Showing posts with label Hujan Bulan Februari. Show all posts
Showing posts with label Hujan Bulan Februari. Show all posts

Sunday, January 22, 2017

Menikmati Hujan (2)

Hujan Datang Tanpa Menunggu Awan

17 November 2016
36 Week 6 Days - kehamilan istri
Sedikit bagi tips, kita sudah umum mengetahui bahwa usia kehamilan 9 bulan 10 hari, namun pada kalanya tidak seperti itu, bisa lebih atau bahkan kurang. Meskipun kadang ada kekhawatiran ketika usia kehamilan melebihi usia kehamilan pada umumnya. Namun wajar kekhawatiran tersebut, sebab ada kalanya usia yang melebihi 9 bulan menyebabkan plasenta mengalami pengapuran yang mengakibatkan terganggunya distribusi nutrisi untuk janin. So, jika pada suatu saat istri anda mengalami masa kehamilan melebihi usia 9 bulan, maka tenanglah. Pertama, Pastikan bahwa kondisi plasenta pada saat usia kehamilan melebihi 9 bulan tidak mengalami pengapuran sehingga dapat dipastikan kondisi janin dalam keadaan aman. Sebab ada cerita kehamilan sampai usia 10 bulan. Maka, tenang saja

Pada awalnya saya dan istri merasa khawatir dengan masa kehamilan yang melebihi pada umumnya. Memang ada beberap tips agar memperlancar kehamilan yang salah satunya adalah olah raga, jalan-jalan, perbanyak jalan kaki. Dan dasarnya karena agak malas, jadilah kami jarang melaksanakan tips tersebut..hehehe..

TIPS 1. Perbanyaklah Jalan kaki atau olah raga lain yang dapat membantu memperlancar persalinan

sudah saya jelaskan, bahwa kami malas - malasan untuk jalan di pagi hari. Maka, salah satu cara agar istri saya semangat untuk jalan - jalan berpuluh - puluh kilometer adalah pergi ke mall dan jalan - jalan masuk - keluar stand - stand meskipun tidak ada satu barangpun dibeli. hahahaaa....

TIPS 2. Carilah apa yang dapat membuat istri jalan berpuluh - puluh kilometer, meskipun harus pergi ke Mall

Dan...
Pada hari itu, 17 Desember 2016 pagi, istri saya masih seperti biasanya, membersihkan rumah dan salah satunya adalah jalan - jalan ke mall sebagai program jalan satu kilometer sehari agar persalinan lancar. 
Akhirnya...
Malam hari istri sudah mulai merasakan kontraksi, meskipun beberapa hari terakhir sudah mengalami kontraksi palsu. Pada awalnya, istri menganggap bahwa kontraksi malam itu adalah seperti kontraksi pada hari-hari biasa, Kontraksi Palsu. 

Hari - H
Pagi seperti biasa, kebiasaan setiap pagi bersih - bersih rumah. Meskipun malam hari istri saya mengalami kontraksi yang entah palsu atau beneran namun masih belum bisa membedakan. Maklum, belum pernah belajar, hanya belajar dari mbah google dan group sharing-sharing ibu hamil. Pagi itu memang saya tidak niatkan untuk berangkat bekerja karena menurut istri saya, kontraksi yang ia rasakan secara kontinu dan semakin lama semakin terasa hebat. Tapi karena masih belum "ngeh" kalau itu adalah kontraksi, jadilah kita masih kerja bakti bersihkan rumah. lalalala...
Jam menunjukan pukul 09.00, belum sarapan karena baru selesai kerja bakti. Akhirnya istri memutuskan untuk segera ke bidan, kerana khawatir kontraksi yang semakin intens ini adalah tanda bahwa hari ini adalah lahiran. Oke.. berangkat. Hanya berbekal tas periksa rutin ke bidan datanglah kami ke bidan. Seperti biasa bidan menanyakan keluhan yang dialami, maka berceritalah apa yang mulai kemarin malam istri saya rasakan. "Baik bu, Saya periksa dulu". Dan...
Beberapa saat kemudian, "Wah bu, ini sudah bukaan 3". Saya menelan ludah, rasa senang, tegang, bingung dan saling memandang dengan istri. BUKAAN TIGA. itu artinya kelahiran anak saya sebentar lagi kalau semuanya lancar. Oke, kemudian istri memutuskan untuk tetap tinggal di tempat bidan sedangkan saya balik ke rumah untuk mengambil tas persiapan tempur yang telah disiapkan beberapa minggu sebelumnya. Perlengkapan ibu nifas, perlengkapan bayi.

TIPS . Sebaiknya anda sarankan dan dukung istri untuk mengikuti kelas hamil yang ada di puskesmas atau rumah bersalin agar lebih siaga dan mengetahui tanda-tanda kelahiran semakin dekat. Tujuan biar tidak panik

TIPS. Para Istri yang Hamil yang pertama, pasti belum pengalaman. Maka yang anda harus lakukan adalah ikutilah forum - forum sharing ibu hamil di jejaring sosial media atau media apapun itu. Agar anda bisa belajar dari yang lebih pengalaman.

