Showing posts with label Bias Putih - Abu abu. Show all posts
Showing posts with label Bias Putih - Abu abu. Show all posts

Monday, January 4, 2016

ENFP


Penasihat - Semuanya mungkin.

Anda penuh gairah hidup dan imajinasi. Hidup bagi anda penuh dengan segala kemungkinan. Anda dengan cepat menemukan koneksi dari segala informasi dan hal, dan menanganinya dengan penuh percaya diri sesuai dengan pola yang ditemukan. Anda ingin sekali mendapat pengakuan dari orang lain dan juga murah hati dalam memberi pujian dan dorongan kepada orang lain. Anda sangat santai dan fleksibel. Anda berbakat dalam retorika dan pandai berimprovisasi.


Introversi I atau Extroversi E - Anda mendapatkan energi dan dimana anda memfokuskan perhatian anda.

Anda adalah Seorang dengan Extrovert Tendensi, yang Prihatin akan bagaimana anda mempengaruhi dunia luar: konsentrasi pada kekuatan psikologi anda dan perhatian pada dunia luar dan berkomunikasi dengan orang lain dan menyukai pertemuan, diskusi dan berbicara.

Yang berbeda dengan anda adalah Introvert Tendensi, yang Prihatin akan bagaimana perubahan dari dunia luar mempengaruhi anda: konsentrasi pada kekuatan psikologi anda dan perhatian pada apa yang ada dalam diri anda, dan fokus pada pengalaman diri, pemikiran, ide dan emosi. Anda lebih suka berpikir secara independen dan membaca.

Sensasi S atau Intuisi N - Apa yang anda akan sadari ketika anda menerima dan mengetahui informasi dunia luar.

Anda adalah Seorang dengan Intuisi Tendensi, yang Menyukai teori dan prinsip abstrak. Anda peduli dengan keseluruhan serta kecenderungan untuk berubah dan meningkat. Anda memberi penekanan akan inspirasi, imajinasi dan kreatifitas. Anda menyukai implikasi, analogi, koneksi, kemugkinan, konklusi dan prediksi.

Yang berbeda dengan anda adalah Sensasi Tendensi, yang prihatin akan informasi detail yang di dapat melalui indera persepsi: hal yang ada lihat, dengar, cium, rasa dan sentuh. Anda lebih memperhatikan detail dan deskripsi. Anda suka menggunakan dan meningkatkan keahlian yang sudah dimiliki.

Berpikir T atau Perasaan F - Bagaimana anda mengambil keputusan.

Anda adalah Seorang dengan Perasaan Tendensi, yang Menaruh kepentingan pada perasaan diri dan orang lain. Moral dan Harmoni akan menjadi standar evaluasi anda. Anda bersimpati, baik, bersahabat dan pengertian. Anda selalu memikirkan bagaimana perilaku anda akan mempengaruhi perasaan orang lain.

Yang berbeda dengan anda adalah Berpikir Tendensi, yang Memperhatikan hubungan logis pada hal. Anda suka mengevaluasi dan mengambil keputusan melalui analisa proyek. Anda sangat rasional, objektif dan adil. Anda berpikir prinsip lebih penting dari pada fleksibilitas.

Pertimbangan J atau Pemahaman P - Bagaimana anda mengatur dan mendesain hidup.

Anda adalah Seorang dengan Pemahaman Tendensi, yangPerlu mengumpulkan lebih banyak data sebelum mengambil keputusan. Sehingga anda mencoba memahami dan menyesuaikan. Anda berfous pada proses dan mengubah tujuan anda berdasarkan perubahan informasi. Anda selalu memperbolehkan variabel tak terduga dalah kehidupan anda. Anda suka dengan gaya hidup yang bebas dan santai, dimana sedikit tidak teratur.

Yang berbeda dengan anda adalah Pertimbangan Tendensi, yang Suka membuat pertimbangan dan keputusan. Anda suka merencanakan dan suka mengatur, mengontrol dan mendorong kepada hasil. Anda fokus pada menyelesaikan tugas. Dalam kehidupan sehari hari anda, Anda berharap hidup anda teratur, selangkah demi langka dan meghormati jadwal waktu.

