Tuesday, August 20, 2013

Pertimbangkan dalam Pelaksanaan Reklamasi



Social, budaya dan ekonomi
ruang Reklamasi pantai memberi dampak peralihan pada pola kegiatan sosial, budaya dan ekonomi maupun habitat ruang perairan masyarakat sebelum direklamasi. Perubahan terjadi harus menyesuaikan:
1. Peralihan fungsi kawasan dan pola ruang kawasan;
2. Selanjutnya, perubahan di atas berimplikasi pada perubahan ketersediaan jenis
lapangan kerja baru dan bentuk keragaman/diversifikasi usaha baru yang ditawarkan. Aspek sosial, budaya, wisata dan ekonomi yang diakumulasi dalam jaringan sosial, budaya, pariwisata, dan ekonomi kawasan reklamasi pantai memanfaatkan perairan/pantai.
Pergerakan aksebilitas dan transportasi
Perencanaan pergerakan, aksesibilitas dan transportasi kawasan reklamasi pantai harus
memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a) Pola pergerakan kendaraan di ruas-ruas jalan harus terintegrasi terhadap kerangka
utama/coastal road yang melintasi pantai/perairan agar publik dapat menikmati panorama
dan kenyamanan pantai;
b) Tata ruang kawasan reklamasi pantai harus menyediakan kanal-kanal dan atau ruang
perairan lain untuk aksesibilitas dan integrasi antara pusat kawasan dan sub-sub wilayah
kota;
c) Harus mudah diakses dan terintegrasi dengan sistem kota dari prasarana dan sarana di
perairan, darat dan udara;
d) Pola pergerakan dan transportasi darat dan perairan harus memiliki variasi integrasi dan
variasi transportasi berdasarkan konsep “ride and park system” di beberapa tematik
kawasan;
e) Perencanaan manajemen sistem transportasi dan kelengkapan sarana penunjang
transportasi.
Kemudahan public dan ruang public
a) Tata letak bangunan yang figuratif dan garis ketinggian bangunan yang berhirarki untuk
menjaga kemudahan publik dalam menikmati panorama ruang pantai;
b) Keberadaan ruang publik yang dapat diakses, dimanfaatkan dan dinikmati secara mudah
dan bebas oleh publik tanpa batasan ruang, waktu dan biaya;
c) Potensi elemen-elemen pantai untuk direpresentasikan kembali melalui kreativitas proses
penggalian, perancangan dan pengemasan potensi alam/laut/pantai/perairan yang
signifikan agar tercipta kemudahan dan kenyamanan publik;
d) Potensi alam/pantai yang perlu dikembangkan sekaligus dikonservasi, misalnya pasir,
hutan, flora dan fauna air, bakau, tebing/bibir pantai, kontur, peneduh, langit, dan
pemandangan/panorama;
e) Perwujudan kenyamanan pada elemen pantai dalam bentuk antara lain:
1) keheningan suasana;
2) keindahan panorama pantai;
3) kealamiahan desa;
4) kejernihan riak dan gelombang air pantai;
5) kehijauan bukit & lembah;
6) kerimbunan hutan pantai;
7) kebersihan pasir;
8) kebiruan langit;
9) keteduhan di sekitar pantai.