TIPS. Persiapkanlah perlengkapan untuk melahirkan dan untuk bayi yang baru lahir sebelum mendekati HPL. Karena kepanikan anda akan membuat semua berantakan.

lanjutan.....

Alhamdulillah, proses persalinan sangat lancar.. Alhamdulillah... Jam 9 masih bukaan 3, Jam 10 - 11 seluruh bukaan lengkap. Rasanya sungguh tidak karuan, mendampingi persalinan istri berjuang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan. Memang istri pernah berharap saya mendampingi proses persalinan. Itu ekspektasi, realitanya saya tidak kuat di dalam ruangan. Ceritanya, ketika proses memecah air ketuban, ternyata air ketuban istri sangat bau dan saya sangat tidak kuat dan hampir muntah... dan akhirnya saya tidak diizinkan di dalam karena akan membuat saya teler dan malah saya nanti yang sakit. hahaha..
oh iya, itu hari jum'at. Akhirnya saya berangkat ke masjid untuk mendo'a kan agar semua berjalan lancar dan selamat ibu dan anaknya. huuuuhhff.. jreeng.. Pulang dari masjid si dedek sudah berbaring manis, berbalut bedong biru.. puk..puk.. Ternyata anak saya lahirnya jam 12.00.. Alhamdulillah.. Dan istri saya masih mengalami perawatan setelah proses persalinan, ternyata dedek belum merasakan ASI dari ibunya.. sabar ya nak.. Untuk bidannya sangat pro-IMD (Inisiasi Menyusui Dini).

Ghaitsa satu jam setelah kelahiran
Maaf ya nak, orang tua mu belum bisa mengasuh mu dnegan baik, masih belajar semua dari 0. Setelah di ruangan recovery, beberapa kali saya harus memanggil bidan jaga karena saya tidak tau kenapa bayi saya seperti ini, seperti itu, kog begini, kog begitu, bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu. Untung bidannya sabar mengajari dengan sabar. Salah satunya memakaikan bedong seperti dibawah ini. Bu Bidan memakaikan bidan sekalian kerudung, Bapak dan Ibunya memakaikan bedong longgar terus dan amburadul.. hahaha.. maaf nak..
Ghaitsa setelah dipakaikan bedong oleh bu bidan
Memandikan Bayi
Memandikan bayi adalah aktivitas yang rutin dan harus dilakukan tiap pagi dan sore sebagai bapak dan ibu. Tapi, dasar orang tua baru, saya dan istri tidak ada yang bisa memandikan. Masih takut, karena tubuh bayi itu masih sangat lembek... takut kalau patah, takut kalau penyok terus gak bisa balik lagi.. Ngeri saudara....
Mengurus Bayi itu sangat Komplek, bukan hanya mengajak main dan tertawa mirip di iklan-iklan atau kayak anda saat menjenguk anak baru lahir, datang bilang "lucu bayinya" terus ngomong enak punya anak.
Sampai kompleksnya, dari bangun tidur sampai tidur harus mengurusnya. Memandikan, memakaikan baju, mengganti popok, mengendong, dll.. 

brrr....Setelah mandi pagiiii
Jalan-Jalan Pagi
Aktivitas paling menyenangkan adalah kita mengajak anak jalan-jalan pagi menghirup udara segarnya pagi (kalau dikota udah banyak polusi), berjemur menghangatkan badan. Dan kemudian ketemu tetangga dan bilang "eh, lucunya" dll.. hahaha
Jalan Pagi

Jalan Pagiii?? Ngantuk apak....
Salah satu cara agar tidak capek adalah menaruhnya di kursi goyang yang ia akan tidur dengan sendirinya ketika di goyang agar kita tidak capek atau paling tidak punya waktu untuk istirahat.
13 Desember : Tidur di Boncer baruuuu
Alergi 
Salah satu yang membuat saya sedih dan merasa bersalah adalah ketika tidak mengatuhui bahwa anak sedang mengalami sakit hingga kemudian sudah parah dan telat. Soal alergi akan saya ceritakan lain waktu. Anak saya mengalami alergi dari apa yang dimakan si ibu, Kulit merah merata seluruh wajah dan kelihatan tangan anak menggaruk-garuk. maaf ya nak..

Ghaitsa : wajah merah-merah alergi.. hiks..hiks.. sabar nak
(20 Desember 2016)
Tempat tidur paling enak, bantal
Semoga Kau Jadi Anak Sholihah



Friday, January 13, 2017

Mari Menikmati Hujan (1)

Akhirnya bisa nulis lagi, setelah sekian lamaaa off, sebab tiap malam harus begadang menemani hujan yang kadang rewel dan tidak mau tidur kalau digendong. Tapi untuk malam ini alhamdulillah hujan bisa tidur lebih awal dan lumayan nyenyak karena ditemani rintik hujan.
Saatnya ini saya mau cerita secara acak, menikmati hujan, menjadi ayah muda yang belum pernah sebelumnya (ya iyalah). Senengnya, bahagianya, susahnya dan cerita - cerita lucu yang mungkin pada suatu saat pembaca akan mengalaminya..

