Wednesday, December 23, 2015

Review MIKE 2016 by DHI

Dalam era komputasi digital yang berkembang pada saat ini, pemanfaatan metoda pemodelan numerik arus laut akan membantu upaya pemetaan potensi energi arus laut. Metoda pemodelan merupakan solusi matematik-numerik terhadap fenomena fisika di laut yang diterapkan ke dalam perangkat lunak model. Perangkat lunak tersebut kemudian digunakan untuk mensimulasikan fenomena pergerakan arus laut dengan bantuan perangkat komputer. Hasil simulasi ini sebenarnya merupakan informasi kuantitatif secara spasial dan temporal, namun dapat dibuat visualisasi grafis agar lebih komunikatif. Hasil analisis dengan pemodelan ini akan dibandingkan atau bahkan diasimilasikan dengan kombinasi data pengukuran sehingga diperoleh informasi yang lebih akurat.

Ada beberapa Software pemodelan numerik untuk aplikasi di daerah pantai, esutuary dan sungai yang sudah terkenal di dunia ini, mulai dari yang berbayar sampai open source. Beberapa software pemodelan numerik yang sudah menjadi paket berbayar antara lain, MIKE by Danish Hydrodinamic Institute di Denmark, DELFT 3D dari DELFT Belanda (terdapat open source juga), Surface water Modeling System dari Amerika. Sedangkan untuk yang masih terdapat open source antara lain ECOMSED, DELFT 3D, C2HD dan masih banyak lagi. Sebenarnya untuk software - software yang telah stabil dan menjadi berbayar awalnya adalah hasil kompilasi yang mirip opensource. Masing - masing software mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Sebagai user yang menggunakan software numerical modeling, saya biasa menggunakan SMS (surface water Modeling System dan MIKE by DHI). Pada artikel ini saya akan coba ulas untuk membandingkan antara MIKE 2016 dan SMS 11.2. Dengan pengalaman lebih dari 2 tahun menggunakan kedua software tersebut tanpa mengikuti traning khusus dari yang empunya software (soalnya saya pake demo atau trial) dan hanya otodidak atau mengikuti tutorial yang banyak di youtube dll. Sehingga artikel ini patut anda gunakan sebagai refrensi untuk anda memilih software mana yang akan anda gunakan dalam mengerjakan Tugas Akhir atau Skripsi. Sebab jika anda salah menggunakan software, bisa jadi anda akan mengalami kemoloran masa studi seperti yang dialami penulis. 

Anda bisa berkunjung ke website masing - masing untuk mencoba lebih jauh membedah di www.mikepowerbydhi.com dan www.aquaveo.com sebelum anda membaca artikel ini. Secara umum hampir sama antara kedua software ini, yaitu untuk membuat model hidrodinamik daerah laut, pantai, sungai dan estuary. Cakupan pemodelan numerik itu antara lain;
1. gelombang (sperctral gelombang, Hs, penjalaran gelombang)
2. Arus 
3. sedimentasi 
4. water quality 
5. perubahan garis pantai
6. sebaran partikel (particel tracking)
7. minyak dan bahan kimia.
8. BOD, COD, CO, NH4

Beberapa Aspek yang akan saya bandingkan dari SMS 11.2 (Surface water Modeling System) dan MIKE 2016 by DHI antara lain;
- Graphic Interface
Secara umum, kedua software ini sudah sangat bagus dalam interface. Namun, dari sisi user friendly .  saya memberikan nilai untuk SMS 6 dan MIKE 8. Hal ini hanyalan subyektifitas penulis berdasarkan pengalaman belajar kedua software ini tanpa mengikuti training langsung dari developer dan hanya belajar secara otodidak belajar dari contoh dan membaca user manual.

- Animation
Dari sisi animasi, secara umum kedua software ini menarik dan mempunyai perbedaan dalam hal komposisi warnyanya, RGB dan CMY. Mike menggunakan warna yang lebih kalem atau warna gelap, sedangkan SMS menggunakan warna yang sangat terang dalam tampilan default. Pembuatan animasi ini adalah sebagai salah satu Post Processing dalam sebuah pemodelan, maka saya akan memberikan nilai SMS 9 dan Mike 7. Hal ini disebabkan SMS lebih mudah karena sudah terinclude didalam ruang pemodelan dan sangat mudah. sedangkan pada Mike untuk pemodelan harus menggunakan fasilitas mike animator yang terpisah dengan process running.

Perlu kita ketahui, bahwa dalam process numerical modeling terdapat beberapa tahapan yang ada, yaitu Pre-Proces --> Processing --> Post Processing;
Perbedaan dari keduanya adalah 
dalam MIKE, ketiga process diatas dilakukan di ruang terpisan. Misal membuat batimetri menggunakan bats atau mesh generator. Processing menggunakan masih-masing modul (mike 21, 3 dan 11). Sedangkan untuk Post Processing membuat animator menggunakan Mike Animator. hal ini kadang membuat kurang praktis. Selain itu, pada SMS jika kita ingin meng-ekspor hasil simulasi ke google earth masih dalam satu layar, sedangkan pada MIKE 2016 menggunakan mikegoogleearth.
sedangkan di SMS, Semua process itu terjadi dalam satu tempat. Mulai membuat batimetri, process running dan membaut animasi. Hal ini sangat mempermudah user dalam mengerjakan.
Namun perlu menjadi catatan, bahwa di SMS tidak ada perintah undo (ctrl + z) sehingga jika salah anda harus mengulangi dari awal. Sedangkan untuk MIKE ada perintah untuk undo (ctrl+z) sehingga jika salah kita masih dapat mengedit tanpa harus mengulang dari awal.

Dalam hal kestabilan dalam simulasi, MIKE lebih stabil dibandingkan SMS. Hal ini berdasarkan pengalaman penulis ketika mengerjakan Tugas Akhir tentang arus dan sedimentasi. Ketika itu penulis menggunakan SMS dengan model FESWMS untuk arus dan sedimentasi, untuk pemodelan arus sudah lancar dan berhasil dengan validasi yang memuaskan. sedangkan untuk sedimentasi error dan tidak dapat running sama sekali.
Sedangkan untuk MIKE, sudah sangat stabil dalam proses simulasi, namun untuk mendapatkan nilai validasi cukup lama. Asal CFL tidak lebih dari 0.8, MIKE akan berjalan tanpa error, namun nilai validasi masih perlu dilihat. Biasanya yang dimainkan adalah nilai manning dan eddy visikositas untuk mendapat nilai validasi yang sesuai.