Reklamasi Pantai


Ketentuan Reklamasi Pantai
setelah mengetahui dampak-dampak buruk akibat adanya reklamasi, maka pemerintah kemudian mencoba membuat regulasi guna mengurangi dampak pencemaran dan kerugian yang diakibatkan dengan adanya reklamasi.  Berdasarkan peraturan yang ada, ada beberapa ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam melakukan reklamasi pantai. Ketentuan tersebut antara lain:
a.       Merupakan kebutuhan pengembangan kawasan budidaya yang telah ada disisi daratan
b.      Merupakan bagian wilayah dari kawasan perkotaan yang cukup padat dan membutuhkan pengembangan wilayah daratan untuk mengakomodasikan  kebutuhan yang ada.
Jadi wilayah reklamasi merupakan kebutuhan dalam rangka mengembangakan wilayah industry  yang memang sudah ada sebelumnya.  Selain ketentuan diatas, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi dalam malakukan pekerjaan reklamasi pantai yang berkaitan dengan lokasi pekerjaan tersebut. Kententuan-ketentuan lokasi reklamasi ini antara lain;
a.       Telah sesuai dengan RTRW kota atau kabupaten yang menjadi lokasi reklamasi pantai
b.      Telah mandapat SK Gubernur danatau walikota/bupati daerah tersebut
c.       Sudah ada uji kelayakan tentang pengembangan wilayah reklamasi pantai (studi investasi)
d.      Berada diluar kawasan bakau yang menjadi wilayah hutan lindung atau marga satwa.
e.       Bukan merupakan kawasan yang merupaka acuan perbatasaan wilayah
f.       Memenuhi ketentuan pemanfaatan sebagai kawasan dengan ijin bersyarat. Persyaratan ini diperlukan mengingat pemanfaatan tersebut memiliki dampak yang besar bagi lingkungan sekitarnya. Persyaratan ini antara lain :
• Penyusunan dokumen AMDAL
• Penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan
Lingkungan (UPL)
• Penyusunan Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALIN)
• Mengenakan biaya dampak pembangunan (development impact fee), dan atau aturan disinsentif lainnya.
g.       Dituangkan di dalam Peta Situasi rencana lokasi dan Rencana Teknis Pelaksanaan Reklamasi dan mendapat persetujuan dari instansi terkait. Perencanaan teknis pelaksanaan reklamasi harus meliputi :
• Sistem angkutan transportasi material dan sistem penimbunan sementara
material urugan yang berkaitan dengan sistem angkutan/transportasi material.
Sistem pengurugan dari laut dan atau dari darat.
• Teknis pembuatan turap penahan tanah dan pemecah gelombang.
• Teknis dan cara perbaikan/perkuatan/peningkatan daya dukung tanah yang akan
menahan beban turap penahan tanah, pemecah gelombang dan konstruksi lain di
atasnya.
• Teknis pengeringan bahan urugan, teknis pemadatan bahan urugan dan teknis
pembebanan sementara urugan dengan memasang beban sementara.
• Teknis pemantauan penurunan (settlement) lapisan urugan tanah akibat
pemadatan tanah dan beban diatasnya.
• Perencanaan dan penentuan elevasi tanah hasil reklamasi.
• Teknis pengamanan limbah B3
• Teknis pencegahan dan penangkalan abrasi pantai
• Teknis pencegahan dan antisipasi banjir lokasi tanah hasil reklamasi dan di hulunya
• Teknis pencegahan pencemaran selama konstruksi
• Teknis pengamanan cagar budaya dan ilmu pengetahuan
• Teknis pengamanan alur pelayaran dan keselamatan kerja.
• Teknis pembuangan bahan sisa reklamasi
Kegiatan Reklamasi Pantai meliputi kegiatan Persiapan (Pra) Reklamasi, pelaksanaan
(Proses) Reklamasi dan Pasca Reklamasi
a. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan Persiapan (Pra) Reklamasi meliputi
persyaratan teknis yang ditetapkan dalam: Perencanaan Lokasi yang akan direklamasi,
Persyaratan Perhitungan Hydrodinamika, Persyaratan Bangunan Penahan
Gelombang, Metode Pelaksanaan Reklamasi, Standar Bahan/Material Pengisi Urugan,
Spesifikasi Teknis Reklamasi
b. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan Pelaksanaan (Proses) Reklamasi
meliputi persyaratan teknis yang ditetapkan dalam: Perbaikan Tanah Dasar,
Pelaksanaan Teknis Pengamanan, Bahan Pelindung/Tameng/Armor, Persyaratan
Bangunan Laut, Persyaratan Penimbunan Sementara, Persyaratan Pembebanan
Sementara, Persyaratan Geotextile, Persyaratan Vertikal Drain, Persyaratan
Pengurugan dan pemadatan
c. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan Pasca Reklamasi meliputi persyaratan
teknis yang ditetapkan dalam: Persyaratan Ketinggian Peil, Persyaratan Penurunan
Bangunan/Settlement, Persyaratan Pekerjaan Beton, Persyaratan Pekerjaan Kontruksi
Baja
Pelaksanaan reklamasi juga harus mengacu pada standar nasional dan internasional serta
diawasi dan dikendalikan secara teknis oleh Badan Pelaksana yang dibentuk oleh
Pemerintah Provinsi dan atau Pemerintah Kota/Kabupaten tergantung posisi strategis dari
kawasan reklamasi tersebut.

