Thursday, September 5, 2013

Konsolidasi Tanah

Monitoring Penurunan Tanah dengan metode ASAOKA.
Salah satu bagian terpenting dalam Reklamasi tanah adalah Penurunan Tanah akibat pembeban. Seperti yang telah di Postingan sebelumnya mengenai Konsolidasi tanah., maka pada post kali ini tidak lagi membahas mengapa harus memperhitungkan penurunan dan konsolidasi tanah. Mengenai Penurunan tanah, Konsolidasi Tanah, Daya Geser : Perhitungan dan Aplikasi dilapangan, salah satu perhitungan dan aplikasi lapangan mengenai penurunan tanah (konsolidasi) dengan berdasar pada pemanfaatan sistem integrasi dari instrumen geoteknik yang kita pasang dilapangan, baik itu berupa Settlement Plate, Inclinometer dan Pneumatic Piezometer.
Seperti penyampaian kami sebelumnya mengenai instrumen geoteknik dan fungsinya, maka bersama ini kami coba sampaikan kembali. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

1.       Settlement Plate (SP) yang fungsinya untuk mengukur penurunan tanah yang terjadi selama periode waktu tertentu yang kita amati dengan survey menggunakan alat baik itu sokkia maupun topcon.
Penurunan tanah ini yang nantinya akan menjadi dasar apakah kondisi tanah tersebut masih mengalami penurunan (intermediate settlement) atau sudah mengalami penurunan akhir (final settlement) artinya sudah tidak terjadi penurunan lagi. Namun data dari SP ini belum begitu valid karena bisa dikarenakan proses pemasangannya yang salah atau kondisi material yang tidak bagus sehingga mudah rusak atau bisa juga dikarenakan SP tidak berfungis dengan baik akibat penempatannya yang tidak mewakili lokasi yang akan dianalisa.
2.       Dalam mengantisipasi ketidakvalidan data akibat SP tersebut maka salah satu instrument lain untuk mengontrol data tersebut adalah Pneumatic Piezometer yang fungisnya untuk memonitor tekanan air pori. Tekanan air pori ini sangat penting terkait dengan penurunan tanah karena jika tekanan air pori tanah besar maka akan mengakibatan tegangan efektif tanah dalam fungsinya sebagai daya dukung akan berkurang. Sehingga instrument ini sangat dibutuhkan apalagi dengan adanya vertikal drain tekanan air tanah akan berkurang dan untuk mengetahui serta memonitoring tingkat tekanan air pori tersebut Piezometer sangat berperan. Jika tekanan air pori sudah kita ketahui maka dengan mudah kita dapat menentukan apakah kondisi tanah tersebut masih mengalami penurunan (intermediate settlement) atau sudah mengalami penurunan akhir (final settlement) artinya sudah tidak terjadi penurunan lagi.  
3.       Instrument geoteknik yang dipakai untuk salah satu untuk mendeteksi bahwa penurunan yang terjadi tidak membahayakan struktur sekitar adalah Inclinometer yang fungsinya untuk mengukur dan menghitung kuat geser tanah. Artinya dengan alat tersebut kita dapat memberikan “early warning” apakah tanah timbunan tersebut kuat gesernya masih mampu dalam menampung tanah timbunan diatasnya agar tidak mengalami kelongsoran.

Dalam aplikasinya ketiga komponen tersebut memang hingga saat ini masih kita gunakan, namun dilapangan pemakaian alat tersebut tidak sampai masa tunggu preload yang dibutuhkan. Maka untuk dapat mengetaui lebih awal apakah kondisi tanah tersebut masih mengalami penurunan (intermediate settlement) atau sudah mengalami penurunan akhir (final settlement) artinya sudah tidak terjadi penurunan lagi kita menggunakan Prediksi (Forecast) dengan berdasarkan pada penelitian terhadulu yang sudah dilakukan oleh para ahli terkemukan dengan membuat suatu matrik dalam bentuk tabel dan grafik, salah satuanya adalah METODE ASAOKA. Metode ini adalah metode perhitungan secara grafis dan hasilnya untuk menentukan settlement final yang terjadi pada lokasi yang dianalisa. Jika penurunan tanah sudah mengindikasikan settlement final artinya tanah sudah mengalami konsolidasi (pemampatan) dan secara logika daya gesernya sudah tidak terjadi artinya tanah sudah settle sebagai preload (pembebanan awal) sebelum menerima beban yang sesungguhnya saat operasional nanti. Jika hal tersebut sudah terjadi dan memenuhi maka langkah selanjutnya dilakukan pelaksanaan cutting preload sesuai dengan elevasi yang direncanakan.
 Metode Asaoka
Metode Asaoka (1978) merupakan metode observasi untuk konsolidasi satu arah yang paling populer, karena selain dapat memprediksi penurunan akhir juga dapat memungkinkan diperolehnya parameterparameter konsolidasi yang lebih akurat. Umumnya analisis penurunan tanah memerlukan data lapangan dan data laboratorium seperti data tekanan air pori, panjang aliran air, regangan maksimum tanah dan koefisien konsolidasi. Metode Asaoka ini merupakan suatu alat bantu untuk memprediksi penurunan tanah dengan menggunakan metode curve fitting. Tetapi dengan menggunakan Metoda Asaoka, kebutuhan akan data-data tanah tidak diperlukan dan hasil yang diperoleh pun cukup diandalkan.
Pada prosedur observasi Asaoka, hubungan antara penurunan tanah dan waktu diturunkan melalui persamaan diferensial berdasarkan persamaan dasar konsolidasi (Mikasa, 1963), yaitu:
e = cvzz
dimana
e(t,z) = regangan vertikal (regangan volum)
t(≥0) = waktu
z = kedalaman dari bagian atas lapisan lempung
cv = koefisien konsolidasi
Walaupun nilai permeabilitas dan koefisien kompresibilitas bevariasi terhadap waktu, persamaan diatas tetap efektif ketika nilai cv konstan (Mikasa, 1963). Persamaan dasar konsolidasi ini dipilih oleh Asaoka (1978) untuk diturunkan menjadi persamaan diferensial linier biasa karena lebih sederhana daripada persamaan konsolidasi Terzaghi

