Showing posts with label kontemplasi. Show all posts
Showing posts with label kontemplasi. Show all posts

Monday, January 27, 2020

Model Perubahan Garis Pantai

Dalam era komputasi digital yang berkembang pada saat ini, pemanfaatan metoda pemodelan numerik arus laut akan membantu upaya pemetaan potensi energi arus laut. Metoda pemodelan merupakan solusi matematik-numerik terhadap fenomena fisika di laut yang diterapkan ke dalam perangkat lunak model. Perangkat lunak tersebut kemudian digunakan untuk mensimulasikan fenomena pergerakan arus laut dengan bantuan perangkat komputer. Hasil simulasi ini sebenarnya merupakan informasi kuantitatif secara spasial dan temporal, namun dapat dibuat visualisasi grafis agar lebih komunikatif. Hasil analisis dengan pemodelan ini akan dibandingkan atau bahkan diasimilasikan dengan kombinasi data pengukuran sehingga diperoleh informasi yang lebih akurat.
NEMOS (Nearshore Evolution MOdeling System) merupakan seperangkat program/software yang digunakan sebagai suatu sistem untuk mensimulasikan perubahan pantai dalam jangka panjang sebagai reaksi terhadap kondisi gelombang, struktur pantai, kegiatan teknik dipantai. Program ini dibangun didukung oleh program lainnya untuk dapat mensimulasikan pekerjaan tersebut diantaranya GENESIS ( model untuk menghitung perubahan garis pantai terutama yang disebabkan oleh gerakan gelombang dan dapat diterapkan pada berbagai kondisi, lokasi dan kombinasi groin, jetti, Breakwater terpisah, dinding pantai dan juga pengerukan pantai ), RCPWAVE (model 2D gelombang tetap, model finite difference untuk mensimulasikan penyebaran gelombang sepanjang kondisi batimetri sembarangan diluar area gelombang/surfzone) dan STWAVE ( menggunakan 2-D finite diffrence menggambarkan bentuk sederhana persamaan keseimbangan spektrum untuk mensimulasikan daerah pantai dengan waktu tak terbatas penyebaran spektrum energi gelombang). NEMOS sendiri merupakan bagian dari beberapa program analisis pantai yang disebut dengan CEDAS 2.01(Coastal Engineering Design & Analysis System). Program ini merupakan produk dari perusahaan VeriTech (Hanson, 1991).
Perubahan garis pantai dilokasi studi dapat diperkirakan dengan melakukan simulasi numerik menggunakan model yang dikenal dengan one line model. Paket program yang tepat ialah GENESIS (GENEralized Model for SImulating Shoreline Change). GENESIS adalah perangkat lunak yang dikembangkan untuk memodelkan perubahan garis pantai dan transpor sedimen sejajar garis pantai yang disebabkan oleh mekanisme gelombang pecah.

Ilustrasi Gelombang Pecah
Ilustrasi transpor sedimen sejajar pantai

GENESIS merupakan bagian dari sebuah system pemodelan terstruktur SMS (Shoreline Modelling System) yang dikembangkan oleh Mark B. Gravens, Nicholas C. Kraus dari CERC (Coastal Engineering Reserch Center), dan Hans Hanson dari University of Lund, Sweden. (Gravens et al., 1991, hal1)

Kemampuan dan Keterbatasan Program Genesis
Beberapa kemampuan dari GENESIS adalah :
1. Dirancang untuk menggambarkan kecenderungan perubahan jangka panjang dari bentuk garis pantai;
2. Dapat dikombinasikan dengan bangunan-bangunan pelindung pantai seperti : groin, jetty, breakwater, timbunan pantai dan seawall;
3. Dapat dikombinasikan dengan struktur-struktur campuran seperti:  bentuk-T, bentuk-Y, dan spur groin;
4. Groin dan jetty dapat melewatkan dan mentransmisi pasir disekitarnya;
5. Difraksi terjadi pada pemecah gelombang terpisah, jetty dan groin;
6. Mencakup kawasan yang cukup luas;
7. Transpor sedimen terjadi akibat kemiringan sudut datang gelombang;
8. Tinggi, perioda, dan arah gelombnag laut dalam dapat berubah-ubah.
9. Pada breakwater terjadi transmisi geombang

Sementara itu keterbatasan dari Program GENESIS ialah :
a) Tidak terjadi pantulan (refleksi gelombang pada struktur);
b) Tidak dikembangkan untuk pembentukan tombolo (garis pantai tidak dapat menyentuh breakwater);
c) Perlu sedikit pembatasan pada penempatan bentuk dan orientasi struktur;
d) Tidak disiapkan untuk perubahan elevasi pasang surut;
e) Ketidakakuratan hasil simulasi untuk daerah yang dekat dengan batas boundary sebelah kiri (grid 1) dan sebelah kanan (grid N+1);
f) Banyak asumsi dan penyederhanan perhitungan yang terdapat pada teori pemodelan perubahan garis pantai.

Adapun asumsi dasar pada one line model yaitu :
1. Transport sedimen terjadi di surf zone
2. Terdapat batasan tempat berlangsungnya tranposr sedimen
3. Longshore transport terjadi akibat aksi gelombnag pecah
4. Bentuk profil pantai adalah konstan
5. Detail struktur terinci di seputar pantai dapat diabaikan
6. Evolusi garis pantai menggunakan kecendrungan jangka panjang

Monday, June 12, 2017

Al-Maidah 51 dan Kepemimpinan Islam

Trending topic yang cukup hangat dibahas dari tahun 2016 sampai hari adalah tentang Qs. Al-Maidah 51 yang sempat disentil oleh Ahok (basuki tjahya Purnama) ketika memberikan sambutan di Kepulauan Seribu dengan bumbu "dibohongi pakai Al-Maidah", "dibodohi" membuat masakan tersebut selalu hangat untuk disantap sampai hari ini. Sidang berjilid-jilid dan Aksi yang mengikutinya adalah santapan setiap selasa waktu digelarnya sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok, Gubernur DKI Jakarta. Kasus ini membuat umat islam di Indonesia yang selama ini kurang peduli dengan pemilihan pemimpin menjadi semakin tertarik mengkaji masalah kepemimpinan, tentang non muslim yang menjadi pemimpin dan hukum orang yang mendukung, memilih pemimpin non muslim. 

Logika-logika sesat pikir dimunculkan agar masyarakat bawah kacau dalam berfikir tentang pemimpin yang dipilihnya. "Lebih baik pemimpin kafir tapi nggak korupsi, dari pada pemimpin muslim tapi korupsi". "Pemimpin kafir yang adil lebih baik dari pada muslim tapi Dzhalim". Penggiringan logika cacat pikir ini ternyata didasari hanya segelintir fakta, klaim sepihak dan sudut pandang kepemimpinan dalam islam yang tidak tepat. 

Sebelum kasus ini mencuat dipublik, ada seorang ustadz yang mengisi kajian islam di salah satu stasiun televisi swasta nasional, dengan gaya ceramah "jamaah..oh jamaah", melontarkan implemantasi logika sesat cacat pikir tentang pemelihan pemimpin dalam islam yang dalam ini Al-Maidah (Larangan memilih pemimpin non-muslim) dengan membuat pengandaian seperti ini
"Tidak usah berbicara agama, sebab kepemimpinan itu tidak bicara masalah agama. Memangnya kau tidak mau naik pesawat kalau pilotnya beragama lain? Masa kau mau tanya sama pramugari, pilotnya siapa atau agamanya apa? Tidak usah seperti itu,” 
“Ada yang tujuannya black campaign. Kampanye hitam, terselubung, menjelek-jelekkan orang, buat sensasi, buat kerusuhan, buat jelek-jelekkan nama orang. Jangan coba-coba seperti itu,.
Meskipun akhirnya meminta maaf dan mengakui kesalahannya dalam memberikan ceramah, sedikit memberikan gambaran bahwa konsep kepemimpinan dalam islam tidak dipahami dengan baik.