Beberapa pengalaman penulis dalam menggunakan software pemodelan numerik diantaranya adalah 
-Analysis Sedimentation Rate Due To Reclamation Plan in Segendis Bay Bontang 2014 (LPPM ITS - ICEES)
-Wave Height Significant Modeling Due To Breakwater with BOUSS 2D 2014 (LPPM ITS)
-Current and Sedimentation rate Modeling Due To Reclamation in Gresik 2014 (LPPM ITS)
-Coastal Modeling – Wave Modeling and Sediment Transport in Pelabuhan Perikanan Camplong Madura 2015 (LPPM ITS)
-Coastal Modeling – Feasibility Study Smelter & Port Banyuwangi 2015 (LPPM ITSI
-Coastal Modeling – Amonia Distribution in Coastal area PT. Petrokimia 2015 (LPPM ITS)
-Coastal Modeling – Sediment Transport in PLN Channel Tanjung Awar – Awar Tuban 2015 (LPPM ITS)
-Coatal Modeling - study potential of ocean current power station in the strait Toyapakeh Nusa Penida Bali 2015 (LPPM ITS)
-Coatal Modeling - study potential of ocean current power station in the strait Buton Sulawesi 2015 (Pusat Study Kelautan ITS)
- Coatal Modeling - Analysis Sedimentation Rate Due To Reclamation Plan in Biak Papua - Feasibility Study 2015 (LPPM ITS)
- Coatal Modeling - Analysis Sedimentation Rate Pondang Port - Kalimantan utara 2015 (PT. RIDE DWG Bandung)
- Coastal Modeling - Wave Height Significant Modeling in Sulawesi 2015 (PT. Dinamika Teknik)


contributor:
M. Baharudin Fahmi, S.T

Tuesday, December 22, 2015

Ukhuwah Islamiyah


Muhadloroh Ilmiah “Pererat Ukhuwah Perkokoh Akidah Umah” 

واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً  فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ  فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا


“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu  maka kamu menjadi bersaudara.” (QS. Ali Imran [3]: 103).
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمً

“Dan (Dia-lah) yang mempersatukan hati orang-orang yang beriman. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allaah telah mempersatukan hati mereka.  Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Anfal [8]: 63).

ayat diatas sudah sering kita dengar saat membahas tentang ukhuwah islamiyah dan masih masih banyak lagi ayat yang setema dengan itu yang pada intinya menganjurkan umat islam untuk berukhuwah bersatu. Tentu sangat indah jika itu yang terjadi, namun rasanya sekarang sudah jauh panggang dari api. Antara idealita dan realita ukhuwah islamiyah umat di zaman fitnah masih sangat jauh dari ideal. Setiap hari di beranda Facebook saya masih saja orang yang meributkan hal-hal yang sebenarnya sudah final dalam hal pembahasan dan penyikapan oleh para ulama dalam berbagai masalah cabang islam. Namun hari ini banyak orang yang tidak berilmu meramaikan hal tersebut. Mulai dari Bid'ah atau sunnah perayaan maulid, Qunut subuh sampai kiriman bacaan Al-qur'an untuk orang yang sudah meninggal yang sempat menimpa artis dan presenter.

Generasi hari ini mewarisi perselisihan para ulama - ulama mujtahid generasi salaf maupun kholaf, namun sayangnya tidak mewarisi bagaimana para ulama terdahulu dalam menyikapi perbedaan tersebut. Mulai dari Ulama Fiqih yang 4. Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam hambali. Meskipun sebenarnya masih banyak lagi ulama - ulama Mujtahid yang ada pada waktu itu namun pemikrannya tidak menyebar dan terwarisi kegenerasi selanjutnya seperti halnya 4 mahzab yang terkenal. Bagaimana ulama - ulama dengan mahzab yang berbeda itu menyikapi perbedaan diantara mereka?

Perlu kita ketahui, bahwa generasi awal ulama mahzab adalah Imam Abu Hanifah yang berada di daerah kufah. Kemudian Imam Malik yang berada di madinah yang juga merupakan guru dari Imam Syafi'i yang akhirnya menetap di mesir. Jadi sebenarnya antara ulama Mahzab adalah saling berguru dan menimba ilmu. Imam Ahmad yang berada di kufah adalah teman sekaligus guru dari Imam Syafi'i, Imam Ahmad banyak belajar tentang fiqih kepada imam syafi'i sedangkan imam syafi'i banyak belajar hadits kepada imam ahmad. Pertanyaanya adalah apakah diantara mereka saling bermusuhan?

Imam ahmad tidak pernah lepas do'a untuk imam syafi'i, yang suatu ketika ditanyai anaknya tentang siapakah Sosok Imam Syafi'i yang selalu disebut dalam do'anya?. Beliau menjelaskan kepada anaknya dengan redaksi yang luar biasa "“wahai anakku, Imam Syafi’i bagaikan matahari bagi dunia dan seperti kesehatan bagi tubuh. Lihatlah anakku, betapa pentingnya dua hal itu.”  Diwaktu yang lain, ketika Imam Syafi'i berkunjung ke baghdad, Imam Ahmad sudah menjemputnya di perbatasan kota dan kemudian menuntun kuda Imam Syafi'i dan imam syafi'i berada di atasnya. Melihat hal itu, sahabat imam ahmad berkomentar dan berpesan kepada anak imam ahmad agar di sampaikan, bahwa perbuatan itu sungguh merendahkan ilmu hadits,"Bapakmu itu ahli hadits, sedangkan imam Syafi'i hanyalah ahli fiqih". Ketika komentar itu disampaikan kepada Imam Ahmad, beliau berkata agar disampaikan kepada gurunya (yang juga sahabat imam ahmad), "Kalau guru ingin mendapatkan keberkahan seperti apa yang aku (imam Ahmad) dapat, mari bersama menuntun kuda imam syafi'i, aku di sisi kira, dan beliau di sisi kanan".

Sungguh luar biasa apa yang telah dicontohkan oleh para ulama - ulama kita terdahulu, bahwa tidak ada masalah yang berarti dalam perbedaan mahzab yang hari - hari ini mulai dibongkar lagi namun tidak meneladani bagaimana ulama mereka bersikap. Sehingga saling caci dan hujat antar kedua atau lebih penganut imam mahzab adalah fenomena fitnah akhir zaman. 