 

Secangkir Kopi 2300 dpl #2

penunjuk jalan ke Puncak Limas. bukan ke Toilet ^.^
Setelah berdo’a  bersama dengan membentuk formasi berdiri merlingkar, dengan khusyuk kami berdo’a agar selamat sampai rumah kami masing-masing. Teringat kata-kata soe hok gie, yang intinya adalah sampai puncak hanyalah bonus dari kerja keras mendaki dan tujuan utama kita adalah sampai rumah dengan selamat. Domeonstran itu juga seorang pecinta alam, dari kumpulan pecinta alam itu dia mulai menyebarkan ideologinya. “berdo’a selesai, Aamiin”. Sudah lengkap dan tidak ada yang kurang. Tepat pukul 15.30 kita mulai meninggalkan halaman Mushola di tempat wisata roro kuning menuju Puncak Limas dengan singgah di Sekartaji. Perkiraan kita akan sampai di Sekartaji pukul 20.00 paling lama.
Sebenarnya track untuk mendaki ke Limas tidak lah terlalu menanjak, tapi jalannya sempit. Hanya cukup untuk satu orang. Sehingga cukup ngeri kalau jalan malam. Oh.. ya, untuk ke Puncak Limas atau Sekartaji ada 2 track. Jalur A yang berarti Atas dan B yang berartti bawah. Jalur A tergolong ringan Namun cukup jauh dan lama. Tapi kalau bagi yang kuat jalan terus akan cepat sampai.  Jalur B, jalur ini sangat ekstrim baik naik atau turunnya. Tidak direkomendasikan jika anda berangkat sore lewat track ini. Karena lewat hutan bamboo, tidak ada stand yang bagus untuk istirahat atau untuk sholat. Tetapi jalur B ini cukup menguras tenaga meskipun jaraknya lebih pendek dari A.
15 menit berjalan mendaki, dada sudah mulai sesak kehabisan oksigen, ingin berhenti malu sama Mbak Wulan, meskipun cewek itu juga sudah bingung mengatur nafasnya. Semakin berjalan semakin terasa sakit kaki kehilangan kadar gula dalam otot. Akibat adari pola hidup yang gak sehat dari puasa sampai lebaran tidak pernah olah raga, hanya makan dan tidur. Baru 15 menit berjalan saja, baju sudah basah karena keringan keluar semua.
“Kalau gak kuat ngomong rek.. gak usah dipaksa”.
“Hati-hati, biasanya yang ngomong begitu nanti yang gak kuat dewe”.
“Ha..ha..ha..”. begitulah candaan kami, dan kadang memang benar.
“Break..break… berhenti dulu”,  Mbak wulan meminta kami berhenti untuk beristirahat sejenak. Masih dengan minuman suplemnet penambah enegri di tangannya yang tak henti-hentinya dimunum. Namun sepanjang ini tidak menimbulkan efek yang berarti.
“Sudah … Ayo jalan lagi”, ajak mbak wulan. Istirahat 5 menit cukup untuk mengatur nafas lagi.
Setelah mbak wulan mengajak istirahat dalam waktu perjalanan sekitar 40 menit, akhirnya dia menyerah juga. Sudah tidak kuat untuk melanjutkan perjalannan.
“Sudah berangkat dulu saja, gak kuat kau.dari pada kalian nanti lama sampai sekartajinya. Gak apa tak balik saja. Mumpung masih sore juga”.
Meskipun kami sudah mencegah dan menyemangatinya untuk tetap malanjutkan perjalanan. Nanggung sudah berangkat balik lagi.
“Wes, aku tak balik ae. Titip adek ku yow. Kau ngko ditakoki wong tuwo ku. Mosok kon mbaturi adeke muncak malah muleh dhisek. Iki enek bekal. Tasse sopo seng jek iso di isi”, mbak wulan terus mengaduk tasnya mencari bekal yag mungkin masih bisa kami butuhkan. Ternyata bekalnya, mie instan, roti-roti, dan yang paling wah.. adalah kue brownies. Akhirnya kami minta yang terakhir aja. Kue brownies aja. Karena ternyata anak-anak sekelompok ini bawa mie instant satu kardus kalau dikumpulkan semua.
Oke, akhirnya mbak wulan balik arah dan menuruni bukit. Dan memang belum jauh, karena roro kuning masih keliatan. “ati-ati yow, jogo adik ku”, pesan mbak wulan sebelum benar-benar turun.
Perjalanan tetap dilanjutkan meskipun sudah gugur satu anggota kelompok, dari bersembilan menjadi berdelapan. Tinggal Aku, Arif, Irfan, Saiful, Tegar, Audi, Wahyu dan Agung adiknya mbak wulan. Kecepatan berjalan yang tidak begitu cepat kadang membuat bosan juga. Tapi gak pa, dari pada capek sembelum sampai ke puncak. Masak harus turun lagi dari kami. 15 menit setelah perjalanan meninggalakn mbak wulan, tepat setelah melewati persimpangan jalur A dan B kami beristirahat lagi. Tiba-tiba mas agung bersuara “wes gak kuat aku, tak balik ae”. Meskipun sudah dicegah tapi tetap saja tidak bisa. Dia seudah bertekat untuk balik bersama kakaknya.  Akhirnya kelompok kami turun kembali. Kembali seperti kelompok yang dari awal. Bertujuh. “ini belum ada setengahnya”
perpisahan dengan Agung adik mbak Wulan
Berjalan terus saja, capek berhenti, sudah kuat jalan lagi. Simple sekali. Tapi kenyataannya tidak selalu seperti itu. Karena tinggal bertujuh dan rata-rata pekerja keras semua jadi kami berjalan lebih kencang dari pada diaawal tadi. Targetnya sebelum petang turun harus sudah kelihatan sekartaji dan harus cepat. Kalian harus tau, kalau sekartaji itu bukan dataran yang luas. Dataran sedikit sekali dan banyak batunya. Jadi siapa cepat dia dapat tempat untuk mendirikan tenda. Bismillah.. allahuakbar.. “pokoknya setiap ada tanah lapang bisa buat istirahat. Istirahat saja dulu”. 
istirahat di watu lonceng
istirahat dulu boss..kira2 jam 17.00
Sesuai rencana, kami sholat maghrib tepat dtempat kami sudah bisa melihat sekartaji. Sekitar satu jam setelah selesai sholat maghrib akhirnya kami sampai sekartaji.  Cari tempat, dirikan Dom, sholat isya, makan, ngopi dan bakar-bakar kayu yang telah dikumpulkan dari perjalanan..
“Setalah selesai langusung istirahat, jangan ada yang begadang. Besok kita berangkat ke puncak jam 01.30. agar bisa melihat sunrise dipuncak limas”.