Reklamasi Pantai



Penahuluan
Dewasa kini, semkin bertambah dan berkembangnya industry membuat orang semakin berfikir  untuk membuat lahan atau daratan baru dengan melakukan penimbunan di daerah pesisir atau rawa yang biasa sering kita sebut dengan reklamasi. Reklamasi sendiri sebenarnya merupakan respon dari kebutuhan akan lahan yang tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industry. Pada dasarnya, pembangunan reklamasi untuk daerah industry  bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat karena dengan dibukanya industry baru maka akan mengurangi angka pengangguran yang semakin bertambah setiap tahunnya.
Namun disisi lain, reklamasi menjadi bahasan yang menarik dalam setiap kajian bidang kelautan. Hal ini disebabkan karena reklamasi merupakan campur tangan manusia didalam kesetimbangan alam. Adanya reklamasi akan berdampak pada perubahan ekosistem, pasang surut, batimetri, laju sedimentasi. Selain dari perubahan alam, reklamasi juga akan berdampak pada keadaan social ekonomi di wilayah tersebut. Missal daerah pantai tersebut pekerjaan utamanya adalah petani rumput laut, maka dengan adanya kegiatan reklamasi akan mencemari lahan budidaya rumput laut mereka. Butiran pasir timbunan melayang diperairan dan merusak rumput laut.  Jika daerah tersebut merupakan daerah pelayaran, maka dengan perubahan oseanografi akibat reklamasi akan menyebabkan pendangkalan pada alur pelayaran.

