Wednesday, December 10, 2014

Bukan Pelajaran Kewarganegaraan


Semua orang yang pernah makan bangku sekolahan di Indonesia, pasti kenal dengan pelajaran Kewarganegaraan dengan segala evolusi namanya. Mungkin ada yang lebih kenal dengan PMP (Pelajaran Moral Pancasila) pada jaman Pak Soeharto, kemudian ganti dengan PPKN (Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan), berubah lagi dengan PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). Apapun namanya, semua mengajarkan moral yang baik kepada anak didik. Pasti kalian masih ingat dengan pelajaran itu ketika masih sekolah dasar. Kalau ada pertanyaan seperti ini, “Apa yang kita lakukan jika melihat teman kita jatuh?”. Pasti jawabannya adalah menolong dll. Kalau gak itu jawaban dianggap salah. Saat jaman orang sudah mulai egois, jawaban seperti kadang lucu juga meskipun harusnya begitu. Jika ada pertanyaan “apa yang harus kita lakukan jika teman kita ramai di kelas saat pelajaran?”. Jawabannya adalah mengingatkan dan menegur agar tidak ramai karena mengganggu yang lain.
Namun, jika pertanyaa dirubah seperti ini, kalau kita melihat teman kita ramai atau berbicara saat khotbah jum’at berlangsung, apakah yang harus kita lakukan ?. Guru PKn akan menjawab mengingatkan teman kita agar tidak ramai dan diam mendengarkan khotbah. Sedangkan guru agama pasti akan menjawab diam saja dan tetep mendengarkan khotbah. Terus mana yang harus kita ikuti ?, guru PKn atau guru agama ?. Bukankah itu benar-benar terjadi di sekitar kita?.

Ini BUKAN PELAJARAN PKn.

Jadi sebaiknya kita mengikuti jawaban guru agama, bukan guru Pkn. Sebab jika kita mengikuti “Fatwa” guru PKn, pasti sia-sia sholat jum’at kita. Bukankah sudah diperingatkan agar tidak bicara dengan perkataan ataupun isyarat “sssst”.