Tanggal 17 agustus, jam 00.30.
Dinginnya dini hari di sekartaji cukup membuattidak nyaman. Meskipun tidak sedingin ketika pergi muncak ke Gunung Lawu. Ketika di Lawu, meskipun sudah masuk sleeping bag, ppakai kaos kaki, jaket rankap, telingga di tutup. Masih bisa menggigil sampai keram dua kali. Tapi di sekertaji ini, dengan hanya memakai jaket dengan ditutupi ponco, Alhamdulillah dinginya gak seberapa. Meskipun membawa dua dom, namun yang dipasang hanya satu dom yang cukup untuk berempat. Tapi Cuma tiga orang yang di dalam. Tegar dan Audi tidur diluar dengan sleeping bag yang dia bawa. Maklum, perlengakpan adik-kakak ini komplit untuk seorang pendaki. Mulai dari tas sampai sarung tangan aja merk REI. Aku dan wahyu, seadanya saja peerlengkapannya. Jaket biasa dan ponco. Wahyu malah hanya pakai jaket dan kaos kaki saja. Terlihat dia push up untuk memanaskan badannya tadi setelah bangun tidur.
Sekartaji, 17 Agustus Jam 01.45
Barang semua ditinggal saja dalam dom. Bawa tas gak usah semua. Bawa semua air. Kami berangkat menembus gelap diantara semak-semak setinggi panggul. Baru berjalan sebentar saja, kaki langsung basah dan dingin. Embun tebal di ketinggian seperti ini. Tangan jadi basah. Kalau aku, tangan sudah basah, lucet juga, gak pakai jaket soalnya. Hanya dengan kaos lengan pendek, perih.. Namun kelelahan dan ketakutan mendaki di petangnya dini hari adalah indahnya pemandangan lampu kota di bawah sana.. lampu kota Kediri yang terang benderang. Lampu terang berbaris tanpa terputus menandakan itu lampu jalan utama kota.. Kota nganjuk yang gak seterang kota Kediri juga memberikan pemandangan yang tak kalah indahnya.
Dari kami bertujuh, hanya aku dan wahyu yang sudah pernah sampai puncak. Tegar dan adiknya, meskipun sudah 3 kali ke sekartaji tapi tidak pernah melanjutkan perjalanan sampai puncak. Arif dan kakaknya baru kali ini pergi ke puncak. Kau sudah gak ingat lagi, 4 tahun yang lalu naiknya. Hanya wahyu yang bisa kami andalkan untuk menunjukan jalan kemana arah puncak. Agak sulit dengan medan jalan penuh semak yang tinggi. Membuat jalan tidak kelihatan dengan jelas. Alhamdulillah, ada dua teman yang juga mendaki, anak SMADA PALA juga dulu, Dayat dan kawannya anak STM. Dua anak ini hebat bener, naik sampai puncak dengan telanjang kaki. Akhirnya dialah yang kami jadikan penunjuk jalan. Beberapa kali kami berhenti, membaut api dari semak-semak yang kering. Lumayang untuk menghangatkan badan dan mengeringkan kaos kaki.

Jam 04.45
Kami harus berhenti dulu untuk melaksanakan sholat subuh. Puncak seudah kelihatan di depan. Tapi kayaknykita tidak akan mendapat sunrise di puncak limas. Sehingga akhirnya kami putuskan untuk sholat subuh dan istirahat menikmati sunrise tidak di puncak limas. Bagus, puncak Semeru terlihat menjulang. “Pasti disana semua orang juga sedang menikmati Sunrise”, gumamku.
“Pendakian selanjutnya, PUNCAK MAHAMERU”, seru ku kepada anak-anak.
subuh indah menuju puncak limas

foto dulu..
menatap puncak MAHAMERU
Sudah cukup menikmati matahari yang sudah menaik, kami lanjutkan perjalanan ke puncak Limas 2300 dpl. Kelihatannya sebentar. Tapi lama juga kalau dikerjaan. Jalan yang mendaki dan sempit juga tantangan. Terkadang kami harus merangkak pula. Lebih menantang dari pada ke Puncaknya Lawu. Sampai pagi ini, baru ku sadari bahwa kelompok kami dan dua orang teman tadilah yang melanjutkan sampai puncak limas, yang lain hanya nge-camp sampai di sekartaji. Semakin ke puncak dan tidak juga sampai puncak, terbesit untuk tidak melanjutkan perjalanan dan cukup disini saja, balik badan dan turun. Ternyata niatan itu tidak hanya mucul dihati ku saja. Semua anak yang muncak juga bercerita hal yang sama ketika kami sudah turun.. 
“Puncaaaaaakkkkkkkkkkkkkkk”..
sugeng rawuh Puncak Limas 2300 dpl

Krikk…krikkk..kriikkkk. sepi, aku orang pertama yang sampai puncak dari kelompok ku.. masih banyak semak di puncak. Beda.. beda.. beda dengan 4 tahun silam. 4 tahun silam, sampai puncak siang berarti tidak dapat tempat untuk kaki berpijak di puncak. Beda.. sekarang tidak ada tiang, tidak ada bendera.. tidak ada lagi upacara 17 Agustus di Puncak Limas. Sedih juga.. Akhirnya tidak ada sesi upacara bendera, yang ada di pikiran sekarang adalah mengisi perut lapar dengan memasak mie instan lagi dan menikmati kopi untuk menghangatkan badan.
Tak ada upacara, hanya secangkir kopi semangat untuk memeriahkan 17 agustus di 2300 dpl puncak limas.. semangat Indonesia, 68 tahun merdeka. Negeri ku, kau tak akan pernah kehilangan darah muda untuk meneruskan Kepemimpinan. Hanya menunggu waktu hingga kami melanjukan estafet kepemimpinan di bidang kami masing.