Friday, December 25, 2015

Sungguh Ini FITNAH yang NYATA

Sampai hari ini saya masih kurang paham dengan aplikasi - aplikasi online yang dengan mengisi sesuatu kemudian diketahui arti nama dan sebagainya. Ini muncul lagi yang baru, tentang pekerjaan yang cocok.... Bagaimana mungkin saya anak Jurusan Teknik Kelautan dikatakan anda cocok menjadi Ahli Teknik Elektronika.. Sungguh ini fitnah yang NYATA.. wkwwkw..


Tuesday, October 16, 2012

Tetaplah disini bersama kami


Jangan pernah lelah dengan aktivitas kebaikan.
jangan pula engkau mundur..
jangan sekali - kali mudah mengeluh..
ikhwahfillah...!
Tepatlah disini..
tetaplah bersama barisan kami....
dan tetaplah yakin....
dengan sekumpulan orang - orang yang sedang belajar
belajar  beramal lebih baik
dengan sekumpulan orang - orang yang belajar..
belajar memahami makna iman, iman, ilmu dan amal..
dengan orang - orang yang merindukan pahala yang terbaik dari sisi Allah..
maka...
biarlah keletihan ini, kemarin dan esok..
menjadi bukti bahwa kita sedang belajar bermujahadah dalam beramal..
cukuplah allah sebagai tujuan..
hanya allah bukan yang lain..

15/02/2009
Masjid Nurul Iman
SMA Negeri 2 nganjuk

Tuesday, February 28, 2012

Pasukan mokong



Tiarap, merayap, menyerang

Masih tetap tentang kisah lucu, “ heroic “, konyol  saat masa SMA.  Anda mungkin belum pernah tahu tentang pasukan mokong.  Tidak ada hubungan dengan pasukan Mongolia, tetapi kalau ganasnya bisa di sepadankan. Istilah pasukan mokong ini saya dapat ketika bersilaturahmi ke Mas Syaifudin Zuhri saat tour ke semarang dalam rangkaian liburan. “ Aku pasukan mokong, mengendap, merayap menyerang balik “.itulah jawabannya ketika ditanya bagaimana mungkin  kakak kelas 4 tahun di atasnya masih dikenal adiknya kalau bukan orang terkenal di sekolahnya. Karena dia adalah “ pasukan Mokong “.

Mungkin sudah pernah baca cerita tentang perjuangan underground cacing tanah melakukan gerakan  “ sub – versif “. Kisah ini juga tak jauh dari itu, cacing underground telah mentransformasi diri menjadi pasukan besar yaitu “ pasukan mokkong “. Bertiarap, merayap, menyerang, menelikung dari belakang.

Thursday, February 23, 2012

Mentoring ku sayang, Mentoring ku perjuangkan, mentoring ku kenang.


Ini adalah salah satu kisah tentang kegagalan ide besar karena tidak ada orang yang mendukung, tidak bisanya si inisiator menularkan gagasan perubahan, dan perjuangan underground bersama cacing – cacing tanah yang sub versify mengulingkan keadaan stagnan. “ don’t try this at home “. Biarkan ini menjadi catatan yang akan saya buka bersama kawan – kawan perjuangan Majlis Ta’lim Nurul Iman 2008 – 2009 ( semacam SKI ). Semoga kalian masih ingat kawan….^_^
“ antum sudah liqo’ ? “,
“ ana dah liqo’ di SMA, murabbinya akh ini,”
Pertanyaan itu yang dulu pernah saya dengar  saat pertama  masuk kampus.  Iri rasanya ketika mendengar teman – teman dari sekolah SMA lain telah ada mentoring, liqo’, usrah atau apapun itu yang intinya adalah pembinaan kader Rohis, SKI atau yang lain. Hati ini seperti menangis mengenang kisah perjuangan mentoring untuk teman – teman MT Nurul Iman. Mengapa dari tidak diadakan yang seperti itu di SMA saya ?. tapi itualah realita yang ada, dan saya harus terima. Bahwa mentoring belum bisa di lakukan di SMA saya. Kecuali oleh gerakan – gerakan underground bersama cacaing yang tak tahan dengan keadaan seadanya. Dan saya yang menjadi ketua cacing – cacing  itu..V^_^ (tenang kawan, generasi itu akan lahir kembali) . Melakukan mentoring underground dan siap – siap untuk di injak oleh orang – orang yang tak senang. Memang akhirnya terinjak juga. He…he….. mati juga cacaingnya.