A. Pendahuluan
Hujan, begitulah kami (saya dan istri) menamainya, hujan bukan dalam bahasa indonesia, melainkan bahasa Arab yaitu Ghaitsa (baca:Ghoitsa), karena kadang lidah indonesia tidak biasa mengucapkan kata "gha" dengan "gho" pada kata Ghaitsa. Kami begitu terobsesi sekali  dengan hujan dan ingin menamai anak pertama dengan nama itu, Ghaitsa. Salah satu nyambungnya adalah pernikahan kami pada tanggal 6 Februari yang kita namai Undangan Hujan
Selain itu, ada yang menjadi kesamaan antara kami berdua, yaitu senang hujan-hujan, bahkan saking senengnya pada saat hamilpun kami berdua hujan-hujan (andai ketahuan bapak, pasti kena marah, hahaha). Pulang kerja atau dari makan yang kemudian hujan, kami lebih memilih berhujan-hujan dari pada harus memakai jas hujan. Menikmati sensasi tetesan hujan sambil berdo'a dan mengelus si calon bayi dalam perut. Sebab kau tahu bahwa hujan adalah rahmat dan makbulnya do'a.
Patut disyukuri dari kehamilan istri adalah tidak seperti disinetron-sinetron kalau hamil identik dengan mual dan muntah. Istilah orang jawa hamil ngebo (hamil kerbau), maaf gak ada istilah yang lain. Hamil Ngebo (kata sifat) adalah dimana keadaan perilaku ibu hamil saat hamil mengalami kenaikan selera makan namun males beraktivitas, kayak kerbau. Nah, karena selera makan berlipat ganda, maka mau tidak mau tiap hari harus nyetok makanan agar bisa dimakan tiap jam. Makan banyak bukan dalam satu porsi, hanya makan sedikit namun intensitasnya sering. Kalau telat dikit makannya, maka penghuni dalam perut akan melakukan unjuk rasa dengan menendang dan lonjak-lonjak yang bikin si ibu ngeri-ngeri sedap rasa perutnya.
Oh ya, behind the scane. Pada awal pemeriksaan kehamilan kami pernah mendapat kabar buruk dari dokter, yaitu bahwa calon bayi tidak berkembang dan oleh karenanya harus dikeluarkan. what's??.. kalian bisa banyangkan begaimana rasanya ? lebih perih dari pemindahan mahkota ratu miss universe dari  miss columbia ke miss philipina. Tolong ini dicatet pembaca semua, Jangan langsung percaya begitu saja vonis dari dokter. sebab kadang terlalu dini memvonis atau alat yang bermasalah. Oleh sebab itu, coba carilah second oponions dari dokter lain dan hasilnya kami mendapat kabar gembira kalau perkembangan janin sangat baik. nah kan...
officialy.. taraaaaa... Tanggal 18 November 2016 lahirlah si Hujan yang telah dinanti turunnya, lebih cepat seminggu dari perkiraan HPL-nya. dan semua babak baru cerita kehidupan itu berubah.. menjadi ayah, ibu yang belum sempat belajar mendalami ilmu mengurus bayi dengan baik dan benar,.. maafkan kami ya nak... -_-'

Catatan Tips Penting bagi para calon Ayah

1. PASTIKAN ANDA MEMERIKSAKAN LEBIH DINI KEHAMILAN ISTRI ANDA
Ketika istri anda sudah strip dua, maka anda harus segera membawanya ke bidan/ dokter terdekat untuk mendapatkan pengarahan selanjutnya. Hal ini diperlukan sebagai usaha preventif agar titipan Allah itu dapat anda jaga dengan baik dan benar. Ketika ke bidan akan mendapat sejumlah suplemen dan penguat kandungan. Tujuannya memberikan tambahan asupan gizi pada ibu dan usaha mencegah keguguran, karena jika kandungan anda lemah, resiko keguguran lebih besar. Maka habiskan obat penguat kandungan itu, meskipun efek samping mual.

2. JAGA AKTIVITAS ISTRI ANDA JANGAN SAMPAI OVER
Terutama pada istri yang berkarier dan ibu rumah tangga super sibuk. Kurang-kurangilah aktivitas yang terlalu berat dan berlebih agar tidak drop kondisinya. Sebab kondisi ibu sangat berpengaruh pada kondisi janin yang sedang dalam kandungan. Jangan sok kuat. Selain itu, komunikasi dengan suami soal berkurangnya aktivitas yang mungkin mempengaruhi kerapian dan kebersihan rumah.

3. SENANGKANLAH ISTRI ANDA
Ini penting. catet..PENTING.PENGTING.PENGTING. Mood istri berubah dengan cepat karena perubahan hormonal dalam tubuhnya kadang naik turun. Kadang tiba-tiba seneng banget dan sedetik kemudian sedih bangett.. Nah loh, kalau sudah seperti itu, Jangan buat istri tambah bete maka buatlah senang istri anda karena kalau istri senang, janin dalam kandungan juga ikut seneng.




udah malem, hayati lelah, lanjut besok lagi..