Imam Al-mawardi dalam al-Ahkam al-Sulthaniyah menyinggung mengenai hukum dan tujuan menegakkan kepemimpinan. beliau mengatakan bahwa menegakkan kepemimpinan dalam pandangan Islam adalah sebuah keharusan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa keberadaan pemimpin (imamah) sangat penting, artinya, antara lain karena imamah mempunyai dua tujuan: pertama: Likhilafati an-Nubuwwah fi-Harosati ad-Din, yakni sebagai pengganti misi kenabian untuk menjaga agama. Dan kedua: Wa sissati ad-Dunnya, untuk memimpin atau mengatur urusan dunia. Dengan kata lain bahwa tujuan suatu kepemimpinan adalah untuk menciptakan rasa aman, keadilan, kemaslahatan, menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, mengayomi rakyat, mengatur dan menyelesaikan problem-problem yang dihadapi masyarakat. 

Penjelasan di atas memperlihatkan bahwa persoalan memilih pemimpin itu merupakan salah satu persoalan yang dipandang sangat penting dalam pandangan Islam. Karena memilih pemimpin itu tidak  hanya mencakup dimensi duniawi, lebih dari itu juga memiliki dimensi akidah (ukhrowi). Sehingga dalam pemilihan kepemimpinan islam juga mengatur dengan sangat bernas dalam Al-Quran dan Hadits.

Berikut  ini    ayat- ayat  al-Quran  yang  menunjukkan  dengan  jelas  larangan  memilih pemimpin non Muslim bagi wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman yang artinya:
Pertama;
لاَّ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُوْنِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّهِ فِي شَيْءٍ إِلاَّ أَن تَتَّقُواْ مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللّهِ الْمَصِيرُ
“Janganlah  orang-orang  mukmin  mengambil  orang-orang  kafir  menjadi  WALI (waly) pemimpin, teman setia, pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah kamu kembali.” (QS:  Ali Imron [3]: 28)
Kedua;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُواْ لِلّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَاناً مُّبِيناً
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah kami ingin mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (QS:  An Nisa’ [4]: 144)
Ketiga;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الَّذِينَ اتَّخَذُواْ دِينَكُمْ هُزُواً وَلَعِباً مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
“Hai   orang-orang  yang  beriman,  janganlah  kamu  mengambil  orang-orang  yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik) sebagai WALI (pemimpinmu).  Dan  bertakwalah kepada Allah  jika  kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (QS:  Al-Ma’aidah [5]: 57)
Keempat;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ آبَاءكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاء إَنِ اسْتَحَبُّواْ الْكُفْرَ عَلَى الإِيمَانِ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara- saudaramu   menjadi   WALI   (pemimpin/pelindung)   jika   mereka   lebih   mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka WALI, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS: At-Taubah [9]: 23)
Lima;
لَا تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءهُمْ أَوْ أَبْنَاءهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُوْلَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- nya. dan dimasukan-nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-nya. mereka itulah golongan allah. ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” (QS:  Al Mujaadalah [58] : 22)
Enam;
بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَاباً أَلِيماً
الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ العِزَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً
“Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (pemimpin/teman penolong) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (QS: An-Nisa’ [4]: 138-139)
Melihat ayat di atas, kemudian polarisasi masyarakat bawah dalam menanggapi tafsir tersebut kemudian ada yang tetap membolehkan, ada yang kemudian dengan tegas menolak tanpa kompromi. Kata "awliya" menjadi perdebatan karena penafsiran awliya adalah teman setia, dan penafsiran satunya adalah pemimpin. Kalau teman setia saja tidak boleh, apalagi pemimpin?. Perdebatan panjang ini kemudian belum berakhir namun para ulama yang menjadi saksi ahli telah bersepakat akan makna awliya adalah pemimpin termasuk dalam konteks pemilihan pemimpin kota (Gubernur, Walikota, Bupati bahkan Presiden)
Sedangkan mereka yang tetep kekeuh terhadap kebolehan memilih pemimpin non-muslim dalam PILKADA menyandarkan pada tafsir konteks bukan pada tafsir teks. Tafsir konteks merak gunakan dengan dalih sudah tidak relevannya Al-Maidah 51 dengan kondisi kekinian. Kita sedang memilih pemimpin pemerintahan BUKAN pemimpin agama. Sedangkan para pengusung pemikiran tafsir seperti ini tidaklah banyak, bukan jumhur ulama dan bahkan mereka yang hanya asal nyablak dengan tanpa dasar agama.

Kedua pemikiran tafsir di atas tidak akan pernah bertemu dalam satu titik kesepakatan, karena keduanya saling menegasikan sehingga perdebatan keduanya tidak akan pernah selesai. dan Pada saat inilah, Umat perlu menyandarkan dirinya kepada Ulama pewaris nabi. Ulama terpercaya yang memang ahli dalam bidang keilmuannya dan dengan ilmunya memiliki otoritas untuk memberikan penjelasan kepada umat yang berada dalam persimpangan seperti kondisi di atas.

Ibaratnya seperti ini, Setiap ilmu pengetahuan pasti memiliki pemikir yang punya otoritas dalam memberikan penjelasan terhadap bidang keilmuannya. Kalau bicara masalah ilmu pengetahuan Pesawat Terbang, Prof. Ir Habibie adalah rujukan yang terpercaya dari pada Prof. Yusril Ihza Mahendra. Apakah Prof. Yusril Ihza Mahendera orang bodoh? BUKAN, karena beliau bukan ahli dibidang pesawat terbang.  Dan begitu jugalah ilmu tafsir yang ada di pundak para ulama'.

Maka, SIAPAKAH YANG AKAN KAU IKUTI????

Sunday, January 10, 2016

[DEKLARASI MENYIKAPI KHILAFIYAH]