Menggunakan Audio Presentasi



Teknik Penggunaan Audio dalam Presentasi

Dalam berbagai kesempatan pelatihan sering kali pemateri atau trainer menggunakan tambahan tool dalam menyampaikan materinya. Tujuannya agar peserta pelatihan mengikuti irama penyampain trainer. Di suatu sisi audio dapat menjadi senjata ampuh . Namun, penggunaan audio ini juga menjadi bomerang jika tidak di tempatkan dengan baik. Beberapa trainer atau pemateri terkadang salah menempatkan penggunaan audio sehingga bukan membantu pelatihan malah menghancurkan suasana pelatihan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan audio atau efek suara dalam presentasi anda agar presentasi anda semakin wow.
Pahami tujuannya
Beberapa pemateri pelatihan atau presenter terkadang tidak mengetahui apa tujuan dan maksud menggunakan efek suara atau audio. Kebanyakan mereka menggunakan audio atau efek suara hanya untuk “keren – kerenan “ sehingga terkadang mereka asal – asalan  menggunakan efek suara atau audio dalam presentasinya. Misalnya, menggunakan efek suara boom kamera pada saat perpindahan slide namun pada slide tidak yang baru tidak ada hal yang boombastis. Hal ini terkadang sering dilakukan oleh kebanyakan orang.
Maka yang perlu kita pahami dalam menggunkan efek suara atau audio adalah kapan dan pada saat apa kita menggunakan efek suara atau audio dalam presentasi kita. Artinya kita harus mampu menggunakannya sesuai pada tempat yang seharusnya, karena pada hakekatnya efek suara atau audio ini hanya alat bantu agar presentasi kita lebih power full. Kapan dan pada saat apa kita butuh alat bantu itu adalah kuncinya.
Sesuaikan penggunaanya
Penggunaan yang sesuai efek suara atau audio adalah sesuai dengan slide dan situasi yang akan kita bawa pada presentasi. Ketika presentasi kita mengandung hal yang boombatis maka kita harus menggunakan efek suara boombatis. Begitu pula dalam menggunakan audio, ketika anda ingin suasana ruang pelatihan yang semangat maka anda harus menggunakan audio dengan gelombang beta. Berikut ini salah satu contoh yang pernah saya buat dalam presentasi manajemen waktu. Ketika anda menampilkan slide bergambar kamera maka anda boleh menggunakan efek suara kamera dalam perpindahan slide. sehingga akan sangat power full presentasi anda karena akan terasa jepretan kamera menampilkan momen – momen dalam kehidupan.
Menggunakan audio pun anda harus sesuai dengan kondisi atau suasana yang ingin dibawakan ke ruangan pelatihan. Seperti kita ketahui bahwa otak manusia mempunyai gelombang – gelombang tertentu dalam membantu kerja otak. Beberapa gelombang itu adalah beta, alpha, theta, delta yang sesuai dengan penggunaanya.
Ø  Gelombang beta digunakan untuk
Ø  Gelombang alpha digunakan untuk relaksasi atau refleksi
Ø  Gelombang theta digunakan untuk menumbuhkan ide atau berfikir kreatif
Ø  Gelombang delta digunakan untuk membawa ke alam tidur, dunia mimpi
Melihat penjelasan di atas maka kita harus dapat menyesuaikan audio yang kita tampilkan dengan suasana yanga akan kita buat dalam ruangan pelatihan. Jangan sampai anda menggunakan audio dengan gelombang delta untuk membuka pelatihan, karena akan membuat audien semakin mengantuk. Anda bisa mencari audio dengan gelombang – gelombang tertentu di dunia internet.
Dosa besar menggunakan audio
Ini kesalahan yang sering terjadi dalam menggunakan efek suara atau audio dalam presentasi.
Suara audio keras
Ini kesalahan yang sering terjadi dalam menggunakan audio dalam presentasi adalah suara audio lebih keras dari pada suara pemateri atau training. Sehingga suara trainer kalah dengan suara audio yang menjadi backsound. Hal ini membuat peserta pelatihan tidak akan mendapat inti dari materi yang akan disampaikan dan malah menikmati audio yang anda bawakan.
Vokalis vs presenter
Terkadang dalam membawa audio, pemateri membawakan audio yang berupa lagu dan ada suara penyanyinya. Memang terkadang tidak menjadi masalah ketika membawa audio dengan lagu beserta suara vokalisnya. Namun, beberapa orang terkadang membawa masalah jika tidak  diatur dengan baik. Misal dalam berbagai presentasi, pemateri membawa audio lagu beserta vokalis sehingga peserta tidak konsentrasi dengan materi pelatihan namun ikut menyanyi beserta vokalis yang asyik menyanyi menjadi back sound presentasi.

Indonesia Negara Bebas

Corat-coret memperingati kemerdekaan Republik Indonesia

Indonesia Negara bebas
Bung.. Indonesia Negara Bebas
Orang bebas merokok di area Rumah sakit
Orang bebas parkir kendaraan di bawah rambu-rambu dilarang parkir
Orang bebas menebang pohon di hutan
Orang bebas minum minuman keras




Indonesia Negara bebas
orang bebas berjualan Narkoba dari dalam Lapas
orang bebas menghisap sabu-sabu di Lapas
orang dipenjara saja bebas jalan-jalan dan nonton pertandingan tennis..
orang bebas berkelahi dalam lapas

Indonesia Negara bebas..
orang bersalah bisa bebas hukum
orang tidak bersalah bisa kena hukum
orang bebas pesan hukum
orang bebas beli hukum

Indonesia Negara bebas..
orang bebas membunuh orang lain..
orang bebas mengambil barang orang lain..
orang bebas mengambil uang negara..
orang bebas menabrak orang lain..