Wednesday, December 3, 2014

Candu 4.5 inchi

Pada suatu hari, ada rombongan keluarga yang masuk ke sebuah rumah makan yang cukup terkenal sebagai rumah makan keluarga. Tempat yang nyaman untuk menghabiskan waktu ngobrol santai bersama anak, bercanda dan melepas tawa. Namun, ada satu meja yang menarik mencuri pandangan. Dari semua meja yang ada di rumah makan itu, satu meja ini sangat berbeda. Bukan karena jenis makanan yang dipesannya, bukan karena pakaian perlente yang mereka pakai bukan juga karena jumlah rombongan mereka. Aktivitas merekalah yang mencuri pandangan untuk seksama diperhatikan.
Satu keluarga itu duduk dalam satu meja, saling berdekatan. Tapi ternyata, satu meja itu tidak malah mendekatkan. Satu meja dalam raga, namun tidak pada jiwa. mereka asyik sendiri-sendiri dengan kotak 4.5 inchi di tangan. Sang bapak asyik dengan rekan-rekan bisnisnya, lobi-lobi dan transaksi.  Jiwa sang ibu sudah dalam satu ruangan maya dengan ibu-ibu PKK yang lain, ngerumpi, ngegosip dan sebagainya. Anak kecil yang di seberang sudah masuk ke dalam game dalam kotak yang ia pegang.
Pernah melihat fenomena diatas ? atau mungkin anda salah satu dari gambaran fenomena diatas ?
Hari ini dunia disuguhi revolusi teknologi dunia informasi yang sangat luar biasa. Perkembangan alat komunikasi yang dulu hanya menghubungkan orang yang jauh, sekarang sudah pada fase dunia dalam genggaman. Perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang pesat. Lebih cepat dari perkembangan-perkembangan teknologi di bidang lain. Misalnya perkembangan transportasi kuda ke teknologi mesin uap atau dari pesawat baling-baling menuju pesawat jet atau bahkan dari pesat jet ke pesawat supersonic. Sungguh luar biasa. Apalagi produk alat komunikasi yang bernama gadget.
Kotak 4.5 inchi yang mampu menyihir orang hingga menjadi apatis terhadap masalah orang di sampingnya sampai menggerakan ribuan orang untuk melakukan kudeta. Namun, permasalahan besar terjadi dibalik fenomena perkembangan teknologi informasi dengan kotak 4.5 inchi yang biasa  disebut gadget. Hari ini gak pegang gadget ? hello.. kemana aja lho?, dianggap kuper dan tidak mengikuti perkembangan jaman. Padahal, kalau boleh saya berpendapat. “Siapa yang hari ini tidak memegang gadget adalah orang yang selamat”. Sedangkan bagi yang memegang gadget, waspadalah jika anda sudah termasuk dalam golongan orang-orang yang telah kecanduan.
Fenomena kecanduan gadget sudah mewabah dari mulai anak-anak sampai tua, dari golongan ekonomi bawah sampai atas. Hal tersebut didukung oleh semakin banyaknya produsen gadget, hampir semua yang dulu hanya memproduksi handphone kini juga memproduksi gadget. Dari segi harga, sudah banyak pula gadget dengan harga ratusan ribu yang bisa dijangkau oleh orang-orang kelas ekonomi bawah. Wabah kecanduan gadget membuat orang tidak lagi melihat untuk kebutuhan apa dia membeli alat komunikasi. Terkadang lucu, seorang bapak-bapak yang hidup diera handphone masih sebesar botol air mineral 800 ml kemudian bermigrasi menggunakan teknologi gadget. Hasilnya, hanya fiture telpon, sms dan kamera yang digunakan. Atau mungkin game kalau sedang iseng, karena belum ada game pada saat masih mudanya.
Setelah mengamati tentang fenomena kecanduan gadget, ada beberapa tanda-tanda bahwa orang tersebut telah KECANDUAN GADGET. Jika anda sekarang menjadi salah satu pemakai gadget, rasakan apa yang ada dalam diri anda dan segera tanyakan “apakah saya kecanduang gadget ?”. berikut tanda-tanda orang telah kecanduan gadget.
Sebenarnya fenomena kecanduan itu bisa apa saja, kita ambil contoh pada orang yang sudah kecanduan narkoba agar lebih mudah membayangkan dan membandingkan kesamaannya. Orang yang sudah ngisap narkoba, biasanya mereka kuat tidak makan atau menahan lapar melebihi kewajaran orang normal. Lihatlah mereka yang kecanduan gadget, mereka sudah lupa makanan kalau sudah asyik dengan gadgetnya. Bahkan tidak ingat kalau ada yang terhidang di depannya. Mereka bukan makan untuk menghilangkan laparnya, tapi malah ngoceh di media social dalam gadgetnya kalau lapar meskipun kadang sudah terhidang makanan di depannya.
Orang yang udah kecanduan narkoba, hidup mereka berubah drastis. Senang menyendiri, tertutup dan tidak peduli dengan orang – orang sekitar. Nah, bandingkan dengan orang – orang yang kecanduan gadget. Orang – orang yang kecanduan gadget mungkin lebih ekstrem, mereka asyik dengan gadgetnya meskipun sedang bersama banyak orang. Bukankah itu ketidak pedulian social yang paling puncak?. Tentang senang menyendiri, orang – orang yang sudah memegang gadget dengan perengkat online-nya pasti merasakan. Dimana mereka lebih senang mengurung diri di kamar dari pada datang berkunjung dan menyapa langsung.
Salah satu ciri kalau orang tersebut kecanduan adalah merasakan resah, gelisah dan seperti orang linglung, merasa dunia sempit. Kalau istilah kerennya “Sakaw”. Jadi orang-orang yang telah kecanduan gadget akan merasakan gelisan, seperti orang bingung dan merasa kesepian ketika gadget yang dipegangnya rusak, ketinggalan, mati dan lupa bawa charge atau bawa charge tapi gak ada colokan. Orang yang seperti telah masuk fase sakaw gadget, sehingga mereka merasakan gadget mati itu seperti elien yang hidup sendiri di planetnya.
Sekarang tanyakan kepada diri anda, apakah anda sudah minum yakult hari ini ? #eh. Maksudnya anda sudah masuk dalam kategori kecanduan gadget dengan beberapa indikasi di atas?. Kalau anda sudah masuk atau masih hampir masuk, sebaiknya anda segera menghubungi psikiater terdekat. Jika kecanduan masih berlanjut, segera hubungi pengadaian, agar masalah anda selesai tanpa masalah. Gadaikan gadget anda. Mulailah perhatikan orang-orang sekitar. Kehidupan nyata lebih asyik daripada dunia online. Sumpahhh!.