DEKLARASI MENYIKAPI KHILAFIYAH
Oleh: Ahmad Mudzoffar Jufri

Alhamdulillah, wash-shalatu was-salamu ’ala Sayyidina Rasulillah, wa ’ala alihi, wa shahbihi, wa man waalaah, wa laa haula wa laa quwwata illa billah. Amma ba’du:
Dengan ini kami menyerukan dan mengajak seluruh kaum muslimin dimanapun berada, wabilkhusus para ulama, kyai, ustadz dan tokoh, untuk bersepakat dalam menyikapi fenomena perbedaan pendapat dan madzhab diantara para imam dan ulama Ahlussunnah Waljamaah, dalam masalah-masalah khilafiyah ijtihadiyah, dengan butir-butir penyikapan dan kesepakatan sebagai berikut:
Pertama, kita semua sepakat menerima, mengakui dan mentolerir adanya perbedaan pendapat para imam dan ulama itu, sebagai hal yang normal dan wajar, karena ia merupakan buah alami dan konsekuensi logis dari ijtihad mereka. Serta sepakat menyikapi seluruh madzhab ulama Ahlussaunnah Waljamaah sebagai pilihan-pilihan yang secara umum ditolerir bagi siapapun untuk mengambil, menganut dan mengikuti madzhab manapun diantaranya.
Kedua, kita sepakat untuk selalu berusaha melakukan pemilihan diantara pendapat-pendapat dan madzhab-madzhab yang mu’tabar (diakui) itu secara bertanggung jawab, sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing. Dimana bagi ulama mujtahid, andai ada, pilihan harus dilakukan berdasarkan hasil ijtihad pribadinya sendiri. Sedangkan bagi kalangan penuntut ilmu syar’i, yang telah mampu memahami dalil dan mendalami istidlal para ulama, pilihan didapat melalui jalan ber-ittiba’, yakni dengan mengikuti madzhab imam mujtahid disertai pemahaman akan dalilnya, dan atau dengan melakukan pengkajian serta perbandingan untuk menentukan pendapat yang rajih (kuat) menurutnya. Adapun bagi kaum muslimin kebanyakan yang awam sama sekali, maka batas kemampuan mereka hanyalah ber-taqlid, yakni mengikuti ulama rujukan terpercaya yang diakui kapasitas dan kredibilitasnya, meskipun tanpa harus tahu dalilnya dan paham istidlal-nya. Yang penting dalam ber-taqlid ini, minimal ada dua syarat utamanya, yaitu: bahwa ulama yang ditaqlidi dan diikuti adalah ulama yang terbukti mumpuni dan tepat, serta bahwa taqlid dilakukan secara tulus dan ikhlas, yakni tidak dalam rangka memperturutkan hawa nafsu, misalnya dengan sekedar tatabbu’ur-rukhash (nyari-nyari yang serba ringan dan nyaman saja).
Ketiga, kita sepakat melihat dan menyikapi pendapat atau madzhab yang akhirnya dipilih dan diikuti oleh masing-masing diantara kita, sesuai cara dan pola yang telah disebutkan diatas, sebagai sebuah pilihan opsional dan bukan sebagai sebuah keyakinan mutlak dan pasti! Oleh karenanya, kita sepakat untuk tidak menunjukkan sikap mutlak-mutlakan terhadap pendapat yang kita pilih, begitu pula terhadap pendapat serta madzhab yang lain. Juga tidak menyikapi masalah khilafiyah ijtihadiyah ini dengan pola pendekatan haq-batil, atau sunnah-bid’ah, atau lurus-sesat, atau wala’ (cinta) dan bara’ (benci)! Namun selalu mengedepankan dan menonjolkan sikap toleransi sesuai tuntutan kebutuhan dan kemaslahatan, di bawah naungan prinsip ukhuwah islamiyah, dan berlandaskan semangat persatuan dan penyatuan ummat.
Keempat, kita semua sepakat untuk tetap dan senantiasa mengutamakan, mengedepankan dan memprioritaskan masalah-masalah ushul (prinsip) yang telah disepakati atas masalah-masalah furu’ (non prinsip) yang diperselisihkan. Atau dengan kata lain, kita wajib selalu mengutamakan dan mendahulukan masalah-masalah ijma’ atas masalah-masalah khilafiyah. Sehingga jangan sampai perhatian dan kesibukan kita yang besar terhadap masalah-masalah khilafiyah, mengalahkan dan mengorbankan perhatian serta kesibukan kita terhadap masalah-masalah pokok yang disepakati.
Kelima, kita sepakat bahwa, untuk praktik pribadi, dan dalam masalah-masalah khilafiyah yang bersifat personal individual, masing-masing kita berhak mengikuti dan memgamalkan pendapat atau madzhab yang rajih (kuat) menurut pilihannya. Meskipun sangat afdhal pula jika ia memilih sikap yang lebih berhati-hati (ihtiyath) dalam rangka menghindari ikhtilaf (perbedaan pendapat), sesuai dengan kaidah ”al-khuruj minal khilaf mustahabb” (keluar dan lepas dari wilayah khilafiyah adalah sangat dianjurkan). Sementara itu terhadap orang lain dan atau dalam hal-hal khilafiyah yang terkait dengan kemaslahatan bersama, kita semua sepakat untuk mengambil sikap melonggarkan dan bertoleransi (tausi’ah & tasamuh). Atau dengan kata lain, jika kaidah dan sikap dasar dalam masalah-masalah khilafiyah yang bersifat personal individual, adalah melaksanakan yang rajih menurut pilihan kita masing-masing. Maka kaidah dan sikap dasar dalam masalah-masalah khilafiyah yang bersifat kebersamaan, kejamaahan, kemasyarakatan, dan keummatan, adalah dengan mengedepankan sikap toleransi dan bahkan kompromi. Termasuk sampai pada tingkat kesiapan untuk mengikuti dan melaksanakan pendapat atau madzhab lain yang menurut kita marjuh (lemah) sekalipun, jika memang ada kemaslahatan tertentu untuk itu.
Keenam, kita semua sepakat untuk menjadikan masalah-masalah ushul (prinsip) yang disepakati, yakni masalah-masalah ijma’ – dan bukan masalah-masalah furu’ ijtihadiyah khilafiyah – sebagai standar komitmen dan ukuran keistiqamahan seorang muslim. Jadi tidak dibenarkan misalnya kita menilai seseorang itu istiqamah atau tidak dan komit atau tidak, berdasarkan standar masalah-masalah khilafiyah. Sehingga misalnya akan dinilai istiqamah dan komit jika ia mengikuti madzhab atau pendapat tertentu, sementara akan dinilai tidak istiqamah dan tidak komit jika menganut madzhab atau pendapat yang lain. Namun yang benar adalah bahwa, siapapun yang menjalankan ajaran Islam sesuai standar batasan prinsip-prinsip yang disepakati, maka ia adalah orang Islam yang istiqamah dan komit, apapun madzhab atau pendapat di antara madzhab-madzhab atau pendapat-pendapat ulama mu’tabar, yang diikuti dan dianutnya.
Ketujuh, kita harus sepakat untuk senantiasa menjaga agar ikhtilaf (perbedaan) diantara kita dalam masalah-masalah furu’ ijtihadiyah, tetap berada di wilayah wacana pemikiran dan wawasan keilmuan serta pemahaman saja, dan tidak masuk atau berpindah ke wilayah hati. Agar perbedaan kita itu tetap sebagai perbedaan keragaman (ikhtilafut-tanawwu’) yang ditolerir bahkan indah, dan tidak berubah menjadi perselisihan perpecahan (ikhtilafut-tafarruq) yang tercela, dan yang akan merusak ukhuwah serta melemahkan sikap saling tsiqoh (percaya) di antara sesama kaum mukminin.
Kedelapan, kita semua sepakat untuk menyikapi orang lain, kelompok lain atau penganut nadzhab lain, dalam konteks khilafiyah dimaksud, sesuai dan berdasarkan kaidah penyikapan berikut ini: Perlakukan dan sikapilah orang lain, kelompok lain dan penganut madzhab lain sebagaimana engkau, kelompok dan madzhabmu ingin diperlakukan dan disikapi! Serta janganlah memperlakukan dan menyikapi orang lain, kelompok lain dan pengikut madzhab lain dengan perlakuan dan penyikapan yang tidak engkau inginkan dan tidak engkau sukai untuk dirimu, kelompokmu atau madzhabmu! Dan ini tidak lain adalah salah satu bentuk penerapan terhadap makna dan kandungan hadits terkenal (yang artinya): "Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kamu sampai ia menyukai untuk saudaranya apa-apa yang ia sukai untuk dirinya sendiri" (HR. Muttafaq 'alaih dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu).
Kesembilan, kita semua harus sepakat untuk menilai, menyikapi dan memperlakukan praktik penganut, pengikut atau pemilih madzhab lain, berdasarkan sudut pandang madzhab yang bersangkutan, dan bukan berdasarkan sudut pandang madzhab kita, yang tentu saja berbeda dan bahkan bertentangan dengannya. Karena hanya dengan prinsip dan cara pandang seperti inilah, kita bisa memiliki sikap toleransi dan bahkan kompromi dalam masalah-masalah khilafiyah ijtihadiyah, seperti yang telah disebutkan diatas. Dan sekaligus hanya prinsip dan cara pandang ini pulalah yang bisa menjelaskan dan menafsirkan sikap toleransi dan kompromi para ulama salaf dalam hal-hal khilafiyah ijtihadiyah, yang bahkan sampai pada tingkat kesiapan mereka – dalam kondisi-kondisi tertentu – untuk "mengalah" dan mengikuti pendapat atau madzhab imam mujtahid lain, seperti dalam banyak contoh dan teladan dari sirah mereka.
Akhirnya, marilah kita semua berdoa dengan tulus, ikhlas, khusyu', tawadhu' dan sungguh-sungguh :
Allaahumma Rabba Jibraa-iil wa Miikaa-iil wa Israafiil, Faathiras-samaawaati wal-ardh, 'Aalimal ghaibi wasy-syahaadah, Anta tahkumu baina 'ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun. Ihdinaa lima-khtulifa fiihi minal-haqqi bi-idznik, innaka tahdii man tasyaa-u ilaa shiraathim-mustaqiim!
(Ya Allah, Rabb Jibrail, Mikail dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui alam ghaib dan alam nyata, Engkau-lah Yang memutuskan diantara hamba-hamba-Mu, dalam (hal-hal) yang mereka perselisihkan. Tunjukilah kami pada kebenaran dalam (hal-hal) yang diperselisihkan itu, dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau-lah Yang memberi petunjuk bagi orang yang Engkau kehendaki, kepada jalan yang lurus!)
Subhaanakal-Laahumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik!
Wallahul Muwaffiq ilaa aqwamith-thariiq, wa Huwal Haadii ilaa sawaa-issabiil.
Wa aakhiru da’waanaa anil-hamdu lillahi Rabbil-’aalamiin. Wa shallallahu wa sallama ’alaa sayyidina Muhammad wa ’alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin.