Tuesday, March 29, 2016

Rezeki itu.....


 setetes nasehat dari ustadzhanda, salim a fillah


Rizqi memiliki tempat dan waktu bagi turunnya. Ia tak pernah terlambat, hanyasanya hadir di saat yang tepat.

Di antara makna rizqi adalah segala yang keluar masuk bagi diri dengan anugrah manfaat sejati. Nikmat adalah rasa yang terindra dari sifat maslahatnya. Kasur yang empuk dapat dibeli, tapi tidur yang nyenyak adalah rizqi. Ia dapat saja terkarunia di alas koran yang lusuh, dan bukan di ranjang kencana yang teduh. Hidangan yang mahal dapat dipesan, tetapi lezatnya makan adalah rizqi. Ia dapat saja terkarunia di wadah daun pisang bersahaja, bukan di piring emas dan gelas berhias permata. 

Ada yang bergaji 100 juta rupiah setiap bulannya, tapi tentu rizqinya tak sebanyak itu. Sebab ketika hendak meminum yang segar manis dan mengudap yang kue yang legit, segera dikatakan padanya, “Awas Pak, kadar gulanya!” Ketika hendak menikmati hidangan gurih dengan santan mlekoh dan dedagingan yang lembut, cepat-cepat diingatkan akannya, “Awas Pak, kolesterolnya!” Hatta ketika sup terasa hambar dan garam terlihat begitu menggoda, bergegaslah ada yang menegurnya, “Awas Pak, tekanan darahnya!”

Rasa nikmat itu telah dikurangi.

Lagi-lagi, ini soal rasa. Dan uang yang dia himpunkan dari kerja kerasnya, amat banyak angka nol di belakang bilangan utama, disimpan rapi di Bank yang sangat menjaga rahasia, jika dia mati esok pagi, jadi rizqi siapakah kiranya? Apa yang kita dapat dari kerja tangan kita sendiri dan kita genggam erat hari ini, amat mungkin bukan hak kita. Seperti hartawan yang mati meninggalkan simpanan bertimbun. Mungkin itu mengalir ke ahli warisnya, atau bahkan musuhnya. Allah tak kekurangan cara untuk mengantar apa yang telah ditetapkanNya pada siapa yang dikehendakiNya.


Rizqi sama sekali bukan yang tertulis sebagai angka gaji.

Sebaliknya pula, ada seorang lelaki bersahaja yang tidak mampu membeli mobil sepanjang hidupnya. Tapi sungguh Allah telah menetapkan bahwa rizqinya adalah naik mobil ke mana-mana. Maka para tetangga selalu berkata bergiliran padanya, “Mas, tolong hari ini pakai mobil saya untuk kegiatannya ya. Saya senang kalau Mas yang pakai. Sungguh karenanya terasa ada berkah buat kami sekeluarga.” Dan pemilik mobil pergi bekerja ke kantornya dengan mengayuh sepeda. Sebab itulah yang disarankan dokter padanya.


Rizqi sama sekali bukan soal apa yang dimiliki.

Dzat Yang Mencipta kita, sekaligus menjamin rizqi bagi penghidupan kita, adalah Pemilik, Pemelihara, dan Pengatur segala urusan kita. Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala, tiada sekutu bagiNya. Maka bagaimana kiranya, jika anugrah dariNya justru kita gunakan untuk mendurhakaiNya? Maka apa jadinya, jika dengan karuniaNya kita malah tenggelam dalam maksiat dan dosa?

“Sesungguhnya seseorang dihalangi dari rizqinya”, demikian Rasulullah bersabda sebagaimana dicatat oleh Imam Ahmad, “Disebabkan dosa yang dilakukannya.”

Ada beberapa keterangan ‘ulama tentang dosa menghalangi rizqi ini, yang selaiknya kita simak. Pertama, bahwa memang yang bersangkutan terhalang dari rizqinya, hingga ke bentuk zhahir rizqi itu. Ini sebagaimana firman Allah tentang dakwah Nuh pada kaumnya.

“Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampunan kepada Rabb kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun dan mengadakan di dalamnya sungai-sungai.” (QS Nuh [71]: 10-12)

“Maknanya”, demikian ditulis Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirul Quranil ‘Azhim, “Jika kalian bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepada-Nya dan kalian senantiasa mentaatiNya, niscaya Dia akan membanyakkan rizqi kalian dan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit.”

“Selain itu”, lanjut beliau, “Dia juga akan mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan untuk kalian, membanyakkan harta dan anak-anak kalian, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya terdapat bermacam-macam buah untuk kalian, serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun itu untuk kalian.”

Jika bertaubat menjadikan berlimpahnya bentuk rizqi, maka berdosa berarti membatalkan semua itu. Ini pemahaman pembalikannya.

Keterangan yang kedua, bahwasanya yang dihalangi dari si pendosa adalah rasa nikmat yang dikaruniakan Allah dari berbagai bentuk rizqi tersebut. Rizqi tetap hadir, tapi rasa nikmatnya dicabut. Rizqi tetap turun, tapi rasa lezatnya dihilangkan. “Maka”, demikian menurut Imam An Nawawi, “Karena dosa yang menodai hatinya, hamba tersebut kehilangan kepekaan untuk menikmati rizqinya dan mensyukuri nikmatnya. Dan ini adalah musibah yang sangat besar.”