Pesan saya bagi anda yang sudah pada taraf sakaw gadget, ingatlah bahwa anda akan ditanya “man robbuka?”. Apakah anda akan menjawab “gadget robbii”. Jangan anda jadikan gadget sebagai berhala-berhala baru yang anda sembah. Sebab anda lebih mengutamakannya dari pada yang lain. Pesan saya bagi anda yang punya teman dalam kategori kecanduan gadget, tempeleng saja kalau dia sudah menunduk saat sedang bersama dengan anda. Sebab dia sudah melantunkan zikir dengan mengusap-ngusak gadgetnya sebagai ganti alat hitung yang bernama “tasbih”.

GENESIS

Kemampuan dan Keterbatasan Program NEMOS
Sebagai sebuah software NEMOS memiliki beberapa kemampuan dan keterbatasan juga. Kemampuan yang dimiliki diantaranya adalah dapat mensimulasikan berbagai bentuk dan kombinasi dari groin, jetty, breakwater terpisah, pengerukan pantai dan juga dinding pantai. Bermacam-macam bentuk groin seperti bentuk T, Y dan groin sejajar pantai. Struktur groin atau  yang dapat dilimpasi dan di transmisi juga dapat disimulasikan termasuk breakwater terpisah, jetty ataupun groin yang menyebabkan difraksi. Mampu mensimulasikan daerah yang luas, masukan gelombang dari laut dalam dengan periode, tinggi dan arah gelombang sembarangan. Berbagai tipe penjalaran gelombang dan juga gelombang yang diakibatkan oleh adanya gradian oleh tinggi breakwater.
            Namun demikian NEMOS juga memiliki keterbatasan dimana pada program tersebut tidak diperbolehkan adanya gelombang refleksi akibat struktur pantai, tidak terdapat tembolo yang dapat berkembang, sedikit pembatasan dalam penempatan bentuk dan orientasi dari bangunan pantai, tidak terdapat objek yang dapat langsung mengubah pasang surut secara serta keterbatasan mendasar dalam teori pemodelan perubahan garis pantai (Hanson, 1991).
1.2. STWAVE
            STWAVE adalah steady-state suatu spektral posisi model untuk meramalkan kondisi-kondisi gelombang di kawasan pantai. STWAVE dilengkapi dengan persamaan perpindahan radiative termasuk refraksi, shoaling, difraksi, serta interaksi arus dan  gelombang dan efek source-term ( gelombang pecah, input angin, dan nonlinear wave-wave interaksi). STWAVE telah dikembangkan berdasrakan sifat gelombang secara alami, dengan memperhatikan interaksi komponen gelombang stokastik nonlinear dengan gelombang nonlinear deterministic. Hal ini relevan ketika berhadapan dengan transformasi gelombang yang melebihi jarak beratus ribu panjang gelombang (ditinjau dari studi transformasi gelombang di banyak tipe pantai). Pada jarak yang lebih pendek suatu perkiraan long-crested deterministic dapat menyediakan suatu pemahaman dalam menginterpretasikan perilaku gelombang Pada jarak yang lebih panjang, teoritis dan keterangan empires dapat mendukung suatu perkiraan stokastik untuk gejala gelombang. Model ini dapat menghitung perubahan gelombang karena adanya pemecah gelombang (break water). STWAVE dapat menyertakan informasi perubahan gelombang dengan menggunakan suatu random-phase perkiraan untuk difraksi dan refraksi gelombang (CERC, 2006).
Kondisi batas yang dipergunakan untuk pemodelan ini adalah kondisi batas terbuka (open boundary conditions). Kondisi batas terbuka ini diperlukan untuk mereduksi penjalaran gelombang yang bergerak keluar dari bidang pemodelan untuk penjalaran yang dibuat. Pada batas yang secara fisik tidak ada ini, dianggap tidak boleh terjadinya refleksi gelombang (Zakaria, 2005).