Surabaya, 28 Syawwal 1431 / 7 Oktober 2010.

Sunday, December 27, 2015

Berfikir Sejenak


Berpikir sejenak lebih baik daripada ibadah setahun.” (HR Al-Qurthubi).

Dalam salah satu bait syair yang digubah oleh Sunan Kalijogo, salah satu obat hati adalah moco qur'an angen - angen sak maknane (baca alqur'an dan memikirkan maknanya). Oleh sebab itu, marilah kita luangkan sejenak untuk memahami meskipun satu ayat, seperti hadits di atas Berpikir sejenak lebih baik daripada ibadah setahun.” (HR Al-Qurthubi).
Coba kita renungkan ayat dibawah ini;


إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍۢ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ ﴿ە۱۹﴾ ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًۭا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ﴿۱۹۱

 “Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali-‘Imran: 190-191)

coba kita renungkan kata-kata di atas "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia". Mengapa diksi kata yang dipilih oleh Allah tidak, Tidaklah aku ciptakan semua ini dengan sia - sia?   Bukankah kata - kata “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” merupakan kata - kata yang muncul setelah proses berfikir dan meneliti ?

Saturday, December 26, 2015

Tikaman sang khotib

Jamaah yang dimuliakan Oleh ALLAH SWT
Mengapa masih ada Jamaah yang datang untuk Sholat Jum'at di akhir- akhir waktu khutbah?
Sebab Bagi mereka sholat jum'at hanyalah sebagai pemenuhan kewajiban, penggugur kewajiban. pokoknya sholat jum'at. Mereka tidak merasa sholat jum'at sebagai kebutuhan sehingga harus menata waktu datang paling awal, di shaf paling depan.
 
 

Thursday, December 24, 2015

O














Pandai menutupi sesuatu adalah keahlian orang yang memiliki Darah O, mereka selalu kelihatan happy, damai & seperti tidak punya masalah sama sekali.

2.      Punya 1000 alasan untuk 1000 keadaan. Itu keahlian orang yang berTipe Darah O. Mereka pandai menutupi situasi di dalam diri mereka yang sesungguhnya

3.      orang yang berTipe Darah O sangat berhati-hati pada orang yang bukan temannya, dan mereka punya rahasia pribadi yang harus dijaga

4.       Orang yang memiliki Darah O itu terkenal dengan baik hati & kedermawanannya, ia senang menerima hal baru.

5.       Orang yang bergolongan darah O : (+) ekspresinya kuat. (-) terlalu memikirkan apa kata orang.

6.       Orang yang bergolongan darah O cenderung Penasaran, maunya menang, hobi ngeluh Terhadap perkataan orang lain,  dan selalu ingin dipuji.

7.      orang yang bergolongan darah O Mudah beradaptasi dengan berbagai makanan pada lingkungan yang ditempatinya.

8.       Yang bisa bikin Orang yang bergolongan darah O SEMANGAT yaitu  habis mandi dan makan

9.       Orang yang bergolongan darah O selain Nafsu makannya besar, cara makannyapun cepet, sehingga kalo lagi makan bareng pasti dia kayak orang kelaparan

10.   jika anda berpasangan dengan Orang yang bergolongan darah O ia akan cenderung posesif. hal ini dikarenakan tipe darah O adalah makhluk pecinta,  mereka akan memberikan sedikit ruang untuk mencemburuimu sebagai tanda rasa sayangnya

11.  orang yang berTipe Darah O akan menggunakan bahasa yang singkat, padat nan jelas - pas lagi ngegosipin orang lain

12.  Jika kamu sedang bersama orang  yang bergolongan Darah O, mereka bisa membantumu menyelesaikan masalah, mereka termasuk pribadi yang terbuka terutama dengan teman. tapi untuk masalah pribadi mereka terkadang sulit untuk menyelesaikannya

13.  Untuk Urusan waktu, Tipe Darah O paling ngga bisa yang namanya menunggu. Seharusnya sambil menunggu bisa ngerjain yang lain, pikir mereka

14.  Karena kemampuan berpikirnya, orang yang memiliki Tipe Darah O sering dianggap bijak oleh teman-temannya. Meski begitu, mereka selalu ingin terlihat rendah hati.

15.  Ucapanmu kepada orang yang bergolongan Darah O mungkin bisa mempengaruhi pikirannya, asal jelas, logis dan tidak berbelit-belit

16.   Hobi Tipe Darah O sebelum belajar adalah liat-liat jam dulu. "Ooh, masih jam segini… nanti ajalah..."

17.   Ketika orang yang memiliki Tipe Darah O bangun tidur, ia akan berusaha mengingat-ingat harus ngapain.

18.  Tipe Darah O paling semangat pas punya barang baru. Tapi lama-kelamaan suka lupa sendiri merawatnya.

19.    Pasangan dengan Tipe Darah O dikenal ambisius. Cemburu adalah salah satu ungkapan rasa sayangnya padamu. jadi jangan terlalu menilai dia posesif, karena itu cara dia menunjukan rasanya padamu.

20.  Salah satu kekurangan Tipe Darah O itu ngga-enakan. tidak Berani say NO untuk hal yang memang tidak ia sanggupi.

21.  Bergaul dengan orang yang memiliki Darah O patut disyukuri, mereka sering memberikan inspirasi buat yang lain

22.  Walau sebenarnya keras kepala, tapi orang yang memiliki darah O disukai banyak orang

23.   orang yang berTipe Darah O, dia bisa curhat ke orang yang dia bisa percaya ketika sedang marah atau galau. atleast mengekspresikan isi hati.

24.  Beruntunglah kamu yang berteman dengan orang yang berTipe Darah O. Mereka bisa jadi mediator, penengah yang baik

25.  orang yang berTipe Darah O sosok seorang humoris, ini salah satu sifat yang disuka oleh pasangannya. Tapi jangan coba-coba bercanda saat ia sedang serius

26.  Tipe Darah O sebetulnya pemaaf, tapi ngga mudah buat mereka untuk mengekspresikannya. gengsinya tinggi. namun walaupun mudah memaafkan dia sangat sulit untuk melupakannya

27.   Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai

28.  Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang walaupun kenyataannya sebaliknya

29.   Mereka selalu mengatakan apa yang ada di pikiran mereka secara langsung. Mereka selalu jujur. Mereka menghargai pendapat orang lain dan suka menjadi pusat perhatian

30.  Orang yang bergolongan darah O jika ada tugas bukan langsung dikerjakan kadang malah mengerjakan yang lain dulu.

31.   Orang yang bergolongan darah O mempunyai Sistem kekebalan tubuh sangat kuat dan kalo Stres dapat direspon dengan aktivitas fisik

32.  Di tengah kerumunan atau di tempat kerja, orang yang bertipe darah O akan bersikap biasa saja. Tapi tidak lama kemudian kamu akan dapat melihatnya menonjol di tengah kelompok dan menjadi pusat perhatian karena kepandaiannya berbicara, atau menarik perhatian.

33.  Orang yang bergolongan darah O memiliki kemampuan persuasif yang kuat. Mereka cenderung cepat dalam memutuskan suatu pilihan. namun terkadang ragu jika mendengar saran dari orang lain


34.  Orang yang bergolongan darah O adalah sosok seorang yang pemaaf dan penyabar, jadi beruntung jika kalian memiliki teman dengan tipe darah seperti ini.