Hujjah bahwa semua bentuk rizqi itu tetap turun, ada dalam berbagai hadits Rasulillah. Ada yang sudah kita sebut, demikian pula yang berikut ini:

“Sesungguhnya Jibril mengilhamkan ke dalam hatiku”, demikian sabda Rasulullah dalam riwayat Imam Ath Thabrani dan Al Baihaqi, “Bahwa tidak ada satu pun jiwa yang meninggal kecuali telah sempurna rezekinya. maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki. Jangan sampai lambatnya rezeki menyeret kalian untuk mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah, karena apa yang ada pada sisi Allah tidak akan bisa diperoleh dengan bermaksiat kepada-Nya.”

“Apa yang ada di sisi Allah”, demikian lanjut Imam An Nawawi, “Adalah ridhaNya yang menjadikan rizqi itu ternikmati di dunia, berkah senantiasa, dan menjadi pahala di akhirat. Maka memang ia tak dapat diraih dengan kemaksiatan dan dosa.”

“Adapun ayat dalam Surah Nuh”, terusnya, “Khithab da’wahnya ditujukan kepada orang kafir, yang meskipun mereka mengingkari Allah dan menyekutukanNya, tapi Allah tidak memutus rizqi mereka secara mutlak. Akan tetapi, jika mereka beristighfar dan bertaubat, sesungguhnya karunia yang lebih besar pastilah Allah limpahkan.”

Menghimpun kedua catatan ini, amat jadi renungan sebuah kisah tentang Imam Hasan Al Bashri. Pada suatu hari, seorang lelaki datang kepada beliau. “Sesungguhnya aku”, ujarnya pada Tabi’in agung dari Bashrah itu, “Melakukan banyak dosa. Tapi ternyata rizqiku tetap lancar-lancar saja. Bahkan lebih banyak dari sebelumnya.”

Sang Imam tersenyum prihatin. Beliau lalu bertanya, “Apakah semalam engkau qiyamullail wahai Saudara?”

“Tidak”, jawabnya heran.

“Sesungguhnya jika Allah langsung menghukum semua makhluq yang berdosa dengan memutus rizqinya”, jelas Hasan Al Bashri, “Niscaya semua manusia di bumi ini sudah habis binasa. Sungguh dunia ini tak berharga di sisi Allah walau sehelai sayap nyamukpun, maka Allah tetap memberikan rizqi bahkan pada orang-orang yang kufur kepadaNya.”

“Adapun kita orang mukmin”, demikian sambung beliau, “Hukuman atas dosa adalah terputusnya kemesraan dengan Allah, Subhanahu wa Ta’ala.” 

sumber: http://salimafillah.com/rizqi-kita-soal-rasa/

Saturday, March 26, 2016

Bahagia itu sederhana



Bahagia itu sederhana......
Bersama meniti ketaatan kepada-Nya, dengan mempelajari serta mengikuti jalan para nabi-Nya. Datang ke majelis ilmu berdua, mendengar dan meresapi setiap ilmu - ilmu Nya dari guru yang penuh ketulusan mengajarkan kisah para qudwah, rasul dan anbiya'. Duduk bermajelis dalam lapis - lapis keberkahan, majelis para mujahidin hingga ia kembali ke tempat masing-masing, majelis para orang mulia, yang Allah sebut-sebut di hadapan para malaikatNya, Majelis yang malaikat menaungkan sayap - sayap keberkahan. Sebab bahagia itu sederhana, datang bermajelis dengan orang tercinta :)
Bahagia itu sederhana......
Duduk dan melihat orang tercinta bahagia, mendengarkan ceritanya soal calon anak yang sedang dikandungnya, bersama secangkir cokelat hangat pelangkapnya. Sesekali memijat pundak dan kakinya yang lelah dan payah setelah seharian bekerja. Mengelus perut yang mulai tumbuh bersama janin yang ada di dalamnya, sambil berdo'a "Rabbii hablii minnassholihin"

 Bahagia itu sederhana.....
Sujud bersama dalam ketaatan, bermunjat penuh harapan dan bertobat dalam cinta dan ketakutan, bersyukur pada setiap nikmat-nikmatNya. 

 Bahagia itu sederhana.....
Mencintai tanpa syarat kesempurnaan, sebab sama tak sempurnanya.