1.2.1. Asumsi dalam STWAVE
Berikut dua asumsi penting yang tidak bisa dipisahkan dalam gelombang steady-state untuk meramalkan perubahan bentuk gelombang (CERC, 2006) :
·         peramalan berdasar pada teori gelombang monokromatik searah dan dapat memberikan solusi yang setara dengan kejadian perubahan penjalaran gelombang secara alami.
·         transformasi nearshore didominasi oleh proses yang konservatif ( refraksi, shoaling, dan difraksi) dan  perubahan nonkonservatif dapat diabaikan sebagai perkiraan yang pertama.
1.2.2. Kemampuan dan Keterbatasan STWAVE
Sebagai sebuah program STWAVE memiliki beberapa kemampuan dan keterbatasan juga. Kemampuan yang dimiliki diantaranya adalah dapat mensimulasikan berbagai bentuk dan kombinasi dari groin, jetty, break water terpisah, pengerukan pantai dan juga dinding pantai. Bermacam-macam bentuk groin seperti bentuk T, Y dan groin sejajar pantai. Struktur groin atau  yang dapat dilimpasi dan di transmisi juga dapat disimulasikan termasuk breakwater terpisah, jetty ataupun groin yang menyebabkan difraksi. Mampu mensimulasikan daerah yang luas, masukan gelombang dari laut dalam dengan periode, tinggi dan arah gelombang sembarangan. Berbagai tipe penjalaran gelombang dan juga gelombang yang diakibatkan oleh adanya gradian oleh tinggi break water (Hanson, 1991).
            Namun demikian STWAVE juga memiliki keterbatasan dimana pada program tersebut tidak diperbolehkan adanya gelombang refleksi akibat struktur pantai, tidak terdapat tembolo yang dapat berkembang, sedikit pembatasan dalam penempatan bentuk dan orientasi dari bangunan pantai, tidak terdapat objek yang dapat langsung mengubah pasang surut secara serta keterbatasan mendasar dalam teori pemodelan perubahan garis pantai (Hanson, 1991).

GENESIS

Mengenal Software CEDAS


NEMOS (Nearshore Evolution MOdeling System) merupakan seperangkat program/software yang digunakan sebagai suatu sistem untuk mensimulasikan perubahan pantai dalam jangka panjang sebagai reaksi terhadap kondisi gelombang, struktur pantai, kegiatan teknik dipantai. Program ini dibangun didukung oleh program lainnya untuk dapat mensimulasikan pekerjaan tersebut diantaranya GENESIS ( model untuk menghitung perubahan garis pantai terutama yang disebabkan oleh gerakan gelombang dan dapat diterapkan pada berbagai kondisi, lokasi dan kombinasi groin, jetti, Breakwater terpisah, dinding pantai dan juga pengerukan pantai ), RCPWAVE (model 2D gelombang tetap, model finite difference untuk mensimulasikan penyebaran gelombang sepanjang kondisi batimetri sembarangan diluar area gelombang/surfzone) dan STWAVE ( menggunakan 2-D finite diffrence menggambarkan bentuk sederhana persamaan keseimbangan spektrum untuk mensimulasikan daerah pantai dengan waktu tak terbatas penyebaran spektrum energi gelombang). NEMOS sendiri merupakan bagian dari beberapa program analisis pantai yang disebut dengan CEDAS 2.01(Coastal Engineering Design & Analysis System). Program ini merupakan produk dari perusahaan VeriTech (Hanson, 1991).
NEMOS dibangun dan didukung oleh program lainnya yang terdapat di dalam, antara lain :
  1. RCPWAVE  (Regional Coastal Processes Wave)
Merupakan program untuk mensimulasikan penjalaran gelombang dan perubahan bentuk gelombang akibat adanya perubahan kontur dasar laut (batimetri).
  1. STWAVE (Steady-state Spectral Wave)
Merupakan sub program untuk transformasi dan membangun spektrum gelombang steady-state. Sub ini merupakan finite difference model dengan berdasar pembangkitan dan penjalaran dengan grid rectilinear 2 dimensi.
  1. SPECGEN (Spectrum Generator)
Merupakan sub program untuk import data membangun dan menampilkan spektrum gelombang untuk STWAVE.
  1. GRIDGEN (Grid Generator)
Merupakan sub program dalam NEMOS untuk membangun spatial domain dari wilayah kajian.
  1. WMV (Wave Model Visualization)
Merupakan suatu aplikasi untuk menampilkan hasil simulasi dalam bentuk gambar maupun grafik.
  1. WSAV (Wave Station Analysis and Visualization)
Merupakan sub program untuk analisi statistik dari data seri kejadian gelombang, menampilkan grafik hasil analisis serta menghasilkan kejadian gelombang yang representatif untuk simulasi.
  1. WWWL Data (Wave, Winds and Water Level Data)
Digunakan untuk editing data gelombang, dan tinggi muka air.
  1. WISPH3 (Wave Information Study Phase 3)
Merupakan sub program untuk transformasi spektral data gelombang