35.Jangan ragu atas keputusan dari orang yang bergolongan Darah O, mereka memutuskan sesuatu menggunakan banyak pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan


Percaya? hmm

Friday, August 28, 2015

SADUMUK BATHUK DAN SANYARI BUMI

walau hanya se luas ujung jari, bumi/tanah milik (negeri)kita,
kira - kira itulah arti judul di atas, saya baru mendapat kata - kata itu dari acara pencerahan Bang-Bang Wetan (BBW) sekitar ramadhan lalu, meskipun saya tidak datang, paling tidak masih bisa mengikuti lewat Youtube yang kawan-kawan Maiyah upload. Ungkapan lama yang sudah jarang sekali di dengar, padahal artinya sungguh luar biasa dan mungkin tepat untuk dibahas lagi saat ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 60 kemarin.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebernarnya kalau kita preteli  kata per kata ungkapan di atas, maka akan kita temuakan sebuah filosofi sarat makna dari mbah - mbah kita dahulu. Kata “dumuk” dalam bahasa indonesia berarti menyentuh dengan jari, biasanya jari telunjuk dan sangat kecil bagiannya (mungkin hanya menempel). Adapun “bathuk” dalam terjemah bahasa Indonesia adalah jidat. Bagi adab orang-orang Jawa, kepala adalah bagian yang paling terhormat dari bagian tubuh manusia dan juga merupakan lambang kehormatan. Sehingga bagi orang - orang Jawa, tidak sebarang orang bisa menyentuh kepala orang lain (tentu saja kecuali “tukang potong rambut”, itupun mereka biasanya pakai izin “nuwun sewu" dulu). Bahkan duduk di atas bantal yang tempat kepala itu dikatakan “ora ilok”. Sebab lumrahnya Bantal adalah alas kepala. Menduduki bantal sama dianggap sama dengan menduduki kepala.
Jadi silahkan bayangkan saja kalau “bathuk” kita ditonjok pakai “ujung jari telunjuk”, padahal itu adalah kehormatan bagi kita, mungkin rasa marah dan sakit sakit. Di belahan dunia yang lain mungkin memegang kepala teman adalah hal biasa. Jadi pada intinya adalah “sadumuk bathuk” berarti lambang kehormatan yang kalau diinjak-injak atau dilanggar oleh orang, kita berhak dan pantas ngamuk dan marah.
“Sak nyari” berarti sejengkal. “Bumi” sudah jelas, artinya tanah. Jadi “sanyari bumi” maksudnya sejengkal tanah. Biarpun hanya sejengkal, kalau itu milik kita dan mau direbut orang lain, ya harus dibela mati-matian. Banyak contoh pertikaian hidup dan mati dalam hal “sanyari bumi” ini.
Kalau kita perhatikan, dua ungkapan di atas, maka kita bisa tafsirkan dengan beribu tafsir. Namun pada intinya adalah tentang Jati diri kehormatan kita yang wajib kita jaga marwah-nya ketika hal itu ditabrak orang, sehingga Kita bangga dengan Identitas Diri kita sebab Harga diri Jelas

Dimana kau letak kan kehormatan mu?
Perenungan dari ungkapan Jawa kuno di atas adalah Dimana kita meletakkan harga diri kita ?. Sehingga jelas dimana marwah kita yang layak kita marah jika itu diinjak-injak oleh orang lain. Atau kita sudah lupa dimana meletakkan kehormatan itu, sehingga kita enjoy aja dengan semua perlakuan orang lain kepada kita. Atau paling fatal adalah kita belum mendefinisikan atau sadar akan marwah, harkat dan martabat kita sendiri. Sehingga kita tertawa aja dengan semua perlakuan orang meskipun sebenarnya sudah menginjak martabat kita. Namun karena kita tidak tau dimana kehormatan itu kita letakan sehingga kita tertawa dan dengan senang hati orang lain menginjak - injak itu, paling parah mempersilahkan orang untuk menabrak pagar marwah kita.
Orang yang menaruh kehormatannya pada harta, akan menganggap jika harta banyak ia akan dihormati dan kemiskinan adalah lubang kehinaan. Jika kedudukan atau pangkat adalah lambang kehormata, maka orang akan mati - matian mendapatkan kedudukan yang tinggi agar dihormati. Bagi wanita, kesucian adalah kehormatannya, dan begitulah seterusnya hingga orang itu akan mengejar apa yang menjadi persepsinya tentang kehormatan. Sehingga terserah dimana anda akan meletakkan harga diri itu sehingga anda akan menemukan kesejatian diri anda.
Maslow pernah mengeluarkan sebuah teori tentang kebutuhan dalam sebuah Teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Hierarki tersebut secara berturut-turut adalah  Fisiologis, Akan Rasa Aman,  Akan Rasa Memiliki Dan Kasih Sayang, Akan Penghargaan dan terakhir Akan Aktualisasi Diri. Menurut Maslow, kebutuhan akan penghormatan adalah peringkat keempat. Mungkin menurut maslow, orang yang baru bisa memenuhi kebutuhan fisiologi tidak butuh akan penghargaan. Sebab teori maslow adalah piramida yang bertingkat. Apakah menurut maslow orang miskin tidak mempunyai kehormatan sebab pemenuhan kebutuhan fisiologinya saja masih belum genap terpenuhi.
Pernah anda sedikit berfikir, dimana anda meletakkan kehormatan anda ?. Sebab jika anda belum menentukan dimana letak kehormatan itu sendiri, maka anda akan terombang - ambing menurut masyarakat pada umumnya. Bukankan Kehormataan itu adalah kesepakatan masyarakat umum?. Misal saja masalah kepada seperti ungkapan di atas, bukan kah ada kelompok masyarakat atau daerah di luar jawa yang menganggap urusan kepala biasa saja tidak seperti orang Jawa.
Oleh sebab itu, maka perlu bagi kita mendefinisikan Kehormataan dan itu menjadi sebuah prinsip yang kita pegang sekuat tenaga sepanjang umur kita. Sebab jika definisi kehormatan itu tidak kita letakkan sebagai prinsip, itu akan sangat mudah berubah, terombang-ambing zaman. Sehingga kita akan jelas dimana marah dan sedih karena marwah kita terinjak-injak. Dan sudah pasti marwah itu harus menjadi bagian dari Tujuan Hidup. Sehingga kita tidak akan melenceng ditengah perjalan sebab hal itu akan merusak kehormatan.
Terakhir, penting bagi kita mendefiniskan tentang kehormatan sebelum berkata perjuangan. Sehingga akan jelas apa yang kita perjuangkan.

waullahu 'alam

Wednesday, April 8, 2015

Pesan Penguat

Sekali lagi ku buka sutar - surat yang dikirim pak Yahoo dalam kotak pos beralamatkan baharudinfahmi@yahoo.co.id. sebuah pesan masuk terbungkus rapi, sepertinya spesial dikirim. Sebuah pesan penguat yang pernah diberikan oleh bang bay, begitu saya sering memanggilnya. Bayu Wijaya lengkap namanya, Mahasiswa Teknik Mesin ITS yang aktifdi FSLDK sebagai Ketua Komisi A. Pesan tertanggal 31 Juli 2012, Memasuki akhir semester 5 di Kampus ITS yang selalu penuh tugas. Tugas Rancang, Tugas Presentasi dan Tugas mengurus diri sendiri. Terimaksih Bang Bay :). semoga bisa bertemu kembali. 

 بسم الله الرحمن الرحيم

KITA HARUS BERUBAH
Oleh : Bulan Cahaya

Tidak sedikit orang dewasa yang hidup dalam masa lalu
Atau yang hidup dalam pengandaian masa depan.
Bahkan lebih banyak lagi yang tidak mengetahui
Bahwa dia seharusnya hidup sepenuhnya hari ini.

Jadikanlah diri anda orang yang mencontohkan kegembiraan
Jadikan diri anda orang yang memenangkan kehidupan
Memberi semangat bagi yang berputus asa
Menjadi penerang dalam kegelapan
Menjadi pemerhati dan penolong bagi penderitaan orang lain
Orang yang beruntung adalah orang yang memberi manfaat dalam kehidupan

Nyawamu adalah serpihan indah dari keberadaan Tuhan
Jiwamu adalah titisan dari Cinta Kasih dan Sayang Tuhan
Yang dia titipkan pada kemuliaan hatimu.
Dan akan kembali pada Allah saat pelayananmu selesai dalam kehidupan ini.