Menanti Hujan



"Saat hujan nanti, tengadahkan wajah mu ke langit, rasakan rintik rindu itu, sekedar tuk menyamarkan air mata mu. ku harap, kau tak lupa angkat kedua tangan mu, menengadah mengumpulkan rahmat. Sebab hujan itu cukup sekali seumur hidup mu"

Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”

Monday, December 21, 2015

Kajian Potensi Arus Laut Sebagai Sumber Listrik


Sebagai negara kepulauan, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki potensi alam yang melimpah. Tidak hanya dari potensi daratan saja, perairan Indonesia juga turut menjadi potensi yang mampu menjadi sumber energi alternatif lainnya. Berdasarkan penelitian, perairan Indonesia dapat diolah menjadi pengganti energi listrik tanpa menyebabkan gas rumah kaca. Energi tersebut dapat tercipta dari elevasi pasang surut, perbedaan temperatur, arus, gelombang, dan angin di tepi pantai Indonesia.
Sumber energi yang terbarukan dari laut adalah energi gelombang, energi yang timbul akibat perbedaan suhu antara permukaan air dan dasar laut (ocean thermal energy conversion/OTEC), energi yang disebabkan oleh perbedaan tinggi permukaan air akibat pasang surut dan energi arus laut. Dari keempat energi ini hanya energi gelombang yang tidak dapat diprediksi kapasitasnya dengan tepat karena keberadaan energi gelombang sangat bergantung pada cuaca. Sedangkan OTEC, energi perbedaan tinggi pasang surut serta energi arus laut dapat diprediksi kapasitasnya dengan tepat di atas kertas.
Indonesia memiliki arus dan gelombang laut yang sangat potensial untuk dikembangkan. Potensi ini tersebar diberbagai daerah. Untuk energi gelombang, bagian selatan Jawa dan bagian barat Sumatera merupakan tempat potensi gelombangnya cukup besar untuk dikembangkan, karena wilayahnya yang langsung menghadap ke laut lepas, yaitu Samudera Hindia.  Untuk energi dari elevasi pasang surut, daerah paling potensial terdapat di Malaka dan Digul. Sedangkan untuk pembangkit dari potensi suhu atau lebih dikenal sebagai Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC), Indonesia berpotensi di daerah perairan Bali, Sulawesi hingga perairan Papua. Hal ini terjadi karena Indonesia bagian barat memiliki lautan yang dangkal sehingga perbedaan suhunya tidak cukup signifikan, berbeda dengan perairan di daerah timur Indonesia yang kedalamannya cukup besar. Sementara potensi angin pesisir tersebar di daerah selatan Jawa dan Nusa Tenggara Barat.

Keuntungan penggunaan energi arus laut adalah selain ramah lingkungan, energi ini juga mempunyai intensitas energi kinetik yang besar dibandingkan dengan energi terbarukan yang lain. Hal ini disebabkan densitas air laut 830 kali lipat densitas udara sehingga dengan kapasitas yang sama, turbin arus laut akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan turbin angin. Keuntungan lainnya adalah tidak perlu perancangan struktur yang kekuatannya berlebihan seperti turbin angin yang dirancang dengan memperhitungkan adanya angin topan karena kondisi fisik pada kedalaman tertentu cenderung tenang dan dapat diperkirakan.
Kekurangan dari energi arus laut adalah output-nya mengikuti grafik sinusoidal sesuai dengan respons pasang surut akibat gerakan interaksi Bumi-Bulan-Matahari. Pada saat pasang purnama, kecepatan arus akan deras sekali, saat pasang perbani, kecepatan arus akan berkurang kira-kira setengah dari pasang purnama. Kekurangan lainnya adalah biaya instalasi dan pemeliharaannya yang cukup besar. Kendati begitu bila turbin arus laut dirancang dengan kondisi pasang perbani, yakni saat di mana kecepatan arus paling kecil, dan dirancang untuk bekerja secara terus-menerus tanpa reparasi selama lima tahun, maka kekurangan ini dapat diminimalkan dan keuntungan ekonomisnya sangat besar. Hal yang terakhir ini merupakan tantangan teknis tersendiri untuk para insinyur dalam desain sistem turbin, sistem roda gigi, dan sistem generator yang dapat bekerja secara terus-menerus selama lebih kurang lima tahun
Menurut Asosiasi Energi Laut Indonesia (ASELI) pada tahun 2011 telah melakukan pendataan potensi energi listrik yang bisa dihasilkan dari laut, antara lain, Arus pasang surut memiliki potensi teoritis sebesar 160 gigawatt (GW), potensi teknis 22,5 GW, dan potensi praktis 4,8 GW. Gelombang laut mempunyai potensi teoritis 510 GW, potensi teknis 2 GW, dan potensi praktis 1,2 GW. Serta panas laut memiliki potensi teoritis 57 GW, potensi teknis 52 GW, dan potensi praktis 43 GW.
Selama ini belum ada badan khusus yang menangani pemanfaatan energi laut, mulai dari studi awal hingga pembuatan prototipe bahkan sampai skala besar. Namun sampai hari ini, untuk melakukan riset dan pengkajian potensi energi yang ada di laut silakukan oleh Puslitbang P3GL yang pada tahun 2005 berkolaborasi dengan Program Studi Oceanografi ITB. Pengukuran arus laut dilakukan menggunakan ADCP (Accoustic Doppler Current Profiler) di Selat Lombok dan Selat Alas dalam kaitan dengan rencana penyiapan lokasi dan instalasi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) model Turbin Kobold buatan Italia yang berkapasitas 75-300 kW di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi.
Potensi Arus Laut di Indonesia
Sebagai negara yang secara geografis berada di antara dua samudera, Hindia dan Pasifik. Indonesia merupakan salah satu negara yang dilewati oleh Arus Lintas Samudera yang mempunyai potensi kecepatan arus yang kencang. Istilah itu disebut ARLINDO (Arus Lintas Indonesia).
Arlindo (arus lintas indonesia)adalah arus dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia lewat selat-selat  yang disebabkan oleh perbedaan Tinggi Paras Laut antara kedua samudra tersebut. Arlindo merupakan bagian penting dalam sirkulasi samudra dunia dalam penghantaran panas (heat). Massa air yang terangkut oleh Arlindo dipengaruhi oleh adanya El Niño dan La Niña. Dampak El Niño dan La Niña terhadap kehidupan di laut Nusantara belum banyak dikaji. Terdapat beberapa kenyataan yang menunjukkan terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) yang dapat dikaitkan dengan El Niño. Kajian terintegrasi mengenai El Niño perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi dampak negatif yang dapat ditimbulkannya.
Terjadinya arlindo terutama disebabkan oleh bertiupnya angin pasat tenggara di bagian selatan Pasifik dari wilayah Indonesia.  Angin tersebut mengakibatkan permukaan bagian tropik Lautan Pasifik Barat lebih tinggi dari pada Lautan Hindia bagian timur.  Hasilnya terjadinya gradien tekanan yang mengakibatkan mengalirnya arus dari Lautan Pasifik ke Lautan Hindia.  Arus lintas Indonesia selama Muson Tenggara umumnya lebih kuat dari pada di Muson Barat Laut.
Gordon et al. (1994) mengatakan bahwa massa air Pasifik masuk kepulauan Indonesia melalui 2 (dua) jalur utama, yaitu:
1.      Jalur barat dimana massa air masuk melalui Laut Sulawesi dan Basin Makasar. Sebagian massa air akan mengalir melalui Selat Lombok dan berakhir di Lautan Hindia sedangkan sebagian lagi dibelokan ke arah timur terus ke Laut Flores hingga Laut Banda dan kemudian keluar ke Lautan Hindia melalui Laut Timor.

