanduan gadget membuat orang tidak lagi melihat untuk kebutuhan apa dia membeli alat komunikasi. Terkadang lucu, seorang bapak-bapak yang hidup diera handphone masih sebesar botol air mineral 800 ml kemudian bermigrasi menggunakan teknologi gadget. Hasilnya, hanya fiture telpon, sms dan kamera yang digunakan. Atau mungkin game kalau sedang iseng, karena belum ada game pada saat masih mudanya.
Setelah mengamati tentang fenomena kecanduan gadget, ada beberapa tanda-tanda bahwa orang tersebut telah KECANDUAN GADGET. Jika anda sekarang menjadi salah satu pemakai gadget, rasakan apa yang ada dalam diri anda dan segera tanyakan “apakah saya kecanduang gadget ?”. berikut tanda-tanda orang telah kecanduan gadget.
Sebenarnya fenomena kecanduan itu bisa apa saja, kita ambil contoh pada orang yang sudah kecanduan narkoba agar lebih mudah membayangkan dan membandingkan kesamaannya. Orang yang sudah ngisap narkoba, biasanya mereka kuat tidak makan atau menahan lapar melebihi kewajaran orang normal. Lihatlah mereka yang kecanduan gadget, mereka sudah lupa makanan kalau sudah asyik dengan gadgetnya. Bahkan tidak ingat kalau ada yang terhidang di depannya. Mereka bukan makan untuk menghilangkan laparnya, tapi malah ngoceh di media social dalam gadgetnya kalau lapar meskipun kadang sudah terhidang makanan di depannya.
Orang yang udah kecanduan narkoba, hidup mereka berubah drastis. Senang menyendiri, tertutup dan tidak peduli dengan orang – orang sekitar. Nah, bandingkan dengan orang – orang yang kecanduan gadget. Orang – orang yang kecanduan gadget mungkin lebih ekstrem, mereka asyik dengan gadgetnya meskipun sedang bersama banyak orang. Bukankah itu ketidak pedulian social yang paling puncak?. Tentang senang menyendiri, orang – orang yang sudah memegang gadget dengan perengkat online-nya pasti merasakan. Dimana mereka lebih senang mengurung diri di kamar dari pada datang berkunjung dan menyapa langsung.
Salah satu ciri kalau orang tersebut kecanduan adalah merasakan resah, gelisah dan seperti orang linglung, merasa dunia sempit. Kalau istilah kerennya “Sakaw”. Jadi orang-orang yang telah kecanduan gadget akan merasakan gelisan, seperti orang bingung dan merasa kesepian ketika gadget yang dipegangnya rusak, ketinggalan, mati dan lupa bawa charge atau bawa charge tapi gak ada colokan. Orang yang seperti telah masuk fase sakaw gadget, sehingga mereka merasakan gadget mati itu seperti elien yang hidup sendiri di planetnya.
Sekarang tanyakan kepada diri anda, apakah anda sudah minum yakult hari ini ? #eh. Maksudnya anda sudah masuk dalam kategori kecanduan gadget dengan beberapa indikasi di atas?. Kalau anda sudah masuk atau masih hampir masuk, sebaiknya anda segera menghubungi psikiater terdekat. Jika kecanduan masih berlanjut, segera hubungi pengadaian, agar masalah anda selesai tanpa masalah. Gadaikan gadget anda. Mulailah perhatikan orang-orang sekitar. Kehidupan nyata lebih asyik daripada dunia online. Sumpahhh!.

Pesan saya bagi anda yang sudah pada taraf sakaw gadget, ingatlah bahwa anda akan ditanya “man robbuka?”. Apakah anda akan menjawab “gadget robbii”. Jangan anda jadikan gadget sebagai berhala-berhala baru yang anda sembah. Sebab anda lebih mengutamakannya dari pada yang lain. Pesan saya bagi anda yang punya teman dalam kategori kecanduan gadget, tempeleng saja kalau dia sudah menunduk saat sedang bersama dengan anda. Sebab dia sudah melantunkan zikir dengan mengusap-ngusak gadgetnya sebagai ganti alat hitung yang bernama “tasbih”.