Bila kau mempunyai kekuatan
Mengapa tidak kau gunakan kekuatanmu
Untuk mengadakan perubahan-perubahan kecil
Yang mengantarkanmu pada keberhasilan pada hari kebebasan?

Bukan kurangnya pengetahuan yang menghalangi keberhasilan
Tetapi tidak cukupnya tindakan yang dilakukan

Bukan kurang cerdasnya pemikiran yang melambatkan perubahanmu
Tetapi kurangnya penggunaan dari pemikiran dan kecerdasan

Bukan banyaknya hambatan yang menghalangi keberhasilanmu
Tetapi banyaknya keraguan yang merasuk jiwamu ,
Yang kau biarkan tumbuh dan berkembang

Bukan karena kau lemah tidak mempunyai kekuatan yang menyebabkan kegagalanmu
Tetapi kelemahan jiwamu yang membayangkan kegagalan
Bahkan sebelum kau memulainya....

Bukan kemiskinan yang menghalangi kesuksesanmu
Tetapi pemikiran tentang dugaan-dugaan yang belum tentu kau temui
Lihatlah disekelilingmu, berapa banyak orang sukses berasal dari keluarga sederhana, papa, kurang mampu dan miskin, tetapi mereka tidak miskin jiwa dan mereka kaya hati...
Dan kau adalah salah satu dari mereka yang kaya jiwa dan kaya hati...

Kapan kau akan memulainya?
Ambil Tindakan...!
Berani mengambil tindakan akan membangun keberadaan dirimu
Menjadi kebanggaan turunanmu dan Allah pun bangga padamu
Bangunkan keberanianmu dalam mengambil tindakan
Untuk mengadakan perubahan
Hingga kau membangun kemuliaan dirimu

Hanya orang-orang yang menyadari dirinya berada dalam suatu perjalanan -
yang berkelanjutan yang akan membangun kualitas prima ,
Yang akan berada dalam puncak keberhasilan
Dunia adalah perjalanan yang harus diisi dengan segala kebaikan
Untuk mencapai puncak keberhasilan
Dan Puncak keberhasilan itu adalah kehidupan akhirmu kelak

Hiduplah dalam batasan hari ini
Hari yang setiap detiknya, setiap menitnya, setiap waktunya
Harus diinvestasikan untuk kebahagiaanmu kelak

Tidak usah hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang dapat melemahkan jiwamu,
Bila masa lalu itu penuh kesedihan.
Tidak ada yang bisa diambil dari masa lalu kecuali pelajaran dan penasehat
Agar langkah tidak kembali salah...

Jangan berangan-angan tentang masa depan
Karena masa depan belum tentu datang

Hiduplah dalam batasan hari ini, yang setiap detiknya diisi dengan segala kebaikan
Bila hari ini baik, maka hari esokpun akan lebih baik
Hari esokmu ditentukan bagaimana kamu di hari ini.
Sebab hari esok akan menjadi "hari ini" pada keesokan harinya.

Hidup adalah kesempatan dan tindakan
Hidup adalah mengkonversikan kesempatan menjadi kenyataan
Hidupmu adalah hari ini, hari yang engkau isi dengan segala kebaikan
Hidupmu adalah perubahan yang dinamis
Jadikan hari ini sebagai kesempatan
Untuk menjadi pribadi yang baik dan mulia disisi Tuhanmu...
InsyaAllah...

***
Jibril pernah berkata kepada Rasulullah SAW :
1. Wahai Muhammad, hiduplah engkau seberapapun lamanya , namun engkau pasti akan mati.
2. Cintailah siapa saja yang engkau sukai , namun engkau pasti akan berpisah dengannya
3. Beramallah semaumu, namun engkau pasti akan mendapat balasannya “
Setiap perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan ( berupa pahala disurga); begitu pula sebaliknya, setiap amal yang buruk pasti dibalas dengan keburukan ( dalam bentuk siksaan di neraka)

Wallahu a'lam bishowab

Wednesday, January 28, 2015

Hari Ini, Esok, dan Masa Lalu

manusia memang hidup dalam garis waktu yang tidak bisa ia lepas darinya. hingga Hasan Albannna mengungkapkaan waktu adalah kehidupan. Kehidupan manusia yang bergerak dalam garis waktu yang tidak mandheg itulah kemudian terjadi perubahan atau dalam rumusan fisika kita kenal delta t. Ketika manusia pada titik (0,0), artinya adalah sekarang, hari ini dan apa yang sedang terjadi pada waktu itu. Sehingga titik (1,0) adalah masa depan karena ia belum ada disana dan titik (-1,0) adalah masa lalu yang baru saja ia tinggalkan saat dia berpindah dalam delta t. Selalu seperti itu, berulang-ulang hingga manusia itu mati dan tidak mampu lagi berpindah. Hari ini, Esok dan Masa Lalu adalah tiga kondisi yang selalu mengikat manusia. Kehidupan yang dinamis terhadap waktu membuat seseorang yang sekarang berbeda dengan ia saat sedetik lalu, berbeda dengan sedetik yang akan datang meskipun dalam tempat yang sama. Hingga kalau hari ini orang-orang teriak #saveKPK dan menghujat kepolisian sangat tidak logis karena menganggap orang-orang di KPK tidak akan berubah dari mulai di sumpah sampai hari ini. Sebab meraka manusia bukan malaikat.
Sejenak kita lupakan igauan tentang KPK tadi, sebab memang tidak menarik membahasnya. Dalam kaitannya tiga dimensi waktu yang berbeda-beda tadi, kita akan bisa mengambil sebuah pelajar an berharga soal bagaimana kita harus memperlakukan hari ini, esok dan masa lalu. mbah-mbah biyen sudah pernah mengajarkan tentang bagaimana seharusnya kita melihat ketiga dimensi waktu tersebut. kalau kita masih ingat tentang nasihat mbak kita dulu pasti berbunyi seperti ini, misal kita wegah sekolah. "awakmu saiki gak gelem sekolah, sok-sok arep dadi opo!. Mbah mu biyen bla..bla..". kalau kita terjemahkan dalam Bahasa Indonesia kurang lebih seperti ini, "Kamu sekarang tidak mau sekolah, besok-besok mau jadi apa!. Mbak kamu ini dulu.. bla..". Kalau kita cermati susunan waktu dalam nasihat itu adalah Sekarang (tidak mau sekolah), Esok (Besok mau jadi apa), Masa Lalu (mbah mu dulu). Hari ini, Esok, Masa Lalu.
Masih ingat dengan kisah Nabi Khidir ?. Mungkin bisa dibaca lagi dalam Al-Qur'an surat Alkahfi. Beliau adalah yang oleh Allah SWT diberikan Ilmu laduni dan kemudian ditunjuk untuk menjadi mentor dari Nabi Musa. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa dalam proses mentoring itu ada 3 SKS yang harus diselesaikan oleh Nabi Musa yang oleh mentornya hanya boleh ikut mentoring syarat sabar. Singkat cerita, Nabi Musa akhirnya diterima menjadi mentee Nabi Khidir untuk menyelesaikan 3 SKS tersebut. Nabi Khidir mengajak Nabi Musa untuk menuju suatu tempat yang jauh sehingga harus menempuh perjalanan laut dan darat. Hingga akhirnya mereka berdua sampai pada suatu pelabuhan penyebrangan. Nabi Khidir yang terkenal karena kealimannya dipersilahkan oleh pemilik kapak terbaik disitu dan diikuti Nabi Musa untuk ikut penyebrangan. Ditengah perjalanan saat sedang asyik berkeliling kapal, Nabi Khidir tiba-tiba melubangi kapal tersebut dan kemudian menambalnya. Nabi Musa heran tanpa sadar langsung keluar pertanyaan dan serta merta Nabi Musa mendapat nilai E untuk SKS pertama. Setelah sampai tempat tujuan, kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan. Hingga sampai pada suatu perkampungan, yang saat itu sedang ada banyak anak kecil bermain dengan asyik, tiba-tiba Nabi Khidir mendatangi salah satu dari anak-anak itu dan langsung membunuhnya. Nabi Musa yang marah kemudian memprotes dan mengajukan pertanyaan, sehingga untuk SKS kedua ini, beliau mendapatkan nilai E lagi. Perjalanannya pun masih terus berlanjut, hingga kemudian masuk kampung yang orangnya terkenal pelit-pelit dan rakus harta, hingga pada akhirnya bertemu sebuah dinding rumah yang mau roboh tempat tinggal anak yatim. Tanpa ba-bi-bu, Nabi Khidir menegakkan tembok miring tersebut dan menjadikannya kokoh kembali. Nabi Musa yang keheranan secara tak sadar langsung bertanya dan langsung mendapat nilai E untuk SKS yang terakhir. Artinya Nabi Musa tidak lulus dalam mentoring ini.
Sebelum berpisah, Nabi Khidir kemudian memberikan penjelasan tentang apa yang dilakukan sepanjang perjalanan tadi. Pertama, Nabi Khidir melobangi kapal dan menambalnya sebab saat itu kapal tersebut adalah kapal terbaik dan jika dia berlayar saat itu pasti akan dirampok oleh bajak laut. sehingga beliau buat jelek agar bajak laut tidak tertarik. Kedua, Nabi Khidir membunuh anak kecil tersebut karena Esok anak itu akan menjadi sumber bencana. Ketiga, Tembok miring itu beliau tegakkan sebab di Masa Lalu harta kedua orang tua mereka berada dibawah tembok itu, sehingga ketika mereka dewasa nanti bisa digunakan.
Sejenak kita cermati semua rangkaian kejadian itu dalam dimensi waktunya. 3 SKS Nabi Khidir memberikan gambaran kepada kita tentang Hari ini, Esok dan Masa Lalu. Kejadian diatas kapal kita maknai sebagai kejadian hari ini, sebab pada waktu itu Nabi Khidir berada dalam kapal tersebut. Membunuh anak kecil kita maknai sebagai Masa Depan. Terakhir, Menegakkan tembok miring adalah simbol dari Masa lalu. Hari Ini, Esok dan Masa Lalu. Mungkin kita perlu sekali lagi untuk merenungi tentang 3 dimensi waktu tersebut. Menata kembali persepsi kita tentang Hari ini, Esok dan Masa lalu, sebab kita adalah leluhur masa depan. Orang tidak bisa membuang masa lalu, sebab ia adalah punggung kita. Orang tidak bisa meremehkan masa depan, sebab ia adalah mata yang melihat jalan. Hari ini adalah kita sekarang, bukan yang dulu dan bukan pula yang esok. Pesan Nabi SAW adalah "Jadilah engkau di dunia ini keakan-akan org asing atau pengembara." Ibnu Umar berkata: "Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, & jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah waktu sehatmu utk (persiapan saat) sakitmu &kehidupanmu untuk kematianmu." (HR. Al-Bukhari)
Pesan Rasulullah tentang hari ini adalah “Tanamlah bibit pohon yang ada di tangan mu sekarang juga, meski besok kiamat. Allah akan tetap memperhitungkan pahalanya.”