Bahagia itu sederhana.....
Sebab bahagia adalah pilihan dan mensyukuri setiap kenikmatan





Wednesday, March 23, 2016

Hujan Bulan Maret



Anak adalah kehidupan. mereka sekadar lahir melauimu tapi bukan berasal darimu.
Walaupun bersamamu, tetapi bukan milikmu.
Curahkan kasih sayang, tetapi bukan memaksakan pikiranmu karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri.
Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya karena jiwanya milik masa mendatang yang tak bisa kau datangi bahkan dalam mimpi sekalipun.
Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah menuntut mereka jadi sepertimu sebab kehidupan itu menuju ke depan dan tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaan-Nya hingga anak panah itu melesat jauh serta cepat.
Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan Sang Pemanah sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat sebagaimana dikasihi-Nya busur yang mantap.
Kahlil Gibran


 “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk (lain). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (Al Mukminun : 12-14)

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan: 74)
 
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Artinya: 
Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".(QS. Ali Imran : 38)


 رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya: Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (anak) yang termasuk orang-orang yang sholeh (QS. Ash Shafat : 100)


NB : Menanti kedatangnya untuk bersama kembali ke Surga-Nya 

Thursday, March 10, 2016

Separuh yang kau bawa


Rasulullah saw bersabda,”Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.” (Hadits riwayat Albaihaqi)

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang diberikan rezeki oleh Allah seorang istri yang sholehah maka sungguh dia telah dibantu dengan setengah agamanya maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.”

Jadi teringat dengan celoteh pertanyaan kawan, mungkin terasa geli, lucu bahkan absurd kecuali bagi Liqoumi yatafakkarun. 
"Mas, aku pengen tahu istri sampeyan yang mana, kog mau sama orang kayak sampeyan".
"wkwkwkwkw"

begitu tulisan pertanyaan yang disampaikan lewat media komunikasi jaman sekarang. Mungkin maksudnya adalah guyonan santai sesama teman, namun begitulah allah menurunkan nikmat berupa misykat yang masuk ke hati. Sensitifitas rasa humor dan sensitifitas spiritual berada di balik pertanyaan itu.

Selalu ada alasan kenapa orang memilih A atau memilih B bahkan Z. Pilihan yang didasarkan pada rasional dan hati. Kalau kemudian kita tanyakan lebih jauh, siapakah yang menggerakkan seseorang memilih ini dan itu?. "ALLAH". 

Maka, ketika sensitifitas humor dan spiritualitas bertemu, jawabannya adalah ALLAH ingin menyentuh hati mu dari rasa syukur atas nikmat - nikmat yang Ia turunkan kepada mu. berupa seorang istri yang mau mendamping mu.
Ketika Dia memberimu, Dia mempersaksikan kebaikan-Nya. Ketika Dia tidak memberi mu, Dia memperlihatkan kuasa-Nya. Pada semua itu, Dia memperkenalkan diri kepadamu dan mendatangi mu lewat kelembutan-Nya. (Ibnu Atha'illah al-iskandari)

Ya, pendamping hidup yang oleh Rasulullah disebut dengan istilah "Separuh Agama", Separuh yang ia bawa menyempurnakan yang kau punya. Separuh itu yang akan melengkapi sisi yang kosong, celah - celah kecil dalam agama mu. Banyak dimensi yang ia lengkapi untuk menyempurnkan sisi kekurangan mu. 

sisi kurang itu akan dilengkapi dengannya langsung atau tidak langsung, secara terang - terangan atau sembunyi, dzahir maupun batin. Hingga separuh bangunan itu meyempurnakan apa yang kau punya dan kau persembahkan kepada NYA.

Jika di sisi agama mu, kau kurang punya jiwa kepemimpinan, maka ia datang siap mentaati kepemimpinan mu dalam jalan NYA.

jika pada sisi agama mu, masih belum genap ketaatan mu kepada-Nya, maka IA hadirkannya agar kau semakin taat bersama mu.

jika sisi agama mu, rasa syukur mu masih berlubang dengan kekufuran, maka ia hadir agar kau semakin mentafakuri dan mensyukuri nikmat yang selalu mendampingi mu, istri yang sholihah.

Jika sisi agama mu masih longgar di kesabaran, Allah datangkan ia agar kau senantiasa saling bersabar dan menerima kekurangan dalam ketaatan.

Jika pada agamu masih kurang dalam rasa mendidik, ia datang dengan tulus untuk kau didik dan saling mendidik menjadi lebih baik baik dengan tarbiyah illahiyah.
Jika dalam diri mu masih kurang rasa maaf, ia datang agar saling belajar memaafkan.  

Hujan bulan Februari, hujan yang menggenapi secangkir iman yang masih setengah kosong. Tetesan nikmat yang menutup celah kecil dan lubang untuk kesempurnaan. Hujan Bulan Februari adalah dimana Allah guyurkan nikmat agar kau melihat indahnya pelangi setelahnya. Hujan bulan Februari adalah "seolah-olah" turunnya Qur'an surah Arrahman di pagi itu,

Surat Ar-Rahman Ayat 70
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
 
Surat Ar-Rahman Ayat 71
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
 
Surat Ar-Rahman Ayat 72
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.
 
Surat Ar-Rahman Ayat 73
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
 
Surat Ar-Rahman Ayat 74
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
 
Surat Ar-Rahman Ayat 75
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
 
Surat Ar-Rahman Ayat 76
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
 
Surat Ar-Rahman Ayat 77
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
 
Surat Ar-Rahman Ayat 78
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.