Secangkir kopi semangat
secangkir Kopi Semangat 17 agustus di 2300 dpl

Puncak Limas 2300 dpl

Wednesday, September 4, 2013

Secangkir Kopi 2300 dpl

secangkir kopi semangat di Puncak 2300 dpl
17 Agustus 2013
Muncak-muncak..... 
Teriak semangat pagi ini menyambut keberangkatan menuju puncak limas, terakhir muncak ke limas adalah 4 tahun yang lalu. Tepat pada 17 Agustus 2009, mengikuti upacara bersama MAPALA (Masyarakat Pecinta Alam). ketika itu diajak bersama teman-teman Pecinta Alam SMADA (Bayu ArcaPada).  Hari ini ingin mengulangi memorian 4 tahun silam. Upacara 17 Agustus di puncak 2300 dpl,  sebulum anak-anak pada heboh dan terobsesi dengan film 5 cm. bersama mendaki dengan kawan – kawan dekat.
Tapi obsesi muncak kali ini sudah beda, bukan untuk upacara yang mengharukan di puncak atau menirukan film 5 cm. Obsesi muncak kali ini adalah memetik bunga yang katanya “abadi”, Bunga Edelweis. Setelah menonton salah satu acara menjelajah tempat wisata dan dapat informasi kalau bunga edelweiss mekar an berkembang pada bulan agustus-september, musim kemarau. Obsesi kali ini semakin besar ketika melihat bunga edelweis yang 4 tahun lalu ku petik akhirnya rusak dan berdebu. Kumal dan sudah hilang keindahannya.
Berawal dari guyonan untuk muncak pada saat leberan H+2, akhirnya berangkat juga. SMS sana-sini mengajak kawan-kawan lain agar semakin banyak yang berangkat muncak, namun H-2 baru 4 orang yang fix berangkat. Apapun yang terjadi harus berangkat, dengan keyakinan banyak orang yang akan ke puncak seperti halnya 4 tahun lalu. Bismillah berangkat…  melihat pengalaman yang sudah-sudah, biasanya setiap 17 agustus semua pecinta alam SMA akan pergi ke puncak maka untuk kendaraan tidak perlu dibingungkan lagi. Setelah SMS sana sini mencari informasi untuk mencari tumpangan pergi ke roro kuning, start menuju puncak limas. Akhirnya usaha keras itu berujung pada kepusingan sesudahnya, tidak ada anak-anak SMA yang naik pada tanggal 16 Agustus untuk Upacara. Karena mereka dimarahi kepala sekolah untuk  upacara di sekolah saja. Tidak upacara di puncak limas.
Kendaraan masih kurang !!!
H-1hari sampai H-1 jam keberangkatan, kendaraan untuk ke tempat start tidak kurang, kami yang berangkat Saya, tiga bersaudara (arif ardiansyah, saiful, irfan), dua bersaudara (Tegar A dan Audi serta mantan ketua PALA SMADA si Wahyu. Kendaraan yang ada adalah milik Tegar, tiga bersaudara masih bingung kendaraan akhirnya mendapat pinjaman motor dari si Tegar dan Wahyu juga membawa motor sendiri. Sudah Pas.. dan Aku sendiri???? Tidak ada motor untuk kesana, huaa…huaaa….. Akhirnya minta tolong kakak untuk ke roro kuning, jauh juga sihh.. akhirnya tanggal 16 agustus tepat setelah sholat jum’at berangkat…..
arah roro kuning


Puncak Limas (tengah)
Jarkom Perlengkapan sudah terkirim, dan hanya sedikit perlengkapan yang ku bawa dari jarkom perlengkapan yang tak jarkomkan sendiri.. Hee…he… bagi ku yang tidak bileh ketinggalan adalah satu kaleng biscuit kosong untuk wadah bunga edelweiss yang nanti ku petik. (maaf para pecinta alam.. aku bukan pecinta alam). Nasi ? bawa ajalah.. satu bungkus untuk nanti malam juga belum basi.. bukan mendaki, tapi Cuma camping..
Semua siap.. ayo berangkat…..
*****

Menghitung Volume Timbunan


Alhamdulillah dapat ilmu baru dalam kerja praktek ini. Pada Kerja Praktek ini belajar tentang reklamasi atau menimbun pantai. Salah satu perhitungan yang penting adalah berapa volume timbunan yang telah dicapai, karena hal itu berarti juga berapa rupiah yang telah dikeluarkan  untuk membeli tanah paras yang digunakan untuk menimbun. Kali ini kita akan belajar menghitung volume timbunan dengan menggunakan autocad, meskipun ada surfpack yang biasanya digunakan anak geodesi untuk menghitung volume timbunan.