2.      Jalur timur dimana massa air masuk melalui Laut Halmahera dan Laut Maluku terus ke Laut Banda.  Dari Laut Banda, menurut Gordon (1986) dan Gordon et al.,(1994) massa air akan mengalir mengikuti 2 (dua) rute.  Rute utara Pulau Timor melalui Selat Ombai, antara Pulau Alor dan Pulau Timor, masuk ke Laut Sawu dan Selat Rote, sedangkan rute selatan Pulau Timor melalui Basin Timor dan Selat Timor, antara Pulau Rote dan paparan benua Australia


Gambar Arus Lintas Indonesia yang melewati wilyah Indonesia, Merupakan Surga Energi Arus Laut

Kajian Potensi Arus Laut Sebagai Sumber Energi Listrik
Melihat besarnya potensi energi arus laut yang berada di Indonesia secara teoritis diatas, tentu dalam tahapan selanjutnya yang merupakan implementasi kondisi lapangan perlu dilakukan. Kajian yang selanjutnya adlaah menentukan dimana letak – letak daerah yang mempunya kecepatan arus yang tinggi. Sebab meskipun secara teoritis ARLINDO mengakibatkan tingginya aliran arus, namun tentu tidak semua tempat sama karena faktor karakteristik lokal perairan.
Oleh sebab itu, ada tahapan – tahapan yang dilakukan dalam rangka menyusun rencana dalam mengimplementasikan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut. Salah satu yang dapat dijadikan acuan adalah dokumen yang telah dikeluarankan oleh European Marine Energy Center (EMEC) pada tahun 2009. Salah satu rekomendasi yang diberikan adalah dalam rangka menyusun rencana strategis dalam hal implemantasi energi arus laut.

Rangkaian tahapan study potensi arus laut oleh EMEC

Pada intinya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum pada menentukan pemilihan lokasi yang ada;
a.    Regional Assessment
Pada tahap ini harus dilakukan penelitian secara data sekunder untuk melihat kondisi regional perairan dengan segala parameter yang ada. Data – data sekunder yang representatif dapat didapat dari BMKG, NOAA, ICMWF dan lain-lain dimana menyediakan secara real atau record arus permukaan perairan di suatu wilayah dalam waktu tertentu.
b.    Site – Assessment – Pre-Feasibility
Pada tahap selanjutnya setelah kita mengetahui bagaimana karakteristik perairan (pasang surut, arus dan gelombang) di wilayah yang menurut kita berpotensi adalah melakukan Pra-Study kelayakan dari tempat yang akan kita pilih. Pada tahap ini, data mulai dilengkapi dengan data sekunder yang lebih me-regional dalam sekup kecil, misal estuari atau selat. Bisa juga dilakukan pengukuran arus lebih detail dalam 1 piantan, debit aliran sungai jika di daerah muara, batimerti dan lain-lain.
c.    Site – Assessment – Full-Feasibility
Pada tahapan ini, kajian sudah mulai dilakukan dengan kompleks dan data – data yang diperlukan sudah harus sangat representatif tentang wilayah yang akan kita bangun pembangkit listrik tenaga arus laut.
Misal data yang sudah harus ada adalah;
1.    Batimetri
2.    Pasang surut minimal 1 piantan, lebih bagus 2 piantan.
3.    Arus perairan yang diukur dalam waktu minimal 1 piantan dan dilakukan per kedalaman perairan
4.    Gelombang
5.    Densitas
6.    Suhu
7.    Peta RTRW, Zona perairan yang dikeluarkan oleh Dinas terkati (Dinas Pu atau KKP)
8.    Kebutuhan Listrik wilayah sekitar

Tentang data pasang surut, hal ini sangat diperlukan dalam waktu yang panjang karena pada dasarnya mampu digunakan untuk memprediksi kondisi pasang surut wliyah tersebut dengan mencari nilai – nilai konstanta pasang surutnya. Selain itu juga, pasang surut mampu digunakan untuk melihat kondisi arus perairan. Bagaimana kondisi arus saat pasang dan surut serta besar kecepatannya.

Analisa pasang surut bulanan dan harian
Karakteristik arus saat terjadi pasang dan surut

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah penggunaan pemodelan numerik hidrodinamika perairan dengan menggunakan software pemodelan numerik pantai dan laut seperti tabel dibawah ini. Kegunaan pemodelan ini adalah kita dapat memprediksi pola dan besarnya kecepatan arus yang akan terjadi selama satu tahun dengan melihat karakteristik pasang surut yang terjadi perairan tersebut. Sehingga kita tidak perlu susah mengukur kecepatan arus selama satu tahun.
Contoh Software Ocean Numerical Modeling

Setelah kita ketahui karakteristik dan kecepatan arus yang ada, kita dapat hitung berapa besar potensi listik yang dapat dihasilkan oleh arus yang berada di perairan tersebut dengan menggunakan persamaan yang telah digunakan dalam EMEC, yaitu dengan menghitung nilai APD (avarage power density)


Dimana ;
U adalah kecepatan arus
Vrmc adalah akar pangkat 3 dari kecepatan arus 


Setelah kita dapat mengetahui besarnya potensi arus yang dapat dihasilkan maka selanjutnya dalah tahapan

d. Site Assessment - Design Development
 Merancang alat dan pemasangan sesuai kondisi batimetri perairan dan kedalaman potensi arus maksimal yang ada.




Sumber
European Marine Energy Center - Guide
http://www.kompasiana.com/geshayuliani/energi-laut-alternatif-penyedia-sumber-energi-terbarukan_551abf8681331137489de0e3
http://www.energibersama.com/index.php/2015/09/15/duh-indonesia-belum-manfaatkan-potensi-besar-energi-gelombang-laut/

ushul ‘Isyrin

[ Tulisan seri - ushul ‘Isyrin]