Tuesday, August 13, 2013

Punakawan Sang Abdi Ksatria


Kita sering mendengar istilah punakawan dalam setiap cerita yang melibatkan pada ksatria pandhawa lima. Genk  punakawan ini diisi oleh Semar, gareng, Pethruk, bagong. Empat sekawan yang tak terpisahakan. Punawakawan sendiri memiliki arti, Puna artinya tahu, Kawan yang berarti teman. Sehingga Punakawan artinya tahu apa yang harus dilakukan ketika mendampingi tuan (majikannya) dalam keadaan susuh atau senang, penuh cobaan dan godaan menuju kea rah kemuliaan.  Memang punakawan adalah abdi setia yang diperintahkan untuk mendampingi, menasihati serta mengarahkan para ksatria. Genk Punakawan sendiri sebenarnya adalah keluarga. Gareng, pethruk dan bagong adalah anak angkat dari semar. Karakter para punawakan beragam, semar adalah lambing kebijaksanaan seorang sesepuh, gareng menggambarkan kerendah hatian yang tamak. Pethruk adalah lambing kecerdsan berpikir dan penasihat ulung, bagong merupakan tokoh penyeimbang dari punakawan yang lain. Sosok bagong yang suka bercanda kelewatan, tergesa-gesa dan terkadang sedikit lancang.
Semar
Semar adalah putra Sanghyang Tunggal dan dewi Wiranti yang masih saudara dengan sanghyang Antaga (TOgog) dan sanghyang Manikmaya(Batara Guru). Sebutan lain dari semar adalah ki Lurah badranaya atau kadang disebut ismoyo. Semar yang merupakan ttitisan dewa khayangan yang diturunkan ke bumi untuk menjadi abdii yang memberi bimbingan para ksatria yang kelak dikenal dengan Pandhawa lima adalah sosok yang sabar, jujur, ramah dan rasa humor tinggi. Konon, ketika masih di khayangan, semar adalah seorang yang tampan rupawan, namun ketika diturunkan ke dunia (arcapada) badannya menjadi gendut, pendek berwajah lucu dengan mata berair seperti menangis.
Kenapa bisa seperti itu ?. al kisah, dulu ada sayembara untuk menjadi raja tiga dunia (jagad luhur, madya, andhap) bagi yang memenagkan sayembara tersebut. Sayembaranya adalah dengan menelan sebuah gunung dan mengeluarkan kembali lewati dubur. Banyak pendekar yang mengikuti  sayembara tersebut.  Pertama yang mencoba adalah Antaga, dengan sombongnya mencoba menelan gunung tersebut. Huuaa… gunung tersebut tidak dapat ditelannya dan malah merobek mulutnya dan matanya melotot mau keluar.  Setelah itu giliran semar atau ismoyo mencoba melahap gunung yang ada di hadapannya. Happ… gunung itu seketika masuk dalam perutnya dan anehnya malah tidak dapat dia keluarkan. Akhirnya sampai sekarang perut semar menjadi gendut, mulutnya besar dan matanya mengeluarkan air menahan sakit karena gunungnya tidak dapat dia keluarkan.
Gareng
Gareng adalah anak tertua dari semar, dari sebangasa jin. Nama lain dari gareng adalah pancalpamor artinya menolak godaan duniawi, pegatwaja berarti gigi yang melambangkan tidak suka makan makanan yang enak yang memboroskan dan mengandung penyakit. Nala gareng artinya hati yang kering, kering dari keangkaramurkaan.  Ciri fisik gareng dibuat sangat penuh makna. Tangan gareng yang ceko adalah perlambangan dari tidak mau mengambil hak orang lain. Mata juling artinya tidak melihat kecuali yang baik, dan sikil gejik (berjalan dengan tumit) adalah lambing penuh kewaspadaan dalam segala perilaku.
Konon Gareng pernah menjadi raja di Kerajaan Parang Gumiwang dengan nama Prabu Pandu Bergola. Tepai karena ambisi ingin menjadi raja di ngamerta akhirnya dia berkelana dan akhirnya bertemu dengan semar dan menjadi abdi para ksatria di ngamarta. Gareng sendiri sebenarnya dalah pendekar sakti mandraguna, namun hal itu tidak dia tampakan. Sampai akhirnya gareng berhasil menjadi penguasa di Ngamarta dengan mengalahkan para ksatria pandhawa. Dia menggunakan namanya yang dulu, Prabu Pandu begola saat mempora-porandakan kerajaan Ngamarta. Memang sebelum menyerang Ngamarta, gareng sempet menghilang beberapa waktu dan membuat sedih para punakawan dan para ksatria Pandhwa.
Setelah diberi tahu oleh Prabu Kresna bahwa yang menjadi Prabu Pandu bergola adalah Gareng, maka semar langsung memerintahkan Petruk untuk menghadapinya. Petruk yang takur akhirnya berani setelah mendengarkan bisikan dari semar bagaimana cara menghadapi saudaranya itu. Akhirnya pertuk menghadap ke Prabu Pandu bergola dan mengajaknya berkelahi satu lawan satu. Setelah menolak beberapa kali, akhirnya Prabu Pandu tidak kuasa menolak ajakan semar untuk berkelahi. Pertempuran yang seru dan penuh kekocakan itu mengakbiatkan Prabu Pandu bergola berganti wujud menjadi semar tanpa disadarinya. Akhirnya semar masuk dalam pertempuran dan berhasil memisahkan perkelahian itu. Seketika petruk yang sudah rindu gareng langsung memeluknya erat. Setelah ditanya mengapa melakukan itu, dengan penuh bijakasana pertuk menjawab  bahwa hal itu dia lakukan untuk mengingatkan kepada para Pandhawa agar tidak terlena meskipun kerajaan Ngamarta dalam keadaan makmur berkecukupan.