Monday, December 1, 2014

Blogger Edan tapi Sukses

kalau kamu seorang blogger dengan apapun itu, mari sejenak belajar pada orang yang satu ini. Orang yang terkenal dari aksi edit foto hingga beberapa kali menang kontes blog. Tulisan sederhana yang menceritakan keseharian, curhatan rupanya menarik untuk disimak, bahasa yang "pasaran" enak dibaca. nah, kalau kamu seorang blogger belajarlah pada penulis buku 'Jomblo tapi hafal pancasila' si Agus Mulyadi. Setelah mengamati dari blog mas agus, saya rasa banyak pelajaran yang bisa diambil untuk kita menjadi blogger yang lebih baik lagi.
Mulai sekarang, menulislah di blogger anda dengan teratur. caranya seperti berikut;
1. Luruskan Niat anda. APAPUN ITU. kalau kamu niatkan nulis buat nyari uang, niatkan yang lurus biar gak putus asa. kalau anda niatkan nulis buat sekedar ekspresi, niatkan itu agar tulisan mu tidak mengada-ada.
2. Menulislah walau satu kalimat. Sebagai Blogger, kamu tidak boleh tidak menulis dalam 1 minggu. minimal kamu harus nulis 1 tulisan. walau hanya curhatan, walau hanya umpatan. Menulislah. Kalau pas hari itu kamu lagi marah sama teman, tulis saja. itung-itung curhat, kan bisa melegakan hati.
3. Membacalah. ini penting bagi kamu yang suka nulis. biar tambah kosa kata mu dan semakin luas pandagan mu. MEMBACALAH walau satu halaman dalam sehari. kalau kamu gak punya ide nulis, tinggal menuliskan ulang apa yang kamu baca dari buku tadi dengan dialektika yang berbeda dan dengan pemaknaan yang lain.
4. Buatlah Tag tulisan. Mulai sekarang, rapikan blog mu. menulislah dengan membuat tag sesuai tema tulisan. Misalnya, tulisan tentang hikmah atau tentang cerita perjalanan mu. setelah menumpuk tag tulisan mu. lihatlah, kamu sekarang sudah punya tulisan dalam satu tema dan siap kamu edit dan tinggal ngirim naskah ke penerbit.
5. Jalan-jalan ke Blog orang. Biar kamu dikenal orang dan orang kenal tulisan mu, cobalah sesekali jalan-jalan ke blog orang dan komen. Sebab, salah satu etika yang dipegang para blogger adalah saling kunjung dan saling komen. apa lagi kalau sesama blogger newbie.
6. Gabunglah ke Komunitas Blogger. Salah satu cara mudah untuk mendapat kenalan dengan para blogger adalah bergabung dengan para blogger edan. Di Indonesia sendiri banyak komunitas blogger yang bisa kamu ikuti.. cobalah ikut dan jadilah Blogger edan tapi sukses.
7. Tawakal kepada Allah. Nah, setelah kamu berusaha semaksimal mungkin. kamu harus segera bertawakal, menyerahkan semua urusan marang gusti.  Gusti luweh ngerti opo sing apik kanggo awakmu.