20 Prinsip Dakwah Ikhwanul Muslimin
Oleh Imam Hasan Albanna
Sebelum lebih jauh membaca 20 prinsip Dakwah Ikhwanul Muslimin yang dicetuskan oleh mursyid pendirinya yaitu Imam Hasan Albanna, kita harus membaca dan memahami kondisi yang terjadi pada saat itu di dunia islam secara umum wabil khusus di mesir sendiri. Mungkin banyak aktivis yang diwajibkan membaca buku Risalah Pergerakan atau Majmaturrasail oleh para seniornya, namun tidak tahu kemana arah yang akan dituju oleh buku itu sebenarnya. Sebab buku Risalah Pergerakan yang merupakan kitab warisan pendiri merupakan landasan perjuangan (tentu selain Alqur'an dan Assunnah) merupakan tulisan-tulisan yang dirasakan oleh Hasan Albanna melihat fenomena yang terjadi didunia islam saat itu, khususnya timur tengah.
Meskipun risalah tersebut keluar pada zamannya, namun sampai hari ini masih terlihat relevansinya dalam medan dakwah sehingga 20 prinsip itulah yang harus dipegang oleh pengikut dari jamaah Ikhwannul Muslimin (Muslim Brotherhood). Beberapa point inti yang ingin Imam Hasan Albanna sampaikan kepada mereka yang berdiri dibawah panji dakwah Ikhwanul Muslimin adalah menjadi aktivis islam yang moderat, yang tidak ekstrem kanan maupun kiri, moderat, Tawasuth dalam pemahaman islam. Memegang yang prinsip dan disepakati dan saling memahami dalam perbedaan dalam cabang - cabang masalah Islam yang sudah diperselisihkan para ulama terdahulu.
Kalau kita pahami lebih dalam dari 20 prinsip itu, akan kita dapati bahwa aktivis ikhwan harus siap menjadi katalisator ukhuwah islamiyah ditengah keragaman harokah dakwah yang ada. Sebab, seperti kita ketahui bahwa ikhwan muncul ditengah gerakan - gerakan dakwah yang berada di Mesir yang saling berlawanan. Misalnya, Gerakan dakwah sufiyah dan gerakan dakwah "salafiyah". Kelompok sufiyah dengan ajaran sufi yang lebih fokus kepada ibadah hati yang pada titik tertentu dianggap menyimpang dan dinafikan oleh Gerakan dakwah "salafiyah". Ikrar Ukhuwah itu siap diwujudkan oleh ikhwanul muslimin ketika Imam Hasan Albanna secara tegas menyatakan bahwa dakwah Ikhwan adalah dakwah Dakwah Salafiyyah, Thariqah Sunniyyah, Haqiqah Sufiyah, Lembaga Politik, Organisasi Olahraga, Organisasi ilmiah dan budaya, Lembaga ekonomi, Pemikiran sosial.
Selain itu, kalau kita cermati lebih jauh dari ikrar karakteristik dakwah ikhwan adalah gambaran islam yang sempurna, tanpa membedakan secara dikotomi antara urusan dunia dengan urusan akhirat. Hal ini dapat kita pahami, setelah jatuhnya kekhilafahan Turki Utsmani (ottoman),  gelombang sekularisme secara terang-terangan di ekspor kepada dunia islam yang inferior ketika melihat kondisi negaranya tidak mengalami kemajuan. oleh sebab itulah, Ikhwanul muslimin mencoba mengembalikan pemahaman islam yang benar diatas dasar pemikiran bahwa islam sempurna, mengatur masalah dunia dan akhirat, dari masalah istinja' sampai negara, dari bangun tidur sampai tidur lagi.

Disisi lain, seorang ikhwan akan senantiasa menjalankan amalah hati dan perbuatan (dzahir maupun batin) tanpa harus meninggalkan salah satunya. Dia melakukan ma'rifat dan juga syari'at. Hal ini menegaskan bahwa ikhwan berada diantara jamaah sufi dan yang bersebrangan dengannya. Sehingga ada amalan dzikir - dzikir khusus seperti halnya yang oleh Hasan Albanna disampaikan kepada para ikhwan agar senantiasa menjaanya, yaitu dzikir Al-Ma'tsurat (yang dicontohkan nabi) pagi dan petang.

Berikut point - point 20 Prinsip yang dicetuskan Oleh Imam Syahid Hasan Albanna untuk dijadikan pedoman dakwah para ikhwan dan menjadi prinsip berislam

Pertama
Islam adalah agama yang menyeluruh, mencakup semua bidang kehidupan; Islam adalah negara dan watan atau pemerintah dan umat. Akhlak dan kekuatan atau rahmat dan keadilan. Pengetahuan dan undang-undang atau ilmu dan kehakiman. Kebendaan dan harta atau usaha dan kekayaan. Jihad dan dakwah atau tentara dan fikrah. Akidah yang benar dan ibadah yang sah tidak kurang tidak lebih.

Kedua
Al-Our’an yang mulia dan Sunah Rasul yang suci adalah tempat kembali setiap muslim untuk memahami hukum-hukum Islam. Ia harus memahami Al-Qur’an sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, tanpa takalluf (memaksakan diri) dan ta’assuf (serampangan). Selanjutnya ia memahami Sunah yang suci melalui rijalul hadits (perawi hadits) yang terpercaya.

Ketiga
Iman yang tulus, ibadah yang benar, dan mujahadah (kesungguhan dalam beribadah) adalah cahaya dan kenikmatan yang ditanamkan Allah di hati hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sedangkan ilham, lintasan perasaan, ketersingkapan (rahasia alam), dan mimpi, ia bukanlah bagian dari dalil hukum-hukum syariat. Ia bisa juga dianggap dalil dengan syarat tidak bertentangan dengan hukum-hukum agama dan teks-teksnya.

Keempat
Jimat, mantera, guna-guna, ramalan, perdukunan, penyingkapan perkara ghaib, dan semisalnya, adalah kemunkaran yang harus diperangi, kecuali mantera dari ayat Qur’an atau ada riwayat dari Rasulullah saw

Kelima
Pendapat imam atau wakilnya tentang sesuatu yang tidak ada teks hukumnya, tentang sesuatu yang mengandung ragam interpretasi, dan tentang sesuatu yang membawa kemaslahatan umum, bisa diamalkan sepanjang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah umum syariat. Ia mungkin berubah seiring dengan perubahan situasi, kondisi, dan tradisi setempat. Yang prinsip, ibadah itu diamalkan dengan kepasrahan total tanpa mempertimbangkan makna. Sedangkan dalam urusan selain ibadah (adat-istiadat), maka harus mempertimbangkan maksud dan tujuannya.

Keenam
Setiap orang boleh diambil atau ditolak kata-katanya, kecuali Al-Ma’shum (Rasulullah) saw. Setiap yang datang dari kalangan salaf dan sesuai dengan Kitab dan Sunah, kita terima. Jika tidak sesuai dengannya, maka Kitabullah dan Sunnah RasulNya lebih utama untuk diikuti. Namun demikian, kita tidak boleh melontarkan kepada orang-orang -oleh sebab sesuatu yang diperselisihkan dengannya- kata-kata caci maki dan celaan. Kita serahkan saja kepada niat mereka, dan mereka telah berlalu dengan amal-amalnya.

Ketujuh
Setiap muslim yang belum mencapai kemampuan telaah terhadap dalil-dalil hukum furu’ (cabang), hendaklah mengikuti pemimpin agama. Meskipun demikian, alangkah baiknya jika -bersamaan dengan sikap mengikutnya ini- ia berusaha semampu yang ia lakukan untuk mempelajari dalil-dalilnya. Hendaknya ia menerima setiap masukan yang disertai dengan dalil selama ia percaya dengan kapasitas orang yang memberi masukan itu. Dan hendaknya ia menyempurnakan kekurangannya dalam hal ilmu pengetahuan Jika ia termasuk orang pandai, hingga mencapai derajat pentelaah.