Monday, February 13, 2012

tak ( jadi ) meraih mimpi


mari berlari meraih mimpi
menggapai langit yang tinggi
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati

kuatkan diri dan janganlah kau ragu
tak kan ada yang hentikan langkahmu
Reff : ya..ya..kita kan terus berlari
ya..ya..tak kan berhenti di sini
ya..ya..larilah meraih mimpi
ya..ya..hingga nafas tlah berhenti
ku akan bertahan
hadapi rintangan
perlahan-lahan dan menang
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
tak kan ada yang hentikan langkahmu
tak ada yang tak mungkin’
bila kita yakin
pastilah engkau dapati
 ( J - Rock )

lagu itu kembali muncul dari chip memori yang sudah tersimpan tiga tahun lalu, Januari 2009 tertulis di folder itu sebagai penanda waktu penyimpanan file – file sepenggal perjalanan kisah SMA. Ya lagu ini akan selalu terkenang bagi kami, pengurus OSIS SMADA Nganjuk 2008 – 2009. Lagu yang membuat semangat dan pada waktu yang sama meremukkan hati. Hampir tiga minggu lagu itu menjadi favorit di sekretariat OSIS, poster grup bandnya pun tak ketinggalan terpasang di kaca samping pintu masuk sekretariat.  Tapi ada yang berbeda di poster tersebut jika di lihat dari dekat, di bagian pojok poster tersebut terdapat lambang “ koko beluk “ SMADA yang bersanding dengan logo tujuh puluh bagi dua ( logo HUT SMA 2 Nganjuk ke – 36 ).
Inilah yang menjadi drama paling menarik yang akan diperankan oleh kawan – kawan pengurus OSIS 08 – 09. Pada klimaksnya adalah pengeluaran seluruh siswa yang menjadi anggota OSIS 08 – 09 dengan ending adalah sebuah acara “ seadanya” yang meriah dengan guyurah hujan, yang membuat hati ini bergetar dan mata memerah.  Perjuangan itu….. tak akan kita lupakan. Zakaria, Oliv, Arda.
Sepert biasa, hajatan Hari Ulang Tahun sekolah selalu ingin dibuat semenarik mungkin, lebih bagus dari tahun sebelumnya, sebagai bukti bahwa ada peningkatan kualitas SDM dari pengurus OSIS. Dorongan itulah yang akhirnya membuat para pengurus berani Meraih mimpi untuk mendatangkan sebuah band papan atas negeri ini, dalam rangkaian acara HUT yang bertajuk Festival Band SMADA part 4. Setelah sebelumnya sukses mengadakan event Olimpiade, ngontel bareng dan beberapa acara besaar lainnya. Sebagai acara pamungkas tentu kami ingin member yang terbaik dan paling berkesan dalam sekjarah perayaan hari Ulang tahun Sekolah tercinta. SMADA. Nama yang muncul adalah J – Rock.
Optimisme muncul diawal dengan berhasilnya tiga kawan dan bersama Pembina OSIS  Pak Marji bertemu tim manajemen J- Rock. Dan tahukah, Sudah tertulis dan tanggal dijadwal manggung J – Rock > Nganjuk- SMA 2 Nganjuk. Loby – loby terjadi dan deal dengan menyerahkan uang muka hasil dari kegiatan sebelumnya dan dana yang memang telah dianggarakan untuk festival band. Kabar dari Jakarta langsung menyebar ke seleruh sekolah dan nganjuk, kabar bahwa J – Rock akan datang ke Nganjuk. Semua tim sudah bersiap, Dana, Perizinan, Perlengkapan semua telah beriap menyamput untuk meraih mimpi bersama J – Rock.
Segala perhitungan dana sudah jalas, terperinci, sampai bendahara harus meluruskan rambut gara – gara rambut semakin keriting menghitung dana yang  harus di keluarkan unuk acara ini. Dana sponsor harus sekian juta, uang yang ada sekarang sekian ratus ribu. Untuk pengeluaran keamanan sekian kompi sekian juta, sewa gedung sekian puluh juta, bla…bla….bla…, tak dapat saya mengikuti semua yang mereka omongkan. Semua yang dibicaran abstrak, dan kondisi sekarang hanya beberapa lembar uang ratusan yang ada ditangan. Memang semua sudah terbius mengejar mimpi datangkan J – Rock. Gila…. Tapi bukan SMADA kalau gak bisa mengerjakan hal – hal yang gila.