langkah - langkah menghitung volume Timbunan dalam proses reklamasi dengan menggunakan Autocad
1. buka Autocad
2. buka file Gambar lapangan penumpukan setting.dwg
3. disini kita menggunakan autolips yang sudah diprogramkan, sehingga kita tinggal menggunkan saja. klik menu tool kemudian pilih autoLIPS -- pilih Visual LIPS editor
4. sesudah AutoLIPS terbuka
klik ikon open file kemudian muncul jendela baru. pilih dimana anda menyimpan Folder Cross-scetion. klik folder cross-scetion dan pilih file GBR-CROSS3.LSP > setelah itu klik open
5.kemudian muncul jendela GBR-CROSS3.LSP
letakan kursor setelah tulisan "(DEFUN C:CRS3()". setelah itu klik ikon load active windows
ulangi langkah ke ke empat dan kelima untuk membuka GBR-CROSS4.LSP dan Kub5.LSP
setelah selesai sampai kub5, jangan tutup jendela windows AutoLIPS. cukup minimize
langkah selanjutnya adalah memasukan data survey yang telah diolah sedemikian rupa sehingga sesuai program autolips. untuk memasukan datanya adalah,
6. buka file Data M60 Uncompacted.xlsx dan buka sheet survey Lap Penumpukan (paras). kemudian copy mulai dari CSR3 sampai angka terakhir ke bawah.(jangan copy dari bawah ke atas)
selanjutnya memasukan data yang telah dicopy ke autocad. tampilkan lagi autocad anda.
7.letakkan kursor pada comment, setelah itu tekan ctrl + V untuk paste
8.ada pilihan tentukan titik dasar pada command. lihat gambar lapangan setting. pilih titik dasar pada 0
8.buka kembali excelan anda. pilih sheet 'data SP'. copy CRS4 dari atas sampai angka paling bawah dan
9.buka autocad anda dan letakkan kursor pada cammand kemudian tekan ctrl+v. lakukan pemilihan titik dasar pada 0 juga.
10. klik garis warna 'pink' diatas angka 0, dan pada Layer control klik G-Cross dan matikan gambar lampu untuk me non-aktifkan garisnya dan hapus tanda panah diatas angka 0. Pada ujung garis tambahkan garis ke bawah agar membentuk satu kesatuan.
11. ketik 'bo' (tanpa tanda petik) untuk membentuk boundary objek. kecilkan gambar dan klik pada tengah dalam trapeseum
12aktifkan kembali garis G Cross pada layer control
13 ketik 'kub5'(tanpa tanda petik). enter terus hingga ada pilihanpilih titik dasar, dan pilihlah titik dasar pada 0. datum -2 (untuk kasus ini datum -2) dan enter lah. tekan F2 maka akan keluar notepad berisi angka2
14. copy angka-angka tersebut pada excel dengan file name M58-M60. paste pada samping angka 0.
15. cara lain adalah, pada autocad setelah anda masukan nilai datum kemudian anda tekan esc pada keyboard. ketik 'area', kemudian ketik 'o'dan pilih seperti membuat bounday tadi. maka pada command akan muncul luasan yang dicari.
16. copy angka tersebut, kemudian pada command letik 'cal' kemudian paste dan bagi 4. karena sesuai dengan skala gambar
selamat mencoba ya.. jangan menyerah kalau gak berhasill di awal..
ini file untuk latihannya. klik disini


Thursday, August 29, 2013

Tolak Miss World



Dr. Daoed Joesoef, menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1977-1982). yang pernah mengeluarkan kebijakan NKK/BKK. Meskipun beliau berpikiran sekuler ..beliau menerbitkan buku diberi judul: Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran. Di buku inilah Daoed Joesoef mengungkapkan secara leluasa berbagai pemikiran, pengalaman, dan ”uneg-uneg”-nya

Apa kata Daoed Joesoef tentang semua jenis ratu-ratuan?
”Pemilihan ratu-ratuan seperti yang dilakukan sampai sekarang adalah suatu penipuan, disamping pelecehan terhadap hakikat keperempuanan dari makhluk (manusia) perempuan. Tujuan kegiatan ini adalah tak lain dari meraup keuntungan berbisnis, bisnis tertentu; perusahaan kosmetika, pakaian renang, rumah mode, salon kecantikan, dengan mengeksploitasi kecantikan yang sekaligus merupakan kelemahan perempuan, insting primitif dan nafsu elementer laki-laki dan kebutuhan akan uang untuk bisa hidup mewah. Sebagai ekonom aku tidak a priori anti kegiatan bisnis. Adalah normal mencari keuntungan dalam berbisnis, namun bisnis tidak boleh mengenyampingkan begitu saja etika. Janganlah menutup-nutupi target keuntungan bisnis itu dengan dalih muluk-muluk, sampai-sampai mengatasnamakan bangsa dan negara,” tulis Daoed Joesoef.
”Pendek kata kalau di zaman dahulu para penguasa (raja) saling mengirim hadiah berupa perempuan, zaman sekarang pebisnis yang berkedok lembaga kecantikan, dengan dukungan pemerintah dan restu publik, mengirim perempuan pilihan untuk turut ”meramaikan” pesta kecantikan perempuan di forum internasional.”
”Apa kata inteleknya tidak perlu dipersoalkan, karena sekarang ini keintelektualan bisa disewa per hari, per minggu, per bulan, per tahun, bahkan permanen, dengan honor yang lumayan. Artinya, even seorang intelek bisa saja melacurkan kemurnian inteleknya karena nurani sudah diredam oleh uang,” tulis Daoed Joesoef.
”Namun tampil berbaju renang melenggang di catwalk, ini soal yang berbeda. Gadis itu bukan untuk mandi, tapi disiapkan, didandani, dengan sengaja, supaya enak ditonton, bisa dinikmati penonjolan bagian tubuh keperempuanannya, yang biasanya tidak diobral untuk setiap orang,” tulis Daoed Joesoef lebih jauh.
Bahkan, Daoed Joesoef menyamakan peserta kontes kecantikan itu sama dengan sapi perah:
”Setelah dibersihkan lalu diukur badan termasuk buah dada (badan)nya dan kemudian diperas susunya untuk dijual, tanpa menyadari bahwa dia sebenarnya sudah dimanfaatkan, dijadikan sapi perah. Untuk kepentingan dan keuntungan siapa?”
Terhadap orang yang menyatakan, bahwa yang dinilai dalam kontes kecantikan bukan hanya kecantikannya, tetapi juga otaknya, sikapnya, dan keberaniannya, Daoed Joesoef menyatakan, bahwa semua itu hanya embel-embel guna menutupi kriterium kecantikan yang tetap diunggulkan. ”Percayalah, tidak akan ada gadis sumbing yang akan terpilih menjadi ratu betapa pun tinggi IQ-nya, terpuji sikapnya atau keberaniannya yang mengagumkan,”
”Stop all those nonsense! Hentikan semua kegiatan pemilihan ratu kecantikan yang jelas mengeksploitasi perempuan dan pasti merendahkan martabatnya!” seru Daoed Joesoef. “Namun,” lanjutnya, “kalau perempuan sendiri bergairah melakukan perbuatan yang tercela itu karena kepentingan materi sesaat tanpa mempedulikan masa depan anak-anak, ya mau bilang apa lagi!”.