Yo wes sak mono ae rek tips Jadi Blogger Edan tapi Sukses. ojo lali pesen ku. "Sholat lah sebelum di Shalati". "Jangan buang sampah sembarangan"

Coastal Modeling System

Pemodelan Penjalaran Gelombang - BOUS2D

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam rekayasa pantai adalah tentang gelombang dan arus, sebab dua kejadian itulah yang banyak mempengaruhi terjadinya proses pantai. Sebenarnya untuk dapat mencari berapa gelombang yang akan terjadi di suatu perairan dapat kita ketahui dari data angin. sebab anginlah penggerak utama gelombang untuk di Indonesia karena gaya coriolis tidak begitu berpengaruh. Dari data angin kita konversi ke gelombang dengan kita cari fetch efektif. Namun, dengan berkembanganya model numerik untuk pemodelan sekarang ini. kita bisa langsung dapat memodelkan dengan pendekatan numerik menggunakan Software Surface Modeling System (SMS). Kali ini, saya tampilkan hasil pemodelan penjalaran gelombang dengan SMS 11.1. Pada kasus ini, melihat gelombang signfikan pada perairan sebelum dan sesudah terpasang breakwater.
kalau ingin melihat versi animasinya bisa disini
Mungkin pernah memodelkan dengan yang lain bisa berbagi via 
email ; baharudinfahmi@yahoo.co.id
Phone : 089676363990

Kontur dasar perairan dengan ada breakwater


Hasil pemodelan significant wave height

Penjalaran gelombang tampak atas

Penjalaran gelombang tampak samping



Coastal Modeling System (1)

Coastal Modeling System - CMS Flow

Mungkin banyak yang membutuhkan refrensi tentang modeling perairan khususnya daerah laut dan muara. Salah satu modeling yang banyak dilakukan adalah pemodelan untuk melihat pola arus dan sedimentasi, selain itu juga pemodelan arus. Banyak software yang dapat manfaatan untuk melakukan pemodelan dengan metode numerik. Beberapa program yang bisa digunakan adalah Mike 21 DHI, SMS (surface Modeling system), Delft3D (open source). Mungkin itu beberapa program yang masih saya ketahui. Sekarang akan saya tulis tentang pemodelan numerik dengan Surface Modeling System 11.1 dengan modul CMS Flow. CMS Flow bisa digunakan untuk untuk pemodelan ocean berupa arus dan perubahan morphology karena sedimentasi.
Kalau teman-teman sudah membaca tentang pemodelan arus dengan FESWMS diartikel sebelumnya, maka yang membedakan CMS Flow dengan FESWMS adalah pada saat melakukan meshing model. Pada FESWMS, meshing model menggunakan Triangulate. Sedangkan pada CMS Flow meshing dengan membuat grid cell. Setelah membuat grid cell, maka terlihat hasil pembuatan kontur perairan. selain itu, yang membedakan antara FESWMS dengan CMS Flow adalah kekhususan daerah yang di modelkan. FESWMS sangat di rekomendasikan untuk pemodelan pada daerah estuari dan muara sungai. Sedangkan CMS Flow untuk coastal secara umum. Untuk pemodelan sedimentasi, FESWMS masing sering mengalami kegagalan (dari forum SMS), sedangkan pada CMS Flow cendrung berhasil namun dengan kestabilan yang perlu diatur.

Berikut hasil pemodelan menggunakan CMS Flow
Hasil Pembuatan Grid

Kountur dasar laut


Hasil pemodelan arus


Selamat Jalan Sahabat

(Lutfi A, sempu,  1 September 2014)
 Selamat tinggal Sahabat ku..
 kau telah penuhi panggilan cintaNYA. Semoga kau bertemu Allah dengan wajah berseri. Semoga kelak kita dipertemukan di surgaNya.
Selamat jalan sahabat..
terimakasih untuk semuanya..

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ [وَعَذَابِ النَّارِ] 
“Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”