Tuesday, January 6, 2015

Corong (tak) Bernurani

Treeet...teetttt.....tettttt..... bunyi bersautan disertai ledakan kembang api silih berganti meramaikan malam. "Selamat tahun baru", kata banyak orang yang malam menunggu detik jam hingga berganti hari. Pesta meriah, hiburan serta kesenangan dunia di umbar untuk menyambut tahun baru masehi. semua bersorak suka cita, merasa semuanya akan berubah setelah tahun juga berubah. dentuman drum dan piranti musik semisal ditabuh menjelang beberapa detik pergantian tahun. Tak mau kalah, Televisi ramai-ramai menyiarakan pesta tahun baru mereka dan beberapa peristiwa detik-detik tahun baru di berbagai belahan dunia. Semua sama, corong terompet ditiup bersama-sama.

Corong (tak) bernurani

hingar bingar tahun baru, seperti biasa semua senang berharap semua masalahnya tahun ini akan selesai setelah bangun tidur. mereka mengucapkan do'a agar tahun depan lebih baik. hah.. memang, masalah mu tahun kemarin sudah selesai, karena sekarang sudah berganti tahun dan masalah mu sekarang ada ditahun 2015 bukan 2014 lagi. Do'a mu terkabul untuk yang ini. Untuk do'a yang tahun depan lebih baik, rasanya hanya akan menjadi do'a kalau kamu hanya tidur saja.
Rasanya orang-orang yang merayakan tahun baru kemarin sudah kehilangan nurani. Dibelahan lain, tetangga mereka masih berharap esok tahun baru masih bisa makan. atau orang-orang yang kemarin terkena musibah. bukankah harusnya masih ada nurani yang mereka berikan kepada yang membutuhkan ?. saat corong ditiup, saat itu pula ternyata ada rakyat miskin yang tidak bisa makan mati. Bukankah itu juga memberikan kehidupan pada pedagang terompet? memang begitu hukumnya. namun sayang kalau anda hanya membeli terompet saat tahun baru saat tetangga atau orang di sekitar anda merasa tidak bahagia. 

Ah, mungkin aku saja yang terlalu khawatir. mereka yang merayakan tahun baru dengan pesta pora ala binatang pasti sudah memastikan kalau orang-orang miskin di sekitarnya tidak lagi dalam kelaparan. apakah Corong bernurani hanyalah utopi? yang setiap tiupannya adalah kehidupan bagi rakyat miskin dan orang-orang dhuafa?


Monday, December 15, 2014

Agama ? Haruskah ?