Keterbtasan dana tak menjadi halangan untuk mengadakan sebuah event besar, yang penting adalah semangat besar. Mungkin kata – kata itu yang menjejali otak kami semua. Seolah – olah semua sudah tersedia, padahal semua yang ada di otak kami adalah kebalikan dari apa yang ada di kenyataan. Realita yang tak selalu berjalan beriringan dengan angan, dan bahkan kenyataan membanting semua angan – angan. Sakit….. tapi senyum dan canda adalah obat yang paling mujarab yang memperingan rasa sakitnya. Satu hati, satu jiwa, satu OSIS SMADA adalah teriakan wajib disetiap akhir rapat sebagai pembakar hati yang sedang lemah. Satu OSIS SMADA.
Sore itu langit tidak lagi bersahabat bersama semua “ Pladen “ tujuh puluh bagi dua, langit meneteskan airnya seolah mengerti dan sedang member isyarat pada kami akan apa yang akan terjadi dalam beberapa hari kedepan. Sebuah babak konflik paling krusial yang pernah ada dalam masa SMA yang mungkin tidak semua siswa mengalaminya. Sore itu adalah saatnya publikasi ke warga nganjuk bahwa J – Rock akan segera  “ sambaing “ ke kota bayu. Sebuah Bliho besar ukuran 5 x 3 meter sudah terpasang. Tak ada wajah yang kesedihan, keputus asaan diantara kami, meskipun dibawah guyuran hujan deras ditengah halaman depan sekolah. Semua senyum dan wajah optimisme selalu melekat. Kebersamaan itu mengubur keegoisan kami semua. Satu Jiwa, Satu SMADA.
“Satu…dua…..tiga… ayo tarik, awas – awas bambunya patah, yang kanan dibantu”.
 “ Woe duah lurus belum..!!. “ yang kiri kurang ke bawah sedikit”.
 “ ikatannya kurang kuat, jadinya kelihatan lesu..
” ayo turunkan lagi “
“ ayo, hamir jam 5 ini,. Mau tidur sini lagi tho ?”
“ angkat lagi “.
“ tunggu aba – aba, satu… dua…. Tiga…, angkat bersamaan biar gak patah “
“ tahan… ayo jalan..”
Teriakan itulah yang terdengar, meskipun bukan lulusan angkatan bersenjata atau diklat Security tapi teriakan itu tak kalah lantang. Juga teriakan itulah yang membawa baliho itu ke jalan raya depan sekolah, yang pasti semua orang – orang yang kan berpergian ke Nganjuk Kediri pasti akan melihat.
“ Woe…, turunkan “
“ Siapa yang suruh masang “
“ ojo ngono tho le, mosok gak ngajeni wong tuo “
Sontak suara itu membuat binggung semua anak yang sudah siap –siap mengikat kakai baliho ke tiang kabel Telkom. Meskipun tak ada petir, suara itu lebih dari  petir. Mengiris hati menurunkan motivasi, menghapus imajinasi.
“ lho pak, gawe publikasi pak.” Anak  - anak berkilah
“ wes.. didukne le..”
“ lho pak, d****. Wes abot – abot koq ngene “. Teriakan dari salah seorang kami yang mungkin sangat kesal karena usaha keras selama ini seperti tidak ada gunanya.
tapi itulah wakasek kesiswaan SMADA, atau gurauan kami biasanya menyebut dancuk ( Komandan Pucuk ). Orang yang paling akrab dengan siswa dan familiar dengan panggilan Herbog. Semua akhirnya tunduk dan tertunduk . meskipun langit sudah tak lagi hujan, tapi hujan itu sekarang berpindah di hati kami semua. Memang terdengar isu bahwa perijinan belum selesai dan ada sedikit masalah di pihak keamanan.
Keesokan harinya semua warga sekolah membicarakan masalah penurunan baliho kemarin sore, tidak dikalangan guru maupun siswa. Bahkan warga sekolah lain sudah tahu masalah itu. Segera pagi itu juga semua pengurus  osis merapatkan barisan, memang trnyata semua masalah ada di perizinan. Tidak mendapat perizinan memakai gedung, berkaca kerusuhan konser music dalam gedung yang menewaskan banyak orang, dan polisi tidak bertanggung jawab akan keamanan. Permasalahan semakin komplek ketika opsi yang ditawarkannya  pun harus mengadakan konser dilapangan terbuka. Konsekuensi adalah dana lebih besar dan pengaman yang belum terjamin. Belum juga isu tentang akan adanya kampanye terselubung, maklum minggu iu adalah masa tenang kampanye menjelang pilgub Nganjuk. Ha…… ha………..ha………