Sunday, November 23, 2014

Menegakkan tembok miring

Sejenak ingatkan ku melayang pada tema yang pernah diangkat pada kajian "Kenduri Cinta" yang diasuh Cak Nun. pada saat itu, temanya adalah "menegakan pagar miring".  memang judul tulisan ini terispirasi dari situ, dengan pemaknaan yang lain.
Sekali lagi aku melewati rumah itu. Ya, sekedar melewati Karena kebetulan masih sering melintasi jalan ini. Jalan yang sama dilewati oleh para pendahulu. Memang, semenjak sudah tidak berada di bawah atap rumah itu, aku hanya orang asing yang sekedar lewat. Terkadang menyempatkan melihat, jika Ada hal yang menurut ku menarik. Itu pun ku lakukan hanya dari luar pagar, tak lebih. Sebab, aku hanya orang asing. Masuk ke dalam hanya akan menjadi pengganggu bagi penghuni yang sedang menikmati secangkir teh Manis dengan renyah cengkrama mereka.
Semakin sering aku melewati depan rumah itu, semakin aku terheran dengan bangunan yang dulu megah dan menjadi kebanggaan bagi mereka yang berada di bawah atapnya. Itu pun ku ketahui setelah aku bermain ke tetangga sebelah, mereka sering mengatakan “pasti nyaman di dalam rumah itu, aku jadi pengen.” Kata-kata itu yang sering aku dengar. Ternyata aku beruntung pernah tinggal di bawah atapnya. Hari ini, untuk Pertama kalinya aku berdiri lama, menatap dengan seksama rumah itu. Ada yang membuat ku keheranan, sepertinya tembok rumah itu sekarang mulai miring.

Entah mereka yang di dalam menyadari atau tidak akan hal itu, atau mungkin saja penglihatan ku yang miring. Sering ku dengar dari cerita orang yang pernah masuk ke rumah itu, katanya orang-orang di dalam rumah itu asyik bermain di kamar masing-masing. Oh ya, memang seingat ku ada 4 kamar. Mungkin karena itu juga mereka tidak sadar kalau-kalau tembok rumah itu sudah miring. “Bukan urusan ku, tembok kamar ku masih berdiri”, mungkin begitu katanya. Lain hari ku dengar dari tetangga sebelah, bahwa penghuni rumah itu ada yang mau angkat koper untuk mencari rumah baru. Katanya sih, mereka kurang nyaman berada di rumah itu. Ada juga yang bilang kalau mereka Sudah mulai berfikir “Untuk apa tinggal dibawah atap rumah yang katanya nyaman namun tidal?”. Ah, bodohnya orang itu, baru menyadari setelah lama di dalamnya. “Ya benarlah tidak nyaman, lha itu temboknya miring gak dibenerin. Man jadi was-was kalau setiap saat kerobohan bangunannya”. Sejenak teringat dengan Kisah Nabi Khidir yang menegakkan tembok miring karena di bawah tembok itu ada harta yang sangat berlimpah untuk masa depan si penerus penghuni rumah. Harusnya orang-orang yang berada di dalam rumah itu mulai berfikir untuk menegakkan tembok miring Untuk menyelamatkan generasi penghuni rumah itu setelah mereka. Setelah tiang, komponen rumah rumah yang terpenting adalah tembok, agar sebuah rumah bisa dikatakan rumah dan membedakan sama bangunan hinggil desa. Oh ya, masih ingatkah kalian bahwa rumah itu bukan sembarang rumah. Konon katanya, rumah ini dulu dibangun diatas pondasi kuat Karena satu tujuan. Kemudian tembok-tomboknya dibangun atas tumpukan Batu bata yang saling percaya, saling terikat satu bata dengan bata yang lain. Ada juga Batu bata yang terpotong agar menguatkan bangunan temboknya. Saling meneguhkan, saling percaya serta keterbukaan antar mereka. Serasi saling mengerti dan memahami, mendengar dan bicara, patuh dan paham. Bagitulah konon katanya Batu bata itu disusun dan ditata oleh para pendahulu. Itulah jawaban, mengapa rumah itu bisa berdiri megah sampai sekarang. “Kenapa tembok itu sekarang miring?”, pertanyaan itulah yang selalu terlintas ketika kaki ini melintas di depan rumah itu. Mungkin Batu bata penyusun rumah itu sudah tak lagi kuat, mungkin juga Karena komponen penyusunnya sudah hilang sama sekali. Mungkin juga Batu batunya sudah tak lagi di tempat yang sebagaimana mestinya. Ah, tembok yang sekian lama dibangun itu akhirnya pada masanya. Miring sebelum roboh. 
Aku jadi teringat dengan kisah nabi Khidir yang kemudian menegakkan tembok rumah anak yatim yang miring saat perjalanan bersama musa yang sedang ingin berguru. Ternyata di bawah tembok tersebut terdapat harta yang sangat berharga bagi yatim tersebut, sehingga tembok itu harus ditegakkan hingga anak yatim itu dewasa dan akan menemukan kembali harta peninggalan orang tuanya. "saatnya kalian menjadi "khidir" baru yang berorientasi masa depan dengan meninggalkan keegoisan. menegakkan tembok miring itu demi masa depan penerus kalian", jeritku dalam hati.
Tiba-tiba terdengar teriakan Dari dalam salah satu ruangan, blok a sebelah kanan. Aku baru tersadar, bahwa sejenak langkah ku terhenti, seolah detik tak berputar meski berdetak. ku langkahkan kaki ini menyusuri jalanan, memungut kata yang berserakan. Memulung hikmah dari kotoran jalanan. Sepotong doa untuk kalian, semoga hati kalian tidak hilang.