bersambung.....................

Thursday, August 1, 2013

zaman ketidakpercayaan oleh Anis Matta


Di Zaman KetidakPercayaan Ini
Jangan Pernah Lagi Bikin Janji-Janji
Kalau Benar Ada Api Cinta Di Hatimu
Bakarlah Benci yang Telah Merampas Keadilan
Bakarlah Serakah yang Telah Merenggut Kemakmuran
Jangan Pernah Lagi Bikin Janji-Janji
Ajak Saja Orang-Orang Miskin Itu
Bicara Tentang Negeri yang Mereka Huni
Ajak Saja Orang-Orang Kecil Itu
Bicara Tentang Keadilan Dari Hukum yang Tak Ditegakkan
Di Zaman Ketidakpercayaan Ini
Tidur Mungkin Tak Lagi Nyenyak
Tetapi Tetap di Selingi Mimpi yang Terputus-putus
Bahwa Suatu Saat Kata Masih Bisa Punya Arti

hati hati-hati


karena hati harus hati-hati

Hati kalau bahasa arab adalah Qolbun, yang artinya gonta-ganti, sesuatu yang sering berubah.  Maka dalam salah satu do’a kita sebelum salam dari setiap sholat kita selalu berdo’a yang artinya “wahai yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati ku atas agama ku…”.dan karena memang Allah memberikan pada diri kita pilihan untuk berbuat baik atau buruk. ”Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu(jalan) kefasikan dan ketakwaan(terjemah QS Asysyam:8).
“Di dalam hati itu ada dua teman, yaitu teman dari  malaikat yang selalu mendorong berbuat kebaikan dan membenarkan kebenaran. Barang siapa merasakan hal yang demikian itu, ketahuilah bahwa itu datang dari Allah dan hendaklah ia memuji Allah. Satu lagi teman dari musuh, yaitu setan. Ia selalu mendorong berbuat kejahatan dan mendustakan kebenaran serta melarang dari mengerjakan kebaikan. Barang siapa merasakan yang demikian itu, hendaklah ia berlindung dari allah dari godaan setan yang terkutuk”, begitulah kabar yang disampaikan Rasulullah SAW seperti yang diriwayatkan oleh imam Tirmidzi dan Nasa’i.
Suasana hati ini tergantung siapa teman yang dipilih. Bolak-baliknya suasana hati ini mengikuti apa-apa yang ada disampingnya. Dua teman yang sama-sama ada dan menyusup ke dalam hati. Malaikat dengan ketakwaan dan setan yang selalu membisikan syubhat-syubhat agar hati cenderung pada kejahatan dan pengingkaran. Setan membisikannya nafsu yang menuntunya pada kesenangan-kesenangan yang melalaikan dari mengingat Allah. Sehingga tanpa disadari, bahwa hati itu telah kusam dan jauh dari cahaya kesucian.  Hawa nafsu  yang dijadikan sebagai pemimpinnya, Syahwat yang dijadikan sebagai komandannya, kebodohan yang dijadikan sebagai pengemudinya, kealpaan sebagai kendaraannya. Tanpa disadari bahwa hatinya sakit dan menjadi mati. Jauh dari petunjuk Allah SWT.
Sebaliknya, jikalau hati ini dekat dengan Malaikat. Maka akan kita dapatkan bahwa setiap perkataan dan perbuatan adalah kebaikan yang dirasakan. Hati yang terindar dari syubhat dan menentang dari apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Hati yang selalu mencinta Allah, hati yang selalu senang dan tenang jika menyebut asma-asma-Nya. Senantiasa mendorong untuk selalu berkhidmat kepada Allah. “barang siapa senang berkidmat kepada Allah, maka segala sesuatu (yang ada di Bumi) akan merasa senang dan berkhidmat kepadanya. Barang siapa matanya sejuk karena memandang Allah, maka mata setiap orang pun akan sejukmelihatnya” begitulah apa yang dikatakan oleh Yahya bin Mu’adz. Selain itu, hati yang dalam petunjuk akan selalu memperhatikan lebih pada setiap kualitas amal perbuatannya. Ia berusaha keras untuk ikhlas dalam setiap amalnya, menjauhi setiap riya’ dan ujub. Karena dia sadar bahwa segala yang ada adalah karunia-Nya.
waullahu ‘alam bishowab