sumber :
Pendidikan Islam Membangun Manusia berkarakter dan Beradab karangan Dr. Adian Husaini

Jawa Timur Memilih


Untuk Kesekaliannya golput dalam pemilihan langsung (pemilu), mulai dari golput pilpub sampai pilgub.bukan maksud gak sepakat sama pemilu, tapi pas gak pulang kampung. sayang gak ada TPS yang di kampus. Tapi ada yang membuat pengen tertawa ketika melihat genggap gempita Pilgub kali ini. Ibu-ibu ngerumpi di warung, mulai bahas rumah tangga samapai pada akhirnya bahas Pilgub.
Tiba-tiba datang seorang nenek, kira-kira umurnya berkisar 70 tahunan. Datang-datang tanya kepada ibu-ibu yang sudah sebelumnya duduk disitu.
 "sudah milih?", tanya nenek yang baru datang.
"aku tadi nyoblos 2 gambar", lanjut nenek tadi
"belum, nanti-nanti saja", jawab salah satu ibu dengan logat madura.
"wahh mbah, disuek ae mbah lak ngono. gak oleh nyoblos loro. sing penting ng kotak", jawab pemilik warung.
"arep mileh ndi ?", nenek tadi bertanya lebih lanjut tadi.
"mileh sing PDI iku lho", jawab ibu dari dalam rumah.
"ohh, nomer 3 iku", jawab mbak-mbak yang baru masuk warung.
"gae opo nyoblos sing  garing", tiba-tiba  ibu yang berlogat madura itu berkomentar pedas.
ibu itu menggunakan istilah garing(kering) untuk cawagub yang tidak memberikan apa-apa saat kampanye. 
"Aku yo milih brengos (karwo), sing wenehi aku mesin", lanjut ibu tadi.
ibu itu diberi mesin untuk jualan es tebu, entah itu saat kampanye atau saat program pengentasan kemiskinan gurbenur jatim. Inilah untungnya, kalau incumbent maju, meskipun pemberiannya programnya pas menjabat. rakya taunya cuma siapa yang memberi.
"ojo milih khofifah ! garing, mosok kampenye malah kudu bayar". ibu tadi berapi-api.
ibu itu mencereritkan apa yang dialaminya saat mengikuti kampanye khofifah. dia harus membayar uang tambahan untuk sewa mobil angkutan yang mengangkut mereka. Dia menceritakan bahwa saat dilokasi kampanye pun harus membeli tikar karena tidak ada tempat duduk yang layak untuk ikut mendengarkan janji kampanye.

hah, inilah sedikit gambaran pilgub tahun ini.. rame..
selamat memilih rakyat Jawa Timur..........

Tuesday, August 27, 2013

Arjuna Mencari Cinta part 2


akhirnya bisa melanjutkan tulisan kedua dalam seri arjuna mengejar cinta dewi rara ireng.. selamat menikmati dan membaca.. wkwkwk