Wednesday, March 2, 2016

liqoumi yatafakkarun (1)

liqoumi yatafakkarun
 (bagi kaum yang berpikir)


وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةًۭ وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” [QS. Ar. Ruum (30):21].



Ayat itu seakan baru dibacakan oleh qori kemarin, saat dimulainya hujan di bulan 06 Februari. Ayat itu pula yang terjemahannya selalu disertakan di undangan - undangan pernikahan. Dulu membacanya biasa saja, tak ada rasa yang tersisa. Namun tidak jika kau sudah menjadi orang yang disebut di dalamnya. Hujan rintik bulan Februari ini mengundang ku untuk duduk bersama merenungkan ayat itu. Sembari menikmati kehangatan pelukan rahmat dari Sang Pencipta hujan. Dan rasanya ayat itu seolah - olah kembali baru diturunkan, tepat pada saat hujan datang. liqoumi yatafakkarun 


Masya Allah, Hujan pagi bersamaan ayat itu di Februari ini sungguh luar biasa, awal surat ini mengunakan diksi  وَمِنْ ءَايَٰتِهِ  kemudian ditutup dengan kalimat indah, penyempurna  لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ. Pada ayat ini seolah - olah Allah ingin menegaskan bahwa terdapat segala kebaikan yang Ia turunkan kepada kami pagi itu. Seolah Allah ingin bertanya "Apakah kamu tidak memikirkan tanda - tanda kebesarkan ku di pagi ini ?. Astaghfirullah..

Saya teringat dalam tafsir Almisbah karya M. Qurais Shihab tentang ayat ini, beliau membuka tafsir ayat ini dari potongan terakhir ayat yang menjadi judul dari tulisan ini. liqoumi yatafakkarun. Setelah membuka dengan ketegasan bahwa Allah telah menciptakan pasangan - pasangan (istri) sebagai bukti kekuasaan Nya, kemudian Allah tutup peringatan dengan pernyataan pula bahwa itu akan menjadi bukti bagi kaum yang mau berfikir. Pertanyaannya adalah apakah kamu menjadi bagian dari orang yang mau berfikir ?

Seperti di tenggelamkan kedalam samudera kenikmatan, tetesan air hujan pagi itu kemudian turun membawa bukti - bukti nyata tentang kekuasaan Allah untuk selalu direnungkan,
- Pernah kau bayangkan, ada seorang puteri nan jelita hidup di istana bergelimangan kemewahan. Kemudian mau untuk pergi berpetualang bersama seorang pemuda jelata yang tak tahu bagaimana nasibnya ?. Dan itulah yang terjadi di Hujan Bulan Februari. liqoumi yatafakkarun

- Pernahkah kau bayangkan, ada seorang gadis yang tumbuh dewasa, hidup penuh kebebasan dan keceriaan, kemudian memutuskan hidup terikat ketat, bahkah surga-nerakanya di gantungkan di pundak seorang yang mungkin tidak lebih baik dari dirinya ?. dan itulah Hujan di Bulan Februari. liqoumi yatafakkarun.

liqoumi yatafakkarun, Pernahkah memiliki barang yang kau sangat cintai ?, maukah kau kemudian menitipkan barang itu untuk di rawat oleh orang yang baru saja kamu kenal dan duduk bertamu ?. 

Hujan pagi itu turun menghujam hati yang gersang bersamaan dengan beribu pertanyaan "Maka nikmat tuhan mana lagi yang akan kamu dustakan ?".

liqoumi yatafakkarun

Monday, February 22, 2016

Mengambil Titah Illahi

Maaf bapak, saya mengambil menikahi puteri mu



Pagi itu, suara tangis meledak memecah keheningan dan kekhusukan dalam masjid. Semua jamaah berkumpul berbaris rapi menatap lingkaran kecil di tangah depan mimbar. Bukan menyimak khotbah, namun menyaksikan pengambilan sumpah suci dari Illahi. Hujan Bulan Februari memang spesial bagi kami, Sebab datangnya setelah kami melewati panasnya terik kemarau dan godaan oase fatamorgana. Penyerahan mandat seorang bapak, yang puteri diambil  dinikahi oleh seorang anak muda yang baru saja beberapa bulan lalu datang bersama keluarganya, kepada hakim yang telah beliau tunjuk sebagai orang kepercayaan untuk menyerahkan puterinya kepada seorang pemuda.

Tangisan menggetarkan hati, terbata - bata mengucapkan serah terima wali. Aku tak sanggup menafsirkan tangisan itu. Tangisan kesedihan karena puteri yang telah lama beliau didik dan besarkan, tiba-tiba diambil  dinikahi oleh pemuda yang belum jelas masa depannya. Ibarat kalian menanam bunga yang indah, mulai dari kecil hingga kuncup kau merawat dan kemudian saat menunggu mekar, bunga itu diambil oleh orang, "yang katanya pecinta bunga" yang baru saja kau kenal. Atau tangisan bahagia sebab puterinya telah tumbuh dewasa. Andai ibunya masih ada, mungkin tak bisa beliau ungkapkan kebahagiannya untuk momen pagi itu..