Bicara hati



Ah, kenapa tiba-tiba kepikiran untuk menulis ini ya ? entahlah, tak tau bagaimana menjawabnya. Tiba-tiba terlintas dalam benak hanyalah ini, HATI. Mungkin malam ini terlalu syahdu, bersama bulan setangah wajah, dan binar-binar bintang menambah indahnya langit. Suasana yang pas, untuk berbicara masalah hati. Tentu bersama secangkir kopi hangat penambah inspirasi. Tapi paling penting adalah blog saya ada tulisannya. Lama gak nulis..:)
Mulai dari mana ya ??, Tak tahu aku. Mulai dari sini saja, “bismillahirrahmanirrahim”.
Kesunyian malam ini membawa ingatan saya kembali pada sebuah pesan dari rasulullah SAW. Sebuah pesan tentang hati yang ada dalam dada ini,
“Ingatlah bahwa dalam jasad itu ada sekerat daging, jika ia baik, baiklah jasad seluruhnya. Dan jika ia rusak, maka rusaklah jasad seluruhnya. Sepotong daging itu adalah hati (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam Al-Ghazali mengibaratkan hati sebuah cermin. Hati yang bersih laksana sebuah cermin yang jernih, sehingga mudah seseorang untuk mengacakan dirinya pada cermin tersebut , jelas sekali. Jika ada kotoran atau cacat dari tubuh akan kelihatan detail. Sebaliknya, jika hati itu kotor, bagaikan kaca yang buram dan kusam penuh nokhtah hitam, sehingga membuat kita sulit untuk mengaca padanya, kita sulit membedakan dan tak tahu apakah tubuh kita ini penuh kotoran atau cacat atau tidak, serba buram tak jelas diri kita dalam cermin tersebut. Kalau kita punya cermin seperti itu di rumah, mungkin kita tidak akan perbah merasa percaya diri meskipun kita  berjam-jam berdiri memandangi diri dihadapan cermin tersebut. Atau sebaliknya, kita terlalu PeDe melihat cermin itu. Meskipun tidak jelas diri kita dalam cermin tersebut. Kita merasa sempurna tanpa cacat, padahal kenyataannya adalah sebaliknya. Astagfirullah.. jika ia baik, baiklah jasad seluruhnya. Dan jika ia rusak, maka rusaklah jasad seluruhnya
Hati ini ibaratkan raja, begitulah ungkapan yang sering ustadz-ustadz sampaikan. Ibarat raja yang mengendalikan seluruh prajuritnya, memberi instruksi, memerintah, melarang dan sebagainya. Ibarat raja, hati ini mempunyai kendali pada semua prajurit yaitu seluruh anggota badan tanpa terkecuali. Segala aktifitas gerakan anggota tubuh adalah hasil dari kehendak hati, tekad yang terikat, dan bimbinganyang menuntun gerak tangan, kaki, mata dan yang lain. Maka, jika raja itu salah memimpin, maka rusaklah prajuritnya, jika hati salah memimpin, maka rusaklah seluruh tubuh ini, karena semua tindakah diperintah pada kerusakan. Oleh karena itu, belajar memimpin hati adalah salah satu tugas penting dalam kehidupan ini. Membimbing dalam ketaatan dan kebenaran sesuai kehendak-Nya.
“dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah; mereka mempunyai mata, tetapi  tidak dipergunakan utnuk melihat tanda-tanda kekuasan Allah; mereka mempunyai telingga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar(ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi” ( terjemah QS. Al-‘Araaf:179)
Ibarat cermin, Amal perbuatan kita (baik ucapan atau gerakan kita) adalah pantulan dari hati kita, kalau hati kita buram kusut, maka buruklah setiap amal kita dan juga sebaliknya. Baiknya amal perbuatan kita adalan gambaran baiknya hati kita. Semakin kita merusak cermin hati kita dengan kemaksiatan-kemaksiatan, maka semakin kusam dan tidak jelaslah perbuatan kita.
Waullahu ‘alam bishowab