Rumah sandiwara


Spertinya aku kenal rumah itu, sebuah rumah yang sudah tak asing lagi bagi ingatan ku. Sebab aku pernah menjadi bagian dari orang-orang yang sekedar berteduh di bawah atapnya. Menikmati secangkir teh hangat dan sedikit camilan sambil menunggu hujan reda serta giliran orang yang akan menggantikan ku menempati rumah ini. Tentu saja aku tak sendiri, ada banyak orang yang sama dengan ku disini. Berteduh menunggu giliran. Kami hanyalah orang yang ditakdirkan menjadi bagian orang-orang yang dipergilirkan menempati rumah ini. Aku hanya menggantikan orang-orang sebelum ku. Mereka yang sebelum ku juga hanya menggantikan. Entah aku ini orang keberapa yang duduk dibawah atap keharmonisan, dalam hangatnya kekeluargaan saat badai di luar sangat menyeramkan. Meski kami awalnya tidak saling kenal dalam perjalanan. Namun, di bawah rumah ini kami semua seperti saudara dalam satu keluarga.
Rumah ini menjadi saksi canda tawa, senyum bahagia, tangis duka dari semuanya. Keluarga sementara dan semoga kelak menjadi tetangga di surga. Biar kami bisa menyapa meski berada di bawah atap yang berbeda. Sebab kata orang-orang sebelum kami yang meninggali rumah ini, “rumah ini kuat berdiri karena dibangun dengan material rasa saling percaya antar penghuninya yang diikat kuat oleh kasih dan sayang”. Memang bukan mengada-ngada, sebab kami telah membuktikannya. Terkadang rumah ini juga masih dikunjungi oleh orang-orang sebelum kami. Meski hanya menyapa, itu sudah luar biasa. Sebab itu bukti, bahwa mereka masih peduli dengan rumah yang pernah menjadi kenagan bagi mereka.
Kini aku sedang berdiri di depan rumah itu, menatap dengan penuh keheranan. Sebab rumah itu sudah tak lagi seperti saat aku singgah di dalamnya. Sekarang aku keheranan, rumah yang dulu ku banggakan sekarang temboknya miring seperti rumah yang sudah lama tak terhuni. Masuk ke dalamnya menjadi penuh keraguan, apakah ini rumah yang dulu pernah tak tempati?, Tanya Ku dalam hati Untuk sekedar menghilangkan keheranan.
Ternyata memang benar, ini adalah rumah yang pernah tak tempati. Bisa dilihat dari simbol-simbol yang ada di dindingnya. Para penghuninya juga melakukan aktifitas yang sama, minum teh sambil bercengkrama ditemani camilan hangat. Tapi aku masih saja keheranan. Kenapa mereka memakai topeng?. Topeng senyum, marah, sedih.. Mereka saling bercengkrama tapi dalam kata di terbalik makna. Bercengkrama yang terkadang kayak orang gila karena yang lain tidak lagi disana.. Ngoceh sendiri. Rumah ini sekarang mirip panggung sandiwara, semua memainkan peran yang tidak asli jiwa mereka.
ku urungkan niatku tuk lebih lama sekedar jalan berkeliling melihat isi rumah. ku percepat langkah ku sambil terus berharap, sandiwara itu berakhir sebelum mereka beranjak dari kursi mereka masing-masing.

Ahad, 16 November 2014