Tuesday, December 14, 2021
TUTORIAL MIKE 21 - BASIC
ikuti terus video ini untuk kamu yang ingin belajar MIKE 21 dari level basic hingga advance
Prinsip Desain dan Pembangunan Pesisir
(Pembangunan Pantai Buatan dan Pelabuhan)
Prinsip Pembangunan Pesisir yang berkelanjutan
1.
Desain dan Profil Pantai yang Stabil
Pada pembuatan pantai buatan, menjaga kestabilan garis pantai pantai dan
profil pantai merupakan hal terpenting. Sehingga garis pantai tidak tererosi
yang mengakibatkan kerusakan desain pantai. Oleh sebab itu, pada desain pantai
pertimbangan proses sedimen dan bangunan di sekitar pantai harus mendukung
tercapainya pantai yang stabil.
2.
Desain Struktur Terminal
Guna mencapai garis pantai stabil di atas, salah satu hal yang
dikerjakan dalam proses desain adalah pembuatan struktur bangunan penunjung
terminal (Pelabuhan) seperti breakwater harus merupakan bangunan yang dapat
juga menangkap sedimen sejajar garis pantai agar juga dapat menjaga kestabilan
garis pantai.
3.
Eksposure
Tingkat eksposur bangunan pantai buatan oleh gelombang tidak boleh
terlalu tinggi, karena hal tersebut berbahaya bagi wisatawan yang akan
berenang, sehingga para proses perencanaan pantai buatan ini, keselamatan dan
mejaga kestabilan pantai adalah kunci utama.
4.
Material Pantai
Material pantai juga menjadi perhatian, dimana material pasir yang
diambil dari laut sekitar untuk mempermudah dalam proses pengisian material
pada daerah pantai. Selain itu juga, ukuran material pasir pantai itu juga
berpengaruh pada bentuk profil pantai yang akan terjadi akibat terjadinya
proses pantai.
Sehingga pada pemilihan pengisian material pasir pada pantai buatan
menggabungkan antara pasir dari laut dan dari pantai. Sehingga didapatkan
material pasir yang tidak terlalu halus atau kasar.
5.
Kualitas Air
Kualitas perairan pada daerah pantai buatan adalah menjaga agar tidak
adanya air yang menggenang Ketika terjadi aliaran air dari dalam dan keluar
laguna. Proses perubahan debit air pada area laguna di pesisir banyak
dipengaruhi oleh proses pasang surut. Jika mulut laguna bear, proses perubahan
air dalam laguna juga besar dan itu akan berpegaruh pada kualitas air yang ada
dalam laguna.
Jadi untuk berhasil merancang pantai buatan biasanya prosedur yang
diterapkan adalah
Pertama-tama penting untuk menganalisis dan memahami proses alami daerah
pesisir, dan biasanya menggunakan model numerik untuk uji desain. Sedangkan pengembangan
lebih lanjut menyesuaikan tergantung pada pemodelan. Sehingga desain harus
dapat diterima dan berdampak pada daerah sepanajng bentang pantai.
Kedua, model numerik sangat berguna untuk mengoptimalkan dan memeriksa
semua titik-titik desain yang telah ditetapkan untuk struktur perlindungan
sebagai perlindungan pantai.
Ketiga, struktur pesisir penting untuk dipertimbangkan dalam mendesain
pantai buatan karena sebagian besar akan membutuhkan beberapa struktur untuk pemeliharaan
pasir agar tetap di lokasinya.
Desain Tata Letak Pelabuhan
Ada tiga jenis pelabuhan yang memiliki karakteristik yang
1.
Pelabuhan pemecah gelombang utama tunggal Pelabuhan yang bekerja dengan melindungi cekungan (area labuh) dari
gelombang utama dengan menggunakan pemecah gelombang tunggal yang biasanya
melengkung. Hal ini digunakan untuk Pelabuhan yang mempunyai arah dominan
gelombang dari 1 arah utama. 2.