Semua opsi kemungkinan telah dilontarkan, menyewa Event Organizer untuk mengadakan acara ini, menyewa tim pengamanan tersendiri, kerja bareng J – R Star untukmengamankan sampai menyewa dukun agar pada saat konser berlangsung aman dan tida hujan. Gila…. Disaat tiga orang telah ke kantor Polres, kami yang di sekolah segera merancang agar koner tetap bisa berjalan.
Masalah perizinan belum juga usai karena tiga teman kami belum juga kembali dari pagi tadi. Sekarang masalah besar juga datang. Ultimatum dari kepala sekolah bahwa akan membubarkan OSIS dan mengeluarkan semua pengutus yang masih ngeyel akan mengadakan konser. Semua sudah panas, rapat tidak lagi kondusif karena yang ada adalah perpecahan antara yang tetap mendukung dan tidak. Tete air mata tak lagi keluar dari satu anak saja. Menangis sedih dan takut, karena tidak pernah ada masalah yang sepelik ini di kehidupan nyata. Semua telah mencapai klimaks, konflik tak hanya antar individu, sudah antar individu dan kelompok. Semua permaalah tak terselesaikan.
Tepat tengah hari ketiga teman kami kembali, bukan kabar gembira yang ada adalah tidak ada perubahan. Semua tak bergeming. Opsi lebih ngawur malah muncul, mereka minta ada yang menjadi jaminan salah seorang diantara kami, jika ada rusuh atau hal – hal yang tidak diinginkan dia akan mauk hotel prodeo. Siapa yang tak tambah gila jika opsinya semua seperti racun semua ?. gambaran akan kegagalan sudah Nampak, jelas uang yang ada tidak akan cukup untuk menggelar konser atau acara festival band. Pemabatalan kepada pihak J – Rock menghanguskan uang beberapa juta yang seharusnya cukup untuk mengadakan festival band se – eks karisidenan Kediri.
Namun, konflik ini segera menurun ketika kepala sekolah mengajak semua pengurus OSIS bersama wakasek kesiswaan dan Pembina osis untuk duduk bersama dalam satu forum dengan kepala dingin membahas semua permasalahan yang ada. Kekecewaan kepala sekolah terlihat dari gurat wajah dan setiap kata yang terucap.
“ Berapa dana yang ada di OSIS sekarang ?”
“uang yang masih disini, dibawa ini, sisa kegiatan ini dan itu”. Jawab bendahara OSIS yang sibuk membuka lembar – lembar catatan bendahara.
“ yang nyata sekarang berapa ?”, kepala sekolah coba mengulang pertanyaan.
“ee..eee…. ini ada sekian ratu ribu “.
“ ini ada uang sekian juta, silahkan digunakan. Tidak perlu tanya dari mana uang ini berasal. Saya tidak ingin terjadi tidak saling komunikasi antara pengurus dan Pembina osis maupun Wakasek keseiswaan”.
Semua pengurus hanya bisa tertunduk lesu, kami harus mejilat ludah kami sendiri. Semua mimpi itu sekarang sudah tak ada lagi. Meraih mimpi bersama J – Rock sudah tidak akan ada lagi. Semua poster dan atribut berbau J- Rock dihilangan. Sekolah dinetralisir dari semua yang berbau J- Rock.
Pada hari-H tidak ada J- Rock ataupun band kelas atas yang menjadi bintang tamu pada festival band SMADA part IV. Langitpun tak bersahabat lagi, hujan deras mengguyur  bumi SMADA menjadikan lapangan basket seperti kolam dadakan. Semua harus turun tangan untuk menguras, oh..   tapi tetap dibawah guyuran dengan senyum dan canda tawa yang menghibur diri. Melepas mimpi bersama lepasnya enyuman puas meskipun dengan acara yang “ seadanya”.