Detik-detik itupun tiba, saat yang paling dinanti oleh semua mata yang menyaksikan momen bersejarah pagi itu.  Mendung pagi menambah kekhusyukan momen sakral dalam hidup ini, saat dimana seorang anak ingusan kemarin sore mengambil titah langit. Titah illahi untuk membimbing seorang puteri yang semua ada pada orang tuanya, menuju pundaknya yang ringkih.

Wali pun akhirnya memulai.. satu..dua..tiga..

اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَا نِ الرَّجِيْمِ * بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِِِ الرَّحِيْمِ *
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ ... ×3 
مِنْ جَمِيْعِ الْمَعَاصِيْ وَالذُّنُوْبِ وَاَتُوْبُ ِالَيْهِ
اَشْهَدُ اَنْ لآاِلَهَ اِلاَّالله ُ * وَ اَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ *

بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُِللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ للهِ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدِ ابْنِ عَبْدِاللهِ وَعَلى آلِهِ وَاَصْحَا بِهِ وَمَنْ تَبِـعَهُ وَنَصَـَرهُ وَمَنْ وَّالَهُ. وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ اَمَّا بَعْدُ : أُصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَي الله فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْن.
يَا .......... بِنْ ............ ! اَنْكَحْـتُكَ وَزَوَّجْـتُكَ ِابْنَتِيْ ................................ بِمَهْرِ .............. نَـقْدًا.


kemudian aku pun menjawab dengan kalimat singkat, padat dan tanggung jawab dunia-akhirat


قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيـْجَهَا بِالْمَهْرِالْمَذْكُوْرِ نَـقْدًا

artinya kurang lebih seperti ini ;
SAYA TERIMA NIKAHNYA DAN KAWINNYA
_______________ BINTI _______________

DENGAN MASKAWINNYA YANG TERSEBUT TUNAI.

namun yang sebenarnya adalah,
"Saya siap menanggung semua dosa apabila lalai dalam membimbing dan menjaganya. Saya siap menjalankan hak dan kewajiban yang telah diatur oleh Allah dan rasul-Nya....(silahkan lanjutkan sendiri)"

ah, tiba-tiba rasanya menjadi kecil (padahal emang kecil), hujan yang belum turun dari langit pun airnya sudah menggantung diujung mata. Lembaran baru itu telah dibuka, hujan telah turun dan saatnya menyiapkan pelangi indah setelahnya. Ayat itupun bergema "Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka"

Mengambil titah illahi, 
Siapa kau berani - berani mengambilnya?
sekuat apakah kau?
sehebat apakah kau?

Friday, February 19, 2016

Mengundang Hujan



Ada kalanya kau akan menunggu datangnya hujan, menanti penuh kesabaran di bawah terik siang tak berawan. Mengelap peluh kapayahan karena hujan tak kunjung datang. Bahkan awan gelap undangan hujan pun tak kelihatan. Mungkin memang demikian Allah ciptakan hujan, rahmat yang turunpun tak dapat kau perkirakan. Kau harus tau kawan, hujan adalah rahmat Tuhan.

Seperti pagi itu, undangan hujan tak begitu menampakkan datangnya. Tapi bagi kami berdua (mungkin tidak hanya kami), hujan itu telah deras membasahi. air cucurannya telah mengalir kedalam hati, menganak sungai hingga ke pipi. Meskipun kau tahu, mendung awan tidak kelihatan, rintik air langit pun jua tak turun. Sebab ini bukan hujan biasa, ini adalah hujan spesial di 6 Februari, hujan rahmat dari Allah. Keberkahan yang bercucuran (semoga) membasahi bumi dimana nanti kami akan berpijak dan dimana kami akan menanam kebaikan. Biarkan hujan rahmat itu yang nantinya akan kami menyuburkan apa yang akan kami tanam.


"hujan spesial di hari yang cerah. bahkan tak ada sedikitpun tanda-tanda hujan akan turun di 6 februari itu. tapi, kami berdua, saya dan dia, merasakan rintik air gemuruh di dalam hati. deras membawa kebahagiaan."
(Maghfirotul Izzah, 2016)

Hujan hari itu adalah awal. Awal bagi kami berdua untuk menikmati rintik air dan gemuruh petir berdua. Bercengkrama dan diselingi tawa, bersama secangkir cokelat hangat kesukaan kami. Menikmati hujan dari balik jendela, sambil menunggu indahnya pelangi setelahnya. Pelangi yang akan hadir setelah hujan turun, warna - warninya adalah goresan kebahagian.

Hujan hati itu adalah awal. Awal dari kami untuk saling mencari saat hujan mulai datang. Takut kalau salah satu akan kehujanan dan tidak dapat tempat berteduh dan teman untuk menikmati hujan. Bukankah kau kadang juga merasakan takut jika gemuruh halilintar itu menyambar - menyambar di langit saat kau sendirian?

Selamat menikmati hujan

6 Februari 2016
Hujan Spesial di Masjid Amir Mukti
Hujan rahmat beriring do'a dan ikrar suci 
Hujan Spesial yang akan kami nikmati hingga akhir hayat nanti