“sudahlah Prabu, tentang perjodohan ini biarlah ditangan Rara Iraeng sendiri. Kita tidak usah ikut campur. Sebab genenrasi yang akan datang yang nantinya meneruskan memipin negeri ini akan lahir dari pasangan ini”, tandas Prabu Kresna lugas.
“Generasi yang akan datang akan lahir dari generasi hari ini. Kalau generasi hari ini generasi yang mlempem terus mau dibuat apa ?. Maka yang paling cocok untuk jodoh Rara ireng adalah orang yang ulet, terampil dan semangat juang tinggi. Bukan orang yang manja dan malas – malasan, hanya bisa perintah sana perintah sini, tidak pernah mengerti bagaimana rasanya jadi orang bawah.  Akankah kita serahkan nasib generasi masa depan kerajaan ini kepada orang yang tidak bertanggung jawab ?”, prabu kresna mencoba menggiring opini pemilihan arjuna sebagai pasangan untuk rara ireng.
“kamu mau mengatakan kalau Buri Sworo iku pemalas dan tidak tanggung jawab ?”, Baladewa semakin murka.
“ maaf, prabu. Izin memberi penjelasan sedikit saja”, Pandito durna coba menengahi permaslahan yang ada.
“Ada apa Durna ?”, kresna keheranan.
“Bahwa sesungguhnya jodoh itu ada perhitungannya. Tidak sembarangan. Ingat itu. Perhitungan berdasarkan hari kelahiran pasangan. Rara ireng lahir pada hari kamis, sedangkan arjuna lahir hari selasa. Maka tidak cocok, bisa mati muda salah satu pasangan itu nanti “.
“kamis itu cocoknya dengan yang lahir hari minggu. Buri Srowo itu lahir pada hari minggu. Cocok. Bukan begitu sengkuni ?”,  Durna memang seorang yang ahli dalam perwetonan. Biasaya menjadi rujukan orang kampung sebelum menjodohkan anak mereka.
“ohh.. salah kalau itu.. lihat di negeri seberang sana. Presiden Republik Indonesia iku, Pak Harto. Lahir hari selasa. Dan istrinya bu tin, lahir hari kamis. Lihat, pak harto bisa jadi presiden 32 tahun, hartanya berlimpah. Salah htungan mu. Gak valid”, bantah setyaki merasa diatas angin.
“Jodoh iku tidak ada hubungannya dengan hari kelahiran. Hidup, mati, rezeki, jodoh itu sudah ditetapkan allah sebelum manusia itu lahir di dunia. Jadi tidak ada hubungannya dengan hari kelahiran. Itu yang dinamakan Qodho. Tapi manusia juga harus berusa dalam mencapainya, ada sesuatu yang masih dirubah dengan mengikuti sunatullah. Itu yang dinamakan dengan Takdir”,  Setyaki yang dari awal diam akhirnya gatal juga untuk ngomong.
“jangan mengada – ngada mu, durna. Kamu belajar ilmu itu dari mana ?. tidak ada dasarnya hal itu !”, gertak setyaki untuk menciutkan nyali durna.
Sekita durna diam, tertegun dengan apa yang telah disampaikan oleh setyaki. Memang selama ini belum ada survey yang menjamin mati orang yang menikah dengan pasangan yang lahir pada hari kamis dan selasa. Sangat mengada – ada masyarakat itu. Apalagi yang sudah berada di zaman modern ini masih banyak orang yang percaya kan hal tersebut.
Akhirnya semikn tidak menemui hasil pembicaran ini, karena ikut campurnya durna dan setyaki dalam perbincangan hari ini. Meskipun sebenarnya merak tidak punya kepetingan dengan hal ini. Suasana semakin memanas, Prabu Baladewa ingin segera memutuskan bahwa rara ireng harus dijodohkan dengan  Buri Srowo.
Perdebatan itu berakhir sampai akhirnya datanglah dewi kunti  yang bermaksud untuk menyampaikan kegundahan yang selama ini dihadapainya. Masalah yang tak lain adalah keinginan Arjuna untuk menikahi Dewi rara ireng yang merupakan adek dari Kresna dan Prabu baladewa. Tentu pasangan yang sangat beda kasta ini membuat dewi kunti, janda dari Pradu Punthadewa yang tidak meninggalkan warisan  binggung. Arjuna yang memang tidak se level dengan  dewi rara ireng, dewi rara ireng berdarah ningrat sedangkan arjuna adalah orang miskin yang hanya punya kelebihan wajah yang tampan. Arjuna adalahs bagi dewi rara ireng. anak yatim, tidak pantas bagi dewi rara ireng.
Namun perlu kau ketahui, bahwa arjuna tiak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan dewi rara ireng. Sekarang dia bekerja  keras untuk mengumpulkan uang demi melamar dewi rara ireng, memang aku t sanggup untuk menikahkan arjuna dengan mahar yang banyak. Maka berikanlah waktupada arjuna untuk membuktikan kesungguhan cintanya pada dewi rara ireng. 
Mendengar perkataan dewi kunti sambil terisak tanggis, Prabu baladewa tidak terpengaruh sama sekali. Tik halnya dengan kresna yang berhati lembut. Mendengar hal tersebut, Prabu Baladewa mukannya memerah, dengan nada tinggi dia berkata pada kunti. “ Bibi kunti, saya menghargai kerja keras Arjuna untuk membuktikan cintanya kepada adikku , si rara ireng. Tapi perlu diketahui bibi, dewi rara ireng sudah aku jodohkan dengan adik ipar ku, Buri Srowo, yang kaya lagi berkuasa. Saya tawarkan solusi kepada bibi dan arjuna. Kalau bibi tidak mampu menikahkan arjuna dengan mahar yang banyak, maka saya akan berikan uang pada bibi agar mampu menikahkan arjuna dengan orang lain dengan mahar yang banyak. Arjuna yang  bermuka tampan tentu tak sulit untuk mencari wanita lain diluar sana. Bukankah masih banyak perempuan diluar sana”.
“ bibi tidak usah bermimpi untuk menikahkan arjuna dengan dewi rara ireng, sebab aku yang menjadi wali rara ireng. Akan menikahkan rara ireng dengan Buri Srowo. Tidak bisa diganggu gugat”.
Mendengar perkataan Prabu baladewa dengan sedikit marah tersebut, dewi kunti dengan masih terisak tangsi lari meninggalkan halaman kerajaan Ndarawati. Sedangkan Kresna yang ingin mencegah kepergiaan bibinya dihalangi oleh Prabu baladewa.
Dewi rara ireng yang dari tadi melihat perdebataan dipelataran dari serambi kerajaan tak sanggup menahan marah kepada kakaknya Prabu Baladewa. Dia langsung menghampiri kedua kakaknya yang ada di halaman, dengan isak tangis yang tak terbendung, rara ireng menyampaikan isi hatinya kepada kakaknya Prabu Baladewa.
“Kakang tidak pernah mengerti isi hati adeknya. Kakak hanya menjadi pesuruh, babu dari adik iparnya dengan mengorbankan adik kandungnnya sendiri. Kakak tidak tahu, kalau aku tidak cinta sama sekali pada buto jelek si Buri Srowo. Aku hanya cinta pada arjuna. Kakang yang seharusnya menjadi panutan malah tidak menjadi contoh yang baik pada adeknya. Aku tidak sudi mempunyai kakang seperti kamu. Lebih baik aku mati saja”.

Dewi rara ireng langsung masuk kedalam kerajaan lagi dan mengurung diri di kamarnya. Melihat kejadian tersebut dan merenungi kata adenya si rara ireng. Baladewa langsung termenung  dan mata meneteskan air mata penyesalan. Halaman kerajaan seketika sunyi, kedua kakak itu hanya diam seribu bahasa.

Wednesday, August 21, 2013

segenggam edelwise

segenggam keabadian (mitosnya)

Kalau anda seorang pandaki gunung, pasti tidak asing lagi dengan bunga ini. atau kalau anda seorang yang dila nonton FTV atau senang dengan romantisme, anda juga tidak asing dengan bunga ini. Bunga Edelweis. bunga yang hidupnya didaerah pegunungan berapi memang sangat indah untuk dinikmati. Anda tidak akan bosan memandang bunga tersebut. ternyata bunga ini menyimpan banyak mitos dan cerita2 aneh bagi orang aygn sedang gila cinta.