kisah itu sekarang telah menjadi kenangan, sebuah cerita tentang perjuangan kita. Semua terangkai dalam episode tujuh puluh bagi dua. Bangga telah menjadi bagian dari sejarah dalam hajatan terbesar sekolah.  Episode inilah yang akan menyatukan  hati – hati yang rindu mengenang setiap langkah masa indah itu, OSIS SMADA 08 – 09. Satu hati Satu Jiwa Satu SMADA.

Sunday, August 14, 2011

Dijaga amanah


Dijaga amanah
 " memperbaiki diri menyesuaikan amanah "

Mungkin anda akan aneh mendengar kata di atas, sebuah kata yang tidak atau jarang kita dengar. Tapi, itulah adanya. Bukan lagi menjaga amanah, tapi sebaliknya. Amanah yang menjaga kita. Secara tidak sadar, dalam kesendirian ku mengulang kisah masa lalu, itulah yang terjadi. Ku di jaga oleh amanah itu. Sebuah penjagaan dari allah kepada ku melalui amanah yang DIA berikan. Entah harus bersyukur atau tidak, karena amanah itu berat sekali. Namun, ternyata ku harus tetap mengucapkan syukur Alhamdulillah, sujud syukur menikmati ni’matNYA.

Mungkin saya sudah pernah bercerita kawan,  tentang masa SMA yang terangkum di sudut Masjid Nurul Iman. Ya, sebagai tukang sapu. Sebuah amanah yang berat, karena gunung dan langit pun menolak untuk menerima amanah itu. Tapi apa daya, karena itulah jalan yang telah Allah siapkan untuk saya. Percaya atau tidak, karena amanah itulah sekarang saya bisa menjadi seperti ini.
Semenjak ditetapkan sebagai tukang sapu, tak ada pilihan lain bagi ku untuk menjalankan sepenuh hati, meskipun tak jarang sakit hati. Tak ada pilihan lagi bagi ku untuk terus memperbaiki diri agar amanah itu tetap kelihatan pantas di pundak yang memikulnya. Dan tak ada pilihan bagi ku agar terus belajar sibuk memperbaiki diri. Meskipun tak jarang jatuh sampai dasar kubangan. Paling tidak, warna kebaikan itu sudah pernah mewarnai kehidupan ini.

Saturday, August 13, 2011

Secarik Kertas Pengantar


Bias warna putih – abu - abu. 

Sebuah Tulisan kisah masa SMA, terbingkai di sudut Masjid

Barisan warna indah menyemarak menyambut redanya tangisan langit. Sebuah warna tergores dari kuas Sang Maestro Seni Alam, Allah SWT. Kanvas langit biru dengan perpaduaan warna Merah, kuning, hijau. Kata ku waktu bernyanyi saat masih imut – imutnya duduk di bangku taman kanak – kanak.  Sebuah warna yang sebenarnya lebih banyak lagi, kata guru SD. Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu. Sebuah barisan warna dari biasan cahaya yang terpantul dari balik air. Itulah pelangi. Biasan warna selalu mengilhami setiap manusia yang putus asa, bahwa masih ada harapan setelah kegagalan dan masa suram. Itu kata teman – teman ku saat meng – sms – kan kata – kata motivasi.

Tapi tidak untuk saat ini, biasan warna itu dari dua warna terintegrasi yang mampu menorehkan lebih sejuta warna. Warna abu – abu putih. Sebuah warna yang menghiasai tiga tahun perjalan hidup ku. Menorehkan warna yang tersimpan dalam kanvas memory otak. Sebuah maha karya dari perjalanan kisah nan indah.