Kedelapan
Khilaf dalam masalah fiqih furu’ (cabang) hendaknya tidak menjadi faktor pemecah belah dalam agama, tidak menyebabkan permusuhan dan tidak juga kebencian. Setiap mujtahid mendapatkan pahalanya. Sementara itu, tidak ada larangan melakukan studi ilmiah yang jujur terhadap persoalan khilafiyah dalam naungan kasih sayang dan saling membantu karena Allah untuk menuju kepada kebenaran. Semua itu tanpa melahirkan sikap egois dan fanatik.

Kesembilan
Setiap masalah yang amal tidak dibangun di atasnya -sehingga menimbulkan perbincangan yang tidak perlu- adalah kegiatan yang dilarang secara syar’i. Misalnya memperbincangkan berbagai hukum tentang masalah yang tidak benar-benar terjadi, atau memperbincangkan makna ayat-ayat Al-Qur’an yang kandungan maknanya tidak dipahami oleh akal pikiran, atau memperbincangkan perihal perbandingan keutamaan dan perselisihan yang terjadi di antara para sahabat (padahal masing-masing dari mereka memiliki keutamaannya sebagai sahabat Nabi dan pahala niatnya) Dengan ta’wil (menafsiri baik perilaku para sahabat) kita terlepas dari persoalan.

Kesepuluh
Ma’rifah kepada Allah dengan sikap tauhid dan penyucian (dzat)-Nya adalah setinggi-tinggi tingkatan aqidah Islam. Sedangkan mengenai ayat-ayat sifat dan hadits-hadits shahih tentangnya, serta berbagai keterangan mutasyabihat yang berhubungan dengannya, kita cukup mengimaninya sebagaimana adanya tanpa ta’wil dan ta’thil, serta tidak memperuncing perbedaan yang terjadi di antara para ulama. Kita mencukupkan diri dengan keterangan yang ada, sebagaimana Rasulullah saw. dan para sahabatnya mencukupkan diri dengannya. “Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, ‘Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.”‘ (Ali lmran: 7)

Kesebelas
Setiap bid’ah dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia, baik berupa penambahan maupun pengurangan, adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang sebaik-baiknya, yang tidak justru menimbulkan bid’ah lain yang lebih parah.

Kedua belas
Perbedaan pendapat dalam masalah bid’ah (idhafiyah), bid’ah (tarkiyah), dan iltizam terhadap ibadah mutlaqah (yang tidak diterapkan, baik cara maupun waktunya) adalah perbedaan dalam. masalah fiqih. Setiap orang mempunyai pendapat sendiri. Namun tidaklah mengapa jika. dilakukan penelitian untuk mendapatkan hakekatnya dengan dalil dan bukti-bukti.

Ketiga belas
Cinta kepada orang-orang yang shalih, memberikan penghormatan kepadanya, dan memuji karena perilaku baiknya adalah bagian dari taqarrub kepada Allah swt. Sedangkan para wali adalah mereka yang disebut dalam firman-Nya, “Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka itu bertaqwa.” Karamah pada mereka itu benar terjadi jika memenuhi syarat-syarat syar’inya. itu semua dengan suatu keyakinan bahwa mereka -semoga Allah meridhai mereka- tidak memiliki madharat dan manfaat bagi dirinya, baik ketika masih hidup maupun setelah mati, apalagi bagi orang lain

keempat belas
Ziarah kubur -kubur siapa pun- adalah sunah yang disyariatkan dengan cara-cara yang diajarkan Rasulullah saw. Akan tetapi, meminta pertolongan kepada penghuni kubur siapa pun mereka, berdoa kepadanya, memohon pemenuhan hajat (baik dari jarak dekat maupun dari kejauhan), bernadzar untuknya, membangun kuburnya, menutupinya dengan satir, memberikan penerangan, mengusapnya (untuk mendapatkan barakah), bersumpah dengan selain Allah dan segala sesuatu yang serupa dengannya adalah bid’ah besar yang wajib diperangi. juga janganlah mencari ta’wil (baca: pembenaran) terhadap berbagai perilaku itu, demi menutup pintu fitnah yang lebih parah lagi.

Kelima belas
Doa, apabila diiringi tawasul kepada Allah dengan salah satu makhluk-Nya adalah perselisihan furu’menyangkut tata cara berdoa, bukan termasuk masalah aqidah.

keenam belas
Istilah ‘ (keliru) yang sudah mentradisi) tidak mengubah hakekat hukum syar’inya. Akan tetapi, ia harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan syariat itu, dan kita berpedoman dengannya. Di samping itu, kita harus berhati-hati terhadap berbagai istilah yang menipu), yang sering digunakan dalam pembahasan masalah dunia dan agama. lbrah itu ada pada esensi di balik suatu nama, bukan pada nama itu sendiri.

ketujuh belas
Aqidah adalah pondasi aktivitas; aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik Namun, usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat, meskipun kadar tuntutan masing-masingnya berbeda.

kedelapan belas
Islam itu membebaskan akal pikiran, menghimbaunya untuk melakukan telaah terhadap alam, mengangkat derajat ilmu dan ulamanya sekaligus, dan menyambut hadirnya segala sesuatu yang melahirkan maslahat dan manfaat. “Hikmah adalah barang yang hilang milik orang yang beriman (mukmin). Barangsiapa mendapatkannya, ia adalah orang yang paling berhak atasnya. “

kesembilan belas
Pandangan syar’i dan pandangan logika memiliki wilayahnya masing-masing yang tidak dapat saling memasuki secara sempurna. Namun demikian, keduanya tidak pernah berbeda (selalu beririsan) dalam masalah yang qath’i (absolut) Hakikat ilmiah yang benar tidak mungkin bertentangan dengan kaidah-kaidah syariat yang tsabitah (jelas). Sesuatu yang zhanni (interpretable) harus ditafsirkan agar sesuai dengan yang qath’i. Jika yang berhadapan adalah dua hal yang sama-sama zhanni, maka pandangan yang syar’i lebih utama untuk diikuti sampai logika mendapatkan legalitas kebenarannya, atau gugur sama sekali.

ke dua puluh
Kita tidak mengkafirkan seorang muslim, yang telah mengikrarkan dua kalimat syahadat, mengamalkan kandungannya, dan menunaikan kewajiban-kewajibannya, baik karena lontaran pendapat maupun karena kemaksiatannya, kecuali jika ia mengatakan kata-kata kufur, mengingkari sesuatu yang telah diakui sebagai bagian penting dari agama, mendustakan secara terang-terangan Al-Qur’an, menafsirkannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab, atau berbuat sesuatu yang tidak mungkin diinterpretasikan kecuali dengan tindakan kufur