konon, bunga edelweis adalah bunga abadi. bunga abadi yang tak pernah mati (entahlah) atau bunga yang melambangakan keabadian cinta (ciyee). kata banyak orang diluar sana, orang yang memberikan bunga edelweis ini kepada pasangannya, maka itu menunjukan dia ingin berada dalam keabadian cinta bersamanya.  biasanya bagi para pecinta yang gila, akan membuktikan cintanya dengan membawakan bunga edelweis untuk pasangannya, kalau roro jonggrang minta 1000 candi, maka cowok ini akan membawakan edelwesi untuk ceweknya (anak yang kurang kerjaan). Bunga edelwise memang hidup pada pegunungan yang memiliki ketinggian diatas 2000 meter. jadi sangat butuh pengorbanan untuk mengambilnya. naik turun bukit dan capeknya tidak terkira. bunga ini biasanya dapat tumbuh sampai 8 meter dan hidup di jurang-jurang, meskipun dibeberapa temapt tidak.
kalau tidak ada bunga ini di puncak sana, mungkin orang tidak akan bersusah payah untuk naik mendaki. bunga ini memang salah satu pesona puncak gunung, sehingga para pendaki biasanya menjaga sekali keberadaan bunga ini. biasanya ada razia juga dibawah untuk menangkap pendaki yang nakal yang mengambil bunga dibawa pulang.
ANDA JANGAN PERCAYA DENGAN MITOS KALAU BUNGA EDEWISE ADALAH BUNGA ABADI. DAN JANGAN ANDA PERCAYA KALAU ANDA MEMBERIKAN KEPADA PASANGAN ANDA ITU AKAN MEMBERI KEABADIAN. JAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN.

SAVE EDELWEIS

Napak Tilas Jenderal Sudirman

salah satu monumen persinggahan Panglima Besar Sudirman yang berada di lokasi wisata roro kuning

Merasakan Rute Gerilya Jendral Sudirman

Sejarah kemerdekaan Indonesia diwarnai dengan goresan tinta emas perjuangan yang tidak kenal lelah sampai titik darah penghabisan. salah satu Pahlawan besar negeri ini adalah Panglima Besar Jenderal Sudriman. beliau adalah penggagas terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat yang merupakan cikal bakal terbentuknya TNI yang salama ini masih eksis. Nama beliau melambung setelah pecahnya perang di ambarawa yang lebih kira kenal dengan Palagan Ambarawa, perang lima hari berturut-turut antara pasukan NICA melawan TKR.
Pada pecah perang agresi militer I dan II, Jenderal sudirman masih memimpin perang, meskipun dalam tandu karena penyakit tubercolosis yang mengerogoti paru-parunya. salah satu strategi perang yang beliau cetuskan ketika memimpin perang dari dari dalam tandu adalah strategi gerilya yang memang cukup efektif untuk mengelabuhi tentara lawan dan efektif alam menyerang. dalam beliau bergelirya selalu menumpuh rute yang sangat jauh dan mungkin tidak terpikirkan oleh lawan. sebab beliau selalu keluar masuk hutan.
salah satu rute gerilya panglima jendaral sudirman terdapat di daerah nganjuk, dari desa Bajulan sampai Sawahan. rutenya pun sangat menantan untuk dijelajahi, selain menyajikan pemandangan yang sangat bagus karena daerah pegunungan.setiap tahunnya di nganjuk diadakan napak Tilas rute gerilya panglima besar sudirman rute bajulan sampai sawahan. karena memang selain di Nganjuk juga ada rute gerilya panglima sudirman yang berada di daerah Kediri. pesertanya pun bermacam-macam, mulai dari siswa SMA sampai bapak-bapak dan biasanya juga diikuti oleh Bupati Nganjuk. Menariknya lagi, ada hadiah yang akan dibagikan kepada peserta dengan undian kupon. jadi peserta yang mendaftar dengan harga kupon 50.000, mendapat satu kupon, konsumsi, id card dan piagam. pendaftarannya pun bisa perkelompok atau perorangan. 
perjalannan yang diawali dari lapangan bajulan dan finis di lapangan sawahan. melewati daerah paling ujung dari nganjuk, salam judeg. disana ada pos peristirahatan yang siap menampung peserta yang kelelahan. meskipun dalam perjalanan juga ada tim kesehatan yang mengikuti perjalanan. jadi tidak perlu khawatir kalau tidak kuat.
bagi anda yang akan mengikuti kegiatan ini, saya sarankan untuk latihan fisik. jalan-jalan aja yang jauh pokoknya fisik kuat. selain itu lebih baik anda menyewa kendaraan untuk pergi ke lapangan bajulan, karena nanti akan finis di lapangan sawahan dan tidak kembali ke bajulan. selain itu, karena start dimulai dari jam 6 pagi. lebih baik anda menginap di lokasi pemberangkatan. biasanya banyak juga yang menginap disana dengan mendirikan tenda. dari pada anda pagi-pagi buta berangkat dari rumah ke lokasi. capek duluan sebelum berangkat. saat turun anda bisa menyewa angkot untuk sampai kota nganjuk.

Ayo ikut..

Konsolidasi Tanah Reklamasi



konsolidasi Pada reklamasi
Biasanya material yang digunakan untuk melakukan reklamasi adalah pasir yang telah disesuaikan dengan persyaratan hasil penelitian sebelumnya.  Pasir  tersebut tentu akan menjadi beban bagi tanah dasar pantai tersebut sehingga pada pelaksanaannya tanah pasir yang ditimbun semakin turun. Akibat penurunan tanah tersebut, tanah menjadi padat dan keras sehingga menggantikan tanah dasar pantai yang terdesak akibat terlalu kecil massa jenisnnya. Penurunan tanah tersebut dinamakan konsolidasi.
Ide dasar konsolidasi adalah menguatan atau pemadatan tanah. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, bahwa di dalam tanah terdapat tiga komponen yaitu air, udara dan tanah itu sendiri. Oleh karena itu, tanah akan dapat dipadatkan apabila menghilangkan unsur udara dan air dalam tanah tersebut. Udara dan air dalam tanah akan dapat hilang seiring tekanan yang diberikan untuk mempersempit ruang yang mungkin bisa diisi oleh air dan tanah. Namun, untuk mempercepat hilangnya unsur air dalam tanah dapat dilakukan dengan  menggunakan drainase vertical dengan dibantu tekanan dari atas pada saat preloading tanah timbunan. Penurunan tanah timbunan pada awal  ini bisa terjadi selama 4-6 bulan yang disebut tahap primer. Sedangakan untuk tahap sekunder terjadi pada rentan waktu yang lama sekali.