ironi, gak terima !!!!



Rasanya tidak terima saja, ketika melihat nenek atau kakek yang harus bekerja sangat keras untuk beberapa rupiah saja. Kemudian ada orang-orang yang tidak berusaha sekeras kakek atau nenek tadi mendapat rupiah yang sama. Atau lebih umum, ada orang yang tidak harus kerja keras dan tanpa mengeluarkan peluh, mendapatkan nilai rupiah yang sama dengan orang yang bermandikan keringat dibawah terik matahari. Tentu ilmu memang sangat dihargai, tapi kalau sama bekerja yang tanpa menggunakan ilmu. Kog rasanya tidak adil saja.
Lihatlah sekarang, ini nyata!
Kalau anda sempat nge-printkan poster di dunia print, anda pasti melihatnya langsung. Setiap pagi sampai siang, anda akan melihat seorang nenek  yang berjualan Koran harian SURYA dan JAWA POS. di bawah panasnya matahari dan asap knalpot mobeil dan motor, nenek tersebut harus berjuang menjual seluruh dagangannya kalau mau dapat uang banyak. Kadang sampai matahari terik, nenek tersebut akan berada disitu. Kemuadian setelah anda keluar dari kantor Dunia Print, ketika anda memegang motor anda, tiba-tiba ada seorang pemuda yang berpenampilan seperti tukang parkir yang menarik ongkos parkir di situ. Rp.1000. coba perhatikan, mungkin uang tersebut biasa bagi kita. Tapi coba lihat lagi, nenek yang berjualan Koran tadi mungkin harus menjual beberapa eksemplar korannya agar mendapat seribu rupiah, tapi pemuda tadi dengan mudahnya mendapatkan seribu rupiah juga. Apalagi parker liar juga itu, yang uangnya mungkin tidak akan masuk sebagai pendapatan asli daerah. Gak adill.
Entah kenapa parkir menjadi sangat mahal seperti itu, Rp.1000 itu harga 2 kilogram garam saat masa panen di Madura. Padahal untuk mendapat dua kilogram garam itu harus bersusah payah, bermandikan keringat dibawah terik matahari. Belum kalau musim hujan yang merusak lading garamnya. Rasanya tukang parkir itu sangat menyiksa sekali. Mereka juga butuh uang juga sih.. toh kalau ada motor hilang paling juga tidak bertanggung jawab. Kalau tukang parkir resmi tidak masalah, kalau liar itu yang bermasalah.Hampir sama dengan para pengamen yang berada di bus kota bungurasih – bratang. Rasanya dengan modal ngamen seadanya saja mereka bias dapat uang banyak tanpa harus berletih-letih dengan jenis pekerjaan yang membutuhkan skill yang sama.
Tapi, tetap salut pada nenek yang berjualan korang diperempatan tadi, yang bekerja dan masih memiliki kemulian dari pada meminta-minta. Kadang kita perlu memberikan apresiasi kepada orang-orang yang sama dengan neken tersebut. Apresiasi untuk keberanian tidak menjadi peminta-minta dengan sekedar membeli apa yang mereka jajakan meskipun kita tidak membutuhkan barang tersebut. Belilah dagangan mereka agar mereka sanggup bertahan dan tidak menjadi peminta-minta.