Aku (menulis) Kembali

Memang klausa yang selama ini sudah kita mafhum bersama bahwa Menulis sangat erat kaitannya dengan membaca, bahkan Prof. Daniel M. Rosyid mengaitkan hal tersebut dalam satu rangkaian siklus belajar (Membaca - Menulis - Menyampaikan/Presentasi). Dan saya sudah merasakannya. Kesibukan beberpa minggu terakhir seirama dan berpacu dengan kesibukan para pekerja kantor yang sedang menyelesaikan laporan keuangan tahunan dan penyusunan anggaran untuk tahun depan. Tidak bisa dipungkiri, daya baca sayan semakin rendah, sehingga mungkin itulah yang menyebabkan menurunnya produktifitas menulis saya diblog.
Sudah hampir dua bulan lalu saya tidak membaca sastra, berkutat dengan buku pemikiran dan tidak membaca beberapa minggu terakhir kecuali buku teknik yang kaku dan penuh dengan angka-angka. Kurangnya asupan bacaan sastra ini membuat kefakiran diksi dalam menulis, hilangnya imajinasi, buruknya alur menulis sampai mati kaku jari diatas tuts keyboard. Tapi untungnya masih ada stok buku sastra yang baru dan wajib dibaca, salah satu dari trilogi karya Mbah Pram masih nangkring di rak dan baru baca cover dan beberapa halaman setelahnya. Selain itu masih ada essay-essay, tulisan lepas Cak Nun yang dikumpulkan dalam satu buku. Mbah Pram mewakili sastra tak hanya sastra namun juga sebagai perjuangan ideologi dan Cak Nun mewakili uneg-uneg jeritan hati kaum pinggiran yang termarjinalkan. Kombinasi yang menarik untuk bacaan beberapa bulan kedepan.
Pernah ada tulisan yang cukup menarik, tentang korelasi buku yang terbit dan generasi yang dilahirkan 10 tahun setelahnya. Kalau kita lihat genarasi bapak - bapak yang sekarang duduk di Gedung DPR yang mereka adalah aktivis eksponen '90-an, mereka adalah penikmat buku - buku ideologi terbitan '70-an akhir dan'80-an. Buku - buku perjuangan ideologi yang kental dengan suasana revolusi yang terjadi di negara dunia ketiga dan senasib dengan bangsa Indonesia. Sebagai contoh, tahun 80-an Revolusi Syiah Iran di bawaah komando Ayatullah Khomaini dan Sosialisme Islam Ali Syari'ati dan masih banyak lagi lainya mewarnai kancah pemikiran pemuda dan intelektual muslim saat itu. 
Mungkin generasi hari ini adalah wajah dari hasil buku - buku '90-an yang didalamnya banyak sekali buku islam yang beredar namun pembahasannya adalah masalah - masalah furu' (cabang) dan saling melempar kartu bid'ah kepada kelompok lain, sehingga hari kita jumpai ukhuwah islamiyah itu adalah jauh panggang dari api.

Wednesday, December 16, 2015

Menuliskan (lagi) tentang ilmu

"Assalamu'alaykum, apa kabar blogger dan fans sekalian?"

saya dengan rendah hati memohon maaf  kepada Blogwalking sekalian yang  kangen  mencari tulisan terbaru. Andaikan blog ini ibarat rumah, bisa jadi sekarang blog saya mungkin sudah penuh dengan sarang laba-laba dan tikus berkeliaran berkejar-kejaran dengan kecoa. (haaiisss). Untung saya blogger tidak menyediakan fasilitas kayak facebook yang begitu lama tidak posting sesuatu ditanya "piye kabarmu? isek sehat tho?". (haahaa.. nggak lah... lha wong mark iku mesti takon "apa yang anda pikirkan hari ini?"). Atau Fasilitas tentang kenangan-kenangan masa lalu, bisa jadi remaja yang gaul  tersesat didunia percintaan gagal move on terus. lha bagaimana, tiba-tiba muncul di timeline kenangan 2-3 tahun yang lalu. Bayangkan kalau blog seperti itu, yang lama tidak posting akan muncul sarang laba-laba dan akan beranak pinak selama berbulan-bulan jika tidak posting sesuatu.. bisa jadi blog saya ini akan penuh dengan laba-laba dan anaknya.

sebenarnya saya bukan kekurangan bahan tulisan, hanya saja terlalu sibuk  tidak menyempatkan untuk menuliskan pengalaman dan ilmu-ilmu dari ustadz ketika menghadiri majelis ilmu. saya juga masih menyimpan bahan tulisan tentang ilmu bidang kelautan yang saya geluti. tentang bagaimana studi potensi arus dan numerical modeling yang mungkin sudah dinanti banyak orang yang mencari solusi tentang tugas akhir maupun pekerjaannya. 

Sebagai rasa tanggung jawab atas ilmu yang telah sampai kepda saya dan wajib untuk disebarkan. maka rasanya saya mempunyai hutang yang banyak kepada blogwalking dan fans  yang sering datang berkunjung di beranda hanya sekedar tuk menemani ngopi.

Sebagai seorang Freelancer pencari rezeki diatas tawakal kepada Allah (biasanya orang yang sudah punya pekerjaan tetap tawakalnya kurang sebab sudah jaminan pendapatannya) yang bekerja siap datang menerima panggilan, kadang harus mengerjakan 2-3 pekerjaan dengan load yang hampir sama dalam waktu yang bersamaan. seperti akhir tahun ini, 4 pekerjaan yang non linier harus dikerjakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

untuk itu, penulis memohon kepda Allah SWT agar dilindungi dari ilmu yang tidak bermanfaat dan ketamakan hati yang tidak pernah merasa puas sehingga tidak khusyu dalam beribadah;

اَلَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسِ لاَ تَـشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يَسْـتَجَابُ لَهَا 

“Ya ALLAH, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari Ilmu yang tidak bermanfaat, dan hati yang tidak khusyu’, dan dari jiwa yang tidak pernah puas dan dari do’a yang tidak terkabulkan "

NB: Ditulis dengan menyempatkan waktu disela-sela target kerja yang menumpuk.
pesan penulis : Jangan tinggalkan sastra sesibuk apapun kerja kita (selain al-qur'an dan kajian2 islam).