Judul itu adalah tema diskusi dengan teman beberapa waktu lalu sebelum keberangkatan ke Amerika. obrolan khas orang warung yang memang berlangsung seperti biasanya kita ngobrol, karena memang tidak ada tema khusus. kata "diskusi" itu saya pilih agar terlihat bagus saja, padahal sebenarnya ya obrolan cangkruan mahasiswa kedai kopi. Tapi kali ini bukan kedai kopi tempat majelis ngobrol ngalor - ngidulnya, tapi dibawah perkasa tiang penyangga rumah Allah selepas sholat maghrib.
"Mengapa orang harus beragama ?"
"Apa jadinya jika orang tidak beragama?"
"Kalau beragama alasanannya sebagai jalan kebahagiaan, apa benar orang tidak bisa bahagia dengan tidak beragama?"
"Masihkan agama diperlukan ?"
"kenapa harus memilih satu agama?"
Dan masih banyak pertanyaan yang akan mengiringi satu pertanyaan ke pertanyaan lain. Kita bicara ini bukan dalam konteks mempertanyaan keberadaan dan kebenaran agama. atau membuat kita ragu akan agama dan memilih tidak beragama. kita membicarakan ini dalam konteks membicarakan fenomena yang terjadi dewasa ini. Orang beragama tapi seperti tidak beragama, orang beragama tapi sekuler.
Namun sayang, belum banyak jawaban yang dapat dieksplorasi karena keterbatasan refrensi dalam bidang filsafat. Mungkin inilah perlunya kita membudayaan membaca dan tulis agar kegiataan literasi tetap hidup dalam kehidupan kita. Hingga suara adzan menutup majelis hari itu, semuanya masih mengambang. Sebab jawaban yang ada hanyalah perkataan yang tidak berefrensi dan kata yang keluar dari pikirian sesaat tanpa proses berfikir dan merenung. Namun paling tidak diskusi itu adalah awal dari sebuah perenungan panjang untuk kemudian menjawab pertanyaan "Mengapa kamu beragama dan memilih agama islam?". Bukankah kita nanti kita akan ditanya "Apa agama mu?".
Dalam menjawab pertanyaan di atas, kita tidak boleh lepas dari domain kita sebagai orang beragama. Artinya jangan pernah menjawab pertanyaan di atas dengan berada di luar agama. Sebab tidak akan pernah terjawab pertanyaaan di atas jika dijawab dengan meninggalkan agama atau merasa bukan bagian dari orang beragama.
Jika kita berada diluar domain sebagai orang beragama, kita akan temukan jawaban para filsof tentang apa itu agama. Kaum materialis memiliki sejumlah teori tentang kemunculan agama, antara lain:
1. Agama muncul karena kebodohan manusia
    Sebagian mereka berpendapat, bahwa agama muncul karena kebodohan manusia. August Comte—peletak dasar aliran     positivisme—menyebutkan, bahwa perkembangan pemikiran manusia dimulai dari kebodohan manusia tentang rahasia alam atau ekosistem jagat raya. Pada mulanya—periode primitif—karena manusia tidak mengetahui rahasia alam, maka mereka menyandarkan segala fenomena alam kepada Dzat yang ghaib.
    Namun, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan (sains) sampai pada batas segala sesuatu terkuat dengan ilmu yang empiris, maka keyakinan terhadap yang ghaib tidak lagi mempunyai tempat di tengah-tengah mereka.
Konsekuensi logis teori di atas, adalah makin pandai seseorang akan makin jauh ia dari agama bahkan akhirnya tidak beragama, dan makin bodoh seseorang maka makin kuat agamanya. Padahal, betapa banyak orang pandai yang beragama, seperti Albert Einstein, Charles Darwin, Hegel dan lainnya. Demikian sebaliknya, alangkah banyak orang bodoh yang tidak beragama.
2. Agama muncul karena kelemahan jiwa (takut)
    Teori ini mengatakan, bahwa munculnya agama karena perasaan takut terhadap Tuhan dan akhir kehidupan. Namun, bagi orang-orang yang berani keyakinan seperti itu tidak akan muncul. Teori ini dipelopori oleh Bertnart Russel. Jadi, menurut teori ini agama adalah indikasi dari rasa takut. Memang takut kepada Tuhan dan hari akhirat, merupakan ciri orang yang beragama. Tetapi agama muncul bukan karena faktor ini, sebab seseorang merasa takut kepada Tuhan setelah ia meyakini adanya Tuhan. Jadi,takut merupakan akibat dari meyakini adanya Tuhan (baca: beragama).
3. Agama adalah produk penguasa
    Karl Marx—bapak aliran komunis-sosialis—mengatakan, bahwa agama merupakan produk para penguasa yang diberlakukan atas rakyat yang tertindas, sebagai upaya agar mereka tidak berontak dan menerima keberadaan sosial-ekonomi. Mereka (rakyat tertindas) diharapkan terhibur dengan doktrin-doktrin agama, seperti harus sabar, menerima takdir, jangan marah dan lainnya.
    Namun, ketika tatanan masyarakat berubah menjadi masyarakat sosial yang tidak mengenal perbedaan kelas sosial dan ekonomi, sehingga tidak ada lagi (perbedaan antara) penguasa dan rakyat yang tertindas dan tidak ada lagi (perbedaan antara) si kaya dan si miskin, maka agama dengan sendirinya akan hilang. Kenyataannya, teori di atas gagal. Terbukti bahwa negara komunis-sosialis sebesar Uni Soviet pun tidak berhasil menghapus agama dari para pemeluknya, sekalipun dengan cara kekerasan.
4. Agama adalah produk orang-orang lemah
    Teori ini berseberangan dengan teori-teori sebelumnya. Teori ini mengatakan, bahwa agama hanyalah suatu perisai yang diciptakan oleh orang-orang lemah untuk membatasi kekuasaan orang-orang kuat. Norma-norma kemanusiaan seperti kedermawanan, belas kasih, kesatriaan, keadilan dan lainnya sengaja disebarkan oleh orang-orang lemah untuk menipu orang-orang kuat, sehingga mereka terpaksa mengurangi pengaruh kekuatan dan kekuasaannya. Teori ini diperoleh Nietzche, seorang filsuf Jerman.

Saturday, April 26, 2014

Panggilan

Panggilan
Setiap hari pastilah ada saja orang mengumumkan, “Si A meninggal dunia, Si B meninggal dunia. “Suatu saat pastilah ada orang yang mengumumkan, “Umar meninggal dunia”.
 - Umar ibn Khaththab r.a.-
Bukankah kita setiap hari sudah mati ?. Namun kemudian dihidupkan kembali. pasti ada saatnya saat kita mati dan kemudian tidak akan dihidupkan lagi, kecuali saat hari kebangkitan.
ahh… hidup itu ibarat kita duduk dalam kereta. kita seolah-olah duduk diam ditempat, bersandar nikmat. padahal zaman terus berganti, detik terus berputar menuju menit, menit menuju jam. jam berputar menggeser hari.
ada yang selalu mendekat dengan kita, yaitu kematian. dan ada pula yang menjahui kita, yaitu dunia.
Ibarat pasien menunggu antrian bertemu dokter untuk menyembuhkan dirinya. kita sudah memegang nomer antriannya. tinggal bersiap menunggu panggilannya.

Friday, April 11, 2014

Realis Bertekad



iseng-iseng ikut tes kepribadian, hasilnya.. hmm.. entah bagaimana mengolah datanya. cuma tinggal milih pernyataan yang sesuai terus diakhir haislnya.. Anda type Realis Bertekad. baru kali ini denger. dulu cuma tau sanguinis, koleris, plegmatin, melankolis. ternyata ada type yang lain.. 

Tipe Realis Bertekad senang memangku tanggung jawab dan menyambut tantangan. Mereka orang-orang yang stabil dan dapat diandalkan. Kontak dengan pihak luar sangat penting bagi mereka; mereka mudah berbaur dan sangat aktif. Mereka pengorganisir ulung dan sangat senang jika hal-hal dilakukan dengan benar serta tepat waktu; mereka dapat dengan cepat bereaksi tidak sabar jika orang lain tidak sesungguh-sungguh, seteratur, dan sepatuh mereka. Mereka lebih menyukai pekerjaan terstruktur yang menelurkan hasil nyata dengan cepat ketimbang proses abstrak yang membutuhkan waktu lama untuk mewujud. Tipe Realis Bertekad tidak keberatan dengan rutinitas selama itu mendorong efisiensi. Namun demikian, mereka sangat tidak menyukai kejadian-kejadian tak terduga dan tak tertebak yang mengacaukan rencana-rencana cermat mereka. Begitu mereka berkomitmen terhadap suatu alasan, mereka melakukannya dengan pengabdian dan bersedia berkorban cukup banyak deminya.

Tipe Realis Bertekad tidak menghindari konflik dan kritik namun menghadapinya dan mencari penyelesaian. Karena mereka memiliki mata yang tajam dalam mencari kesalahan dan kelemahan orang lain dan seringkali cepat melontarkan kritik, kadang-kadang mereka membuat orang lain tersinggung khususnya ketika sedang marah serta menarik kesimpulan terlalu cepat. Karena sifat adil mereka yang menonjol, mereka dengan cepat bersedia mengoreksi diri dan tidak pernah tersinggung jika seseorang bicara jujur kepada mereka. Anda tidak perlu mencari motif tersembunyi jika bersama mereka; Anda selalu tahu di mana posisi Anda. Tipe Realis Bertekad sering ditemukan di posisi pelaksana karena mereka mengkombinasikan komitmen, kompetensi, dan kemampuan untuk bersikap. Di waktu luang, mereka juga sering menerima tanggung jawab di perkumpulan atau lembaga lain.

Tradisi dianggap penting oleh Tipe Realis Bertekad. Mereka menghadiri tiap acara keluarga dan tidak pernah melupakan hari ulang tahun atau ulang tahun pernikahan. Keluarga dan teman sangat penting bagi mereka. Dengan sikap terbuka dan komunikatif mereka, mereka mudah mengenal orang dan memiliki lingkaran teman dan kenalan yang besar. Mereka tidak pernah berpura-pura, dan sebaliknya adalah teman-teman yang dapat diandalkan dan setia serta selalu siap kapan pun mereka dibutuhkan. Tipe Realis Bertekad menganggap hubungan mereka dengan sangat serius – mereka mendambakan pasangan seumur hidup. Dalam hubungan asmara, mereka mementingkan stabilitas dan kesetiaan dan di sini mereka juga bersedia mengutamakan kebersamaan yang harmonis. Tipe Realis Bertekad ahli mengatasi krisis atau masa-masa sulit dengan tenang; mereka tidak pernah terpikir untuk mengingkari janji yang sudah mereka lontarkan. Sebagai pasangan, Anda dapat selalu mengandalkan dukungan mereka.