Pelabuhan pemecah gelombang ganda Pelabuhan dengan pemecah gelombang dua lengkung, dimana pemecah
gelombang dimaksudkan untuk melindungi bagian dalam area kolam Pelabuhan. Jika
masih ada gangguan pada area masuk mulut Pelabuhan akibat adanya difraksi gelombang,
maka akan ditambahkan pemecah gelombang pada bagian depan lengkungan pemecah
gelombang ganda. 3.
Pelabuhan pemecah gelombang lepas pantai Tata letak Pelabuhan seperti ini sangat sering digunakan ketika
pelabuhan terletak di tempat yang sangat dangkal. Lingkungan dan jenis
pelabuhan ini juga menarik karena jika mendesainnya dengan benar, dapat
meminimalkan dampaknya terhadap pantai. Selain itu juga menarik untuk diketahui
karena terletak di perairan yang lebih dalam untuk menghindari masalah
sedimentasi dan dan meminimalkan pengerukan utama. Bagunan utama Pelabuhan ini biasanya menggunakan kontruksi jetty dan
jembatan dengan pile sehingga angkutan sedimen alami tidak terganggu. Optimalisasi Tata Letak Pelabuhan Parameter penting adalah lebar surf zone dan dibandingkan dengan
lebar Pelabuhan. ·
Pelabuhan Kecil pada area Surf zone Biasanya pelabuhan kecil yang terletak di dalam area surf zone
dan dimiliki alur pelayaran/ navigasi untuk dipertahankan dengan pembuatan
kolam sedimen sebelum area navigasi dan kemudian dibuang dengan mengerukan
secara mekanik dan melakukan sand by passing. ·
Pelabuhan Besar (Tata letak Pelabuhan sampai area
aktif littoral zones) pelabuhan besar yang menembus seluruh area surf zones dan pesisir
aktif, maka tidak ada cara transport
sedimen untuk melewati struktur, sehingga hal tersebut benar-benar memblokir
transportasi sedimen di sepanjang pantai. Dimana hal tersebut berdampak area
pesisir di sekitarnya, terutama perubahan garis pantai karena sama sekali tidak
ada pasir dari lokasi up-drift ke daerah downdraft. ·
Pelabuhan Kecil |
Thursday, March 5, 2020
Seri Pelabuhan : Pengantar
Port, adalah pintu gerbang atau tempat yang mempunyai harbor lengkap dengan petugas bea cukai.
Dock, adalah suatu kolam dengan pintu air tempat dimana kapal membongkar muat atau keperluan perbaikan
Pelabuhan dalam arti yang luas adalah merupakan gerbang tempat berpindahnya angkutan darat ke laut, angkutan laut ke darat, arus terminal dari angkutan laut ke laut. Sebagai terminal: harus menyediakan tempat berlabuh, menyediakan tempat menyimpan barang, menyediakan peralatan
pengangkatan/pengangkutan.
pelabuhan khusus PT BOGASARI yang digunakan untuk bongkar muat tepung terigu.
Contoh pelabuhan menurut pelayanannya:
• Pelabuhan militer, Ujung Surabaya.
• Pelabuhan ikan, Perigi, Bagan Siapi-api
• Pelabuhan minyak, Dumai, Pangkalan Brandan.
• Pelabuhan Industri, Petrokimia Gresik.
• Pelabuhan turis, Benoa Bali
• Pelabuhan untuk menghindari gangguan alam (topan, gelombang) yang biasanya terjadi di Jepang
1. Pelabuhan Samudra, contoh: Pelabuhan Tanjung Priok
2. Pelabuhan Nusantara, contoh: Pelabuhan Banjarmasin.
3. Pelabuhan Pelayaran Rakyat, contoh: Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta.
Perdagangan Luar Negeri
1. Pelabuhan Ekspor
2. Pelabuhan Impor
Klasifikasi menurut jenis pungutan jasa
1. Pelabuhan yang diusahakan
2. Pelabuhan yang tidak diusahakan
4. Pelabuhan bebas
Wilayah Pengawasan Bea Cukai:
1. Custom port, adalah wilayah dalam pengawasan bea cukai
2. Free port. adalah wilayah pelabuhan yang bebas diluar pengawasan bea cukai.
Peranannya
1. Transito, pelabuhan yang mengerjakan kegiatan transhipment cargo, seperti Pelabuhan Singapura.
2. Ferry, pelabuhan yang mengerjakan kegiatan penyebrangan, seperti Pelabuhan Gilimanuk, pelabuhan Padangbai
Friday, January 31, 2020
Kriteria Desain Struktur Dermaga
Thursday, January 30, 2020
MODEL KERENTANAN PESISIR
Coastal Erosion Risk Assessment
Parameter
|
Sumber
|
Sangat Rendah
(1)
|
Rendah
(2)
|
Menengah
(3)
|
Tinggi
(4)
|
Sangat Tinggi
(5)
|
Jarak terhadap garis pantai (m)
|
Analisa GIS
|
>1000
|
200-1000
|
50-200
|
20-50
|
< 20
|
Topografi (m)
|
DEM di reclass
|
>30
|
20-30
|
10-20
|
5-10
|
<5
|
Geologi
|
RTRW Jatim
|
Batuan beku
|
Batuan metamorf
|
Batuan sedimen
|
Sedimen bertekstur kasar
|
Sedimen bertekstur halus
|
Geomorfologi
|
Interpretasi citra
|
pegunungan
|
Tebing berbatu
|
Tebing tererosi yang memanjang di tepi pantai
|
Pantai wisata, dataran fluvio marin
|
Bukit pasir, muara sungai, estuari
|
Tutupan Lahan
|
Data landuse dari BPN di Update
|
hutan
|
Tanaman pertanian
|
Lahan terbuka
|
Permukiman pedesaan
|
Permukiman perkotaan, kawasan industri
|
Aksi antropogenik
|
Interpretasi citra
|
Intervensi stabilisasi garis pantai
|
Intervensi tanpa reduksi sumber sedimen
|
Intervensi dengan reduksi sumber sedimen
|
Tanpa intervensi atapun reduksi sumber sedimen
|
Tanpa intervensi, namun terdapat reduksi sumber sedimen
|
Ketinggian signifikan gelombang maksimum (m)
|
Hasil analisis tim kelautan
|
<3
|
3-5
|
5-6
|
6-6.9
|
>6.9
|
Jarak maksimum pasang air laut (m)
|
Hasil analisis tim kelautan
|
<1
|
1-2
|
2-4
|
4-6
|
>6
|
Tingkat erosi/akresi pantai rata-rata (m/tahun)
|
Hasil analisis tim kelautan
|
>0 (akresi)
|
(-1) – 0 (erosi)
|
(-3) – (-1) (erosi)
|
(-5) – (-3) (erosi)
|
< (-5) (erosi)
|
Parameter
|
Sumber
|
Sangat Rendah
(1)
|
Rendah
(2)
|
Menengah
(3)
|
Tinggi
(4)
|
Sangat Tinggi
(5)
|
Kepadatan penduduk (jiwa/km2)
|
BPS / Monografi / Profil Desa
|
500
|
500-1000
|
1000-2000
|
2000-4000
|
>4000
|
Tingkat Ekonomi (jumlah tenaga kerja)
|
Monografi / Profil Desa /Kelurahan
|
0
|
0-10
|
10-30
|
30-50
|
>50
|
Ekologi
|
Rencana Pola Ruang RTRW
|
Bukan kawasan perlindungan ekologi
|
Kawasan pertanian strategis
|
Kawasan konservasi ekologi
|
Kawasan lindung ekologi
|
Taman nasional
|
Situs Bersejarah
|
Interpretasi Data Google Earth
|
Bukan situs bersejarah
|
Terdapat beberapa konstruksi bersejarah
|
Terdapat konstruksi bersejarah dan aktivitas masyarakat didalamnya
|
Konstruksi bersejarah tingkat regional
|
Monumen nasional
|