Terakhir, tunggu tulisan saya selanjutnya tentang Studi potensi arus laut, numerical modeling, perjalanan ke Nusa Penida Bali dan menghitung struktur laut. Selain itu tentang hikmah - hikmah yang tercatat selama perjalanan ini

Monday, October 12, 2015

Model Numerik Proses Pantai



Model Perubahan Garis Pantai dengan GENESIS
Garis Pantai Januari 2015

Perubahan Garis Pantai pada Januari 2020

Perubahan Garis Pantai pada Januari 2030

Model Pola Arus
Model Pola Arus (maaf salah koordinat gan)





Selanjutnya Model Gelombang dan Sedimentasi....


bersambung...................................


tunggu aja gan


baharudinfahmi@yahoo.co.id
089676363990

Tuesday, September 1, 2015

Umar bin Abdul Aziz

Mengenal Umar Bin Abdul Aziz
Sang Khulafaurrasyidin ke Lima

Kita semua tentu mengenal Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Minimal pernah mendengar sepenggal kisah hidupnya, atau mungkin namanya saja.  Sudah terlalu harum namanya untuk dikenang.  Sudah terlalu besar namanya untuk disebut.  Begitu kira-kira ungkapan sederhana untuk menggambarkan kemasyhurannya.
Ada satu hal penting yang menurut saya sangat mengakrabkan kita dengan sosok Umar bin Abdul Aziz.  Yaitu, dirinya merupakan sosok yang nyata dalam realita kehidupan. Memang sejarah hidupnya sangat melangit, kepribadiannya seakan mendekati kesempurnaan dan karakter kepemimpinannya yang terkesan ajaib.  Tapi begitulah memang adanya.  Tidak ada yang dilebih-lebihkan tentang kehebatannya . Karena sejarah telah bercerita apa adanya tentang itu semua
Jadi, kehebatan yang dimiliki oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz ini berbeda jauh dengan kehebatan para tokoh dalam film-film maupun dalam cerita-cerita novel.  Karena sehebat apapun tokoh dalam film maupun novel tersebut,  tetap saja mereka hanyalah tokoh fiktif yang sengaja dirancang sedemikian rupa oleh penulisnya.  Lain halnya dengan sejarah hidup Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang tidak ada rekayasa.  Semuanya terjadi dan terbentuk karena proses yang manusiawi dan bisa dilakukan oleh siapapun yang mau mengikuti jejaknya .
Dengan ungkapan lain,  sekalipun sejarah hidup Khalifah Umar bin Abdul Aziz itu melangit, namun beliau tetap merupakan sosok yang membumi,  yang pernah hidup di tengah-tengah ummat manusia, kemudian menjadi khalifah, berbuat adil pada rakyatnya, hingga akhirnya mampu menjadi orang hebat di masanya, bahkan di masa-masa setelahnya.

Dari Penjual Susu sampai ke Umar bin Abdul Aziz

Masih ingatkah Anda, kisah seorang wanita penjual susu pada masa Khalifah Umar bin Khattab?  Kisah yang telah mengalirkan berbagai inspirasi kepada ummat Islam.  Kisah yang sangat sarat dengan warna keimanan dan semangat ketakwaan.
Malam hari Kota Madinah terlihat sepi dari lalu lalang orang. Hawa musim dingin yang menyayat pori-pori kulit membuat setiap orang enggan untuk keluar rumah.  Apalagi sudah lewat tengah malam.  Tapi tidak begitu halnya dengan khalifah yang pertama kali diberi gelar 'Amirul Mukminin' ini.  Amanah ummat yang dibebankan diatas pundaknya justru membuat kedua matanya enggan untuk sekedar terpejam di malam hari.  Rakyatku...  Rakyatku!  Iapun bangkit dan beranjak keluar menyusuri setiap lorong-lorong Madinah,  untuk melihat kondisi rakyatnya.  Begitulah kebiasaan unik Khalifah Umar bin Khattab dalam menghabiskan sebagian waktu malamnya.
Lama ia berjalan ditemani seorang pembantunya.  Rasa lelah mulai menggelayuti tubuhnya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk istirahat sejenak . Ia bersandar melepas lelah di sebuah dind-ing rumah sederhana di sebuah perkampungan di Madinah . Tiba-tiba ia dikejutkan dengan percaka-pan antara seorang ibu dengan puterinya, pemilik rumah tersebut.
"Campurkan air pada susu yang mau kita jual, nak!" kata ibu kepada puterinya.
"Bagaimana mungkin aku mencampurnya dengan air, bu!  Bukankah Amirul Mukminin telah melarang para penjual susu untuk melakukan itu???"
"Penjual-penjual susu yang lain juga mencampur susu mereka dengan air. Sudahlah,  nak, campur saja! Amirul Mukminin pasti tidak tahu apa yang kita lakukan!"
"Bu, jika Amirul Mukminin tidak mengetahuinya, maka Tuhan Amirul Mukminin tentu menge-tahuinya..."
Umar bin Khattab tak kuasa menahan air matanya ketika mendengar ungkapan sang anak kepada ibunya.  Ungkapan yang sederhana, tapi keluar dari jiwa yang bertakwa, sehingga mengun-dang air mata orang yang mendengarnya.  Air mata takwa, dari jiwa yang takwa, ketika mendengar ungkapan ketakwaan.
Umar bin Khattab gembira mendengar kata-kata itu.  Ia bergegas menuju masjid untuk mela-kukan shalat subuh, kemudian pulang ke rumah dan memanggil salah satu puteranya, 'Ashim,  lalu memintanya untuk menimba informasi tentang keluarga penjual susu tersebut.
'Ashim datang menemui Umar bin Khattab, menyampaikan semua informasi tentang perem-puan penjual susu dan putrinya.  Kemudian Umar menceritakan percakapan antara mereka yang didengarnya tadi pagi menjelang fajar.  Ia menyuruh 'Ashim untuk menikah dengan puteri penjual susu itu.
"Pergilah kepadanya dan nikahilah ia, nak! Aku melihat ia adalah wanita yang diberkahi.  Mu-dah-mudahan suatu saat nanti ia akan melahirkan orang hebat yang akan memimpin Arab !"
Keduanya pun akhirnya menikah dan dikaruniai anak perempuan yang diberi nama Laila  atau biasa dipanggil dengan Ummu 'Ashim.  Mereka mendidik Laila dengan baik, dalam suasana keluarga yang kental dengan nilai-nilai Islam, sampai ia tumbuh menjadi seorang gadis yang memahami dan mengamalkan Islam dalam hidupnya.Laila menikah dengan putera khalifah Daulah Umawiyah yang keempat , namanya Abdul Aziz. Dari perkawinannya itulah lahir seorang anak yang nantinya akan memenuhi dunia dengan keadilan. Dialah Umar bin Abdul Aziz.

Ini adalah sebuah kisah perjalanan sejarah yang panjang tentang seorang wanita yang memiliki nilai agung, yaitu muroqobatullah.  Yang ada dalam dirinya hanyalah dia selalu tahu bahwa Allah selalu mengawasinya.  Ini merupakan pelajaran sangat mahal yang diberikan oleh Umar bin Abdul Aziz sebagai keturunan dari orang-orang yang memiliki nilai muroqobatullah.